<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600</id><updated>2012-02-15T23:00:35.169-08:00</updated><category term='iman'/><category term='Doa'/><title type='text'>Sekolah Minggu HKBP Taman Mini</title><subtitle type='html'>Our Father in heaven,
hallowed be your name,
your kingdom come,
your will be done
on earth as it is in heaven.
Give us today our daily bread.
Forgive us our debts,
as we also have forgiven our debtors.
And lead us not into temptation,
but deliver us from the evil one. For if you forgive men when they sin against you, your heavenly Father will also forgive you.
But if you do not forgive men their sins, your Father will not forgive your sins.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>100</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-9064020760748581828</id><published>2007-03-29T11:21:00.000-07:00</published><updated>2007-09-18T23:41:47.704-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Ranting Pohon</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Ranting Pohon&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahan Bacaan : Yohanes 15 : 1-8&lt;br /&gt;Penyampaian Cerita:&lt;br /&gt;Boy dan ayahnya sedang jalan-jalan. Boy melihat sebuah ranting pohon yang sudah kering jatuh dari sebuah batang pohon.&lt;br /&gt;"Ayah," kata Boy, "lihatlah ranting pohon itu, kita bawa pulang ya? Terus kita tanam supaya tumbuh lagi daunnya dan berbuah!"&lt;br /&gt;"Oh, tidak bisa, Boy," kata ayah, "ranting itu sudah mati. Dia tidak bisa berdaun, apalagi berbuah. Itu ranting yang mati."&lt;br /&gt;"Apakah ada cara lain untuk membuat ranting itu bisa berdaun dan berbuah lagi?" tanya Boy.&lt;br /&gt;"Tidak," jawab ayahnya. "Ranting itu sudah mati. Satu-satunya cara agar dia hidup lagi adalah jika Tuhan memberikan hidup baru kepada ranting itu, lalu menjadikan ranting itu bagian dari batang pohonnya lagi."&lt;br /&gt;Ayah berbicara lagi kepada Boy, "Manusia tidak ubahnya seperti ranting yang mati itu, sedangkan Yesus seperti pohon kehidupan. Kita tidak dapat menolong diri sendiri. Lalu Yesus mengambil kita, ranting yang sudah mati, dan menghidupkan kita lagi. Dan ditaruh di batang pohon kehidupan. Seperti sebuah pohon dapat berbuah, kita juga dapat berbuah. Buahnya adalah kebaikan, kasih, sukacita, dan kelemahlembutan."&lt;br /&gt;Kita seperti ranting yang sudah mati. Lalu Yesus membuat kita hidup lagi. Karenanya, kita harus menghasilkan buah sebagai bukti hidup baru kita.&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan:&lt;br /&gt;Dapatkah ranting pohon yang sudah mati hidup kembali tanpa mujizat Tuhan?&lt;br /&gt;Alkitab berkata bahwa manusia berdosa mati dalam dosanya. Mengapa mereka seperti ranting pohon yang sudah mati?&lt;br /&gt;Apa yang Tuhan lakukan untuk menyelamatkan manusia yang mati karena dosa?&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Tuhan di surga, saya tahu saya berdosa. Saya butuh Penyelamat. Terima kasih Tuhan Engkau sudah menyelamatkan saya. Engkau memberi hidup baru melalui Kristus. Aku mau menghasilkan buah-buah yang baik. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa, Amin. (t/Davida)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Devotions for the Children`s Hour, Kenneth N. Taylor, , BabBearing Fruit, halaman 113 — 114, Moody Press, Chicago, USA, 1977. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-9064020760748581828?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/9064020760748581828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=9064020760748581828' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/9064020760748581828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/9064020760748581828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/ranting-pohon.html' title='Ranting Pohon'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-3554190608604751140</id><published>2007-03-29T11:20:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T11:21:24.156-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Yesus Menyembuhkan Wanita yang Timpang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Yesus Menyembuhkan Wanita yang Timpang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahan bacaan:&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Lukas 13:10-17" onclick="return swebpop('Lukas+13%3A10-17');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061296/#SABDAweb"&gt;Lukas 13:10-17&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Fokus pelajaran:Yesus menyatakan kasih-Nya dengan menyembuhkan wanita yang lumpuh walaupun Dia mengetahui banyak orang yang tidak setuju dengan tindakan-Nya.&lt;br /&gt;Pengajaran Alkitab/tujuan pelajaran:Setelah pelajaran ini murid diharapkan dapat melakukan hal-hal berikut.&lt;br /&gt;Menceritakan kembali tindakan dan perasaan Yesus, si wanita lumpuh, kepala rumah ibadat orang Yahudi, dan orang banyak.&lt;br /&gt;Melengkapi cerita guru dengan satu kisah mengenai seorang anak yang bisa menunjukkan kasih walaupun orang lain tidak setuju.&lt;br /&gt;Mengidentifikasi cara apa yang dapat mereka lakukan saat mereka berada dalam situasi yang sama.&lt;br /&gt;Cerita Alkitab:Mari kita berandai-andai! Andaikan saat ini kalian sedang berada di sekolah dan semua temanmu sedang bermain bersama. Seorang anak datang, tetapi tidak seorang pun mau bermain dengannya. Apa yang seharusnya kamu lakukan? (Biarkan murid-murid menjawab). Jika kami berani keluar dari kelompok teman-temanmu dan mengajak anak ini bermain bersama, apa yang akan dikatakan teman-temanmu? Sulitkah melawan keinginan orang banyak? (Biarkan anak-anak memberikan respons mereka.)&lt;br /&gt;Cerita Alkitab hari ini adalah mengenai satu masa ketika Yesus sedang melakukan sesuatu yang tidak disetujui orang lain. Mari bersama-sama melihat apa yang Yesus lakukan.&lt;br /&gt;YESUS MENGAJAR&lt;br /&gt;Lantai yang terbuat dari batu itu terasa sangat dingin bagi kaki seorang wanita yang mencoba berjalan di tengah kerumunan orang banyak. Sesuai tradisi Yahudi, dia menutup kepalanya dengan kain.&lt;br /&gt;"Rumah ibadat ini sangat ramai hari ini," dia berkata pada dirinya sendiri. "Pasti ada guru yang baru."&lt;br /&gt;Dia melangkahkan tubuhnya yang lumpuh. Dengan sekuat tenaga ia berusaha melihat laki-laki yang mulai berbicara di rumah ibadat itu. Karena masih tidak dapat melihat orang yang sedang berbicara itu, ia pun berusaha mendengar dengan saksama semua perkataan laki-laki itu. Mari membaca &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Lukas 13:11" onclick="return swebpop('Lukas+13%3A11');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061296/#SABDAweb"&gt;Lukas 13:11&lt;/a&gt; untuk melihat bagaimana Alkitab menggambarkan wanita tersebut. (Anak-anak membaca dan melaporkan informasi yang mereka dapatkan.)&lt;br /&gt;"Dari mana Rabbi yang baru ini berasal?" tanya seseorang yang berada di belakang wanita itu. "Wah, saya tidak tahu pasti..., tapi Dia masih muda bukan?" terdengar suara yang lain. "Aku dengar Dia berbeda dengan guru-guru lain." Seorang yang lain lagi berkata, "Nama-Nya Yesus."&lt;br /&gt;"Aduh! Jika aku bisa meluruskan badanku ini, aku pasti bisa melihat- Nya!" keluh wanita yang timpang itu.&lt;br /&gt;Suara laki-laki itu terus terdengar, tetapi suaranya benar-benar berbeda. Suaranya penuh dengan kuasa. Wanita ini belum pernah mendengar suara seperti itu sebelumnya.&lt;br /&gt;Suara orang banyak sekarang sudah tenang karena mendengarkan pengajaran Sang Rabbi dengan penuh perhatian. Sesekali terdengar bisikan orang banyak yang menyetujui apa yang dikatakan Sang Rabbi.&lt;br /&gt;KEJUTAN PENYEMBUHAN&lt;br /&gt;Tiba-tiba, wanita yang lumpuh itu menyadari sesuatu sedang terjadi. Rabbi itu sekarang sudah berhenti berbicara dan sedang berdiri hampir di sampingnya. Bacalah Alkitabmu dan lihat apa yang Yesus katakan. (Satu orang anak membaca dengan suara keras.)&lt;br /&gt;"AKU? Yang Engkau maksudkan aku?" Wanita itu berpikir dengan cepat. Hatinya seperti melompat, dia mengingat lagi mimpinya selama delapan belas tahun ini. Mimpi untuk tidak lumpuh lagi! Kemudian dia merasakan kekuatan. Tangan Yesus kini ada di bahunya. Pujian syukur keluar dari dalam hati wanita ini! Kemudian dia berdiri, dengan tubuh yang tegak kembali tanpa dia benar-benar menyadari apa yang sedang terjadi. TUBUHNYA TEGAK KEMBALI! Dia memuji Tuhan yang telah menyembuhkannya!&lt;br /&gt;KEMARAHAN&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar suara yang penuh kemarahan merusak suasana gembira tersebut. Kepala rumah ibadat sangat marah kepada Yesus karena telah menyembuhkan wanita ini pada hari Sabat. Mengapa orang tersebut marah (kepada) Yesus (yang) menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat?&lt;br /&gt;"Ada enam hari untuk bekerja, karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan, jangan pada hari Sabat!" kata kepala rumah ibadat itu.&lt;br /&gt;"Engkau munafik!" kata Yesus dengan suara yang tegas sambil menuding kepala rumah ibadat itu.&lt;br /&gt;Menurutmu, mengapa Yesus menyebut kepala rumah ibadat itu dengan sebutan munafik? (Biarkan anak-anak menjawab.)&lt;br /&gt;"Bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan memberikannya minum?" kata Yesus.&lt;br /&gt;Wajah kepala rumah ibadat menjadi merah dan dia amat malu.&lt;br /&gt;Yesus melanjutkan, "Dan mengapa Aku tidak boleh menolong wanita ini lepas dari penyakitnya pada hari Sabat?"&lt;br /&gt;Bagaimana Alkitab menerangkan perasaan kepala rumah ibadat itu? Bacalah &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Lukas 13:17" onclick="return swebpop('Lukas+13%3A17');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061296/#SABDAweb"&gt;Lukas 13:17&lt;/a&gt;. (Anak-anak membaca dan memberikan jawaban.)&lt;br /&gt;Kepala rumah ibadat dan pengikutnya saat itu merasa sangat malu dan berharap bisa bersembunyi di balik tembok batu! Betapa memalukannya melihat Yesus menyatakan kebenaran seperti itu tepat di depan orang banyak! Ketika kepala rumah ibadat dan pengikutnya pergi dengan muka masam, wanita yang disembuhkan dan orang banyak yang ada di situ memuji dan mengucap syukur kepada Tuhan atas semua perbuatan ajaib yang dilakukan Yesus.&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Sebelum berdoa mulailah dengan pertanyaan, "Hal apa yang paling sulit dilakukan untuk melawan orang banyak yang melakukan kesalahan?"&lt;br /&gt;Setelah beberapa anak memberikan jawaban mereka, mulailah berdoa dan meminta Tuhan menolong anak-anak jika atau yang sedang berada dalam situasi yang sama seperti Yesus. (t/Davida)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;God Sends His Son: Teacher`s Guide/Middler B, Sheryl Haystead, et al, , BabA Crippled Woman Healed, halaman 43 - 46, Gospel Light Publications, Ventura, California, 1983. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-3554190608604751140?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/3554190608604751140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=3554190608604751140' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/3554190608604751140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/3554190608604751140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/yesus-menyembuhkan-wanita-yang-timpang.html' title='Yesus Menyembuhkan Wanita yang Timpang'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-1738773024193931214</id><published>2007-03-29T11:19:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T11:20:29.926-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Orang yang Tuli dan Gagap Disembuhkan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Orang yang Tuli dan Gagap Disembuhkan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahan bacaan:&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Markus 7:31—37" onclick="return swebpop('Markus+7%3A31%9737');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061303/#SABDAweb"&gt;Markus 7:31—37&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tujuan mengajar:&lt;br /&gt;Pelajaran kali ini akan membantu murid-murid dalam hal di bawah ini.&lt;br /&gt;Mengetahui bahwa Yesus mengerti kebutuhan mereka.&lt;br /&gt;Merasakan kasih dan perhatian Yesus kepada mereka.&lt;br /&gt;Percaya bahwa Yesus berkuasa memberikan kesembuhan kepada mereka yang percaya.&lt;br /&gt;Cerita Alkitab:&lt;br /&gt;Coba tutup kedua telingamu dengan tangan sekuat-kuatnya. Sekarang coba dengarkan saya berbicara, apakah kalian dapat mendengarkan suara saya dengan jelas? (Biarkan anak-anak menjawab) Ya, benar walaupun kalian masih dapat mendengar suara saya, tetapi tidak jelas bukan? Sekarang kalian boleh melepaskan tangan dari telingamu. Nah, sekarang apakah suara saya bisa terdengar dengan jelas? Mana yang lebih terasa menyenangkan, mendengar suara saya saat telinga kalian ditutup atau pada saat telinga kalian tidak ditutup? (Beri kesempatan kepada anak-anak untuk menjawab)&lt;br /&gt;Jika saat ini kalian dapat mendengar dan berbicara dengan jelas, tidak demikian dengan seorang yang ada dalam cerita Alkitab hari ini.&lt;br /&gt;Yesus baru saja menempuh perjalanan yang sangat jauh. Saat ini Dia telah tiba di daerah Dekapolis. Jika kalian baru saja bepergian ke tempat yang jauh, kalian pasti merasa lelah dan ingin beristirahat. Mungkin itu pula yang dirasakan Yesus dan murid-murid-Nya. Mereka pun beristirahat sejenak untuk melepaskan lelahnya.&lt;br /&gt;Tetapi baru saja akan beristirahat, orang banyak sudah mengikuti Dia. Ya, memang banyak orang sudah mendengar mujizat-mujizat dan pengajaran-pengajaran Yesus. Hal itu membuat mereka ingin sekali bertemu dengan Yesus atau sekadar melihat siapakah Yesus itu.&lt;br /&gt;Di tengah-tengah kerumunan itu ada orang yang memiliki saudara yang tuli dan gagap. "Seandainya saudaraku itu aku bawa kepada Yesus, pasti dia bisa mendengar dan berbicara kembali." Dengan segera orang itu menjemput saudaranya dan membawanya ke tempat Yesus berada. Dia sangat percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkan saudaranya itu.&lt;br /&gt;"Yesus, tolonglah saudaraku ini. Dia tuli dan gagap. Jika Engkau meletakkan tangan atasnya, pastilah dia sembuh," mohon orang itu. Yesus lalu memandang orang yang tuli dan gagap itu. Dituntunnya tangannya dan dibawanya ke tempat yang sepi sehingga hanya tinggal mereka berdua saja. Menurut kalian, apa yang Yesus lakukan? Apakah Dia menyembuhkan orang yang tuli dan gagap itu? (Minta satu anak lelaki dan perempuan memberikan tanggapan mereka)&lt;br /&gt;Ya, Yesus mengerti kebutuhan orang yang tuli dan gagap itu. Dia bersedia menyembuhkan orang tersebut. Bagaimana caranya? Coba kalian baca &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Markus 7:33—34" onclick="return swebpop('Markus+7%3A33%9734');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061303/#SABDAweb"&gt;Markus 7:33—34&lt;/a&gt;. (Minta seorang anak membacakan ayat-ayat tersebut.)&lt;br /&gt;Ternyata Yesus tidak hanya meletakkan tangan atas orang itu, tetapi menyentuh bagian yang sakit dari orang itu. Yesus menyatakan kasih dan perhatian yang amat besar melalui sentuhan-Nya. Dan, orang itu sembuh. Dia dapat mendengar dan berbicara dengan jelas lagi.&lt;br /&gt;Yesus tidak hanya mengerti kebutuhan orang yang tuli dan gagap itu. Dia juga amat mengerti kebutuhan kalian. Seperti orang yang percaya Yesus dapat menyembuhkan saudaranya, kalian juga harus percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkan sakitmu, mengerti kebutuhanmu, dan mendengar doamu.&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Sebelum berdoa mulailah dengan pertanyaan, "Apakah ada keluarga, teman, atau mungkin kalian sendiri yang sakit dan ingin didoakan?" Setelah beberapa anak memberikan jawaban mereka, mulailah berdoa dan meminta Tuhan menolong anak-anak atau keluarganya yang sedang menderita sakit.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-1738773024193931214?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/1738773024193931214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=1738773024193931214' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/1738773024193931214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/1738773024193931214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/orang-yang-tuli-dan-gagap-disembuhkan.html' title='Orang yang Tuli dan Gagap Disembuhkan'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-3589607396892694003</id><published>2007-03-29T11:18:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T11:19:28.253-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Masa Kecil Yesus</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Masa Kecil Yesus&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bahan bacaan:&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Lukas 2:39,40" onclick="return swebpop('Lukas+2%3A39%2C40');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061343/#SABDAweb"&gt;Lukas 2:39,40&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pokok pelajaran:&lt;br /&gt;Rencana Allah atas pertumbuhan Yesus dan bagaimana Dia belajar dalam keluarga-Nya.&lt;br /&gt;Tujuan pelajaran:&lt;br /&gt;Selama pelajaran ini diharapkan murid dapat:&lt;br /&gt;mengidentifikasikan cara yang dilakukan keluarga Yesus untuk menolong-Nya bertumbuh dan belajar;&lt;br /&gt;mengaplikasikan kebenaran Alkitab dalam keluarga yang dapat menolong anak untuk belajar;&lt;br /&gt;memohon kepada Tuhan untuk menolong anak-anak belajar dan taat akan firman Tuhan.&lt;br /&gt;Cerita Alkitab (15 menit):&lt;br /&gt;YESUS BERTUMBUH BESAR&lt;br /&gt;Kita sudah sering berbicara mengenai bagaimana Yesus menolong kita dalam belajar dan bertumbuh. Mari kita sama-sama belajar bagaimana Maria dan Yusuf mendidik Yesus saat Dia bertumbuh besar.&lt;br /&gt;Ketika Yesus masih anak-anak, Dia hidup bersama dengan Maria dan Yusuf di kota Nazaret. Yusuf adalah seorang tukang kayu. Mungkin Yusuf juga memunyai sebuah toko kayu kecil di samping rumahnya. Yusuf dapat membuat apa saja dari kayu, seperti meja, kursi, lemari, pintu, dan lain-lain. (Tunjuklah barang-barang dari kayu yang ada di ruang kelas.) Dia menjual semua itu untuk kebutuhan hidup keluarganya.&lt;br /&gt;BELAJAR DI TOKO KAYU&lt;br /&gt;Dalam pertumbuhan Yesus, tentu saja Yusuf harus mengajar Yesus bagaimana caranya menggunakan gergaji dan palu. (Buatlah suara gergaji dan palu.) Zzzzz!Zzzzz!Zzzzzz! Begitu suara gergaji saat dipakai untuk memotong kayu. Tuk! Tuk! Tuk! Begitu suara palu saat Yesus memukulkan palu pada paku untuk menyatukan dua buah kayu. Kadang-kadang Yesus memang membantu Yusuf, misalnya membersihkan kayu dari serpihan gergaji atau menyapu ruangan tempat Yusuf bekerja.&lt;br /&gt;Ketika Yesus bertambah besar, Allah memberikan anak-anak lagi kepada Maria dan Yusuf. Yesus menjadi anak yang tertua dalam keluarga. Dia mungkin membantu ibu-Nya menjaga adik-adik-Nya. Dia adalah seorang kakak yang baik.&lt;br /&gt;BELAJAR DI SEKOLAH&lt;br /&gt;Yesus memunyai hari ulang tahun. Di usia satu, dua, tiga tahun, Dia belajar berjalan dan berbicara. Di usia empat dan lima tahun Dia belajar bagaimana berlari dan melompat! Kemudian semakin lama usia Yesus sampai pada saat Dia harus bersekolah. Sekolah-Nya ada di Nazaret, di sebuah tempat yang disebut Sinagoge, tempat di mana orang bertemu untuk berdoa dan membaca firman Tuhan.&lt;br /&gt;Yesus belajar membaca dari sebuah buku besar yang disebut gulungan kitab atau perkamen. Dia belajar banyak kitab, sama seperti yang kita pelajari di sekolah minggu! Dan Yesus mungkin belajar menulis dengan membuat tulisan di atas tanah. (Buatlah tulisan dengan jari Anda di papan tulis atau di kotak pasir yang ada di ruang kelas.)&lt;br /&gt;BELAJAR DI RUMAH&lt;br /&gt;Di rumah, Maria dan Yusuf mengajari anak-anak mereka mengenai Allah. Mereka berdoa bersama. (Katupkan jari-jari Anda.) Mereka menceritakan kisah-kisah Alkitab yang sama kepada Yesus dan adik-adik-Nya, dan juga sama dengan yang kalian dengar dari orang tua atau gurumu. Yesus patuh kepada semua yang dikatakan firman Tuhan. Dia bertambah dan bertambah besar! Dalam pertumbuhan-Nya, Allah mengasihi dan menolong-Nya melalui berbagai macam cara.&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Ya, Tuhan, terima kasih atas keluarga kami. Terima kasih Engkau mengasihi keluarga kami. Ajar kami untuk mengasihi keluarga kami pula. Di dalam nama-Mu kami berdoa. Amin. (t/Davida)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Gospel Light Living Word Curriculum: Teach Me About Jesus, Living Word Curriculum Division, , BabJesus Grows Up, halaman 33 -- 36, Gospel Light, Ventura, USA, 1993. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-3589607396892694003?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/3589607396892694003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=3589607396892694003' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/3589607396892694003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/3589607396892694003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/masa-kecil-yesus.html' title='Masa Kecil Yesus'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-3369809240473372822</id><published>2007-03-29T11:17:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T11:18:41.165-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Kesempatan Baru</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Kesempatan Baru&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tema:&lt;br /&gt;Tahun baru menyediakan kesempatan baru bagi kita.&lt;br /&gt;Ayat Alkitab:&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yesaya 43:19" onclick="return swebpop('Yesaya+43%3A19');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061350/#SABDAweb"&gt;Yesaya 43:19&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alat peraga:&lt;br /&gt;Krayon baru&lt;br /&gt;Penyampaian:&lt;br /&gt;Selamat pagi! Bulan ini adalah bulan yang sangat istimewa. Bulan pertama di Tahun Baru! Dalam tahun baru 2007 ini, kita punya 365 hari. Setiap hari adalah karunia khusus dari Tuhan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam hari lepas hari di tahun 2007 ini, tetapi setiap hari adalah suatu karunia bagi kita.&lt;br /&gt;Tahun baru kita ini seperti sekotak krayon yang baru. Apakah kamu suka menggambar? Bukankah menyenangkan sekali memunyai krayon baru? Kalau sudah lama dipakai, krayon menjadi jelek. Ujungnya tidak lagi tajam. Kadang-kadang kertas gambarnya jadi sobek karenanya. Kadang-kadang krayon itu juga sudah pecah-pecah. Bukankah menyenangkan sekali mendapat krayon baru? Krayon-krayon itu benar-benar baru; masing-masing memunyai ujung yang masih tajam dan utuh.&lt;br /&gt;Tahun baru kita seperti kotak krayon yang baru. Bahkan lebih baik lagi, setiap hari itu seperti kotak krayon yang baru. Setiap hari adalah karunia Tuhan yang baru. Akan ada hal-hal baru yang dapat dipelajari dan teman-teman baru. Akan ada banyak cara kita menunjukkan bahwa Tuhan hidup di dalam hidup kita. Kalau kita mengalami hari yang tidak menyenangkan, kita tahu bahwa hari yang baru sudah menunggu di hadapan kita. Bagian terbaik dalam setiap hari baru adalah bahwa Tuhan selalu bersama kita. Tuhan selalu bersama kita di mana pun kita berada atau apa pun yag sedang kita kerjakan.&lt;br /&gt;Pagi ini, saya membawa krayon-krayon baru untuk kamu. Setelah kamu memakai krayon ini, ingatlah bahwa kita bukan saja mendapat tahun yang baru ini, tetapi setiap hari juga adalah suatu awal yang baru dan suatu karunia yang indah dari Tuhan bagi kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Ceritakan untuk Anak-anak Sekolah Minggu (Buku 2): Sebuah Sumber Ibadah, Donna McKee Rhodes, , halaman 17 -- 18, Gospel Press, Batam Centre, 2002. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-3369809240473372822?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/3369809240473372822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=3369809240473372822' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/3369809240473372822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/3369809240473372822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/kesempatan-baru.html' title='Kesempatan Baru'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-1540808641005194872</id><published>2007-03-29T11:16:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T11:17:48.678-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Seorang Gadis yang Hidup Kembali</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Seorang Gadis yang Hidup Kembali&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yairus adalah seorang pemimpin Yahudi yang menyembah Tuhan dan mengajarkan firman Tuhan kepada orang lain. Suatu hari, suatu hal yang sangat buruk menimpa Yairus. Anak perempuan yang sangat dikasihinya, yang berusia dua belas tahun, jatuh sakit. Tak ada seorang pun yang dapat menyembuhkannya karena penyakit yang diderita gadis ini sangatlah parah. Yairus tahu bahwa anaknya akan mati. Hanya ada satu orang yang dapat menolong anak perempuannya. Yairus mencari Yesus dan mengajak Yesus ke rumahnya. Yairus mungkin tahu bahwa teman-temannya di gereja tidak menghendaki Yesus. Tetapi Yairus tidak memedulikannya. Dia harus segera meminta bantuan sebelum anaknya meninggal.&lt;br /&gt;Yairus menemukan Yesus di tengah-tengah kerumunan orang. Ia berlutut kepada Yesus. "Anak perempuanku akan mati," katanya dengan memelas dan putus asa. "Datanglah dan letakkan tangan-Mu kepadanya agar anakku sembuh dan tetap hidup."&lt;br /&gt;Yesus datang ke rumah Yairus. Tetapi mereka tidak bisa segera ke sana karena banyaknya orang yang berkerumun. Ada seorang wanita yang sudah dua belas tahun sakit. Dia telah pergi ke semua dokter (dan seluruh uangnya telah habis) tanpa mendapatkan hasil. Ia begitu ingin bertemu dengan Yesus!&lt;br /&gt;Apa yang bisa dilakukan oleh perempuan itu? "Jika aku bisa menyentuh jubah-Nya, aku akan sembuh," gumam perempuan itu. Ia mendekatkan dirinya kepada Yesus, lalu mengulurkan tangannya dan menyentuh jubah Yesus.&lt;br /&gt;Suatu mujizat terjadi! SUATU MUJIZAT TERJADI! Perempuan itu sembuh. Saat itu juga! Ia benar-benar sembuh! Ia tahu bahwa ia sudah sembuh dan sehat kembali seutuhnya. Tetapi kemudian ada yang berkata, "Siapa yang menyentuh Aku?" tanya Yesus. Kerumunan itu menyentuh-Nya. Tetapi perempuan yang disembuhkan itu tahu Ia ingin agar dirinya mengatakan apa yang baru saja terjadi kepada-Nya. Segera ia mengatakan apa yang baru saja terjadi kepada-Nya.&lt;br /&gt;Kemudian, para pelayan di rumah Yairus datang. Wajah mereka menunjukkan kabar buruk sebelum mereka mengatakannya. "Anak perempuanmu meninggal!" kata mereka kepada Yairus. Meninggal! Sudah terlambat. Mungkin, bila perempuan itu menunda keinginannya ....&lt;br /&gt;Ketika Yesus mendengar hal itu, Dia menjawab, "Jangan takut; percayalah, maka ia akan sembuh." Sesungguhnya, tidaklah sulit bagi Yairus untuk benar-benar percaya kepada Yesus, meskipun anak perempuannya telah meninggal.&lt;br /&gt;Di rumah Yairus, semua orang bersedih dan berduka karena kematian gadis itu. "Dia tidak meninggal, tetapi ia sedang tidur," kata Yesus kepada mereka. Orang-orang itu menertawakan-Nya. Mereka tahu bahwa gadis itu telah meninggal.&lt;br /&gt;Yesus menyuruh semua orang keluar dari rumah itu, Ia menarik tangan anak itu dan berkata, "Anak-Ku, bangunlah."&lt;br /&gt;Yairus ada di sana saat itu, demikian pula istrinya, dan tiga orang murid Yesus. Mereka semua mendengarkan kata-kata Yesus. Akankah gadis kecil yang sudah meninggal itu juga mendengarkan perkataan Yesus? Gadis yang sudah meninggal itu mendengarkan perintah Yesus! Rohnya kembali dan kemudian ia bangun. Yesus telah membangkitkannya dari kematian.&lt;br /&gt;Orang tua gadis itu benar-benar takjub. Yesus menyuruh mereka untuk memberi makan gadis itu. Betapa bahagianya mereka; betapa mulianya Yesus. Kasih dan kuasa-Nya yang indah membangkitkan kembali anak mereka.&lt;br /&gt;(Gadis yang dibangkitkan, suatu cerita dari firman Allah, yang terdapat di Alkitab, di Markus 5 dan Lukas 8)&lt;br /&gt;Bahan diambil dan diedit seperlunya dari:CD SABDA Versi 3.0, BibleLand No. 0201-0217&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-1540808641005194872?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/1540808641005194872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=1540808641005194872' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/1540808641005194872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/1540808641005194872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/seorang-gadis-yang-hidup-kembali_29.html' title='Seorang Gadis yang Hidup Kembali'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-5017527267169245368</id><published>2007-03-29T11:10:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T11:13:08.369-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Kemiskinan: Bahkan Remah-Remah Pun Tidak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Kemiskinan: Bahkan Remah-Remah Pun Tidak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;REFLEKSI UNTUK ORANG TUA/GURU&lt;br /&gt;Dalam sepuluh tahun terakhir ini, dengan adanya jaringan media global, kita dapat menjadi saksi mata atas kemiskinan yang mengerikan. Sebagian orang yang miskin dan tersisih terpaksa mengaduk-aduk tempat sampah, sementara yang lain menderita dan sekarat, bahkan tanpa ada yang sempat mereka pungut dari tempat sampah. Setiap hari kita melihat mereka saat kita keluar untuk makan malam atau berangkat kerja. Kita pun dapat menyaksikan mereka setiap malam melalui televisi dan melihat foto mereka melalui majalah-majalah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun, kemiskinan mereka tak berarti bila dibandingkan kemiskinan rohani yang sangat mengerikan, yang dialami oleh mereka yang tidak mau memberi dan memerhatikan orang-orang miskin karena prinsip-prinsip politik dan ketamakan. Sikap masa bodoh terhadap kebutuhan dasar dari mereka yang diciptakan menurut gambar Allah sama dengan masa bodoh terhadap Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun, sukar dimengerti dari mana kita harus mulai mengatasi masalah sehingga sering kali kita tidak berbuat apa-apa. Banyak orang yang memberikan uang, namun hanya ada sedikit orang yang mau memberikan waktu mereka, apalagi yang mau memberikan diri mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bacaan Alkitab minggu ini mengambil tema yang kerap disuarakan, yaitu tanggung jawab kita terhadap saudara-saudara kita. Allah mengharapkan kita memerhatikan orang lain. Tentu saja tidak dalam bidang yang sama. Kita dipanggil untuk berkarya dalam berbagai bidang sesuai dengan kreativitas masing-masing demi kepentingan orang lain yang membutuhkan. Tetapi kita tidak boleh menjadi penonton. Jika kita mengabaikan kebutuhan orang lain, kita masuk dalam bilangan orang-orang yang miskin secara rohani. Kemiskinan kita berasal dari kurangnya belas kasihan, kemurahan, dan keadilan yang merupakan panggilan Sang Pencipta bagi kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;REFLEKSI UNTUK SELURUH ANGGOTA KELUARGA/KELAS&lt;br /&gt;Hal pertama yang saya lakukan setiap kali bangun pagi adalah turun ke bawah dan menyiapkan makan siang yang akan dibawa Sarah dan Matthew ke sekolah. Mereka sudah berpesan agar dibawakan roti dengan selai buah, bukan kue keju dan biskuit. Dan saat sarapan mereka bertanya, "Bolehkah hari ini saya minta kuenya dua potong?"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya senang anak-anak saya dapat menikmati hal-hal semacam ini. Saya senang mereka dapat ke sekolah dengan perut kenyang dan juga bekal makan siang. Tetapi saya juga tahu bahwa tidak setiap anak di dunia ini dapat menikmati hal yang demikian. Saya sering bertanya-tanya bagaimana seandainya anak-anak saya berangkat ke sekolah tanpa sarapan dan bekal makan siang? Bagaimana perasaan saya jika cuaca dingin dan mereka tidak memakai baju hangat dan sepatu? Bagaimana perasaan mereka? Bagaimana perasaan Anda?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah menghendaki kita bertanggung jawab satu terhadap yang lain. Itu berarti kita diminta saling memerhatikan dan peka akan kebutuhan orang lain. Apa yang dapat Anda lakukan berkenaan dengan hal ini? Minggu ini adalah saat yang tepat untuk mulai merenungkan pertanyaan ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;PELAJARAN&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari 1: Memberikan Persepuluhan dan Memerhatikan Orang Miskin&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Ulangan 14:28-29; 15:7-11" onclick="return swebpop('Ulangan+14%3A28-29%3B+15%3A7-11');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061398/#SABDAweb"&gt;Ulangan 14:28-29; 15:7-11&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus diberikan kepada orang miskin dan orang yang membutuhkan?&lt;br /&gt;Menurutmu, apakah lima hal terpenting yang harus dipunyai setiap orang agar dapat hidup layak?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari 2: Tanggung Jawab Terhadap Orang Miskin&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Ulangan 24:14-22" onclick="return swebpop('Ulangan+24%3A14-22');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061398/#SABDAweb"&gt;Ulangan 24:14-22&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus diberikan kepada orang asing, anak yatim, dan para janda?&lt;br /&gt;Apa yang gereja Anda lakukan untuk membantu orang miskin? Bagaimana Anda dapat berbuat lebih banyak?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari 3: Seorang Janda dan Nabi Elia&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;1Raja-Raja 17:8-24" onclick="return swebpop('1Raja-Raja+17%3A8-24');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061398/#SABDAweb"&gt;1Raja-Raja 17:8-24&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Janda itu sudah berputus asa. Apa yang hendak dilakukannya ketika Nabi Elia menjumpainya?&lt;br /&gt;Tahukah kamu suatu tempat di mana terdapat orang-orang yang mengalami kelaparan dan persoalan? Apa yang dapat kamu lakukan?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari 4: Doa Mohon Berkat Allah untuk Raja&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Mazmur 72" onclick="return swebpop('Mazmur+72');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061398/#SABDAweb"&gt;Mazmur 72&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kamu dapat menggambarkan tentang raja ini?&lt;br /&gt;Adakah kamu mengetahui seorang tokoh dunia yang berjuang keras dalam menolong orang miskin dan mereka yang membutuhkan? Apa yang ia lakukan?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari 5: Orang Kaya dan Lazarus&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Lukas 16:19-31" onclick="return swebpop('Lukas+16%3A19-31');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061398/#SABDAweb"&gt;Lukas 16:19-31&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Lazarus tidak diizinkan memperingatkan keluarga orang kaya itu?&lt;br /&gt;Mungkin di antara orang-orang yang kamu jumpai setiap hari ada seseorang yang membutuhkan pertolongan. Bagaimana kamu dapat membantu orang itu, baik secara langsung maupun tidak langsung?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari 6: Iman dan Perbuatan&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yakobus 2:1-17" onclick="return swebpop('Yakobus+2%3A1-17');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061398/#SABDAweb"&gt;Yakobus 2:1-17&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kapan iman disebut mati?&lt;br /&gt;Adakah anggapan-anggapan tertentu yang tidak benar tentang orang miskin di kota Anda? Bagaimana Anda dapat mengetahui lebih banyak tentang keadaan mereka yang sebenarnya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;AKTIVITAS KHUSUS: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;KELAPARAN&lt;br /&gt;Pada suatu kesempatan makan malam atau makan bersama dalam kelas, hidangkanlah sebuah menu kejutan, yaitu semangkuk nasi untuk seluruh kelas dan segelas air untuk setiap orang. Anda tak perlu berkata apa-apa; dengarkan bagaimana setiap peserta berkomentar mengenai menu tersebut. Adakah yang menggerutu? Adakah yang terkejut? Jelaskan pada mereka bahwa ada banyak orang di dunia yang pergi tidur malam itu hanya dengan makanan seperti yang mereka hadapi saat itu. Bicarakanlah perbedaan antara menu tersebut dengan menu yang biasa dinikmati keluarga Anda. Kemudian, jika Anda menghendaki, hidangkanlah makanan dengan menu lengkap. Namun, pakailah pengalaman yang mengejutkan ini untuk memotivasi agar keluarga Anda turut memikirkan tentang masalah kelaparan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tentukan jadwal untuk pergi ke toko makanan dan membeli makanan kaleng untuk disumbangkan ke organisasi atau gereja yang menangani kelaparan di daerah Anda. Jika memungkinkan, bantulah menyediakan makanan bagi para tunawisma.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Belajar Bersama, Janice Y. Cook, , halaman 153 -- 155, Yayasan Gloria, Yogyakarta, 1999. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Lingkungan: Irama Kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;REFLEKSI UNTUK ORANG TUA/GURU&lt;br /&gt;Dalam puisi karya Maya Angelou, "The Pulse of the Morning", yang dibacakan pada upacara pelantikan Presiden Clinton, kita dapat merasakan adanya suatu irama kehidupan, pasang surutnya dunia, dan bagaimana kita berhubungan dengan dunia dan dengan sesama. Mula-mula kita diberi suatu gambaran besar, kemudian kata-kata puisi itu mengarah kepada tanggung jawab pribadi yang disimpulkan dalam baris penutup puisi itu: "Good morning" (selamat pagi). Sebuah puisi yang sangat indah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Gambaran besar dalam puisi tersebut berbicara tentang bagaimana kita sebagai makhluk hidup mengasihi sekaligus membenci planet bumi yang diberikan sebagai tempat kita hidup. Kita mengasihi dan menjelajahinya, serta melukis, menulis, dan membuat lagu tentangnya. Kita menunjukkan penghargaan dengan mendirikan berbagai taman dan museum. Bumi tak pernah berhenti memberi kita inspirasi dan dorongan untuk terus maju. Namun, kita juga membenci, mengeksploitasi, mencemari, mengotori, menggali, mengebor, dan menghisapnya hingga kering. Kita hanya memikirkan kebutuhan kita sendiri saat ini dan bertindak seperti anak-anak yang tak bertanggung jawab baik terhadap masa kini maupun masa yang akan datang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang Kristen seharusnya memiliki tanggung jawab yang besar terhadap bumi ini sebab kita memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang Sang Pencipta. Pemahaman tersebut juga mengungkapkan apa yang diharapkan dari diri kita. Bagaimana dunia diperlakukan bukan tanggung jawab para pengusaha atau perusahaan saja, namun tanggung jawab kita semua. Suara kita harus didengar oleh mereka yang tidak dapat atau tidak bersedia mendengarkan suara angin, air terjun, atau burung camar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah pemikiran ini dikategorikan sebagai ideologi "hati yang terluka?" Sebenarnya, itulah gambaran yang tajam dan sempurna. Hati yang terluka bukanlah hati yang beku atau keras karena keegoisan dan ketamakan, melainkan hati yang dipenuhi dengan kasih sayang dan hikmat; hikmat yang melihat bahwa kita membutuhkan bumi ini dalam keadaan yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;REFLEKSI UNTUK SELURUH ANGGOTA KELUARGA/KELAS SM&lt;br /&gt;Anak-anak saya menyukai pantai. Kami tinggal di San Diego dan itu berarti kami dapat menikmati pemandangan pantai hampir sepanjang tahun. Sebagian orang suka berkemah atau mendaki gunung. Mungkin kamu suka berenang, bermain layang-layang, atau bersepeda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bumi adalah tempat tinggal yang menyenangkan. Allah telah membuatnya demikian. Allah juga ingin agar kita memelihara bumi ini. Dan Allah membuat kita masing-masing bertanggung jawab untuk melakukan bagian kita dalam memelihara bumi ini! Namun, bukan hanya kita yang memberi. Bumi juga memberi banyak kepada kita. Segala sesuatu yang kita miliki berasal dari bumi ini. Kita bergantung pada bumi untuk memperoleh makanan, minuman, perlindungan, dan energi. Allah telah menciptakan kita untuk dapat saling bergantung!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;PELAJARAN&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari 1: Allah menciptakan langit dan bumi.&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Kejadian 1:1-13" onclick="return swebpop('Kejadian+1%3A1-13');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061418/#SABDAweb"&gt;Kejadian 1:1-13&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Allah lakukan untuk menciptakan langit dan bumi?&lt;br /&gt;Apa saja yang dapat kamu lakukan untuk ikut menjaga agar bumi tetap dalam kondisi baik? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari 2: Allah menciptakan matahari, bulan, bintang, dan binatang.&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Kejadian 1:14-25" onclick="return swebpop('Kejadian+1%3A14-25');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061418/#SABDAweb"&gt;Kejadian 1:14-25&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apakah perintah yang diberikan kepada makhluk-makhluk ciptaan Allah?&lt;br /&gt;Bagaimana kita sebagai manusia dapat membantu segala ciptaan Allah untuk dapat melakukan perintah di atas? Bagaimana kita dapat menghalangi mereka melakukannya? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari 3: Allah menciptakan manusia.&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Kejadian 1:26-31" onclick="return swebpop('Kejadian+1%3A26-31');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061418/#SABDAweb"&gt;Kejadian 1:26-31&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa perbedaan antara penciptaan manusia dan penciptaan segala makhluk yang lain?&lt;br /&gt;Sebutkan dua kebaikan dari setiap anggota keluarga Anda! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari 4: Allah menghancurkan ciptaan oleh karena dosa.&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Kejadian 7:1-5, 11-12, 15-17, 21-24" onclick="return swebpop('Kejadian+7%3A1-5%2C+11-12%2C+15-17%2C+21-24');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061418/#SABDAweb"&gt;Kejadian 7:1-5, 11-12, 15-17, 21-24&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Allah melihat betapa jahatnya dunia saat itu. Tak ada kebaikan di antara umat manusia kecuali dalam diri Nuh, istri, anak-anaknya, dan menantunya. Allah memutuskan bahwa bumi harus dihancurkan untuk mengawali suatu permulaan yang baru dan Tuhan memberitahu Nuh tentang dunia yang baru.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang Allah selamatkan ketika dunia dihancurkan? Mengapa?&lt;br /&gt;Adakah sesuatu yang ingin kamu hapus dalam hidupmu? Bagaimana kamu akan memulai hidupmu kembali? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari 5: Allah memperbarui dunia dan memberikan sebuah janji.&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Kejadian 8:20-9:17" onclick="return swebpop('Kejadian+8%3A20-9%3A17');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061418/#SABDAweb"&gt;Kejadian 8:20-9:17&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian itu seperti suatu kesepakatan. Dengan siapa Allah membuat perjanjian yang baru?&lt;br /&gt;Bagaimana perjanjian Allah membuat kita bertanggung jawab terhadap semua ciptaan? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari 6: Semua ciptaan memuji Allah.&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Mazmur 148" onclick="return swebpop('Mazmur+148');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061418/#SABDAweb"&gt;Mazmur 148&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengapa semua ciptaan harus memuji Allah?&lt;br /&gt;Dari semua ciptaan Allah, manakah yang menurutmu merupakan karya yang paling mengagumkan? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;AKTIVITAS KHUSUS: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;BERBURU HARTA KARUN&lt;br /&gt;Rencanakan sebuah piknik ke suatu tempat favorit di luar ruangan. Anda boleh pergi ke sebuah taman, pantai, padang rumput, atau cukup halaman belakang rumah/kelas Anda sendiri. Setiap orang diberi sebuah kantung dan daftar benda-benda yang harus mereka cari. Jika anak-anak Anda masih sangat kecil, mereka dapat bekerja berpasangan. Dalam daftar itu cantumkan satu jenis sampah dan benda-benda yang sudah ada di sana seperti dedaunan, buah polong, bunga cemara, kulit kerang, bebijian, bunga-bunga, kerikil. Orang pertama yang berhasil mengumpulkan semua yang tertulis dalam daftar adalah pemenang lomba berburu "harta karun" itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika semua sudah menyelesaikan perburuan, keluarkan semua isi kantung tersebut di tanah. Taruhlah sampah-sampah di atas timbunan harta karun yang lain. Diskusikanlah bagaimana sampah membuat segala sesuatu yang lain tampak jelek. Sebelum meninggalkan tempat itu, kumpulkanlah sampah yang ada di situ, masukkan ke kantung yang Anda bawa dan buanglah pada tempatnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Belajar Bersama, Janice Y. Cook, , halaman 147 -- 149, Yayasan Gloria, Yogyakarta, 1999. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-5017527267169245368?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/5017527267169245368/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=5017527267169245368' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/5017527267169245368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/5017527267169245368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/kemiskinan-bahkan-remah-remah-pun-tidak_29.html' title='Kemiskinan: Bahkan Remah-Remah Pun Tidak'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-617369000197062368</id><published>2007-03-29T11:05:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T11:09:22.541-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Dua Sahabat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Dua Sahabat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Inge mempunyai dua sahabat, namanya Tisna dan Rima. Pada suatu hari, ketika Inge sedang menghadapi kesulitan, Tisna berpura-pura tidak mengenal Inge. Tetapi Rima berusaha sedapat mungkin menolong Inge agar ia terlepas dari kesulitannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang manakah yang dapat disebut sahabat sejati?&lt;br /&gt;Renungan Singkat tentang Sahabat&lt;br /&gt;Siapakah nama kedua sahabat Inge? Siapakah di antara mereka yang tetap bersama Inge ketika Inge menghadapi kesulitan? Dan siapakah yang tidak mempedulikan Inge? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kamu mendengar istilah "teman di saat kita senang? Itulah istilah bagi seorang sahabat yang mau menolong kita hanya bila segala sesuatu berjalan dengan lancar. Yang manakah dari kedua sahabat Inge yang dapat kita sebut "teman di saat kita senang"?&lt;br /&gt;Sahabat yang bagaimanakah yang disebut sahabat sejati? Sahabat yang bagaimanakah yang kamu inginkan? Dan kamu ingin menjadi sahabat yang bagaimana? "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu," ayah membacakannya dari Alkitab malam itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Ayat yang manakah itu?" tanya Inge.&lt;br /&gt;"Amsal 17:17," kata ayah. Kemudian Inge menceriterakan kepada ayah dan ibunya tentang kedua sahabatnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ayah dan ibu pun berdoa bersama Inge. Mereka memohon agar Inge menjadi seorang sahabat yang sejati di saat salah seorang sahabatnya menghadapi kesulitan. Apakah kamu juga seorang sahabat yang sejati?&lt;br /&gt;Renungan Singkat tentang Tuhan Yesus dan Kamu &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Cobalah ingat beberapa sahabatmu yang sejati. Sebutkan nama mereka. Apakah kamu termasuk yang menyebutkan ayah dan ibumu? Apakah juga termasuk Tuhan Yesus di dalamnya? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Tuhan Yesus berkata, "Aku menyertai kamu senantiasa" (Mat 28:20). Dapatkah kamu meminta seseorang menjadi sahabat yang lebih baik daripada Tuhan Yesus? Bacaan Alkitab&lt;br /&gt;&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Matius 28:20" onclick="return swebpop('Matius+28%3A20');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/020026/#SABDAweb"&gt;Matius 28:20&lt;/a&gt; dan &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Amsal 17:17" onclick="return swebpop('Amsal+17%3A17');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/020026/#SABDAweb"&gt;Amsal 17:17&lt;/a&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran Alkitab&lt;br /&gt;Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Amsal 17:17" onclick="return swebpop('Amsal+17%3A17');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/020026/#SABDAweb"&gt;Amsal 17:17&lt;/a&gt;). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Doa&lt;br /&gt;Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau adalah Sahabat yang sejati. Ajarkanlah saya menjadi sahabat-Mu yang sejati dan juga sahabat yang sejati bagi orang lain. Amin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;100 Renungan Singkat untuk Anak-anak, V. Gilbert Beers, , halaman 98 - 99, Yayasan Kalam Hidup, Bandung. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-617369000197062368?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/617369000197062368/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=617369000197062368' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/617369000197062368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/617369000197062368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/dua-sahabat.html' title='Dua Sahabat'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-3934962658778995174</id><published>2007-03-29T11:04:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T11:05:28.446-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Mari Kita Mengembangkan Talenta dari Tuhan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Mari Kita Mengembangkan Talenta dari Tuhan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tujuan: Anak memahami apa yang dimaksud dengan talenta, dan menyadari talenta-telenta yang ia miliki serta bertekad untuk mengembangkannya. Kreasi Simulasi -- Potret Sahabatku: Berikan anak kertas kosong dan minta mereka menggambar ciri seorang teman di sebelah kirinya. Jika semua anak menggambar teman sebelah kirinya, maka berarti anak akan digambar oleh satu teman di sebelah kanannya. Hasil lukisan harus menunjukkan ciri seseorang tanpa boleh menyertakan nama anak yang digambar tersebut. Tidak perlu digambar lengkap, cukup yang menjadi cirinya saja. Jadi misalnya, cukup gambar ciri bajunya, atau ciri matanya, dan sebagainya. Kali ini, di samping ciri yang digambar, setiap anak harus juga mencoba menuliskan kelebihan kemampuan anak yang digambar tersebut (yang agak menonjol), misalnya: pandai menyanyi, ramah, rajin, dan sebagainya. Mintalah mereka menuliskan profesi apa yang cocok untuk anak tersebut, misalnya: cocok jadi dokter, guru, pendeta dan seterusnya. Setelah itu, guru mengumpulkan gambar-gambar tersebut tanpa nama, kemudian kembali dibagikan secara acak, sehingga setiap anak memperoleh satu gambar. Setiap anak diminta menebak siapakah anak yang dimaksud oleh gambar tersebut. Guru memberikan wawancara, terutama soroti kelebihan yang dikenali anak lain tentang diri seoarang anak. Tanyakan pada anak tersebut, "Apa benar kamu ingin menjadi dokter?" (jika tidak mau jadi dokter, kamu ingin jadi apa?) Dengan wawancara singkat, guru dapat menggali talenta-talenta yang dimiliki anak tersebut, dan meminta anak tersebut memikirkan talentanya. Acara akan semakin sampai pada tujuannya, jika kemudian setiap anak diberi kesempatan menuliskan apa talentanya. Dan acara ditutup dengan mengajak anak-anak bersyukur atas talenta tersebut, dan meminta pimpinan Tuhan agar dapat mengembangkannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Teknik Kreatif dan Terpadu dalam Mengajar Sekolah Minggu, Paulus Lie, , halaman 124 - 125, Yayasan Andi, Yogyakarta, 1999. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-3934962658778995174?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/3934962658778995174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=3934962658778995174' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/3934962658778995174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/3934962658778995174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/mari-kita-mengembangkan-talenta-dari.html' title='Mari Kita Mengembangkan Talenta dari Tuhan'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-8811335028121286615</id><published>2007-03-29T11:03:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T11:04:17.103-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Allah Memelihara Yusuf</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Allah Memelihara Yusuf&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk Pembina:&lt;br /&gt;Bacalah Kejadian 35-50.&lt;br /&gt;Pelajarilah pasal-pasal itu.&lt;br /&gt;Siapkanlah diri anda untuk bercerita.&lt;br /&gt;Potifar seorang perwira raja di Mesir.Potifar sama seperti seorang presiden atau raja, tetapi dipanggil Potifar.&lt;br /&gt;Katakan kepada Murid-murid:Carilah sifat-sifat Allah yang dinyatakan dalam cerita ini.&lt;br /&gt;Bacakan:&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Kejadian 39:1-6" onclick="return swebpop('Kejadian+39%3A1-6');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030029/#SABDAweb"&gt;Kejadian 39:1-6&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cerita:Yakub mempunyai banyak anak laki-laki; tetapi Yakub lebih mengasihi Yusuf daripada anak-anaknya yang lain, karena Yusuf lahir pada waktu Yakub sudah tua. Pada suatu hari, Yakub memberi Yusuf sebuah jubah yang bagus sekali. Jubah itu dibuat dari kain yang berwarna bagus.&lt;br /&gt;Allah menyatakan kepada Yusuf, kelak Yusuf akan menjadi pemimpin orang tuanya dan kakak-kakaknya. Kakak-kakak Yusuf menjadi sangat iri hati dan mereka membenci Yusuf. Pada suatu hari, Yusuf disuruh pergi mencari kakak-kakaknya yang sedang menggembalakan domba- dombanya. Ketika kakak-kakaknya melihat Yusuf, mereka memutuskan akan membunuhnya. Tetapi Ruben salah seorang kakak Yusuf, berkata, "Jangan membunuh dia, lemparkan saja ke dalam sumur ini." Ruben bermaksud menyelamatkan Yusuf dan menyuruh dia pulang ke rumah. Lalu mereka menyeret dia dan menanggalkan jubah Yusuf lalu melemparkan Yusuf ke dalam sumur kering. Tiba-tiba mereka melihat beberapa pedagang yang sedang menuju ke Mesir. Saudara-saudara Yusuf berunding bersama dan menyetujui untuk menjual Yusuf kepada pedagang-pedagang itu. Yusuf dijual dengan harga 20 keping perak. Lalu mereka menyembelih seekor kambing dan mencelupkan jubah Yusuf ke dalam darah kambing itu. Kemudian jubah itu mereka bawa kepada Yakub. Yakub menangis dan memakai baju berkabung karena dia sedih sekali memikirkan Yusuf yang mati dikoyak binatang.&lt;br /&gt;Sementara itu Yusuf telah dibawa ke Mesir dan dijual kepada seorang perwira raja sebagai budaknya. Waktu Yusuf di Mesir, terjadilah suatu salah paham sehingga dia dipenjarakan. Waktu Yusuf dalam penjara, raja bermimpi. Raja itu diberitahu bahwa Yusuf dapat menjelaskan arti mimpinya. Maka raja menyuruh pelayannya memanggil Yusuf. Dengan pertolongan Allah, Yusuf dapat menjelaskan arti mimpi raja. Yusuf berkata, "Nanti akan ada masa penuh kemakmuran di seluruh negeri Mesir. Setelah itu akan ada masa kelaparan selama tujuh tahun. Masa yang penuh kemakmuran itu akan dilupakan sama sekali, karena masa kelaparan itu begitu hebat sehingga negeri itu menjadi tandus." Raja merasa senang sekali karena Yusuf dapat menjelaskan mimpinya. Lalu Yusuf diangkat menjadi gubernur seluruh Mesir. Yusuf diberi kuasa untuk mengatur semua hasil panen di Mesir supaya ada cukup makanan untuk tujuh tahun.&lt;br /&gt;Sesudah tujuh tahun, ada masa kelaparan di Mesir. Juga, ada masa kelaparan di Kanaan, tempat tinggal Yakub dan anak-anaknya. tetapi masih ada gandum di Mesir, itulah hasil pekerjaan Yusuf dalam mengelola hasil panen.&lt;br /&gt;Yakub mendengar bahwa masih ada gandum di Mesir. Lalu dia mengutus anaknya untuk membeli gandum. Maka pergilah kesepuluh kakak Yusuf itu ke Mesir. Ketika Yusuf melihat kakak-kakaknya ia mengenali mereka, tetapi kakak-kakaknya tidak mengenali Yusuf. Kemudian Yusuf menyatakan dirinya kepada mereka. Mereka takut sekali kalau-kalau Yusuf akan menghukum mereka. Tetapi Yusuf telah mengampuni mereka. Bahkan Yusuf menyuruh mereka membawa ayahnya ke Mesir untuk tinggal di situ bersama-sama.&lt;br /&gt;Waktu kakak-kakak Yusuf kembali ke Kanaan, mereka bercerita kepada ayahnya, Yakub, mengenai semua yang sudah terjadi. Yakub dan semua saudaranya pergi ke Mesir. Mereka terdiri dari 75 orang. Tepat seperti janji Allah, mereka sudah menjadi banyak. Allah telah berkata bahwa cucu-cucu Abraham akan pergi ke negeri lain dan menjadi budak di situ selama 400 tahun.&lt;br /&gt;Allah berkata, bahwa Yakub tidak usah takut pergi ke Mesir sebab pada suatu saat, Allah akan mengembalikan keturunannya di Kanaan. Waktu Yakub dan keluarganya tiba di Mesir, raja itu sangat baik hati terhadap Yakub. Raja memberi tanah yang paling baik kepada Yakub dan keluarganya, orang Israel itu. Sesudah lama kemudian, Yakub meninggal di Mesir.&lt;br /&gt;Tanyakan kepada Murid-murid:Sifat-sifat Allah yang mana yang dijelaskan dalam cerita ini? Bagaimana sifat-sifat Allah itu dinyatakan?&lt;br /&gt;Sifat-sifat Allah dalam Cerita Ini:&lt;br /&gt;Allah itu Mahakuasa -- Allah menguasai pikiran kakak-kakak Yusuf. Allah tidak mengizinkan mereka itu membunuh Yusuf. Allah memberkati Yusuf di Mesir. Allah menghendaki Yakub dan semua keluarganya pergi ke Mesir.&lt;br /&gt;Allah itu Mahabenar -- Allah tidak pernah melupakan orang Israel waktu mereka ada di negeri Mesir. Kasih-Nya terus menerus dilimpahkan untuk bangsa Israel.&lt;br /&gt;Allah itu Mahakasih -- Allah menyertai Yusuf selama dia di negeri Mesir. Walaupun Yusuf mengalami banyak kesukaran, karena kasih dan penyertaan Allah akhirnya Yusuf dapat melalui semua itu.&lt;br /&gt;Pertanyaan:&lt;br /&gt;Mengapa Yusuf dibawa ke Mesir? (Karena Allah menghendaki begitu).&lt;br /&gt;Apa rencana Allah bagi Yusuf selama di Mesir? (Menjadi gubernur).&lt;br /&gt;Walaupun kakak-kakak Yusuf menjual Yusuf sebagai seorang budak, Allah masih berkuasa. Mengapa? (Sebab Allah mempunyai suatu rencana khusus bagi Yusuf selama di Mesir).&lt;br /&gt;Bagaimana Yusuf dapat dibebaskan dari penjara? (Allah menyatakan arti mimpi raja kepada Yusuf).&lt;br /&gt;Alat Peraga:Carilah gambar tentang kehidupan Yusuf dan pengalamannya. Pakailah gambar-gambar itu sambil Anda bercerita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Sampaikan Cerita Keselamatan: Menyatakan Sifat-sifat Allah dan Kebenaran-Nya, Dell &amp;amp; Rachel Schultz, , halaman 59 - 62, Lembaga Literatur Baptis. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-8811335028121286615?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/8811335028121286615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=8811335028121286615' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/8811335028121286615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/8811335028121286615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/allah-memelihara-yusuf.html' title='Allah Memelihara Yusuf'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-6015153805196813009</id><published>2007-03-29T11:02:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T11:03:06.585-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Kamar Nomor 205</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Kamar Nomor 205&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahan mengajar berikut ini dapat menjadi satu pilihan cerita ketika kita ingin memberikan contoh tentang bagaimana seharusnya kita sebagai orang Kristen yang menghadapai kematian. Cerita ini juga dapat menjadi satu bahan cerita untuk PASKAH.&lt;br /&gt;KAMAR NOMOR 205Oleh: Esther&lt;br /&gt;Bau obat bius tercium di sepanjang lorong rumah sakit, Ishak berjalan perlahan-lahan. Ia sengaja berlambat-lambat.&lt;br /&gt;Tuk ... tuk ... tuk .... Terdengar pelan suara sepatunya di lantai. Rasanya tak ingin masuk ke kamar 205 tempat Neneknya menderita karena sakit kanker. Nenek tercinta. Ia sayang sekali sama Nenek. Akibat sakit rambut Nenek hampir botak. Tubuhnya semakin lemah. Terkadang ia mengeluh tubuhnya sakit. Ah, kasihan Nenek ....&lt;br /&gt;Tuk ... tuk ... tuk ... tuk ....&lt;br /&gt;Ishak sudah sampai di depan pintu kamar nomor 205. Pintu kamar agak terbuka sedikit. Ia hendak mendorong pintu. Tapi, samar-samar didengarnya suara orang bercakap-cakap. Ia menangkap satu dua kata tentang "mati", "takut". Ia jadi penasaran. Apa yang sedang dibicarakan oleh Ayah dan Nenek? Mengapa tiba-tiba perasaannya jadi gelisah?&lt;br /&gt;Sebenarnya Ishak ingin membatalkan niatnya untuk masuk dan menunggu saja di luar sampai mereka selesai. Tetapi rasa ingin tahunya tentang keadaan Nenek membuat ia terpaksa menguping dari balik pintu. Walaupun ia tahu tidak pantas menguping pembicaraan orang.&lt;br /&gt;Terdengar suara Ayah, "Mami, aku ngerti perasaan Mami. Karena itu kami selalu menemani Mami." Kemudian terdengar suara Nenek. Pelan dan agak terputus-putus. "Aku tahu penyakitku ... nggak bisa sem ... buh. Tapi aku takut Sam. Akhir-akhir ini aku sering takut."&lt;br /&gt;Nenek memanggil Ayah dengan "Sam", singkatan dari Samuel.&lt;br /&gt;"Iya, Mam. Aku tahu .... Kami kan selalu ada dekat Mami. Dan Tuhan juga pasti selalu menyertai Mami." kata Ayah. Tampaknya Ayah berusaha menenangkan Nenek.&lt;br /&gt;"Aku ini rasanya ... berdosa, Sam. Kok takut ... mati .... Aku ini kan percaya ... Kristus ...."&lt;br /&gt;Jantung Ishak rasanya hampir berhenti berdetak mendengar kata-kata Nenek. Apa...?! Nenek akan mati...?! Ia tak tahan lagi. Segera didorongnya pintu dengan tiba-tiba dan berlari menghampiri Nenek sambil berseru, "Nenek nggak boleh mati ...!!"&lt;br /&gt;Ayah dan Nenek terkejut. Mereka tidak menyangka Ishak mendengar percakapan mereka.&lt;br /&gt;"Ishak ...." sapa Nenek.&lt;br /&gt;"Nek, kenapa Nenek bilang begitu? Nenek bilang Nenek sebentar lagi pulang. Nenek juga sudah janji mau kasih aku hadiah kalau aku lulus ujian karate ...."&lt;br /&gt;"Ishak, Ishak ...." Ayah memotong perkataan Ishak sekaligus menenangkannya. "Tenang dulu Is. Nenek nanti makin sedih lihat Ishak begini. Sini, duduk dekat sini," Ayah menarik kursi ke sebelahnya buat Ishak duduk. Ishak menurut.&lt;br /&gt;"Ishak, sebenarnya tadi kamu nggak boleh menguping pembicaraan Ayah dan Nenek," tegur Ayah.&lt;br /&gt;"Maaf, Yah. Tadi sih aku mau duduk di luar waktu dengar Ayah lagi bicara. Tapi aku dengar kok Nenek bilang ...," Ishak ragu-ragu meneruskan. Sesaat mereka terdiam. Tampak Ayah dan Nenek jadi serba salah. Apakah Ishak perlu mengetahui hal yang sebenarnya akan terjadi?&lt;br /&gt;"Hmm ...." Ayah menarik nafas panjang.&lt;br /&gt;Akhirnya Nenek yang lebih dulu bicara, "Sam,... Ishak perlu tahu." Ayah memandang Nenek, masih agak ragu. Tapi lalu menganggukkan kepala.&lt;br /&gt;"Baiklah, kalau Mami ijinkan," katanya. "Is, kamu sudah cukup besar. Kami pikir kamu perlu tahu yang sebenarnya. Menurut dokter, sakitnya Nenek sulit sembuh. Tenang Is .... Lebih baik kamu dengarkan Ayah dulu, Is," kata Ayah ketika dilihatnya Ishak hendak memotong.&lt;br /&gt;"Ini memang berat buat kita semua. Walaupun begitu kita yakin Tuhan akan menguatkan kita menghadapi hal ini. Nah, Is, bukan cuma kamu yang sedih. Nenek juga sama sedihnya, karena harus berpisah dengan kamu."&lt;br /&gt;"Nenek ...." Ishak memeluk tangan Neneknya sambil menangis.&lt;br /&gt;"Ishak,... jangan menangis, Is. Sini, Nenek mau tanya. Ishak ngerti nggak ... artinya kematian?" tanya Nenek.&lt;br /&gt;"Artinya ...," Ishak mengusap pipinya yang basah. "Artinya kita dipanggil Tuhan Yesus buat ke surga," Jawab Ishak.&lt;br /&gt;"Pintar ...." Puji Nenek.&lt;br /&gt;"Betul, Is. Setiap anak Tuhan pasti suatu saat akan dipanggil pulang, "Rumah" kita sebenarnya adalah di surga. Jadi kita cuma pisah untuk sementara saja. Nanti kita akan ketemu lagi di surga," kata Ayah.&lt;br /&gt;"Tapi, tapi kenapa Nenek takut pulang ke surga? Kan enak tinggal di surga. Sama-sama Tuhan Yesus."&lt;br /&gt;"Is," tegur Ayah.&lt;br /&gt;Nenek tertawa kecil, "Betul kamu Is. Nenek nggak usah ... takut ya."&lt;br /&gt;"Begini, Is, Ayah jelaskan," kata Ayah. "Walaupun kita tahu kita akan ke surga, tapi waktu menghadapi kematian kita bisa merasa takut. Tapi kita percaya Tuhan pasti akan menenangkan kita. Sehingga akhirnya kematian itu nggak lagi menakutkan, Firman Tuhan bilang, maut sudah nggak ada sengatnya lagi. Maksudnya, sudah nggak bisa mengalahkan kita lagi. Sebab sudah dikalahkan Tuhan Yesus. Ini berarti setiap orang percaya pasti akan masuk surga."&lt;br /&gt;"Oh, iya..." kata Nenek seperti teringat sesuatu, "Sebentar lagi ... Paskah."&lt;br /&gt;"Astaga ...! Sampai lupa kalau empat hari lagi Paskah," Ayah ikut berseru.&lt;br /&gt;Hampir bersamaan dengan itu Ayah baru menyadari ada perubahan dalam diri Nenek. "Mami, aku senang melihat Mami nggak secemas tadi," katanya. Benar. Wajah Nenek tampak lebih cerah.&lt;br /&gt;"Iya, Sam. Rasanya ... aku sekarang sudah siap ... buat ke surga," ujar Nenek sambil terenyum. "Tuhan kita sudah ... menang ... menang ... Dia bangkit dari ... kematian. Sam, aku ... aku sudah siap, Sam."&lt;br /&gt;Ayah dan Ishak terharu mendengarnya. Kemudian mereka bersama-sama mengucap syukur kepada Tuhan. Tuhan Yesus sudah menang. Hai maut dimanakah sengatmu?&lt;br /&gt;Sekarang kamar 205 kosong. Tidak ada lagi Nenek disana. Sekalipun ada pasien, pasti bukan Nenek karena ia sudah di surga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;KITA - Majalah Kristen untuk Anak-anak, , Edisi 47 tanggal/tahun 1997, halaman 24 - 25, Lembaga Reformed Injili Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-6015153805196813009?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/6015153805196813009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=6015153805196813009' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/6015153805196813009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/6015153805196813009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/kamar-nomor-205.html' title='Kamar Nomor 205'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-5163344624775358247</id><published>2007-03-29T10:55:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:56:17.482-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Keluarga Allah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Keluarga Allah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bahan Mengajar berikut ini dapat Anda pakai dalam ibadah Kelas Besar di SM Anda. Usahakan untuk menciptakan suasana yang komunikatif sehingga anak-anak bebas mengemukakan kembali apa yang sudah mereka dengar. Jika diperlukan buatlah pertanyaan-pertanyaan untuk menolong mereka mendiskusikan apa yang sudah dipelajari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;KELUARGA ALLAH&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang Kristen, kita adalah suatu keluarga besar dengan Allah sebagai Kepala Keluarga. Kita adalah "satu kawanan dengan satu gembala" (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yohanes 20:16" onclick="return swebpop('Yohanes+20%3A16');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030268/#SABDAweb"&gt;Yohanes 20:16&lt;/a&gt;). Kita juga diumpamakan sebagai satu tubuh. &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;1Korintus 12:27" onclick="return swebpop('1Korintus+12%3A27');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030268/#SABDAweb"&gt;1Korintus 12:27&lt;/a&gt; mengatakan, "Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, sebagai satu keluarga, kita harus hidup bersama dengan rukun, saling mengasihi, saling memperhatikan dan saling membantu. Dalam hidup satu keluarga dan satu tubuh itu, Alkitab mengatakan janganlah kita saling membedakan satu dengan yang lain. Dalam Tuhan Yesus tidak ada perbedaan yang memisahkan manusia yang percaya kepada-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak Ada Perbedaan Bangsa"Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh." (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;1Koritus 12:13" onclick="return swebpop('1Koritus+12%3A13');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030268/#SABDAweb"&gt;1Koritus 12:13&lt;/a&gt;)Dalam keluarga Allah tidak ada lagi perbedaan bangsa. Dulu orang Yahudi dan orang Yunani selalu bermusuhan, tidak mau berteman. Mereka merasa berlainan bangsa. Masing-masing membanggakan bangsa sendiri. Tetapi di dalam Yesus Kristus, semua harus saling mengasihi. Jadi tidak ada perbedaan, baik orang Indonesia, Amerika, Korea, Afrika. Semua sama-sama anak Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak Ada Perbedaan Suku"Dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu." (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Kolose 3:11" onclick="return swebpop('Kolose+3%3A11');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030268/#SABDAweb"&gt;Kolose 3:11&lt;/a&gt;)Dalam Tuhan Yesus juga tidak ada perbedaan apakah kamu itu orang Ambon, Menado, Cina, Sunda, Jawa, Irian, Timor, atau Dayak. Tidak peduli warna kulitmu hitam, coklat, kuning, sawo matang, putih atau merah. Tidak peduli rambutmu keriting, lurus, ikal, pirang, putih atau botak. Jangan saling mengejek, jangan saling menertawakan karena perbedaan itu. &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Roma 2:11" onclick="return swebpop('Roma+2%3A11');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030268/#SABDAweb"&gt;Roma 2:11&lt;/a&gt; mengatakan, "Allah tidak pandang bulu", semua sama di hadapan Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak Ada Perbedaan PekerjaanTidak Ada Perbedaan Pekerjaank Ada Perbedaan Pekerjaan"Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh." (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;1Korintus 12:13" onclick="return swebpop('1Korintus+12%3A13');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030268/#SABDAweb"&gt;1Korintus 12:13&lt;/a&gt;)Ada orang yang bekerja sebagai pembantu, ada yang jadi majikan. Tapi di dalam Tuhan Yesus kita tidak boleh membeda-bedakan orang menurut pekerjaannya. Dengan setiap orang kita harus bisa akrab. Pernahkah kamu bergaul dengan anak pembantumu? Anak tukang parkir, anak tukang kebun, anak sopir, anaknya mbok penjual jamu? Atau kamu hanya mau bermain dengan anak direktur, anak dari orang tua yang punya pekerjaan hebat. Apakah kamu juga berteman dan saling mengasihi dengan anak orang yang pekerjaannya kita anggap rendah?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tak Beda Orang Asing atau Tidak"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah," (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Efesus 2:19" onclick="return swebpop('Efesus+2%3A19');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030268/#SABDAweb"&gt;Efesus 2:19&lt;/a&gt;)Pernahkan di gerejamu atau di Sekolah Minggumu kedatangan seorang yang baru? Atau pernahkah kamu kedatangan tamu? Atau orang yang tidak kau kenal? Kamu jangan anggap dia sebagai orang asing sehingga tidak mau berkenalan dengannya. Kamu harus menyapanya dengan ramah sebagai saudara. Perkenalkan dia dengan teman- temanmu yang lain supaya anak baru itu betah di kelasmu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tak Beda Orang Penting atau Tidak"Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki- Nya." (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;1Korintus 12:18" onclick="return swebpop('1Korintus+12%3A18');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030268/#SABDAweb"&gt;1Korintus 12:18&lt;/a&gt;)Bagi Allah semua orang adalah orang penting dihadapan-Nya. Semuanya mempunyai tempat yang khusus dalam keluarga Allah. Semua penting karena setiap orang adalah salah satu anggota tubuh. Pernahkah kamu merasa jari manismu tidak penting dan kemudian kamu ingin memotongnya? Tidak kan? Dalam keluarga Allah pekerjaan masing-masing orang memang beda, tetapi semua orang itu adalah sama penting. Semua harus kita hormati secara sama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak Ada Perbedaan Pendidikan"Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri." (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Roma 15:1" onclick="return swebpop('Roma+15%3A1');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030268/#SABDAweb"&gt;Roma 15:1&lt;/a&gt;) Ada anak yang pintar, ada anak yang bodoh. Ada anak yang kuat, ada anak yang lemah. Jangan karena engkau lebih pintar atau lebih kuat dari teman-temanmu di gereja, maka kamu menganggap diri sebagai orang istimewa. Bagi Tuhan semua sama. Sebagai satu keluarga, kita jangan membuat perpecahan dengan kesombonganmu. Bahkan Alkitab mengatakan, "Belalah mereka yang lemah." (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;1Tesalonika 5:14" onclick="return swebpop('1Tesalonika+5%3A14');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030268/#SABDAweb"&gt;1Tesalonika 5:14&lt;/a&gt;). Jadi kalau kamu pintar, bantulah yang kurang pintar. Kalau kamu kuat, bantulah yang lemah. Kalau kamu mampu, bantulah yang kurang mampu. Kita adalah satu keluarga yang harus saling membantu dan saling mengasihi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tak Beda Laki-laki dan Perempuan"Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus." (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Galatia 3:28" onclick="return swebpop('Galatia+3%3A28');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030268/#SABDAweb"&gt;Galatia 3:28&lt;/a&gt;)Dulu perempuan dianggap sebagai orang yang kurang penting. Mereka sering diremehkan dan direndahkan. Tetapi kita sebagai keluarga Allah, laki-laki dan perempuan semua sama. Janganlah saling meremehkan. Anak laki-laki jangan mengejek anak perempuan. Anak laki-laki berteman juga dengan anak perempuan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tak Ada Beda Kaya atau Miskin"Bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?" (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yakobus 2:4" onclick="return swebpop('Yakobus+2%3A4');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030268/#SABDAweb"&gt;Yakobus 2:4&lt;/a&gt;)Dalam kitab Yakobus diceritakan tentang orang kaya yang tidak mau berteman dengan orang miskin. Bapak Yakobus menasehati mereka supaya tidak berbuat begitu. Di dalam gereja kita pasti ada yang kaya dan ada yang miskin. Ada yang punya uang banyak, tapi ada yang bayar uang sekolah pun tidak mampu. Kita jangan membuat perbedaan ketika bergaul. Jangan hanya bersikap manis kepada orang kaya tapi judes terhadap orang miskin. Semua di hadapan Allah adalah sama. Justru yang kaya haruslah membantu sesama yang kekurangan. Itulah indahnya hidup bersama dalam satu keluarga Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;KITA - Majalah Kristen untuk Anak-anak, , Edisi 13 tanggal/tahun 1993, halaman 4 - 6, Lembaga Reformed Injili Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-5163344624775358247?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/5163344624775358247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=5163344624775358247' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/5163344624775358247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/5163344624775358247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/keluarga-allah.html' title='Keluarga Allah'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-4623977292312257101</id><published>2007-03-29T10:54:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:55:05.357-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Apakah Kamu Suka Mencuci Piring?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Apakah Kamu Suka Mencuci Piring?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk menolong anak-anak mengerti pentingnya melakukan pekerjaan di rumah, pakailah Bahan Mengajar berikut ini. Berdoalah terlebih dahulu agar Anda diberi hikmat oleh Tuhan sehingga apa yang Anda ajarkan dapat tertanam dalam hati anak-anak.&lt;br /&gt;APAKAH KAMU SUKA MENCUCI PIRING&lt;br /&gt;"Saya tidak mau membantu Ibu mencuci piring!" teriak Mega. "Mencuci piring sungguh tidak menyenangkan dan saya tidak mau melakukannya!"&lt;br /&gt;Ibu tersenyum kepada Mega. "Baiklah, mengapa kamu tidak keluar saja dan bermain-main?" kata ibu.&lt;br /&gt;Pada malam harinya Mega duduk menghadap meja makan. Ia sangat lapar dan bersiap-siap untuk menyantap salah satu masakan ibunya yang enak itu. Lalu ia melihat pada piringnya. Piring itu kotor, persis seperti ketika ia meninggalkannya tadi pagi. Ada sisa telur dan selai di atasnya. Juga masih ada sepotong kecil roti yang tersisa.Renungan Singkat tentang Kebersihan:&lt;br /&gt;Apakah kamu suka makan pada piring yang kotor?Mengapa tidak?&lt;br /&gt;Mengapa mencuci piring yang telah kita pakai itu penting?Mengapa mencuci tangan, pakaian, handuk, sprei dan sarung bantal kita juga penting?Mengapa kamu harus mencuci mobilmu atau mengepel lantai rumahmu atau membersihkan karpetmu?&lt;br /&gt;"Bolehkah saya meletakkan makananmu pada piringmu, Mega?" tanya ibu.&lt;br /&gt;"Oh tidak, terima kasih," kata Mega. "Bolehkah saya mencuci piring saya dulu, Bu?"&lt;br /&gt;"Tetapi saya kira kamu tidak suka mencuci piring ," kata ibu.&lt;br /&gt;"Saya tidak akan pernah berkata seperti itu lagi Bu!" kata Mega. "Saya tidak mau makan pada piring yang kotor, karena itu mulai sekarang saya akan senang menolong Ibu mencuci piring-piring yang kotor."&lt;br /&gt;Menurut kamu, apakah Mega akan mengeluh lagi kalau mencuci piring?Renungan singkat tentang Tuhan Yesus dan kamu:&lt;br /&gt;Alkitab mengatakan bahwa Tuhan Yesus akan menghapuskan dosa-dosa kita. Ia akan menyucikan kita. Bacalah &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;1Yohanes 1:9" onclick="return swebpop('1Yohanes+1%3A9');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030159/#SABDAweb"&gt;1Yohanes 1:9&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Mengapa Mega mau mencuci piringnya yang kotor? Bagaimanakah caranya piring-piring kita yang kotor dapat mengingatkan kita kepada dosa di dalam kehidupan kita? Mengapa kamu ingin agar Tuhan Yesus menghapuskan dosa-dosamu?&lt;br /&gt;Sudahkah kamu meminta Tuhan Yesus menghapuskan dosa-dosamu? Kalau belum, maukah kamu melakukannya sekarang juga?&lt;br /&gt;Bacaan Alkitab:&lt;br /&gt;&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Mazmur 51:1-4" onclick="return swebpop('Mazmur+51%3A1-4');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030159/#SABDAweb"&gt;Mazmur 51:1-4&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran Alkitab:&lt;br /&gt;Jika kita mengakui dosa-dosa kita yang kotor kepada Allah, dan meminta Dia menghapuskannya, maka Ia akan menyucikan kita. (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;1Yohanes 1:9" onclick="return swebpop('1Yohanes+1%3A9');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030159/#SABDAweb"&gt;1Yohanes 1:9&lt;/a&gt;)Doa:&lt;br /&gt;Ya Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah mati bagi dosa-dosa saya. Hapuskanlah dosa-dosa saya dan sucikanlah hati saya. Amin!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-4623977292312257101?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/4623977292312257101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=4623977292312257101' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/4623977292312257101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/4623977292312257101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/apakah-kamu-suka-mencuci-piring.html' title='Apakah Kamu Suka Mencuci Piring?'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-6185346070948257396</id><published>2007-03-29T10:53:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:54:17.123-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Amarah dan Menara yang Roboh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Amarah dan Menara yang Roboh&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebelum, sesudah, atau pada saat Anda menceritakan kisah ini, ajak anak-anak untuk mengekspresikan kesabaran mereka dengan cara menyusun balok-balok kayu atau karton menjadi sebuah menara yang tinggi. Minta mereka menyusun balok-balok itu setinggi dan sebagus mungkin. Kegiatan ekspresif ini akan sangat membantu mereka dalam hal kesabaran dan ketelatenan mereka. Selamat mengajar!&lt;br /&gt;AMARAH DAN MENARA YANG ROBOH&lt;br /&gt;Andi telah mencoba menyusun balok-balok mainan itu enam kali, tetapi setiap kali ia mencobanya, menara itu selalu roboh.&lt;br /&gt;Pada waktu menara yang disusunnya itu roboh untuk yang ketujuh kalinya, Andi berguling-guling di lantai. Ia memukul-mukul lantai dengan tinjunya. Dan ia mengucapkan kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh seorang pembangun menara yang baik.&lt;br /&gt;"Hmm," kata nenek. "Kelihatannya pembangun menara yang seorang ini seperti menaranya yang rapuh dan tidak kokoh."&lt;br /&gt;Andi berhenti berguling-guling di lantai. Ia tidak meneruskan ucapan-ucapannya yang tidak pantas itu.&lt;br /&gt;"Apa maksud Nenek?" tanya Andi.&lt;br /&gt;"Dalam Alkitab diceritakan tentang menaramu dan juga dirimu. Di situ tertulis tentang apa yang terjadi dengan menaramu dan dirimu," kata nenek.&lt;br /&gt;Andi tampak terkejut. "Apakah itu benar, Nek? Apakah yang dikatakan Alkitab tentang saya dan menara saya?" tanyanya.Renungan Singkat tentang Amarah:&lt;br /&gt;Pernahkah kamu marah sekali? Apakah yang terjadi?Apakah yang kamu rasakan setelah kamu mengalami hal ini?&lt;br /&gt;Apakah akibat dari sifat pemarah?Mengapa anak laki-laki dan anak perempuan tidak boleh memiliki sifat seperti itu?&lt;br /&gt;Seandainya kamu adalah nenek, apakah yang akan kamu katakan kepada Andi tentang sifat pemarah itu?&lt;br /&gt;"Dalam &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Amsal 25:28" onclick="return swebpop('Amsal+25%3A28');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030145/#SABDAweb"&gt;Amsal 25:28&lt;/a&gt; tertulis tentang dirimu dan menaramu," kata nenek. "Ayat ini menyatakan bahwa orang yang tidak dapat mengendalikan dirinya sama seperti sebuah kota yang temboknya roboh. Inilah cara lain untuk menyatakan bahwa anak laki-laki yang tidak dapat mengendalikan dirinya sama seperti menaranya yang roboh."&lt;br /&gt;Andi memperhatikan menaranya yang sudah roboh. Menara itu kini berantakan. Ia telah berusaha keras untuk memperbaikinya, tetapi sekarang hampir semua balok itu berantakan. Menara itu sama sekali tidak sama dengan menara yang telah direncanakannya dengan sangat hati-hati.&lt;br /&gt;"Saya tidak mau seperti menara yang berantakan itu," kata Andi. "Saya ingin lebih seperti menara yang utuh, yang tidak roboh. Saya akan meminta Tuhan Yesus menolong saya mengendalikan sifat pemarah saya mulai dari sekarang."Renungan Singkat tentang Tuhan Yesus dan Kamu:&lt;br /&gt;Mengapa Andi tidak mau seperti menaranya yang berantakan?Maukah kamu juga seperti itu?&lt;br /&gt;Apakah yang diinginkan Andi agar Tuhan Yesus menolong dia melakukannya?Apakah kamu ingin Tuhan Yesus menolongmu mengendalikan sifat pemarahmu?Mengapa kamu tidak meminta kepada-Nya sekarang juga?Bacaan Alkitab:&lt;br /&gt;&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Amsal 25:28" onclick="return swebpop('Amsal+25%3A28');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030145/#SABDAweb"&gt;Amsal 25:28&lt;/a&gt;Kebenaran Alkitab:&lt;br /&gt;Orang yang tidak dapat mengendalikan sifat pemarahnya, seperti kota yang roboh temboknya. (Baca: &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Amsal 25:28" onclick="return swebpop('Amsal+25%3A28');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030145/#SABDAweb"&gt;Amsal 25:28&lt;/a&gt;)Doa:&lt;br /&gt;Ya Tuhan Yesus, saya tidak ingin seperti sebuah tembok yang roboh. Saya tidak ingin seperti sebuah menara yang roboh. Tolonglah saya mengendalikan sifat saya sesuai dengan yang Engkau kehendaki. Amin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;100 Renungan Singkat untuk Anak-anak, V. Gilbert Beers, , halaman 198 - 199, Yayasan Kalam Hidup, Bandung. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-6185346070948257396?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/6185346070948257396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=6185346070948257396' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/6185346070948257396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/6185346070948257396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/amarah-dan-menara-yang-roboh.html' title='Amarah dan Menara yang Roboh'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-7601937599114292494</id><published>2007-03-29T10:51:00.002-07:00</published><updated>2007-03-29T10:52:29.878-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Memuji Tuhan dengan Penuh Sukacita</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Memuji Tuhan dengan Penuh Sukacita&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Persiapan:&lt;br /&gt;Mintalah salah seorang pemain gitar untuk memainkan gitarnya dengan suara sumbang untuk mengiringi dua anak yang sedang menyanyikan "Memuji Tuhan Selalu".Pembacaan Alkitab:&lt;br /&gt;&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Mazmur 100:1-4" onclick="return swebpop('Mazmur+100%3A1-4');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030134/#SABDAweb"&gt;Mazmur 100:1-4&lt;/a&gt;.Penyampaian:&lt;br /&gt;Kita akan mendengarkan sebuah lagu spesial; dengarkanlah baik-baik.&lt;br /&gt;[Mintalah dua anak menyanyikan "Memuji Tuhan Selalu" diiringi gitar yang sumbang yang dibunyikan keras-keras.]&lt;br /&gt;Bagaimana pendapat kalian tentang lagu spesial ini? Apakah ada sesuatu yang tidak beres?&lt;br /&gt;Gitar ini seperti hidup kita. Kita tak dapat menyanyikan lagu-lagu penyembahan kepada Yesus apabila ada sesuatu yang sumbang atau ada dosa dalam hidup kita. Lagu yang baru saja kita dengarkan itu akan dapat lebih dinikmati apabila kesalahannya dibetulkan. Si "A", coba setem gitarmu. Sekarang mari kita dengar betapa jauh lebih baik nyanyian itu apabila tidak ada yang sumbang lagi.&lt;br /&gt;[Nyanyikan lagu pujian "Memuji Tuhan Selalu" dengan gitar yang sudah disetem dan tidak sumbang lagi.]&lt;br /&gt;Kedengaran lebih baik, bukan?&lt;br /&gt;Marilah kita baca bersama &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Mazmur 100:4" onclick="return swebpop('Mazmur+100%3A4');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030134/#SABDAweb"&gt;Mazmur 100:4&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Bangsa Israel pergi ke gereja yang kelihatannya berbeda sekali dengan gereja yang kalian datangi. Umat Allah masuk melalui pintu gerbang ke pelataran-Nya untuk menyembah Tuhan. Hanya Imam Besar sajalah yang dapat berbicara dengan Tuhan. Tetapi sekarang, melalui Yesus Kristus, kita dapat berdoa dan bercakap-cakap langsung kepada Allah di gereja atau ketika kita berada di rumah.&lt;br /&gt;Allah meminta supaya kita masuk ke pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur dan ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian. Dengan kata lain, kita tidak hanya hidup penuh sukacita di rumah saja, tetapi juga sewaktu datang ke rumah-Nya kita harus penuh sukacita dan syukur.&lt;br /&gt;Allah sangat berkenan dengan sukacita kita.&lt;br /&gt;Pernahkah secara tiba-tiba ibu menyuruh kalian melakukan sesuatu untuk menolongnya pada saat kalian sedang merasa gembira dan bermain dengan sahabatmu? Sering terjadi kita malah membantah bu kita, sampai dia terpaksa berbicara dengan tegas, "Jika kau tak mau melakukannya, kau akan dihukum!" Akhirnya kalian melakukan apa yang disuruh ibu, tetapi wajah kalian terlihat begitu buruk, lubuk hatimu terasa kekeringan dan ketidaksenangan. Kalau saja kalian sejenak meninggalkan kegiatan kalian dan melakukan dengan senang hati apa yang ibu kalian suruh, pasti semuanya akan merasa lebih senang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2, , halaman 68, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1996. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-7601937599114292494?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/7601937599114292494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=7601937599114292494' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/7601937599114292494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/7601937599114292494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/memuji-tuhan-dengan-penuh-sukacita.html' title='Memuji Tuhan dengan Penuh Sukacita'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-889170222301074634</id><published>2007-03-29T10:51:00.001-07:00</published><updated>2007-03-29T10:53:16.043-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Memulai Persahabatan yang Baru</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Memulai Persahabatan yang Baru&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Persiapan:Buatlah seperangkat kunci-kunci besar berwarna-warni dari karton Tuliskan pada kunci-kunci itu kata-kata sebagai berikut: Kunci Persahabatan: Keramahan, Baik Hati, Kerapian, Suka Menolong. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Renungan:Cerita hari ini berjudul "Kunci-kunci Persahabatan" (selama cerita gunakan kunci-kunci karton itu untuk memikat perhatian anak). Setiap orang menginginkan teman. Dengan dimulainya tahun ajaran baru ini, maka kita sekarang memasuki kelas yang baru dengan guru-guru dan teman-teman sekelas yang baru juga. Kita ingin berkenalan dengan kawan-kawan yang baru, tetapi bagaimana caranya? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ceritakan kepada mereka tentang persabahatan antara Daud dan Yonatan yang terdapat dalam pasal &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;1Samuel 20" onclick="return swebpop('1Samuel+20');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030129/#SABDAweb"&gt;1Samuel 20&lt;/a&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita semua ingin memiliki seorang sahabat atau teman karib. Tuhan Yesus menginginkan supaya kita mempunyai kawan-kawan dan supaya kita memenangkan mereka untuk Dia. Nah, bagaimana kita mendapat kawan- kawan itu? Mungkin mereka itu teman sekelas kita, tetangga-tetangga kita, dan siapa saja yang kita jumpai. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bicaralah tentang kunci-kunci persabahatan itu.&lt;br /&gt;[Gunakan "Kunci-kunci Persahabatan" yang sudah disiapkan.]&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan teman kita harus bersikap ramah.&lt;br /&gt;Kita harus baik hati dan mengindahkan perasaan orang.&lt;br /&gt;Kita harus rapi, baik dalam keadaan kita, tingkah laku kita maupun tutur kata kita.&lt;br /&gt;Kita harus suka menolong. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirilah renungan ini dengan memberanikan/mengajak anak-anak untuk berusaha mendapatkan teman-teman baru dalam tahun ajaran ini dan memenangkan mereka untuk Tuhan! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Doa:Berdoalah agar Tuhan menolong anak-anak menjadi anak yang baik sehingga bisa memenangkan temannya untuk Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2, , halaman 60 - 61, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1996. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-889170222301074634?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/889170222301074634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=889170222301074634' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/889170222301074634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/889170222301074634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/memulai-persahabatan-yang-baru.html' title='Memulai Persahabatan yang Baru'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-8653357060570422991</id><published>2007-03-29T10:47:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:48:51.216-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Mengenal Lembaga Pelayanan Anak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Mengenal Lembaga Pelayanan Anak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Melihat pentingnya mengenalkan berita keselamatan dalam Kristus kepada anak-anak dan rasa tanggung jawab yang tinggi agar anak bertumbuh dengan benar di dalam Tuhan, ada banyak program pelayanan anak dikembangkan di berbagai tempat.&lt;br /&gt;Berikut ini adalah ide program Pelayanan Anak selain Sekolah Minggu yang berhasil Redaksi himpun dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;A. Pelayanan Literatur&lt;br /&gt;Ada beberapa lembaga yang salah satu bentuk pelayanannya adalah mengembangkan literatur anak, misalnya menerbitkan buku cerita anak, komik anak, renungan harian anak, majalah anak, bacaan rohani anak serta buku-buku yang berguna bagi guru Sekolah Minggu. Lembaga-lembaga tersebut antara lain:&lt;br /&gt;Yayasan Sumber Sejahtera (YASUMA) - Jakarta.Yayasan ini bersifat interdenominasi dan bertujuan untuk memberitakan Injil pada siapa saja dari berbagai tingkatan usia. YASUMA memiliki sebuah program khusus yang ditujukan untuk melayani anak-anak, yaitu yang disebut program Filipus Yunior. Salah satu bentuknya adalah menerbitkan renungan harian untuk anak: SYEDA (Singa dari Yehuda, merupakan kerjasama dengan KIDS 33. Bersama dengan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), mereka meluncurkan "Alkitab untuk Anak-Anak".&lt;br /&gt;Lembaga Reformed Injili Indonesia (LRII) - Jakarta.Lembaga ini menerbitkan majalah KITA (Kristus Idola dan Tuhan Anak-anak), Saat Teduh untuk Anak: PELITAKU dan buku-buku yang berguna bagi para guru Sekolah Minggu.&lt;br /&gt;PT. Atmo Ami Talentakasih - JakartaMenerbitkan Majalah AMI (Anak Manis Indonesia).&lt;br /&gt;Yayasan Efata - JogjakartaYayasan ini mengkhususkan diri untuk mengembangkan bacaan rohani yang mendidik bagi anak-anak. Yayasan ini membuat buku cerita anak misalnya "TOLA: Membangun Masa Depan", "Kisah Petualangan Kyai Sadrakh", komik rohani misalnya: "(KHA) Efata", dsb. Yayasan Efata ini bekerjasama dengan Penerbit Andi Yogyakarta.&lt;br /&gt;PT. BPK Gunung Mulia - JakartaBPK Gunung Mulia menerbitkan cerita bergambar mengenai kisah tokoh-tokoh Alkitab, seperti "Gideon dan Samsom", "Abraham", "Ester", "Raja Daud", dsb.&lt;br /&gt;PPA (Persekutuan Pembaca Alkitab) - JakartaPPA menerbitkan renungan harian untuk anak-anak dan remaja yaitu: SHA dan SHR (Santapan Harian Anak dan Remaja).&lt;br /&gt;Pengadaan Buku Panduan bagi guru Sekolah Minggu banyak diterbitkan oleh berbagai pihak, misalnya: Suluh Sekolah Minggu (Sinode GKI Jabar), Suara Sekolah Minggu (YPPII Batu - Malang), dan Bible Way (SAAT - Malang). Ada pula pribadi (Ibu Lisa Veronika - GKI Manyar Surabaya) yang menerbitkan buku panduan untuk Mengajar Sekolah Minggu. Buku ini dibagikan gratis bagi siapa saja Guru Sekolah Minggu yang membutuhkan. B. Pelayanan Multimedia dan Audio Visual&lt;br /&gt;Yayasan yang bergerak dalam pelayanan Multimedia dan Audio visual antara lain:&lt;br /&gt;Yayasan Anak Terang Indonesia - UngaranYayasan ini mengkhususkan dalam pelayanan Multimedia anak dan remaja, dengan membuat kaset audio mengenai cerita rohani untuk anak. Contoh kaset audio yang telah dibuat yayasan ini adalah: "Kisah Petualangan Trio Penjelajah Dunia".&lt;br /&gt;Sanggar Pratikara (Sisca Production)Memproduksi kaset audio untuk disiarkan melalui radio Kristen dan dijual bebas di toko buku Kristen. Kaset audionya antara lain seri cerita "Kabar Gembira Untuk Anak", yang terdiri dari kisah "Yohanes Pemandi", "Bangkit dari Mati", "Anak Yang Hilang", "Meja Penukar Uang", "Saulus", dsb.&lt;br /&gt;Yayasan Christophorus - SemarangYayasan ini membuat film rohani untuk anak-anak Indonesia, tiga film yang telah diproduksi yaitu: "Doni dan Paman Don", "Pita Merah", dan "Air Mata Doa".&lt;br /&gt;Jesus Film Project - USASebuah pelayanan yang mengerjakan proyek "FILM YESUS VERSI ANAK". Film ini aslinya diluncurkan dalam bahasa Inggris, namun direncanakan akan diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lain juga. Proyek ini memiliki tujuan menjangkau anak-anak di "Jendela 4/14" yaitu anak-anak yang berusia di antara 4-14 tahun kepada Kristus. Apabila anda menginginkan video film tersebut, silakan kontak: "The Story of Jesus for Children" P.O. Box 72007, San Clemente, CA 92674, USA. Telp. 800-432-1997 e-mail : &lt;a href="mailto:jfc@ccci.org"&gt;jfc@ccci.org&lt;/a&gt; Situs Web : &lt;a href="http://www.jesusforchildren.org/" target="_BLANK"&gt;http://www.jesusforchildren.org&lt;/a&gt; C. Pelatihan Guru-Guru Sekolah Minggu&lt;br /&gt;Agar guru-guru Sekolah Minggu menjadi guru yang benar-benar kompeten dan berkualitas, ada beberapa lembaga yang menyediakan diri mengadakan seminar, pelatihan, hingga penyediaan alat-alat peraga dan mengajar bagi Guru Sekolah Minggu. Lembaga-lembaga tsb antara lain:&lt;br /&gt;Yayasan MEBIG - Sapporo, JepangYayasan ini telah membuka perwakilannya di Jakarta. Selain mengadakan pelatihan dan seminar, yayasan ini juga menyediakan berbagai ide permainan yang menarik.&lt;br /&gt;Yayasan Domba Kecil - Jakarta.Yayasan ini secara rutin mengadakan pelatihan atau seminar bagi guru-guru Sekolah Minggu.&lt;br /&gt;SAAT (Sekolah Alkitab Asia Tenggara) - Malang.Secara berkala mengadakan Camp Nasional bagi Guru Sekolah Minggu maupun Anak Sekolah Minggu. D. Pembinaan Bagi Anak&lt;br /&gt;Kelompok Pelayanan LIDIA - MalangLIDIA (Layanan Injil dan Ilmu bagi Anak Indonesia) memberikan bimbingan belajar secara gratis kepada anak yang lemah ekonomi atau yang lemah secara intelektual. Dalam proses bimbingan tsb. anak juga mendapat pembinaan rohani. Guru yang memberikan bimbingan sebelumnya (dan secara rutin) memperoleh pembekalan rohani guna memperlengkapi dirinya dalam pelayanan tsb.&lt;br /&gt;Pusat Belajar Bukit Hermon dari GKI Emaus - SurabayaProgram ini hadir sebagai pendamping Sekolah Minggu dalam menyiapkan anak untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Semangat "belajar itu menyenangkan" menjadi sasaran utama pembelajaran. Tema yang diangkat sangat bervariasi, mulai dari kesadaran akan lingkungan, kesehatan, ilmu pengetahuan, hingga apresiasi seni. Para fasilitatornya pun beragam, dan semuanya diperoleh dari peran aktif para jemaat (sesuai dengan latar belakang pendidikan dan profesinya).&lt;br /&gt;Pelangi Kristus (Pelayanan Anak bagi Kristus)Program ini hadir sebagai mitra Gereja, sekolah, dan keluarga Kristen dalam hal pelayanan dan pendidikan anak. Pelangi Kristus menyediakan wadah bagi anak (mulai usia 2,6 tahun) untuk dididik secara khusus dalam hal rohani melalui pertemuan dan berbagai aktivitas yang dirancang khusus. Meski bukan sekolah formal, Pelangi Kristus memiliki kurikulum pengajaran yang rapi dan terinci untuk berbagai tingkatan usia anak.&lt;br /&gt;SAA (Sekolah Alkitab Anak) dari GKI Beringin - SemarangProgram SAA ini semacam sekolah Alkitab bagi orang awam yang ditujukan untuk anak-anak. Dalam program ini, anak belajar Alkitab secara lebih mendalam dibanding dengan program Sekolah Minggu, mereka juga melakukan berbagai aktivitas serta pelayanan bersama. E. Pelayanan Sosial&lt;br /&gt;Ada banyak Panti Asuhan Anak yang dikelola oleh berbagai lembaga Kristen maupun gereja. Lokasinya pun tersebar di berbagai kota di Indonesia. Saat ini para anggota Milis e-BinaGuru sedang berusaha menghimpun berbagai informasi mengenai lokasi dan keberadaan Panti Asuhan Anak tsb. Bila ada di antara Pembaca yang ingin memberikan masukan data dan informasi mengenai hal di atas dapat mengirimkannya ke moderator milis e-BinaGuru: &lt;a href="mailto:meilania@in-christ.net"&gt;meilania@in-christ.net&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain Panti Asuhan Anak, sebenarnya ada juga Tempat Pembinaan Anak Cacat Fisik maupun Mental, Tempat Penampunan Anak Pengungsi, dan Tempat Rehabilitasi Pecandu Narkoba. Namun karena keterbatasan sumber informasi, kami belum dapat menyajikannya dalam terbitan kali ini.&lt;br /&gt;F. Pelayanan Elektronik&lt;br /&gt;Lembaga yang mengembangkan pelayanannya melalui jalur virtual bagi guru-guru Sekolah Minggu antara lain Yayasan Lembaga SABDA, dengan menerbitkan buletin e-BinaAnak dan Milis Diskusi e-BinaGuru secara virtual. Pelayanan anak ini merupakan salah satu bagian dari pelayanan YLSA lainnya.&lt;br /&gt;Kiranya berbagai sajian informasi di atas dapat memberikan inspirasi bagi anda untuk mengembangkan pelayanan anak dengan berbagai cara yang berbeda di tempat anda masing-masing. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Sekolah Laboratori&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekolah Laboratori adalah suatu kegiatan belajar mengajar untuk melatih para pengajar/guru agar memberi hasil maksimal TANPA berinteraksi langsung dengan murid yang akan diajar. Dengan kata lain, Sekolah Laboratori ini adalah semacam kelas pelatihan/praktek bagi para calon guru dimana mereka berlatih mengajar dengan menggunakan sesama calon guru sebagai murid mereka.&lt;br /&gt;Untuk mengadakan Sekolah Laboratori dibutuhkan Pembimbing yang trampil mengajar (yang dapat dijadikan teladan dalam hal pengajarannya).&lt;br /&gt;Pelaksaan Sekolah Laboratori adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Tahap Pertama: Tugas Observasi&lt;br /&gt;Para calon guru diminta untuk ikut masuk dalam kelas Sekolah Minggu tertentu dan mendapat tugas melakukan observasi terhadap guru yang mengajar di kelas tersebut serta mencatat hasil pengamatannya. Kehadiran mereka di kelas hanya sebagai pengamat, dan tidak boleh berinteraksi dengan siapa pun (baik guru, murid, maupun sesama rekan calon guru) selama proses belajar mengajar berlangsung.&lt;br /&gt;Seusai kelas, para calon guru berkumpul bersama dengan didampingi Pembimbing untuk melakukan evaluasi terhadap jalannya pengajaran yang baru saja mereka amati.&lt;br /&gt;Hal ini mereka ulangi selama beberapa kali dengan memasuki berbagai kelas yang berbeda. Sehingga melaluinya, para calon guru punya bayangan bagaimana cara mengajar di berbagai kelas dengan tingkatan usia yang berbeda.&lt;br /&gt;2. Tahap Kedua: Persiapan Mengajar&lt;br /&gt;Para calon guru dibagi menjadi beberapa kelompok, dimana setiap kelompok memiliki beberapa anggota (misal ada 4 kelompok dengan jumlah anggota masing-masing 6 orang).&lt;br /&gt;Tiap kelompok dengan didampingi seorang pembimbing berusaha membuat 1 bahan pelajaran secara utuh, mulai dari pujian, ayat hafalan, materi Firman Tuhan hingga aktivitasnya. Lalu mereka juga berbagi tugas di antara mereka siapa yang akan memimpin pujian, menyampaikan Firman Tuhan, memimpin aktivitas, dsb.&lt;br /&gt;Sesudah masing-masing anggota mempersiapkan diri, Pembimbing melatih mereka sesuai dengan rencana pelajaran yang telah disiapkan dalam kelompok masing-masing. Jadi, masing-masing kelompok saling tidak mengetahui persiapan kelompok lainnya.&lt;br /&gt;3. Tahap Ketiga: Praktek Mengajar&lt;br /&gt;Tibalah waktunya para calon guru mulai praktek mengajar. Sebelum mulai, ruangan telah disiapkan seperti kondisi kelas yang sesungguhnya, semua alat peraga dan alat bantu lainnya disediakan pada tempatnya, dan kursi-kursi telah siap diduduki oleh para murid. Bedanya adalah: para murid di Sekolah Laboratori adalah para calon guru, dan bukan murid yang sesungguhnya akan diajar (anak-anak sekolah minggu).&lt;br /&gt;Tiap kelompok diminta untuk tampil mempraktekkan hasil persiapan mereka dan "para murid" (yang adalah sesama calon guru) akan memberikan evaluasi atas jalannya proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;Pada akhir kegiatan, Pembimbing akan memimpin evaluasi bersama dan memberi kesempatan pada masing-masing peserta untuk berbicara. Dengan demikian setiap calon guru mendapat kesempatan untuk melatih diri sekaligus memberikan masukan bagi sesama rekannya.&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Sekolah Laboratori memberi pengalaman berharga dan dapat menambah semangat serta keyakinan kepada para calon guru. Dengan mencoba praktek mengajar, mereka akan lebih percaya diri dan berani mengajar di hadapan murid-murid yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;Sekolah Laboratori memberi kesempatan yang baik untuk dapat saling belajar dan mengajar bersama rekan lain, memberi serta menerima evaluasi dalam suasana rohani yang terbuka, yang diharapkan akan dapat menunjang dan saling menguatkan para pesertanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Pedoman Pelayanan Anak 2, Ruth Lautfer &amp;amp; Anni Dyck, , halaman 132 - 139, Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia, Malang, 1993. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-8653357060570422991?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/8653357060570422991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=8653357060570422991' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/8653357060570422991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/8653357060570422991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/mengenal-lembaga-pelayanan-anak.html' title='Mengenal Lembaga Pelayanan Anak'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-4621722413614584697</id><published>2007-03-29T10:45:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:46:03.128-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Damai dan Sukacita</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Damai dan Sukacita&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah damai dan sukacita sudah ada di rumah Anda? Biasanya damai dan sukacita ada di rumah kita pada minggu pertama masa Natal -- pada saat Anda menerima kartu Natal yang pertama. Kita semua tahu bahwa damai dan sukacita merupakan ekspresi yang biasa diungkapkan oleh orang-orang pada saat Natal. Apakah Anda pernah memerhatikan bahwa kartu Natal cenderung menekankan tema-tema "damai" dan "sukacita"? Perhatikan kartu-kartu Natal yang Anda terima tahun ini. Perhatikan banyaknya kata "damai", "sukacita", ataupun kedua-duanya. Tidak hanya kartu Natal saja, lagu-lagu Natal juga banyak menggunakan kata-kata tersebut.&lt;br /&gt;Damai dan sukacita sebagai tema utama dalam tradisi Natal bukanlah suatu kebetulan. Dalam &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Lukas 1" onclick="return swebpop('Lukas+1');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061334/#SABDAweb"&gt;Lukas 1&lt;/a&gt;, Maria yang sedang mengandung Yesus, mengunjungi sepupunya, Elizabet, yang juga sedang mengandung Yohanes Pembaptis. Pada saat Maria memberi salam, Elizabet berseru dengan suara nyaring, "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan." Sesaat kemudian, Maria sendiri berseru, "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juru Selamatku." Dalam &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Lukas 2" onclick="return swebpop('Lukas+2');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061334/#SABDAweb"&gt;Lukas 2&lt;/a&gt;, di malam ketika Yesus lahir, seorang malaikat mendatangi para gembala dan mengabarkan, "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." Kemudian, setelah melihat bayi itu, para gembala kembali lagi menggembalakan domba-dombanya sambil memuji dan memuliakan Allah.&lt;br /&gt;Penekanan Alkitabiah pada sukacita Natal ini juga berlaku pada damai Natal. Perhatikan nubuatan Natal di &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yesaya 9:6-7" onclick="return swebpop('Yesaya+9%3A6-7');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061334/#SABDAweb"&gt;Yesaya 9:6-7&lt;/a&gt;, "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; ... dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai." Ada juga nubuat Zakharia di &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Lukas 1:79" onclick="return swebpop('Lukas+1%3A79');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061334/#SABDAweb"&gt;Lukas 1:79&lt;/a&gt; bahwa Yesus akan lahir "untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera." Dalam nubuat selanjutnya, para malaikat mengabarkan kepada para gembala di &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Lukas 2" onclick="return swebpop('Lukas+2');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061334/#SABDAweb"&gt;Lukas 2&lt;/a&gt;, "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." Damai dan sukacita. Kedua kata ini berulang kali ditekankan dalam nubuatan Natal di dalam Alkitab dan cerita-cerita Natal mengatakan sesuatu. Damai dan sukacita ada di dalam hati dalam wujud Yesus. Yesus lahir untuk membawa damai dan sukacita. Namun, dalam hal ini, sebaiknya kita jujur. Seperti yang dapat dilihat dan dirayakan oleh kebanyakan orang, apakah Natal benar-benar dapat digambarkan sebagai saat untuk damai dan sukacita? Perhatikan diri Anda sendiri dan orang-orang yang Anda kenal. Apakah perayaan Natal yang sudah pernah kita lalui dipenuhi dengan rasa damai dan sukacita? Saya tidak ingin menyamaratakan semua orang. Mungkin pengalaman Anda selama masa Natal melibatkan rasa yang indah dalam damai dan sukacita Allah. Mungkin Anda tahu ada orang-orang yang diperbaharui dalam damai dan sukacita setiap kali Natal datang. Pengamatan saya akan menjadi pengecualian, bukan aturan. Saya sebenarnya mendengar orang-orang berbicara tentang ketakutan mereka pada liburan Natal. Saya mendengar mereka mengatakan bahwa mereka sudah tidak sabar lagi menunggu Natal berakhir. Orang-orang tidak takut terhadap damai yang kekal. Mereka tidak dengan cemas menunggu akhir yang memberikan sukacita. Namun, bagi beberapa orang, pengalaman Natal bukanlah salah satu dari damai, tetapi kegaduhan, aktivitas, kekacauan, perselisihan, tekanan, frustasi, dan tidak ada waktu untuk beristirahat. Tidak heran beberapa orang menyambut Natal dengan ketakutan.&lt;br /&gt;Bagi beberapa orang lainnya lagi, Natal bukanlah saat untuk bersukacita, tetapi lebih merupakan rasa kekosongan, ketidakgembiraan, kekecewaan yang samar-samar, bahkan mungkin keputusasaan dan depresi. Tidak heran jika ada orang yang tidak sabar menunggu Natal berakhir. Maaf jika ini terkesan negatif, namun ini merupakan gambaran dari pengalaman Natal yang sering dialami oleh masyarakat di sekitar kita atau bahkan kita sendiri.&lt;br /&gt;Tanpa Yesus tidak ada damai. Tanpa Yesus tidak ada sukacita. Ini sudah bukan hal baru atau perkembangan baru. Dua kalimat tersebut ada selama bertahun-tahun dan begitu pula dengan Anda. Namun, mungkin ada kata-kata yang lebih tepat lagi. Mungkin kata-kata ini bentuk singkat dari suatu nasihat. Ketidakhadiran Yesus membuat kualitas yang terus dan tetap ada pada damai dan sukacita Allah menjadi suatu kemustahilan. Orang-orang yang tidak mengenal Yesus mungkin saja mengalami masa-masa di mana damai atau sukacita dilalui begitu saja, bahkan mungkin pada saat-saat yang penuh damai dan sukacita. Namun, kualitas damai dan sukacita Allah kekal dan begitu dalam; apakah damai dan sukacita yang ada dan akan terus menerus ada meskipun dalam keadaan yang buruk sekalipun? Tidak, tanpa Yesus, damai dan sukacita itu tidak akan ditemukan. Marilah kita luruskan hal ini dengan mengambil kesimpulan berdasarkan logika. Jika kita membuat urutan tingkat, pada saat Natal tiba Yesus kita singkirkan, kita tempatkan di luar, kita remehkan, abaikan, lupakan atau kita tempatkan di tempat yang tidak seharusnya. Itulah sebabnya kita tidak merasakan damai dan sukacita yang Ia bawa melalui inkarnasi-Nya. Itu semua terjadi setiap saat, tidak hanya pada saat Natal saja.&lt;br /&gt;Selanjutnya, belilah hadiah yang banyak untuk semua orang dan saudara-saudara mereka. Namun, jika hadiah-hadiah itu merupakan hal yang penting bagi Anda, bukannya Yesus yang Anda utamakan, jangan berharap Anda akan mengalami damai dan sukacita Allah yang melimpah. Pasanglah lampu-lampu yang berwarna-warni, pohon Natal, hiasan-hiasan Santa, atau menonton film-film yang bertemakan Natal. Namun, jika kegiatan-kegiatan seperti itu yang menjadi fokus Anda selama Natal, bukan Yesus yang menjadi fokus Anda, jangan terkejut jika Anda bertanya kepada diri Anda sendiri, "Apakah ada yang lainnya?" Silakan memanggang roti dan daging. Silakan mengajak keluarga Anda makan sepuasnya, mengobrol, tertawa, dan melakukan tradisi Natal Anda. Namun, jika keluarga dan makanan dan tradisi liburan menjadi fokus utama dari Natal Anda, bukan Yesus, jangan terkejut jika Anda tidak merasakan damai dan sukacita dari hal-hal ini. Jadi, jika ada hal-hal lain selain Yesus yang merupakan karunia Allah yang luar biasa yang menjadi perhatian utama dari Natal Anda tahun ini, jangan heran jika Natal Anda menjadi begitu kosong dan tidak memuaskan.&lt;br /&gt;Mengenal Yesus berarti mengenal damai. Mengenal Yesus berarti mengenal sukacita. Beberapa dari Anda sudah menunggu datangnya Natal. Apakah menurut Anda ini merupakan kejadian yang kebetulan jika di setiap tempat Alkitab menghubungkan damai atau sukacita dengan kegiatan-kegiatan Natal. Apakah Alkitab menghubungkan damai atau sukacita kepada Yesus? Yesus adalah Natal! Beberapa di antara Anda yang mengetahui bahwa masa Natal yang kita mulai begitu antusias dan dengan harapan kita akhiri dengan kekecewaan dan tidak ada rasa kepenuhan? Itu semua dapat terjadi jika Yesus tidak menjadi pusat Natal Anda.&lt;br /&gt;Tahun ini, buatlah keputusan antara diri Anda dan Allah bahwa Natal akan Anda fokuskan pada Yesus -- apa pun bentuknya, di mana pun, dan buatlah itu menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;Dalam &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yohanes 14:27" onclick="return swebpop('Yohanes+14%3A27');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061334/#SABDAweb"&gt;Yohanes 14:27&lt;/a&gt;, Yesus berkata, "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu." Sesaat kemudian, dalam &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yohanes 15:11" onclick="return swebpop('Yohanes+15%3A11');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061334/#SABDAweb"&gt;Yohanes 15:11&lt;/a&gt;, Yesus kemudian menyatakan maksud-Nya, "Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh." Kehidupan Yesus dimulai dengan pernyataan damai dan sukacita. Bahkan sesaat sebelum penangkapan yang diakhiri dengan penyaliban, pernyataan damai dan sukacita masih tetap diucapkan oleh Yesus. Yesus dilahirkan di dunia ini, Dia hidup di antara kita, Dia melayani kita, Dia menderita dan mati untuk kita, Dia bangkit dan kembali kepada Bapa -- semuanya ini kita tahu, juga hal-hal lainnya, damai dan sukacita Allah yang sejati. Jika Anda belum menggambarkannya, Anda akan segera menggambarkannya. Damai dan sukacita Natal tidak akan ada dalam kesenangan yang muncul pada saat liburan. Damai dan sukacita Natal hanya ada dalam Yesus Kristus saja. (t/Ratri)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Hope Christian Church, Pastor Trent Johnson, &lt;a href="http://www.hopemn.com/121502.htm"&gt;http://www.hopemn.com/121502.htm&lt;/a&gt;, BabPeace and Joy. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-4621722413614584697?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/4621722413614584697/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=4621722413614584697' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/4621722413614584697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/4621722413614584697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/damai-dan-sukacita.html' title='Damai dan Sukacita'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-8900070530164299055</id><published>2007-03-29T10:44:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:45:09.495-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Sukacita Natal</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Sukacita Natal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tema:&lt;br /&gt;Sukacita dalam memberi.&lt;br /&gt;Bahan bacaan:&lt;br /&gt;&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Lukas 3:10-11" onclick="return swebpop('Lukas+3%3A10-11');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061336/#SABDAweb"&gt;Lukas 3:10-11&lt;/a&gt;, "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?" Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian."&lt;br /&gt;Cerita:&lt;br /&gt;Lihatlah hadiah natal yang bagus ini. Apakah di rumahmu ada banyak hadiah Natal? Ada berapa hadiah untukmu?&lt;br /&gt;Aku pernah mendengar cerita tentang seorang anak yang setiap hari selalu memeriksa hadiah-hadiah yang ada di bawah pohon Natalnya. Ketika memeriksa hadiah itu, jika ia menemukan hadiah baru maka hadiah itu akan dikelompokkannya sesuai dengan nama yang ada di hadiah itu. Lalu setelah dia mengelompokkannya, dia menghitung lagi hadiah-hadiah itu.&lt;br /&gt;Suatu hari, dia mendapati hadiah untuk kakaknya lebih banyak daripada hadiah untuknya. Anak ini menjadi sedih, ia lalu berlari ke dapur menemui ibunya yang sedang menyiapkan makan malam.&lt;br /&gt;"Kak Katie mendapat lebih banyak hadiah daripada aku!" kata anak itu sambil menangis. Lalu anak itu lari meninggalkan ibunya. Ia lari ke kamarnya, menutup pintu, dan menangis sedih. Dia tidak bisa menikmati Natal karena dia sangat sedih. Ia sedih karena orang lain mendapat lebih banyak hadiah di bawah pohon natal daripada dia. Yang tidak dimengerti anak ini adalah bahwa sukacita natal yang sesungguhnya tidak terletak pada seberapa banyak dia mendapatkan hadiah, namun sukacita natal ada pada apa yang telah kita berikan kepada orang lain.&lt;br /&gt;Yohanes Pembaptis diutus untuk menyiapkan orang-orang menanti kedatangan Tuhan Yesus. Dia mengatakan kepada mereka supaya bertobat dari dosa-dosa mereka dan menyiapkan hati untuk kedatangan Mesias yang dijanjikan.&lt;br /&gt;"Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?" tanya mereka.&lt;br /&gt;Yohanes menjawab mereka, "Barangsiapa memiliki dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian."&lt;br /&gt;Itu adalah pesan yang sama yang harus kita dengar menjelang Natal ini. Jika kita ingin mengalami sukacita sejati yang Yesus inginkan untuk kita, kita harus belajar berbagi! Dengan membagikan apa yang telah Tuhan berikan kepada kita, kita akan menerima berkat yang lebih besar lagi -- berkat sukacita.&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Bapa, tolong kami untuk belajar bahwa dengan memberi, maka kami akan menerima berkat yang lebih besar lagi, yaitu berkat sukacita. Amin. (t/Ratri)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Sermon4Kids, Tidak dicantumkan, &lt;a href="http://www.sermons4kids.com/joy-of-christmas.html"&gt;http://www.sermons4kids.com/joy-of-christmas.html&lt;/a&gt;, BabThe Joy of Christmas. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-8900070530164299055?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/8900070530164299055/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=8900070530164299055' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/8900070530164299055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/8900070530164299055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/sukacita-natal.html' title='Sukacita Natal'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-2259701957058831064</id><published>2007-03-29T10:43:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:44:19.078-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Batasi Daftar Keinginan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Batasi Daftar Keinginan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sukacita akan berganti kekecewaan jika kita mengharapkan lebih daripada yang kita terima. Jangan biarkan Natal menjadi saat yang mengecewakan. Bersukacitalah dan harapkan apa yang dijanjikan pada Anda.&lt;br /&gt;Pengampunan bagi dosa-dosa yang diakui.&lt;br /&gt;Penyembuhan bagi kehancuran hidup kita.&lt;br /&gt;Kasih karunia berlimpah dan belas kasih-Nya yang sesungguhnya tidak patut kita terima.&lt;br /&gt;Kebutuhan kita dipenuhi sesuai dengan kelimpahan-Nya.&lt;br /&gt;Sukacita dalam dukacita, dan sorak-sorai sebagai ganti ratapan.&lt;br /&gt;Jawaban doa.&lt;br /&gt;Kerinduan hati kita dipenuhi jika kita bertindak dengan iman sesuai dengan kehendak Tuhan.&lt;br /&gt;Janji-Nya terlalu banyak untuk disebutkan satu per satu. Berkat-Nya terlalu indah untuk ditampung. Dalam mujizat-Nya, kita harus menanti dengan roh pengharapan. Carilah hadiah Natal Anda pada Tuhan tahun ini dan Anda tidak akan kecewa. "Tapi bagaimana dengan anak-anak?" Ajaklah anak-anak untuk memikirkan ulang daftar keinginan mereka.&lt;br /&gt;BATASI DAFTAR KEINGINAN&lt;br /&gt;Mungkin Anda ingin memberi batas pada daftar keinginan anak-anak yang Anda layani dan anak-anak Anda sendiri.&lt;br /&gt;Batasi jumlah harga benda tersebut.&lt;br /&gt;Batasi jenis benda yang boleh dimasukkan dalam daftar keinginan mereka -- misalnya, hanya dua mainan, setidaknya satu jenis pakaian.&lt;br /&gt;Batasi benda yang hanya dipakai untuk kebutuhan pribadi. Mungkin Anda ingin mendorong anak-anak untuk memikirkan suatu benda dalam daftar keinginan yang ingin mereka berikan pada orang lain atas nama mereka.&lt;br /&gt;AJAK MEREKA MENYUSUN DAFTAR PEMBERIAN&lt;br /&gt;Selalu imbangi daftar keinginan dengan daftar pemberian. Kalau anak berkata "saya ingin ...", tanyakan padanya, "Apa yang akan kau berikan?" Libatkan anak dalam mencari hadiah bagi orang lain. Biarkan ia memakai uang sakunya untuk hal itu (atau setidaknya, setengah uang sakunya sebagai andil dalam pembelian hadiah). Dorong anak Anda untuk membuat hadiah sendiri dan bersikap kreatif dalam memberi hadiah.&lt;br /&gt;Terutama tanyakan pada anak apa yang ingin ia terima dari Yesus tahun ini dan apa yang ia ingin berikan pada Yesus. Beri contoh dengan membiarkan ia mendengar doa permintaan dan janji Anda sendiri.&lt;br /&gt;Bicarakan dengan anak karunia utama yang diberikan Yesus. Yakinkan ia bahwa Yesus bukan saja bisa memberi karunia itu, tetapi sangat ingin memberikannya. Dan itu adalah karunia utama yang bukan hanya bisa diharapkan pada saat Natal, tetapi seumur hidup.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;52 Cara Sederhana Membuat Natal Menjadi Istimewa, Jan Dargatz, , halaman 55 -- 57, Interaksara, Batam, 1999. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-2259701957058831064?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/2259701957058831064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=2259701957058831064' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/2259701957058831064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/2259701957058831064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/batasi-daftar-keinginan.html' title='Batasi Daftar Keinginan'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-3278609827499776934</id><published>2007-03-29T10:42:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:43:30.040-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Penyelamat yang Dijanjikan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Penyelamat yang Dijanjikan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahan bacaan:&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Kejadian 3; Yesaya 9:5,6; 53:3-6; Yeremia 23:5,6; Mikha 5:1-4; Roma 5:12, 17-19." onclick="return swebpop('Kejadian+3%3B+Yesaya+9%3A5%2C6%3B+53%3A3-6%3B+Yeremia+23%3A5%2C6%3B+Mikha+5%3A1-4%3B+Roma+5%3A12%2C+17-19.');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061329/#SABDAweb"&gt;Kejadian 3; Yesaya 9:5,6; 53:3-6; Yeremia 23:5,6; Mikha 5:1-4; Roma 5:12, 17-19.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ayat hafalan:&lt;br /&gt;"Karena seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai." (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yesaya 9:6" onclick="return swebpop('Yesaya+9%3A6');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061329/#SABDAweb"&gt;Yesaya 9:6&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Fokus pelajaran:&lt;br /&gt;Nubuat dalam Perjanjian Lama mengungkapkan rencana Allah untuk mengirimkan seorang Penyelamat karena dosa manusia.&lt;br /&gt;Tujuan pelajaran:&lt;br /&gt;Selama pelajaran ini, murid diharapkan dapat:&lt;br /&gt;mengidentifikasikan bagaimana Allah memberikan seorang Penyelamat karena dosa manusia;&lt;br /&gt;menyebutkan nubuat dan dua nama nabi yang menubuatkan kelahiran Yesus;&lt;br /&gt;menjelaskan rencana Allah untuk memulihkan hubungan-Nya dengan manusia seperti yang telah dinubuatkan;&lt;br /&gt;mengevaluasi bagaimana mereka merespon janji Allah akan Penyelamat dan berdoa agar mereka dapat menjadi anggota keluarga Allah dengan pimpinan Roh Kudus.&lt;br /&gt;Cerita Alkitab:&lt;br /&gt;DUNIA YANG SEMPURNA&lt;br /&gt;Sejak awal Allah memiliki rencana untuk menciptakan dunia yang sempurna, menciptakan manusia yang dapat berkomunikasi dengan-Nya, dan bahagia selamanya.&lt;br /&gt;Lalu Allah menciptakan manusia. Dia memberikan kepada mereka tempat yang paling indah di dunia -- Taman Eden. Dia menempatkan mereka di taman itu untuk mengatur semua yang telah Ia ciptakan. Adam dan Hawa dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan. TETAPI Allah memberi mereka aturan yang harus ditaati. Bukalah Alkitabmu di &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Kejadian 2:16,17" onclick="return swebpop('Kejadian+2%3A16%2C17');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061329/#SABDAweb"&gt;Kejadian 2:16,17&lt;/a&gt; untuk mengetahui peraturan apa yang Allah berikan kepada Adam dan Hawa. (Mintalah seorang anak membacakan ayat tersebut dan minta anak yang lain menceritakan kembali dengan kata-katanya sendiri peraturan yang Tuhan berikan tersebut.)&lt;br /&gt;SEBUAH PILIHAN YANG PENTING&lt;br /&gt;Awalnya, tidak ada masalah bagi Adam dan Hawa untuk mematuhi peraturan tersebut. Sampai pada suatu hari, Iblis, yang menyamar sebagai ular datang dan berbicara kepada Hawa.&lt;br /&gt;"Tidak usah takut untuk menyentuh pohon pengetahuan itu. Jika engkau makan buahnya, engkau tidak akan mati," kata Iblis kepada Hawa. "Allah memberikan peraturan itu kepadamu karena dengan memakan buah itu engkau dapat mengetahui hal yang baik dan yang jahat. Kamu akan menjadi bijaksana seperti Dia; dan Allah sangat tidak suka jika ada yang menyaingi Dia."&lt;br /&gt;Hawa melihat pohon itu. Memang kelihatan sangat menarik dan mungkin sangat enak jika dimakan. Bahkan jika dia memakannya, dia dapat menjadi bijaksana seperti Allah. Jadi, Hawa tidak lagi menaati peraturan Allah dan memilih mendengarkan bujukan si ular. Bacalah &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Kejadian 3:6,7" onclick="return swebpop('Kejadian+3%3A6%2C7');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061329/#SABDAweb"&gt;Kejadian 3:6,7&lt;/a&gt; untuk mengetahui apa yang Hawa lakukan. (Minta semua murid membacakan ayat ini dengan serempak.)&lt;br /&gt;Segera setelah memakan buah itu, Adam dan Hawa sadar bahwa mereka telah melanggar perintah Allah. Karena itulah mereka berdosa kepada Allah.&lt;br /&gt;Dosa itu mengubah segalanya. Mereka tidak lagi dapat berbicara dengan penuh sukacita kepada Tuhan. Mereka tidak boleh lagi hidup di Taman Eden. Sejak mereka berdosa, dunia mereka berubah. Mereka yang dulunya tinggal di tempat yang sempurna dan indah, sekarang harus tinggal di tempat yang rusak dan menakutkan.&lt;br /&gt;RENCANA ALLAH&lt;br /&gt;Setelah dosa masuk ke dalam dunia, Iblis merusak rencana sempurna Allah. Tetapi hal itu tidak menggagalkan rencana-Nya. Allah telah memiliki rencana untuk menebus manusia dari dosa.&lt;br /&gt;Ketika Allah menghukum ular, Adam, dan Hawa karena ketidaktaatan mereka, Dia juga berkata bahwa seorang Penyelamat akan mengalahkan Iblis dan rencana jahatnya. Dalam Perjanjian Lama, Allah banyak memberitahukan mengenai Penyelamat yang akan datang itu.&lt;br /&gt;Mari kita melihat bersama-sama bagaimana Allah memilih cara agar seluruh dunia mengetahui rencana-Nya tersebut.&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari rencana-Nya, Allah memanggil orang-orang seperti Yesaya, Yeremia, Mikha, dan Maleakhi untuk menjadi nabi. Mereka menubuatkan berbagai kejadian di masa yang akan datang dan menuliskannya ke dalam Perjanjian Lama. Banyak nubuat dalam Perjanjian Lama yang menceritakan kedatangan Penyelamat yang akan membawa keselamatan bagi manusia.&lt;br /&gt;RENCANA ALLAH DINYATAKAN&lt;br /&gt;Dapatkah engkau membayangkan seseorang menuliskan hal-hal yang rinci mengenai hidupmu, bahkan beratus-beratus tahun sebelum kamu lahir? Mereka dapat memprediksikan kapan kamu akan lahir, keluarga tempat kamu akan lahir, siapa namamu, apa yang akan kamu lakukan selama hidupmu, dan bagaimana kamu akan mati! Ya, para nabi mengatakan semua informasi ini -- dan lebih banyak lagi mengenai Penyelamat yang akan datang.&lt;br /&gt;Baca &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yeremia 23:5,6" onclick="return swebpop('Yeremia+23%3A5%2C6');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061329/#SABDAweb"&gt;Yeremia 23:5,6&lt;/a&gt; untuk mengetahui bagaimana kira-kira Penyelamat itu akan datang. (Minta murid untuk membacakannya bersama-sama.) Dalam keluarga siapa Penyelamat itu akan lahir? Apakah yang kamu ketahui tentang Daud?&lt;br /&gt;Yesaya mencatat beberapa gelar dan nama Penyelamat itu. Tempatnya ada di &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yesaya 9:5" onclick="return swebpop('Yesaya+9%3A5');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061329/#SABDAweb"&gt;Yesaya 9:5&lt;/a&gt;. Nama apa saja yang diberikan kepada Penyelamat itu? (Minta murid untuk menyebutkan dua nama Penyelamat yang telah dijanjikan itu.) Mengapa Sang Penyelamat datang ke dunia?&lt;br /&gt;Nabi yang lain menubuatkan tempat di mana Yesus akan lahir. Bacalah &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Mikha 5:1" onclick="return swebpop('Mikha+5%3A1');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061329/#SABDAweb"&gt;Mikha 5:1&lt;/a&gt;. Di mana Yesus akan dilahirkan?&lt;br /&gt;KEDATANGAN SANG PENYELAMAT&lt;br /&gt;Semakin lama, pemberitaan mengenai janji Allah, tentang datangnya Sang Juru Selamat menjadi semakin jelas. Sepanjang Perjanjian Lama, mulai dari Kejadian sampai dengan Maleakhi berisi pesan, "Dia akan datang!" Allah tidak mengatakan dengan rinci bagaimana atau kapan, hanya pesan, Dia AKAN datang. Tetapi Allah yang Mahatahu, TAHU kapan Dia akan mengutus Sang Juru Selamat itu.&lt;br /&gt;Walaupun Perjanjian Lama banyak menuliskan kedatangan Sang Juru Selamat, beberapa nabi lebih fokus dengan alasan mengapa Sang Juru Selamat diutus ke dunia. Temukan dalam &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yesaya 53:3-6" onclick="return swebpop('Yesaya+53%3A3-6');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061329/#SABDAweb"&gt;Yesaya 53:3-6&lt;/a&gt;. Apa yang kita pelajari mengenai Sang Juru Selamat dalam ayat-ayat tersebut? (Minta seorang anak membaca ayat-ayat tersebut.) Tanyakan, siapakah yang disebut "domba"? Bagaimana domba tersebut diperlakukan? Menurut janji Allah, apakah yang akan dilakukan Sang Juru Selamat?&lt;br /&gt;JALAN KELUAR DARI ALLAH&lt;br /&gt;Pernahkan kamu dihukum atas kesalahan yang dilakukan orang lain? Bagaimana perasaanmu jika kamu mengalaminya? (Izinkan anak-anak menjawab.) Sekarang, dapatkah kamu membayangkan seseorang menanggung konsekuensi atau hukuman atas kesalahan yang telah kamu lakukan? Misalnya, di saat kamu harus menerima konsekuensi atas kesalahan yang kamu lakukan, dan seorang temanmu mengatakan, "Jangan takut, aku akan menanggung hukumanmu dan kamu tidak perlu membayarnya!"&lt;br /&gt;Bagaimana perasaanmu? Apa kamu berpikir akan membiarkan dia menanggung hukumanmu itu? Bila ya mengapa, bila tidak mengapa?&lt;br /&gt;Lebih dari 2.500 tahun yang lalu nabi Yesaya mengatakan, bahwa Sang Juru Selamat akan menanggung hukuman atas dosa-dosa kita. Dosa akan ditebus, diampuni, dan tidak diingat lagi oleh Tuhan!&lt;br /&gt;Dosa dari Adam dan Hawa membawa kita kepada kematian dan kesedihan di dunia ini. Sebagai respons akan hal tersebut, Allah menjanjikan seorang Penyelamat yang akan memulihkan masalah-masalah tersebut. Bacalah &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Roma 5:19" onclick="return swebpop('Roma+5%3A19');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061329/#SABDAweb"&gt;Roma 5:19&lt;/a&gt; untuk mengetahui bagaimana Allah melakukan rencana-Nya tersebut.&lt;br /&gt;Allah menciptakan manusia dengan kemampuan untuk memilih apa yang benar dan yang jahat. Ketika umat manusia jatuh ke dalam dosa akibat tidak taat kepada perintah-Nya, Allah merencanakan untuk mengirim Penyelamat itu. Dengan demikian, hubungan-Nya dengan manusia ciptaan-Nya dapat dipulihkan.&lt;br /&gt;Sejak awal, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah, telah dijanjikan untuk menjadi Penyelamat. Melalui Perjanjian Lama, Allah mengingatkan manusia akan kedatangan Sang Juru Selamat melalui pesan-pesan yang disampaikan oleh para nabi.&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan akan kasih-Mu yang begitu besar padaku. Engkau mengutus Anak-Mu yang Tunggal untuk menebus dosaku. Pimpin aku, ya Tuhan, agar aku juga dapat selalu mengasihi Engkau. Amin! (t/Davida)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Junior Teacher: Jesus is My Saviour, GL Living World Curriculum: Children Division, , BabThe Promised Saviour, halaman 8 -- 10, GL Publications, Ventura, USA, 1987. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-3278609827499776934?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/3278609827499776934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=3278609827499776934' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/3278609827499776934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/3278609827499776934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/penyelamat-yang-dijanjikan.html' title='Penyelamat yang Dijanjikan'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-5025962491879136604</id><published>2007-03-29T10:41:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:42:23.021-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Aktivitas: Membantu Anak Fokus pada Makna Natal</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Aktivitas: Membantu Anak Fokus pada Makna Natal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anda sedang mencari ide-ide baru untuk merayakan Natal tahun ini? Namun, tak satu pun yang muncul dalam benak Anda? Jangan khawatir, cobalah ide-ide segar berikut ini. Kiranya dapat membantu anak untuk tetap fokus pada makna Natal yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;Kelahiran seorang anak laki-laki&lt;br /&gt;Bagilah anak-anak dalam kelompok-kelompok. Mintalah mereka bekerja sama membuat suatu pengumuman kelahiran Yesus -- lengkap dengan cap kaki bayi yang baru lahir (mintalah izin dari orang tua bayi tersebut terlebih dahulu). Foto kopilah pengumuman ini rangkap dua untuk dibawa pulang oleh masing-masing anak. Satu untuk disimpan dan yang satu untuk diberikan kepada orang lain.&lt;br /&gt;Aku ada di sana&lt;br /&gt;Bagi anak dalam beberapa kelompok. Mintalah masing-masing kelompok memilih salah satu tokoh yang ada dalam cerita Natal. Kemudian, mintalah setiap kelompok menulis dan memainkan drama berdasarkan tokoh yang dipilih. Dokumentasikanlah drama tersebut dan berikan hasil dokumentasi tersebut kepada anak untuk dibawa pulang dan ditunjukkan kepada keluarga mereka.&lt;br /&gt;Bersinar&lt;br /&gt;Mintalah tiap anak menggunting sebuah gambar bintang dan menuliskan nama mereka pada gambar bintang tersebut dengan mengunakan tinta yang dapat bersinar di dalam gelap. Tempelkan bintang-bintang tersebut di langit-langit ruang kelas. Matikan lampu dan katakan kepada anak-anak bahwa mereka juga dapat menolong orang lain menemukan Juru Selamat, sama seperti bintang yang menuntun para majus untuk datang kepada Yesus.&lt;br /&gt;Cerita Natal&lt;br /&gt;Mintalah anak-anak yang belum sekolah mendikte Anda tentang cerita Natal. Catatlah setiap kalimat yang mereka ucapkan di kertas yang berbeda. Usahakan tetap sesuai dengan kata-kata yang diucapkan oleh anak-anak tersebut. Kemudian, mintalah anak-anak menggambarkan setiap halaman. Kumpulkan secara urut kertas-kertas tersebut, berilah sampul, dan jilidkan. Undanglah pendeta Anda untuk menghadiri presentasi istimewa buku tersebut. Suruhlah anak-anak menyampaikan hasil karyanya.&lt;br /&gt;Hadiah Natal&lt;br /&gt;Ajaklah anak-anak untuk membungkus bingkisan untuk pekerja gereja Anda. Bahan-bahan yang diperlukan disediakan oleh guru SM.&lt;br /&gt;Setelah natal, mintalah anak-anak membantu para pekerja gereja membersihkan gereja karena banyaknya acara Natal, pekerjaan mereka dua kali lebih banyak.&lt;br /&gt;Anak-anak dapat memberi hadiah kepada anak-anak yang kurang mampu di seluruh dunia pada saat Natal. Mintalah anak-anak untuk membungkus mainan-mainan kecil, baterai dan lampu senter, topi dan kaos tangan dalam kardus sepatu atau mintalah mereka membungkus permen. Kemudian, kirimkan hadiah tersebut dan sedikit uang ke panti-panti asuhan yang Anda tahu.&lt;br /&gt;Mintalah anak-anak mengisi 25 kotak dengan benda-benda, misalnya permen yang dibungkus, mainan kecil, pensil, kartu natal, gambar buatan sendiri dan ayat Alkitab. Kemudian, bungkus atau hiaslah kotak itu. Mintalah anak-anak untuk memikirkan 25 orang yang melayani di gereja Anda, misalnya pendeta, guru, penjaga gereja, sekretaris atau anggota majelis. Tulislah nama orang-orang ini dan berikan kepada anak-anak. Beritahukan kepada orang tua anak- anak, apa yang akan mereka kerjakan. Pada tanggal yang sudah ditetapkan, anak-anak dapat mengirimkan hadiah kejutan kepada mereka.&lt;br /&gt;Kreasi kalender&lt;br /&gt;Tugaskan pada setiap anak untuk membawa kalender (angka-angkanya saja tanpa gambar). Mintalah anak-anak menggambar pada kalender tersebut. Setelah itu, tanda tanganilah hasil karya mereka. Gunakan gambar mereka sebagai gambar di kalender tersebut. Anak-anak dapat memberikan kalender ini kepada orang tua mereka.&lt;br /&gt;Memberi buku&lt;br /&gt;Mintalah anak-anak membawa buku-buku lama untuk diberikan kepada perpustakaan lokal atau berikan kepada anak-anak lain untuk dibaca.&lt;br /&gt;Malaikat di mana-mana&lt;br /&gt;Bagikan hiasan atau pin malaikat kepada tiap anak. Tempelkan malaikat itu pada sehelai kartu dan tambahkan tulisan: "... Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga" (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Matius 18:10" onclick="return swebpop('Matius+18%3A10');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061328/#SABDAweb"&gt;Matius 18:10&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;Tanda khusus&lt;br /&gt;Berikan sebuah korsase atau pin kepada setiap guru dan pendamping sekolah minggu. Mintalah mereka mengenakannya pada saat ibadah terakhir sebelum Natal.&lt;br /&gt;Tempat duduk kejutan&lt;br /&gt;Adakan perjamuan kasih, supaya murid-murid bisa saling kenal satu dengan yang lain. Aturannya, gambarlah simbol-simbol berikut ini pada kertas berukuran 3x5 cm: pohon, lonceng, malaikat, salib, bintang, dan kotak hadiah sejumlah murid. Letakkan gambar itu di setiap kursi. Buat lagi gambar-gambar tersebut dalam jumlah yang sama untuk dibagikan kepada murid dan letakkan semua gambar tersebut ke dalam sebuah kotak. Saat murid-murid datang, mintalah mereka mengambil gambar dari dalam kotak, dan mereka harus duduk di kursi yang bergambar sesuai dengan gambar yang mereka dapatkan. Anak-anak pasti akan senang mengetahui mereka duduk dengan siapa selama perjamuan kasih tersebut.&lt;br /&gt;Hadiahku untuk Yesus&lt;br /&gt;Setelah mengajarkan hadiah yang Tuhan berikan bagi kita, diskusikan bagaimana kita dapat memberikan hadiah bagi Yesus. Mintalah anak-anak memikirkan sesuatu yang mereka janjikan untuk dilakukan dan benar-benar akan disukai Yesus, misalnya menceritakan Yesus kepada seorang teman atau berdoa. Mintalah anak-anak untuk menuliskan pada kartu: "Tuhan Yesus, Natal ini hadiahku untuk-Mu adalah (janji). Aku yang mengasihi-Mu, (nama anak)." Letakkan kartu tersebut pada sebuah kotak kecil, bungkuslah dan beri tulisan: "Kepada Yesus, dari (nama anak)." Mintalah anak-anak membawa pulang kotak hadiah itu, meletakkannya di bawah pohon Natal, dan membukanya untuk Yesus pada hari Natal. (t/Ratri)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Children`s Ministry, 2004, Christine Yount, &lt;a href="http://www.childrensministry.com/Article.asp?ID=501"&gt;http://www.childrensministry.com/Article.asp?ID=501&lt;/a&gt;, BabCountdown To Christmas. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-5025962491879136604?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/5025962491879136604/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=5025962491879136604' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/5025962491879136604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/5025962491879136604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/aktivitas-membantu-anak-fokus-pada.html' title='Aktivitas: Membantu Anak Fokus pada Makna Natal'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-3342430161476572787</id><published>2007-03-29T10:40:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:41:16.412-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Natal dan Kasih Allah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Natal dan Kasih Allah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;KITA ADALAH OBJEK KASIH ALLAH&lt;br /&gt;Di tengah kerisauan, kecemasan, ketakutan, kegelisahan, dan keputusasaan, kita melihat bahwa dunia tidak berubah menjadi lebih baik, tetapi semakin memprihatinkan. Moral manusia semakin merosot sekalipun kemajuan teknologi semakin canggih. Di masa raya Natal ini, ada baiknya kita merenungkan kembali cinta kasih yang sejati di tengah dunia yang sudah kehilangan cinta kasih ini, yaitu kasih Allah.&lt;br /&gt;Mungkin Anda akan bertanya, bagaimanakah kasih Allah itu dinyatakan di tengah dunia yang penuh bencana ini? Justru di saat-saat seperti inilah kita makin perlu lebih meresapi kasih Allah itu.&lt;br /&gt;Kasih Allah yang dirindukan oleh setiap orang, baik Kristen maupun non-Kristen, khususnya di masa yang menggelisahkan dan tidak menentu ini, dinyatakan dalam Injil &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yohanes 3:16" onclick="return swebpop('Yohanes+3%3A16');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061327/#SABDAweb"&gt;Yohanes 3:16&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."&lt;br /&gt;Ayat tersebut tentu tidak asing ditelinga kita, bahkan dihafal oleh sebagian besar orang Kristen. Bahkan sering terpampang pula di stadion-stadion besar, ketika diadakan pertandingan sepak bola (football) dan di akhir Parade Mawar di Pasadena setiap hari pertama di tahun baru.&lt;br /&gt;Namun, pernahkah Anda bertanya, "Mengapa Allah begitu mengasihi saya?" Dalam &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Mazmur 8:4" onclick="return swebpop('Mazmur+8%3A4');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061327/#SABDAweb"&gt;Mazmur 8:4&lt;/a&gt; Daud pernah bertanya,&lt;br /&gt;"Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?"&lt;br /&gt;Sayang, ia tidak memberikan jawabannya. Memang banyak orang, bahkan orang Kristen sekalipun, berpendapat bahwa mustahil untuk mengetahui mengapa Allah mengasihi kita. Anda ingin tahu jawabannya? Bacalah &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;1Yohanes 4:8" onclick="return swebpop('1Yohanes+4%3A8');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061327/#SABDAweb"&gt;1Yohanes 4:8&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;"Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih."&lt;br /&gt;Di situ jelas dinyatakan, bahwa Allah adalah kasih dan kasih membutuhkan objek. Setelah menciptakan semua binatang, Allah tidak menemukan dalam diri hewan-hewan itu kemampuan untuk menerima kasih-Nya. Itulah sebabnya, Allah menciptakan manusia yang serupa dengan gambar-Nya dan yang kepadanya dihembuskan nafas sehingga manusia itu menjadi makhluk yang hidup, pribadi yang dapat bersekutu dan berkomunikasi dengan Allah (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Kejadian 1:26; 2:7" onclick="return swebpop('Kejadian+1%3A26%3B+2%3A7');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061327/#SABDAweb"&gt;Kejadian 1:26; 2:7&lt;/a&gt;). Kita diciptakan Allah karena kitalah yang layak menjadi objek kasih Allah. Itu pula sebabnya, Allah begitu mengasihi kita dan mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal bagi kita.&lt;br /&gt;Allah menciptakan manusia yang begitu dikasihi-Nya sehingga Allah mau mati baginya. Kita bukanlah tokoh film kartun atau robot, kita adalah peta dan gambar Allah. Dia menciptakan kita untuk dikasihi-Nya. Sekalipun kita terhilang dan memberontak kepada-Nya, Dia tetap mencari dan mau mengampuni serta menyelamatkan kita. Inilah berita kasih Allah bagi kita di Natal ini, di masa yang menggelisahkan dan tidak menentu ini!&lt;br /&gt;Sekalipun umat manusia telah jatuh dalam dosa, Allah melihat di dalam diri manusia tetap ada peta dan gambar-Nya. Sekalipun umat manusia mengutuki sesamanya seperti yang dikatakan &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yakobus 3:9" onclick="return swebpop('Yakobus+3%3A9');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061327/#SABDAweb"&gt;Yakobus 3:9&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;"Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,"&lt;br /&gt;Namun, peta dan gambar Allah tetap ada dalam diri kita. Allah mengasihi kita bukan karena kita tampan atau cantik, cerdas dan kaya, atau berbakat dan punya posisi, melainkan karena kita adalah ciptaan Allah yang menjadi objek kasih-Nya. Dia begitu mengasihi kita sebagaimana kita adanya dan tanpa syarat. Inilah pernyataan kasih Allah bagi kita di masa Natal yang menggelisahkan dan tidak menentu ini! Di dalam kasih Allah itu, kita akan menemukan kedamaian dan kepastian kasih.&lt;br /&gt;KRISTUS ADALAH REFLEKSI KASIH ALLAH&lt;br /&gt;Agar kita lebih mantap meresapi kasih Allah, lihatlah Yesus Kristus yang oleh Paulus dikatakan:&lt;br /&gt;"Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan." (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Kolose 2:9" onclick="return swebpop('Kolose+2%3A9');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061327/#SABDAweb"&gt;Kolose 2:9&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Dan Yohanes menyaksikan,&lt;br /&gt;"Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya." (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yohanes 1:18" onclick="return swebpop('Yohanes+1%3A18');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061327/#SABDAweb"&gt;Yohanes 1:18&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Yesus Kristus, yang lahir pada hari Natal melalui anak dara Maria, hidup dan berkarya dalam sejarah manusia untuk menunjukkan kasih Allah yang kekal itu kepada kita. Itulah sebabnya, kita perlu sungguh-sungguh mengenal Yesus Kristus. Kasih Allah kepada kita dinyatakan oleh kasih Kristus kepada orang-orang yang Dia layani selama hidup-Nya.&lt;br /&gt;Dia begitu mengasihi kita sehingga Dia membuat yang buta melihat.&lt;br /&gt;Dia begitu mengasihi kita sehingga Dia membuat yang timpang berjalan.&lt;br /&gt;Dia begitu mengasihi kita sehingga Dia membuat yang tuli mendengar.&lt;br /&gt;Dia begitu mengasihi kita sehingga Dia membuat yang kusta menjadi tahir.&lt;br /&gt;Dia begitu mengasihi kita sehingga Dia membuat yang mati bangkit kembali.&lt;br /&gt;Dia begitu mengasihi kita sehingga Dia mengunjungi Samaria untuk melenyapkan ketegangan ras.&lt;br /&gt;Dia begitu mengasihi kita sehingga Dia menawarkan air hidup kepada kita, agar kita tidak kehausan akan cinta kasih dalam hidup ini.&lt;br /&gt;Dia begitu mengasihi kita sehingga Dia mau bertelut dan mencuci kaki kita.&lt;br /&gt;Namun kita tahu, Yesus Kristus datang bukan hanya untuk mengajarkan moral yang agung atau mengubah penderitaan menjadi kesejahteraan, kegelisahan menjadi kedamaian. Dia datang untuk mati menggantikan kita, itulah ungkapan kasih Allah yang terbesar.&lt;br /&gt;"Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita." (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;1Yohanes 4:10" onclick="return swebpop('1Yohanes+4%3A10');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061327/#SABDAweb"&gt;1Yohanes 4:10&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Dia begitu mengasihi kita sehingga pada waktu yang ditentukan oleh Allah, Kristus telah mati untuk kita yang tidak setia.&lt;br /&gt;Dia begitu mengasihi kita sehingga Kristus telah mati untuk kita yang lemah, yang tidak sanggup melakukan perintah-perintah-Nya.&lt;br /&gt;Dia begitu mengasihi kita sehingga Kristus telah mati untuk kita yang adalah seteru dan senantiasa menentang kehendak-Nya.&lt;br /&gt;Dia begitu mengasihi kita dengan kasih yang tidak terukur.&lt;br /&gt;Kasih Allah lebih lebar dari alam semesta.&lt;br /&gt;Kasih Allah lebih panjang daripada kekekalan. Kasih Allah lebih tinggi daripada segala langit.&lt;br /&gt;Kasih-Nya lebih dalam daripada lubang maut hingga dapat mencapai Anda, orang yang paling berdosa sekalipun. Kasih Allah tidak mempunyai batas.&lt;br /&gt;Dengan mengenal Yesus Kristus, tidak akan ada lagi ketakutan, melainkan keyakinan akan kasih Allah.&lt;br /&gt;Tidak akan ada lagi keperihan, tetapi penghiburan kasih Allah.&lt;br /&gt;Tidak akan ada lagi penolakan, tetapi penerimaan kasih Allah.&lt;br /&gt;Tidak akan ada lagi kesedihan, tetapi kesukacitaan dalam kasih Allah.&lt;br /&gt;Tidak akan ada lagi permusuhan, tetapi kerukunan dalam kasih Allah.&lt;br /&gt;Tidak akan ada lagi air mata, tetapi sorak pujian atas kasih Allah.&lt;br /&gt;Di hadapan Allah, yang ada hanya kasih, sukacita, damai, harapan, dan iman. Betapa bahagianya kita menyambut kasih Allah itu.&lt;br /&gt;Semoga di masa Natal ini, di mana kerisauan dan ketidakpastian masih merasuk dalam hidup manusia sedunia, kita dapat lebih yakin bahwa kita adalah objek kasih Allah di dalam Yesus Kristus. Amin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Newsletter GKI Monrovia, Th. XVII, No. 12, Desember 2003, Pdt. Bob Jokiman, &lt;a href="http://www.sabda.org/publikasi/konsel/076/"&gt;http://www.sabda.org/publikasi/konsel/076/&lt;/a&gt;, halaman 1 -- 3, GKI Monrovia, California, USA. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-3342430161476572787?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/3342430161476572787/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=3342430161476572787' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/3342430161476572787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/3342430161476572787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/natal-dan-kasih-allah.html' title='Natal dan Kasih Allah'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-7441743714365597040</id><published>2007-03-29T10:39:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:40:06.798-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Pengumuman dari Surga</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Pengumuman dari Surga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bacaan Alkitab:&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Lukas 1:5-79" onclick="return swebpop('Lukas+1%3A5-79');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061322/#SABDAweb"&gt;Lukas 1:5-79&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ayat hafalan:&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Matius 1:21" onclick="return swebpop('Matius+1%3A21');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061322/#SABDAweb"&gt;Matius 1:21&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pelajaran:&lt;br /&gt;Di akhir pelajaran diharapkan murid dapat:&lt;br /&gt;mengetahui bahwa kelahiran Yohanes Pembaptis dan Yesus sudah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama dan dalam Perjanjian Baru dikatakan kembali oleh malaikat Gabriel;&lt;br /&gt;menyadari bahwa Allah selalu menepati janji-Nya;&lt;br /&gt;mengetahui bahwa Allah memiliki rencana khusus bagi setiap orang.&lt;br /&gt;Persiapan hati guru:&lt;br /&gt;Bacalah: &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Mazmur 145:15-16,19" onclick="return swebpop('Mazmur+145%3A15-16%2C19');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061322/#SABDAweb"&gt;Mazmur 145:15-16,19&lt;/a&gt; dan &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Matius 6:25-34" onclick="return swebpop('Matius+6%3A25-34');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061322/#SABDAweb"&gt;Matius 6:25-34&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selama bertahun-tahun, Zakharia dan Elisabet sangat merindukan kehadiran seorang anak dalam keluarga mereka, dan terus-menerus berdoa untuk itu. Tetapi sampai umur mereka lanjut, mereka tetap tidak memiliki anak. Walaupun mereka terus mendoakannya, Zakharia merasa bahwa mustahil bagi mereka untuk memiliki anak di usia yang sudah semakin lanjut. Tetapi segera dia belajar melalui ucapan yang diucapkan Gabriel kepada Maria, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.&lt;br /&gt;Pernahkah kita mengalami hal yang sama dengan Zakharia? Kita berhenti berdoa hanya karena merasa apa yang kita minta tidak mungkin terjadi? Teruslah berdoa sampai Tuhan menjawab doa. Dia berjanji untuk memenuhi kebutuhanmu -- bahkan keinginanmu. Adakah situasi sulit yang saat ini sedang terjadi dalam hidup kita atau murid kita? Ingatlah bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup Zakharia. Bawalah kebutuhan dan keinginan kita maupun murid-murid kita ke hadapan Tuhan dan percayalah bahwa Tuhan akan menjawab setiap doa.&lt;br /&gt;Pelajaran Alkitab&lt;br /&gt;Zakharia adalah seorang imam yang tinggal di daerah yang berbukit di luar Yerusalem di daerah yang disebut Yudea. Dia dan istrinya, Elisabet, terkenal karena ketaatan dan pelayanan mereka kepada Tuhan. Selama bertahun-tahun mereka berdoa mohon agar Tuhan memberi mereka seorang anak, namun Tuhan tidak mengiyakan permohonan mereka. Sekarang Zakharia dan Elisabet sudah tua, namun mereka terus mengasihi Allah dan melayani-Nya. Sebagai seorang imam, tugas Zakharia adalah memimpin orang-orang untuk menyembah Tuhan.&lt;br /&gt;Suatu hari, ketika Zakharia sedang melayani di Bait Suci di Yerusalem, dia dipilih untuk membakar ukupan di altar sedangkan orang-orang berkumpul di luar dan berdoa. Zakharia masuk ke Bait Suci. Tiba-tiba, seorang malaikat muncul di samping altar. Zakharia takut, tetapi malaikat itu berkata, "Jangan takut, Zakharia. Doamu sudah didengar. Istrimu, Elisabet, akan melahirkan seorang anak laki-laki. Namailah dia Yohanes."&lt;br /&gt;Kata malaikat itu lagi, "Kamu akan bersukacita dan banyak orang akan bergembira atas kelahiran anak itu. Dia tidak akan minum anggur atau minuman keras. Dia akan dipenuhi oleh Roh Kudus. Orang-orang Israel akan berbalik kepada Allah oleh karena dia. Anakmu akan memiliki kuasa seperti Elia dan menyiapkan umat sebelum kedatangan Tuhan."&lt;br /&gt;Zakharia terkejut dan ragu-ragu. "Bagaimana aku bisa tahu bahwa hal ini akan terjadi?" tanyanya. "Istriku dan aku sudah terlalu tua memiliki seorang anak."&lt;br /&gt;Malaikat itu menjawab, "Akulah Gabriel, dan Tuhan mengutus aku untuk mengatakan berita gembira ini kepadamu. Tapi, karena kamu tidak percaya kepadaku, kamu akan menjadi bisu sampai apa yang aku katakan kepadamu menjadi nyata."&lt;br /&gt;Orang-orang yang berada di luar Bait Suci bertanya-tanya mengapa Zakharia lama sekali di dalam Bait Suci. Akhirnya, dia keluar dan mencoba berbicara. Namun, seperti yang dikatakan Gabriel, Zakharia tidak bisa bicara. Yang dapat ia lakukan adalah memberi isyarat, dan akhirnya orang-orang menyadari bahwa dia telah melihat suatu penglihatan di Bait Suci.&lt;br /&gt;Ketika Zakharia sudah menyelesaikan tugasnya di Bait Allah, dia pun pulang. Tak lama kemudian Elisabet tahu bahwa dia sedang mengandung. Allah mulai memenuhi janjinya yang diberikan empat ratus tahun yang lalu.&lt;br /&gt;Enam bulan kemudian, Allah mengutus Gabriel lagi. Kali ini malaikat itu mendatangi Maria, seorang wanita yang tinggal di kota Nazaret. Dia bertunangan dengan seorang tukang kayu yang bernama Yusuf. Gabriel juga menyampaikan beberapa kabar yang mengejutkan bagi Maria. Dia berkata, "Allah sudah melihat apa yang kamu lakukan dan kasihmu kepada-Nya. Engkau sudah mengasihi Allah dengan seluruh hidupmu."&lt;br /&gt;Maria bertanya-tanya apa arti ucapan itu. Dia tidak tahu apa arti semua ucapan malaikat itu.&lt;br /&gt;Gabriel menjawab, "Jangan takut. Kamu akan mengandung. Anakmu berasal dari Roh Kudus dan kamu akan menamai Dia Yesus. Dia akan disebut Anak Allah. Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada Dia takhta Daud."&lt;br /&gt;"Tapi ... bagaimana bisa?" tanya Maria. "Aku belum menikah."&lt;br /&gt;Gabriel berkata, "Engkau akan mengandung dari Roh Kudus. Anak ini akan menjadi Anak Allah." Kemudian malaikat itu mengatakan kepadanya tentang bayi istimewa yang akan dilahirkan oleh Elisabet, sepupunya. "Di dalam Tuhan, tidak ada yang tidak mungkin," kata malaikat itu.&lt;br /&gt;Maria mengangguk. "Terjadilah apa yang engkau katakan." Kemudian malaikat itu meninggalkan Maria.&lt;br /&gt;Maria segera mengunjungi Elisabet, sepupunya itu. Ketika ia sampai dan memberi salam kepadanya, Elisabet sudah mengetahui bayi istimewa yang dikandung Maria. Elisabet berkata kepada Maria, "Terpujilah engkau di antara para wanita. Ketika aku mendengar suaramu, bayi yang ada dalam kandunganku melonjak kegirangan! Namun, ada apakah sehingga ibu dari Tuhanku datang mengunjungiku?"&lt;br /&gt;Maria hanya bisa memuji Tuhan. "Tuhan sudah melakukan hal-hal yang besar kepadaku. Aku memuji Tuhanku. Dia menggenapi janji-Nya kepada Abraham." Maria dan Elisabet bersukacita karena Tuhan telah mengirimkan Juru Selamat yang telah dijanjikan-Nya sejak zaman dahulu.&lt;br /&gt;Maria tinggal bersama Yohanes dan Elisabet selama tiga bulan, kemudian ia kembali ke rumahnya.&lt;br /&gt;Tak lama setelah itu, anak Zakharia dan Elisabet lahir. Para tetangga dan sanak saudara datang untuk bersukacita bersama mereka. Mereka mengira bayi itu akan diberi nama Zakharia, namun mereka terkejut ketika mendengar Elisabet berkata, "Tidak. Bayi ini akan diberi nama Yohanes."&lt;br /&gt;Mereka menjawab, "Tapi kamu tidak memiliki saudara yang bernama Yohanes." Mereka bertanya kepada Zakharia tentang nama untuk anak itu. Zakharia memberi isyarat meminta batu tulis dan menulis, "Namanya adalah Yohanes."&lt;br /&gt;Tiba-tiba Zakharia dapat berbicara lagi. Dia mengucap syukur kepada Tuhan, "Terpujilah Tuhan, Allah Israel. Ia melawat umat-Nya untuk membawa kelepasan baginya. Anak ini akan disebut nabi Allah yang Mahatinggi. Ia akan menyiapkan jalan bagi Tuhan. Ia akan mengabarkan keselamatan kepada umat-Nya."&lt;br /&gt;Semua orang heran pada apa yang mereka dengar, dan mereka semua menjadi lebih takut lagi kepada Tuhan. Mereka mengabarkan berita ini ke seluruh daerah tempat mereka tinggal.&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan&lt;br /&gt;Dalam cerita ini, nubuat apa yang dipenuhi?==&gt; Tuhan akan mengirimkan seseorang sebelum Yesus; Tuhan akan mengirimkan seorang Juru Selamat; Zakharia dan Elisabet akan memiliki seorang anak; seorang wanita (perawan) akan mengandung.&lt;br /&gt;Tuhan menepati janji-Nya kepada Maria, Elisabet, dan Zakharia. Janji apa yang Tuhan berikan kepadamu?==&gt; (Jawaban bisa bermacam-macam.)&lt;br /&gt;Akankah Dia menepatinya?==&gt; Ya&lt;br /&gt;Bagaimana jika janji itu lama sekali baru digenapi? Apakah kamu akan tetap percaya kepada Tuhan jika tidak terjadi apa-apa pada saat ini?==&gt; (Doronglah anak-anak untuk membahas tentang menunggu janji Tuhan.)&lt;br /&gt;Tuhan tahu Yohanes akan mulai berkhotbah sebelum Yesus memulai pelayanan-Nya. Itulah sebabnya Yohanes disebut perintis. Dia menyiapkan jalan supaya umatnya percaya bahwa Mesias akan segera datang. Bahkan sebelum Tuhan menciptakan bumi dan segala isinya, Ia sudah tahu bahwa ini akan terjadi. Tuhan memberi keluarga kepada Yohanes dan sifat yang dia perlukan untuk dapat mengerjakan tugasnya ini. Apa artinya ini bagi dirimu sendiri?==&gt; Tuhan mengenal aku dan masa depanku. Tuhan sudah memberiku sifat-sifat khusus untuk melakukan apa yang harus aku lakukan.&lt;br /&gt;Yohanes dan Yesus, keduanya datang untuk melakukan apa yang Tuhan ingin mereka lakukan. Mereka mengabarkan berita keselamatan kepada orang lain. Bagaimana kamu tahu apa yang Tuhan ingin kamu lakukan?==&gt; Membaca Alkitab, meminta Tuhan menunjukkan kehendak-Nya kepadaku, mendengarkan nasihat-nasihat dari orang tua dan guru.&lt;br /&gt;Doa&lt;br /&gt;Mengucap syukurlah karena Tuhan sudah menggenapi janji-Nya dan menjawab doa-doa kita. Minta pada Tuhan supaya menolong murid-murid Anda mengikuti rencana istimewa-Nya untuk kehidupan murid-murid Anda. (t/Ratri)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;The Early Life of Jesus, Sue Hoijer, Mary Nelson, , halaman 12 - 14, Accent Bible Curriculum, Colorado, 1994. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-7441743714365597040?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/7441743714365597040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=7441743714365597040' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/7441743714365597040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/7441743714365597040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/pengumuman-dari-surga.html' title='Pengumuman dari Surga'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-4442594299351745662</id><published>2007-03-29T10:37:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:39:13.210-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Renungan: Pengharapan yang Terkabul (Lukas 2:25-32)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Renungan: Pengharapan yang Terkabul (Lukas 2:25-32)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Harapan Simeon&lt;br /&gt;Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang- Nya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat- Mu, Israel." (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Lukas 2:25-32" onclick="return swebpop('Lukas+2%3A25-32');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061321/#SABDAweb"&gt;Lukas 2:25-32&lt;/a&gt; TB)&lt;br /&gt;Pengharapan yang Terkabulkan&lt;br /&gt;Di salah satu hotel berbintang lima di Jakarta, sebuah acara perayaan Natal yang diawali dengan kebaktian tengah diadakan. Ketika kebaktian berlangsung, dengan penuh semangat pendeta berkhotbah tentang lahirnya Yesus di sebuah kandang domba di Bethlehem. Lagu- lagu Natal yang dinyanyikan secara bersama maupun yang dikumandangkan oleh sebuah kelompok paduan suara, sungguh membuat suasana syahdu. Ada pohon terang dan replika kandang domba di sudut ruangan yang dipenuhi dengan banyak hiasan lampu warna-warni.&lt;br /&gt;Coba kita perhatikan bagaimana penyambutan Simeon akan Yesus. Simeon adalah seorang yang benar dan saleh. Ia menantikan Mesias dengan penuh harap. Simeon menyambut, menatang-Nya, lalu menyanyikan sebuah pujian yang terkenal itu. Dan dalam pujian itu jelaslah bahwa kedatangan Mesias merupakan pemenuhan atas kerinduannya yang sangat besar selama hidupnya. Seolah-olah Ia sudah siap mati karena tujuan hidupnya sudah tercapai.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan sikap kita? Apakah Natal kita tahun ini merupakan suatu pemuasan atas kerinduan kita yang besar? Kemeriahan Natal Yesus Kristus terutama merupakan bentuk kepuasan atas terkabulnya kerinduan dan pengharapan kita akan hadirnya Sang Juru Selamat. Dalam konteks "parousia", yaitu kedatangan-Nya kelak sebagai Sang Hakim yang Agung, saat inipun seharusnya kita berada dalam kerinduan yang sangat besar. Sebagai orang percaya, kita sangat menantikan situasi terwujudnya langit baru dan bumi baru itu. Oleh karena itu, bersama-sama dengan Simeon, kita mengundang Roh Kudus untuk berkarya dalam hidup kita. Kita jadikan kedatangan-Nya sebagai pemenuhan atas kesungguhan kerinduan kita selama ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;e-Sabda Bina Umat &lt;http:&gt;, Valerian Z. Pelupessy, &lt;a href="http://www.mail-archive.com/i-kan-untuk-sbu(at)xc.org/msg00227.html"&gt;http://www.mail-archive.com/i-kan-untuk-sbu(at)xc.org/msg00227.html&lt;/a&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-4442594299351745662?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/4442594299351745662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=4442594299351745662' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/4442594299351745662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/4442594299351745662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/renungan-pengharapan-yang-terkabul.html' title='Renungan: Pengharapan yang Terkabul (Lukas 2:25-32)'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-5129837829394156346</id><published>2007-03-29T10:36:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:41:39.489-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Natal: Penggenapan Suatu Penantian dan Harapan (Yesaya 40:27-31)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Natal: Penggenapan Suatu Penantian dan Harapan (Yesaya 40:27-31)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketakutan dan kekhawatiran yang hebat dalam menghadapi persoalan yang menekan kehidupan ini bisa membuat orang menjadi ragu-ragu bahkan tidak memercayai lagi kuasa dan kasih Tuhan. Dalam keadaan yang demikian, kita sering berkata kepada diri sendiri, dan mungkin juga kepada orang lain, "Kalau Tuhan memang Maha Kuasa dan Maha Pengasih, seharusnya Dia mampu menghindarkan diriku dari keadaan ini! Tetapi, kenapa Ia tidak melakukannya? Jangan-jangan Tuhan sebenarnya memang tidak mampu dan tidak berkuasa mengendalikan serta mengubah segala sesuatu dalam kehidupan ini? Apa gunanya masih berpegang dan berharap kepada-Nya?"&lt;br /&gt;Kalaupun tidak meragukan dan kehilangan kepercayaan kepada Tuhan, ia bisa menjadi kecewa bahkan marah kepada Tuhan karena merasa bahwa Tuhan telah berlaku tidak adil kepadanya. "Mengapa Tuhan begitu tidak peduli kepadaku dan membiarkan aku mengalami keadaan seperti ini, sedang orang lain tidak? Apa kekuranganku dan apa salahku?"&lt;br /&gt;Perasaan ragu dan tidak percaya pada kuasa dan kasih Tuhan lagi, maupun kekecewaan dan kemarahan karena merasa tidak dipedulikan dan diperlakukan tidak adil oleh Tuhan, sangat berbahaya bagi kehidupan iman orang percaya. Kedua hal tersebut dapat mengakibatkan orang beriman menjadi goyah bahkan meninggalkan imannya. Karena tidak percaya, kecewa, dan bahkan marah kepada Tuhan, dalam upaya mengatasi dan memecahkan persolannya, orang lalu menjadi tidak peduli lagi kepada Tuhan ataupun hukum-hukum-Nya. Manusia juga berusaha mencari tuhan dan penyelamat yang lain, yang dianggap bisa lebih dipercaya dan diandalkan, serta menempuh jalannya sendiri.&lt;br /&gt;Keadaan seperti itulah yang dialami oleh umat Tuhan seperti dinyatakan oleh Nabi Yesaya dalam pemberitaannya. Waktu itu umat Tuhan sedang mengalami hidup penuh penderitaan di Babel, tanah pembuangan, sebagai rakyat jajahan yang kalah perang dan kemudian ditawan atau dipindahkan dengan paksa ke negeri bangsa yang mengalahkannya itu.&lt;br /&gt;Di sana mereka benar-benar telah kehilangan segala-galanya. Sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, mereka telah kehilangan eksistensi, kehormatan, dan harga dirinya. Di tanah pembuangan itu mereka diperlakukan sebagai budak, didiskriminasi, dihilangkan hak- hak kemanusiaannya, dan harus melayani kehendak bangsa lain yang menguasainya itu. Padahal, mereka menganggap dan percaya bahwa dirinya adalah umat pilihan Allah sendiri. Oleh sebab itu, mereka mulai meragukan Tuhan dan bahkan kehilangan kepercayaannya sehingga berucap, "Hidupku tersembunyi dari Tuhan, dan hakku tidak diperhatikan Allahku" (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yesaya 40:27" onclick="return swebpop('Yesaya+40%3A27');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061320/#SABDAweb"&gt;Yesaya 40:27&lt;/a&gt;). Umat itu merasa telah ditinggalkan dan diabaikan oleh Tuhan.&lt;br /&gt;Dalam situasi yang penuh penderitaan dan tekanan itu, Nabi Yesaya diutus Tuhan untuk menyalakan harapan dalam hati mereka. Nabi Yesaya menyampaikan berita mengenai janji Allah untuk menyelamatkan umat- Nya. Melalui pemberitaan Nabi Yesaya, Tuhan hendak mengingatkan kembali umat-Nya yang sedang menderita, terpuruk, dan kehilangan harapan, bahwa "Tuhan adalah Allah yang kekal, yang menciptakan langit dan bumi, yang tidak pernah menjadi lelah dan lesu, dan yang berkenan memberikan kekuatan kembali kepada yang lelah serta menambah semangat kepada yang tidak berdaya (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yesaya 40:28,29" onclick="return swebpop('Yesaya+40%3A28%2C29');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061320/#SABDAweb"&gt;Yesaya 40:28,29&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;"Orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru," kata Yesaya, "mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah" (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yesaya 40:31" onclick="return swebpop('Yesaya+40%3A31');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061320/#SABDAweb"&gt;Yesaya 40:31&lt;/a&gt;). Bagi mereka yang masih mau memercayai Tuhan dan menanti-nantikan-Nya, meskipun harus berlari dan berjalan dalam belantara kehidupan yang berat dan penuh gejolak, mereka tidak akan menjadi lesu dan lelah. Mereka akan tetap bertahan dan terus maju. Itulah janji Allah kepada umat-Nya, yang pasti akan Ia penuhi, asalkan umat-Nya itu masih setia dan tetap mau menantikan dan mengharapkan pertolongan-Nya.&lt;br /&gt;Dalam hal ini, kita perlu benar-benar menyadari bahwa kunci keselamatan itu terletak pada kesetiaan akan pengharapan yang hanya digantungkan kepada Tuhan saja! Atau dengan kata lain, kunci keselamatan itu terletak dalam iman kepada Tuhan yang tak tergoyahkan, meski menghadapi berbagai kesulitan dan penderitaan. Selama ada iman, di situ pula keselamatan akan tetap ada. Inilah rahasia dan keajaiban iman yang harus diyakini dan dipertahankan oleh orang yang mengaku percaya kepada Allah!&lt;br /&gt;Saat ini kita telah memasuki Masa Raya Natal. Semoga konsentrasi kita dalam memperingati kelahiran Kristus itu akan sungguh-sungguh dapat memelihara dan memperbesar nyala iman dan pengharapan kita kepada-Nya, meski di tengah berbagai tantangan, persoalan, dan kesulitan yang membayang-bayangi kita sebagai pengikut Kristus, baik sebagai pribadi, maupun sebagai gereja.&lt;br /&gt;Marilah kita menjadikan Masa Raya Natal ini sebagai suatu masa penggenapan dari penantian kita akan kepedulian Tuhan, di mana kita benar-benar mengharapkan dan menanti-nantikan campur tangan dan kedatangan-Nya. Meskipun harus berlari, kita tidak akan lesu dan meskipun kita harus berjalan, kita tidak akan lelah. "Orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru."&lt;br /&gt;Selamat Hari Natal, Imanuel, Tuhan Beserta kita!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Gloria Cyber Ministries, Sutarno, &lt;a href="http://www.glorianet.org/tamanbacaan/kliping/kl135.html"&gt;http://www.glorianet.org/tamanbacaan/kliping/kl135.html&lt;/a&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-5129837829394156346?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/5129837829394156346/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=5129837829394156346' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/5129837829394156346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/5129837829394156346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/natal-penggenapan-suatu-penantian-dan.html' title='Natal: Penggenapan Suatu Penantian dan Harapan (Yesaya 40:27-31)'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-7947003518762254578</id><published>2007-03-29T10:31:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:34:59.297-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Kunjungan: Kerja Sama antara Orang Tua dan Guru</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Kunjungan: Kerja Sama antara Orang Tua dan Guru&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah mementingkan keluarga. Allah sendiri yang menyusun keluarga dan telah membela penyusunannya sebagai dasar pertumbuhan manusia dan pembaharuan di sepanjang sejarah. Tidak saja memulai peristiwa- peristiwa dunia dengan satu keluarga, Dia juga berusaha menyelamatkan dunia dari dosa dengan mengirim Anak-Nya untuk lahir, hidup, dan bertumbuh dalam satu keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fakta bahwa Allah menganggap penting keluarga juga diikuti kenyataan bahwa perangai dan keadaan seseorang pada waktu dewasa terbentuk dari pengaruh kehidupan keluarganya. Para ahli ilmu jiwa menyetujui bahwa sebagian besar pola kehidupan dibentuk pada lima tahun pertama kehidupan anak itu. Selama masa itu pengaruh orang tua sangat besar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Secara sadar maupun tidak, orang tua mengajarkan kelakuan dan sikap- sikap yang mereka harapkan kepada anak. Pada waktu anak itu menanggapi, ia diberi hadiah atau dihukum menurut kesesuaian antara perbuatannya dengan pengharapan orang tuanya. Akhirnya, patokan- patokan itu diteguhkan dalam perangainya dan anak itu membawa pola kelakuan itu sampai masa remaja dan masa dewasa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Persoalan guru sekolah Minggu sudah jelas. Jika orang tua tidak pernah berdoa sebelum makan atau tidak membaca Alkitab di rumah, atau mengikutsertakan anak mereka dalam ibadah keluarga, bagaimana guru itu dapat meyakinkan pelajar itu bahwa Alkitab dapat dipercaya atau bahwa doa itu perlu dan bermanfaat?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat mengatasi persoalan ini pada waktu kita bekerja sesuai dengan hukum-hukum Allah. Yang pertama adalah keluarga sebagai unit dasar organisasi-Nya. Jika Allah menetapkan keluarga sebagai pengaruh yang terutama atas perkembangan anak, sebagai guru kita harus berusaha mengadakan hubungan yang erat dengan keluarga anak itu. Mempersiapkan pelajaran dan mengajarkannya dengan efektif pada hari Minggu pagi ternyata masih belum cukup.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan kerja sama dari orang tua murid, para guru harus terlebih dahulu bersedia mengunjungi rumah murid-muridnya. Sikap guru terhadap kunjungan dapat membangun atau menghancurkan sebuah kelas sekolah Minggu. Suatu kunjungan rumah tidak saja memberi kesempatan kepada guru untuk menjumpai orang tua, tetapi juga memberi kesempatan untuk melihat hubungan pelajar itu dengan orang tua dan saudara-saudaranya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari kunjungan itu banyak, tetapi hampir selalu berupa terbentuknya satu ikatan segitiga antara orang tua, guru, dan anak. Beberapa tahun lalu, ketika pindah ke rumah kami yang sekarang, anak kami yang terkecil berusia lima tahun. Salah satu di antara pengunjung-pengunjung pertama ke rumah kami adalah guru sekolah Minggunya. Rasa persaudaraan terhadap guru itu timbul dalam hati saya selama kami membicarakan kebenaran-kebenaran rohani pada waktu itu. Setiap membawa anak saya ke kelas sekolah Minggu, saya dapat lebih menaruh perhatian dan juga lebih bersyukur atas pekerjaan yang sedang dilakukan olehnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya juga melihat bahwa kunjungan sangat berguna bagi guru. Pada suatu waktu saya mempunyai seorang murid yang kurang terbuka. Dia sering membuat ribut di kelas dan menolak untuk menanggapi pelajaran atau keramahan gurunya sampai saya mengunjungi rumahnya. Pada suatu hari Sabtu sore saya hanya mampir di rumahnya. Dia sedang bermain-main di pekarangan tetangganya pada waktu saya tiba di situ, tetapi ketika didengarnya saya ada cepat-cepat dia pulang. Dia tinggal dalam ruang itu dengan ibunya dan saya; walaupun dia tidak duduk bersama-sama, dia mendengarkan percakapan kami.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, sebuah pintu seolah-olah terbuka dalam hidupnya. Dia sendiri mulai berbicara kepada saya dengan menceritakan pengalaman- pengalamannya, dan pada suatu Minggu dibawanya bunga untuk saya. Kunjungan ke rumahnya merupakan satu langkah yang besar sekali untuk mengadakan hubungan di antara dia dengan guru sekolah Minggunya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Satu peraturan sederhana yang perlu ditetapkan oleh setiap guru bagi dirinya sendiri adalah mengunjungi setiap pelajar di rumahnya sekurang-kurangnya sekali setahun, dan lebih sering jika pelajar maupun guru memperoleh manfaat daripadanya. Hubungan guru dengan murid di tempat lain tidak dapat menggantikan hal ini karena kesan yang diterima pelajar itu dari suatu kunjungan ke rumahnya adalah bahwa dia, secara pribadi, cukup penting bagi guru sehingga guru menyediakan waktu dan tenaga untuk dia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selain kunjungan, beberapa kegiatan-kegiatan lain dapat dilakukan oleh seorang guru untuk mengikutsertakan pelajar dan orang tua. Salah satu di antaranya adalah seperti yang dilakukan oleh guru anak saya yang duduk di kelas tiga SD, yakni mengadakan suatu pertemuan para orang tua. Ketika saya mulai mengajar sebuah kelas Tunas Remaja untuk anak-anak perempuan di sekolah Minggu, saya mengundang baik pemudi-pemudi itu maupun ibunya ke rumah saya pada suatu hari Minggu sore. Kebanyakan pemudi-pemudi dan ibunya datang. Sementara pemudi- pemudi itu bercakap-cakap dengan sesama mereka, saya berbicara dengan ibu-ibu mereka. Kami membahas sifat-sifat umur Tunas Remaja itu, keperluan-keperluan rohaninya, beberapa rencana pelajaran, dan gagasan-gagasan untuk kegiatan-kegiatan istimewa. Saya diganjar dengan perasaan bahwa saya memperoleh kerja sama yang penuh dari setiap ibu yang hadir, dan berulang kali selama tahun itu, dalam satu atau lain cara, keyakinan itu meringankan kesukaran-kesukaran yang saya alami.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Gagasan lain yang patut diperhatikan adalah mengadakan kegiatan sosial bagi para pelajar yang memberi kesempatan kepada mereka untuk membawa orang tuanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apapun metode yang digunakan atau kegiatan yang direncanakan, para guru akan mengajar dengan lebih berhasil pada waktu orang tua ikut serta secara aktif dalam perkembangan rohani anak-anak mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 1, , BabDi Luar Ruang Kelas, halaman 185 - 187, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1997. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Program Kunjungan Murid-Murid yang Tak Hadir&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;PERLUNYA PROGRAM YANG TERORGANISIR&lt;br /&gt;Dewasa ini gereja-gereja kita penuh dengan orang-orang yang sibuk dan yang paling sibuk ialah mereka yang bekerja di sekolah Minggu. Hal ini menunjukkan seolah-olah Allah memanggil orang yang sibuk untuk melakukan pekerjaan-Nya. Hal ini pula yang terjadi dalam pekerjaan di sekolah Minggu. Seolah-olah guru-guru akan terlalu terbebani bila mereka diberi tanggung jawab untuk mengunjungi murid- murid yang tidak hadir. Mereka akan memerlukan bantuan. Para pekerja di sekolah Minggu harus membuat beban itu seringan-ringannya agar mereka dapat meneruskan dan melaksanakan pelayanan mereka untuk Kristus. Bantuan tertentu dapat diberikan sehingga pekerjaan yang ada menjadi lebih ringan dan menyenangkan jika suatu program kunjungan yang terorganisir disiapkan dan dijalankan. Bergotong- royong meringankan pekerjaan, dan jika sekolah Minggu bekerja sama dalam tugas mengunjungi murid-murid yang tak hadir, pekerjaan itu akan dapat dilaksanakan dengan lebih mudah dan efektif.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;LANGKAH DALAM PROGRAM ITU&lt;br /&gt;Kita dapat lebih memahami persoalan yang sedang kita hadapi ini jikalau kita memperinci program kunjungan ini sampai ke langkah- langkahnya yang utama. Kita akan mendapati bahwa langkah-langkah itu terdiri dari lima tugas berurutan yang harus dilaksanakan agar program itu tercapai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketahuilah nama murid yang tak hadir itu.Ini berarti kita harus mengetahui siapa-siapa yang tak hadir dan membuat persiapan untuk mengunjunginya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penyerahan tugas kunjungan.Jika guru sendiri yang mengetahui ketidakhadiran itu, ia dapat langsung mengadakan kunjungan itu sendiri. Tetapi seringkali tidak mungkin bagi guru untuk mengetahui murid-murid yang tak hadir ini, terutama dalam kelas yang lebih besar. Oleh sebab itu, seseorang harus memberitahukan nama murid-murid yang tak hadir supaya guru dapat mengetahui siapa saja yang harus dikunjungi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adakanlah kunjungan itu.Kunjungan itu dapat dilakukan sekehendak guru atau mungkin bisa direncanakan suatu program kunjungan di mana para pekerja Sekolah Minggu dapat bersama-sama melaksanakan pekerjaan yang penting ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Laporkan kunjungan itu.Hanya mengunjungi saja tidaklah cukup. Harus ada laporan yang menerangkan mengapa murid itu tak hadir dan apakah ia akan kembali lagi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Periksalah laporan kunjungan itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidaklah cukup bila hanya meminta guru mengadakan kunjungan. Kita juga harus mengetahui apakah ia telah melaksanakannya dan menunjukkan hasilnya. Manusia cenderung menjadi lalai dalam melaksanakan kewajibannya jika tak diadakan pemeriksaan atas pekerjaannya. Asas penting yang terkenal berlaku di sini. "Di mana ada tanggung jawab, di situ ada pertanggungjawaban." Bila seseorang dimintai pertanggungjawaban atas pekerjaannya, sudah seharusnya ia bekerja lebih baik daripada jika pekerjaan itu tak dimintai pertanggungjawaban.&lt;br /&gt;Kini marilah kita meninjau bagaimana suatu program kunjungan yang terorganisir dapat menolong kita dalam melaksanakan kelima langkah ini, yang diperlukan demi suksesnya program itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;MENGORGANISIR PERKUNJUNGAN&lt;br /&gt;Di kebanyakan sekolah Minggu, pemimpin dan staf pekerjanya terlalu sibuk mengurusi sekolah Minggu sehingga tak mempunyai banyak waktu untuk menangani masalah murid-murid yang tak hadir. Bahkan sekolah yang amat kecil pun membuat pemimpin dan stafnya tetap sibuk. Ada seorang anggota pengurus dalam sekolah Minggu yang biasanya mempunyai lebih banyak waktu daripada yang lain, yaitu wakil pemimpin. Seringkali ia tidak mempunyai pekerjaan apa-apa dan jabatannya hanya sekadar nama saja. Ia menunggu saat bila pemimpin tak hadir supaya ia dapat menggantikan selama ketidakhadirannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengapa tidak memberi pekerjaan kepadanya? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada umumnya dialah pekerja yang terkemuka dan cakap. Jika diminta ia dapat mengambil tanggung jawab mengorganisasi dan mengatur program kunjungan murid- murid yang tak hadir. Banyak sekolah Minggu mengubah jabatan wakil pemimpin menjadi pemimpin pendaftaran atau pemimpin keanggotaan dengan memberikan tanggung jawab kepadanya dalam program kunjungan. Dalam sebuah sekolah yang kecil, wakil pemimpin dapat mengurus pekerjaan ini sendiri atau mungkin dengan bantuan sekretaris sekolah Minggu. Sekolah-sekolah yang lebih besar mungkin perlu memberikan seorang pembantu kepadanya, yaitu yang disebut sebagai panitera pendaftaran.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, marilah kita lihat bagaimana program kunjungan ini dapat diorganisasi dengan mengikuti kelima langkah berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui Nama-Nama Murid yang Tak Hadir&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam sekolah-sekolah yang kecil, tugas ini dapat diserahkan kepada guru itu sendiri, sekretaris kelas, atau guru pembantu untuk membuat daftar murid yang tak hadir untuk diberikan kepada guru pada akhir jam pelajaran. Cara yang paling cepat untuk mengetahui murid yang tak hadir ialah dengan memeriksa daftar murid yang hadir waktu mereka masuk kelas. Sementara memberi tanda cawang pada nama murid yang hadir (dalam buku catatan kelas), nama-nama mereka yang tak hadir dapat langsung dicatat pada sebuah daftar yang dapat disediakan untuk program kunjungan. Hal ini dapat dilakukan oleh sekretaris kelas ketika memeriksa daftar hadir tersebut (atau oleh siapa pun yang bertanggung jawab menyerahkan laporan itu kepada sekretaris departemen atau sekretaris sekolah). Jika tak mungkin bagi guru atau sekretaris kelas untuk melakukan ini, sekretaris departemen (dalam sekolah yang terbagi atas departemen) atau sekretaris seluruh sekolah dapat melakukannya. Dengan salah satu cara, maka suatu sistem dapat disusun untuk mengetahui siapa yang tak hadir dan membuat persiapan untuk mengunjungi mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, setiap sekolah harus menyadari bahwa membuat catatan ketidakhadiran adalah sama pentingnya dengan membuat catatan kehadiran. Kebanyakan buku catatan sekolah Minggu kita hanya menyediakan catatan untuk mereka yang hadir. Mengapa kita tidak menyediakan juga suatu tempat untuk mencatat mereka yang tak hadir supaya kita dapat membuat perbandingan antara keduanya dan dapat mengurus ketidakhadiran itu dengan baik?&lt;br /&gt;Menyerahkan Tugas KunjunganCara menyerahkan tugas kunjungan terutama bergantung pada macam dan besarnya sekolah. Dalam kelas yang kecil di mana guru sendiri dapat mengawasi murid-murid yang tak hadir, ia dapat mencatatnya sendiri dan mengambil tanggung jawab untuk mengunjungi mereka dalam minggu berikutnya. Jika sekretaris kelas mengurus catatan itu, ia dapat menyediakan sebuah daftar untuk diberikan kepada guru pada akhir jam pelajaran. Demikian halnya dengan sekretaris departemen atau orang lain yang mengurus catatan-catatan ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangkali cara yang paling efektif untuk menugaskan perkunjungan murid-murid yang tak hadir ialah dengan memakai nota perkunjungan yang dapat dipesan dari Penerbit Gandum Mas.&lt;br /&gt;Bila sekretaris kelas atau sekretaris departemen mendapati bahwa ada murid-murid dari satu kelas yang tak hadir, nama serta alamat mereka itu ditulis pada nota perkunjungan murid yang tak hadir. Nota ini dapat diserahkan kepada guru dan menjadi suatu penyerahan tugas untuk mengunjungi murid-murid yang tak hadir itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengadakan KunjunganSoal bagaimana dan bilamana kunjungan harus diadakan terutama bergantung kepada keinginan dan rencana sekolah Minggu setempat. Dalam beberapa hal guru diperkenankan melakukan kunjungan bila ia sempat. Namun ternyata, umumnya diperlukan sebuah program kunjungan yang terorganisir untuk memperoleh hasil-hasil terbaik. Jika dapat ditetapkan suatu hari tertentu untuk pekerjaan ini dan para pengunjung berkumpul di gereja untuk berdoa, kemudian pergi mengadakan kunjungan, pekerjaan itu dapat dilaksanakan dengan sangat efektif. Sudah tentu pemilihan hari tergantung pada kondisi setempat. Hari Senin ternyata paling baik. Sudah tentu program kunjungan semacam itu memerlukan dorongan terus-menerus. Tetapi seorang gembala dan pemimpin yang waspada, serta staf yang terdiri dari orang-orang yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan bersemangat dalam program ini, akan menyebabkan minat itu tetap hidup sehingga kunjungan tetap berjalan dengan lancar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Melaporkan KunjunganSesudah kunjungan-kunjungan selesai dan catatan pada nota kunjungan telah dibuat, sebuah laporan yang menyeluruh dapat ditulis pada kertas lain. Nota ini diserahkan kembali kepada sekretaris atau administrasi untuk dinilai dan ditindaklanjuti. Dengan demikian, administrasi sekolah Minggu bisa mendapat laporan untuk memberi gambaran lengkap mengenai program kunjungan itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memeriksa Laporan KunjunganProgram Kunjungan tidak akan lengkap kecuali diadakan pemeriksaan mengenai kunjungan itu. Jika tidak diadakan pemeriksaan atas pekerjaan itu, dapat diduga bahwa dampak kunjungan itu akan berkurang dengan cepat. Bila seorang pengunjung menyadari bahwa pekerjaannya akan diperiksa, ia akan lebih teliti dalam mengadakan kunjungan dan mengisi laporan yang dibutuhkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekolah yang menggabungkan kunjungan kepada murid-murid yang tak hadir dengan kunjungan kepada calon-calon anggota, yaitu mereka yang telah satu atau dua kali menghadiri sekolah Minggu dan mungkin dapat menjadi anggota jika diminta secara pribadi. Bila seseorang datang ke sekolah Minggu satu atau dua kali lalu tak muncul lagi pada Minggu berikutnya, ia harus dikunjungi karena walaupun ia bukan anggota, ia adalah calon anggota. Cara terbaik untuk menarik pengunjung-pengunjung sekolah menjadi anggota ialah dengan membalas kunjungan mereka pada minggu itu juga. Kunjungan dari guru kelasnya satu atau dua hari sesudah kunjungannya ke sekolah Minggu, pasti akan meninggalkan kesan pada anak yang baru dikunjungi itu. Akan timbul keinginan dalam dirinya untuk datang lagi dan menjadi anggota tetap di sekolah Minggu itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Harus disadari bahwa tak ada suatu peraturan yang tetap yang dapat ditentukan untuk mengorganisir suatu program kunjungan. Corak program itu harus ditentukan oleh keadaan atau kesukaan setempat, tetapi tentu saja harus disusun suatu bentuk organisasi dengan orang tertentu yang bertanggung jawab atas administrasi pekerjaan tersebut. Gembala dan pemimpin sekolah Minggu hendaknya mengawasi, memeriksa, mendorong, dan memberi semangat dalam program tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Sekolah Minggu yang Berhasil, Ralph M. Riggs, , halaman 104 - 109, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1978. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-7947003518762254578?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/7947003518762254578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=7947003518762254578' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/7947003518762254578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/7947003518762254578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/kunjungan-kerja-sama-antara-orang-tua.html' title='Kunjungan: Kerja Sama antara Orang Tua dan Guru'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-622141926367483943</id><published>2007-03-29T10:19:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:30:55.922-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Pentingnya Permainan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Pentingnya Permainan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagian orang kurang setuju apabila permainan digunakan di dalam program SM, sebagian yang lain setuju. Pihak yang tidak setuju mengatakan bahwa permainan itu bersifat duniawi sehingga tidak baik dibawa ke dalam gereja. Sedangkan pihak yang setuju mengatakan bahwa permainan diperlukan untuk memecahkan kebekuan (ice-breaking).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;FUNGSI BERMAIN&lt;br /&gt;Permainan dapat memperluas interaksi sosial dan mengembangkan keterampilan sosial, yaitu belajar bagaimana berbagi, hidup bersama, mengambil peran, belajar hidup dalam masyarakat secara umum. Selain itu, permainan akan meningkatkan perkembangan fisik, koordinasi tubuh, dan mengembangkan serta memperhalus keterampilan motor kasar dan halus. Permainan juga akan membantu anak-anak memahami tubuhnya; fungsi dan bagaimana menggunakannnya dalam belajar. Anak-anak bisa mengetahui bahwa bermain itu menyegarkan, menyenangkan dan memberikan kepuasan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Permainan dapat membantu perkembangan kepribadian dan emosi karena anak-anak mencoba melakukan berbagai peran, mengungkapkan perasaan, menyatakan diri dalam suasana yang tidak mengancam, juga memerhatikan peran orang lain. Melalui permainan anak-anak bisa belajar mematuhi aturan sekaligus menghargai hak orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian selanjutnya akan disampaikan makna permainan secara lebih terinci, mengikuti sistematika edisi khusus majalah Ayahbunda berjudul "Bermain, Dunia Anak".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;BERMAIN DAN KEMAMPUAN INTELEKTUAL&lt;br /&gt;Fungsi bermain terhadap kemampuan intelektual dapat dilihat pada beberapa hal berikut ini.&lt;br /&gt;Merangsang perkembangan kognitif.&lt;br /&gt;Dengan bermain, sensori-motor (indera-pergerakan) anak-anak dapat mengenal permukaan lembut, kasar, atau kaku. Permainan fisik akan mengajarkan anak akan batas kemampuannya sendiri. Permainan juga akan meningkatkan kemampuan abstraksi (imajinasi dan fantasi) sehingga anak-anak semakin jelas mengenal konsep besar-kecil, atas-bawah, dan penuh-kosong. Melalui permainan anak-anak dapat menghargai aturan, keteraturan, dan logika.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Membangun struktur kognitif.&lt;br /&gt;Melalui permainan, anak-anak akan memperoleh informasi yang lebih banyak sehingga pengetahuan dan pemahamannya akan lebih kaya dan lebih dalam. Bila informasi baru ini ternyata berbeda dengan yang selama ini diketahuinya, anak dapat mengubah informasi yang lama sehingga ia mendapatkan pemahaman atau pengetahuan yang lebih baru. Jadi melalui bermain, struktur kognitif anak terus diperkaya, diperdalam, dan diperbarui sehingga semakin sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Membangun kemampuan kognitif.&lt;br /&gt;Kemampuan kognitif mencakup kemampuan mengidentifikasi, mengelompokkan, mengurutkan, mengamati, membedakan, meramalkan, menentukan hubungan sebab-akibat, membandingkan, dan menarik kesimpulan. Permainan akan mengasah kepekaan anak-anak akan keteraturan, urutan, dan waktu. Permainan juga meningkatkan kemampuan logis (logika).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Belajar memecahkan masalah.&lt;br /&gt;Di dalam permainan, anak-anak akan menemui berbagai masalah sehingga bermain akan memberikan kesempatan kepada anak untuk mengetahui bahwa ada beberapa kemungkinan untuk memecahkan masalah. Permainan juga memungkinkan anak-anak bertahan lebih lama menghadapi kesulitan sebelum persoalan yang ia hadapi dapat dipecahkan. Proses pemecahan masalah ini mencakup adanya imajinasi aktif anak-anak. Imajinasi aktif akan mencegah timbulnya kebosanan yang merupakan pencetus kerewelan pada anak- anak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengembangkan rentang konsentrasi.&lt;br /&gt;Apabila tidak ada konsentrasi atau rentang perhatian yang memadai, seorang anak tidak mungkin dapat bertahan lama bermain peran (pura-pura menjadi dokter, ayah-anak-ibu, guru, dll.). Ada hubungan yang dekat antara imajinasi dan kemampuan konsentrasi. Imajinasi membantu meningkatkan kemampuan konsentrasi. Anak-anak yang tidak imajinatif memiliki rentang perhatian (konsentrasi) yang pendek dan memiliki kemungkinan besar untuk berperilaku agresif dan mengacau.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;BERMAIN DAN PERKEMBANGAN BAHASA&lt;br /&gt;Dapat dikatakan bahwa kegiatan bermain merupakan "laboratorium bahasa" buat anak-anak. Di dalam bermain, anak-anak bercakap-cakap satu dengan yang lain, berargumentasi, menjelaskan, dan meyakinkan. Jumlah kosakata yang dikuasai anak-anak dapat meningkat karena mereka dapat menemukan kata-kata baru.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;BERMAIN DAN PERKEMBANGAN SOSIAL&lt;br /&gt;Perkembangan sosial yang terjadi melalui proses bermain adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Meningkatkan sikap sosial.&lt;br /&gt;Ketika bermain, anak-anak harus memerhatikan cara pandang teman bermainnya, dan dengan demikian akan mengurangi sikap egosentrisnya. Dalam permainan itu pula anak-anak dapat belajar bagaimana bersaing dengan jujur, sportif, tahu akan haknya, dan peduli akan hak orang lain. Anak-anak juga dapat belajar apa artinya sebuah tim dan semangat tim.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Belajar berkomunikasi.&lt;br /&gt;Agar dapat melakukan permainan, seorang anak harus dapat mengerti dan dimengerti oleh teman-temannya. Karena itu melalui permainan, anak-anak dapat belajar bagaimana mengungkapkan pendapatnya, juga mendengarkan pendapat orang lain. Di sini pula anak belajar untuk menghargai pendapat orang lain dan perbedaan pendapat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Belajar mengorganisasi.&lt;br /&gt;Permainan seringkali menghendaki adanya peran yang berbeda dan karena itu dalam permainan ini anak-anak dapat belajar berorganisasi sehubungan dengan penentuan siapa yang akan menjadi apa. Melalui permainan ini anak-anak juga dapat belajar bagaimana menghargai harmoni dan mau melakukan kompromi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;BERMAIN DAN PERKEMBANGAN EMOSI&lt;br /&gt;Emosi akan selalu terkait di dalam bermain, entah itu senang, sedih, marah, takut, dan cemas. Oleh karena itu, bermain merupakan suatu tempat pelampiasan emosi dan juga relaksasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kestabilan emosi.&lt;br /&gt;Adanya tawa, senyum, dan ekspresi kegembiraan lain mempunyai pengaruh jauh di luar wilayah bermain itu sendiri. Adanya kegembiraan/perasaan senang yang dirasakan bersama ini dapat mengarah pada kestabilan emosi anak-anak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasa kompetensi dan percaya diri.&lt;br /&gt;Bermain menyediakan kesempatan kepada anak-anak untuk mengatasi situasi. Kemampuan mengatasi situasi ini membuat anak merasa kompeten dan berhasil. Perasaan mampu ini pula yang akan mengembangkan percaya diri anak-anak. Selain itu, anak-anak dapat membandingkan kemampuan pribadinya dengan teman-temannya sehingga dia dapat memandang dirinya lebih wajar (mengembangkan konsep diri yang realistis).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menyalurkan keinginan.&lt;br /&gt;Di dalam bermain, anak-anak dapat menentukan pilihan ingin menjadi apa dia. Bisa saja ia ingin menjadi "ikan", bukan "cacing"; bisa juga ia menjadi "komandan" pasukan perangnya, bukan "prajurit" biasa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menetralisir emosi negatif.&lt;br /&gt;Bermain dapat menjadi "katup" pelepasan emosi negatif anak, misalnya rasa takut, marah, cemas, dan memberi anak-anak kesempatan untuk menguasai pengalaman traumatik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengatasi konflik.&lt;br /&gt;Di dalam bermain sangat mungkin akan timbul konflik antara satu anak dengan lainnya dan karena itu anak-anak bisa belajar memilih alternatif untuk menyikapi atau menangani konflik yang ada.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menyalurkan agresivitas secara aman.&lt;br /&gt;Bermain memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menyalurkan agresivitasnya secara aman. Dengan menjadi "raksasa", misalnya, anak-anak dapat merasa "mempunyai kekuatan" dan dengan demikian anak-anak dapat mengekspresikan emosinya yang intens yang mungkin ada tanpa merugikan siapa pun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;BERMAIN DAN PERKEMBANGAN FISIK&lt;br /&gt;Melalui bermain kemampuan motorik, anak-anak dapat berkembang dari kasar ke halus.&lt;br /&gt;Mengembangkan kepekaan penginderaan.&lt;br /&gt;Dengan bermain, anak-anak dapat mengenal berbagai bentuk; merasakan tekstur halus, kasar, lembut; mengenal bau; suara dan bahkan rasa. Anak-anak bisa juga mengenali kekerasan benda, suhu, warna, dsb.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengembangkan keterampilan motorik.&lt;br /&gt;Dengan bermain, seorang anak dapat mengembangkan kemampuan motorik seperti berjalan, berlari, melompat, bergoyang, berguling, mengangkat, menjinjing, melempar, menangkap, meluncur, memanjat, berayun, dan menyeimbangkan diri. Selain itu, anak-anak dapat belajar merangkai, menyusun, menumpuk, mewarna, juga menggambar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menyalurkan energi fisik yang terpendam.&lt;br /&gt;Bermain dapat menyalurkan energi berlebih yang ada di dalam diri anak-anak, misalnya dengan bermain kejar-kejaran, bergelut, atau lainnya. Energi berlebih yang tidak disalurkan dapat menyebabkan anak-anak tegang, gelisah, dan mudah tersinggung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;BERMAIN DAN KREATIVITAS&lt;br /&gt;Di dalam bermain, anak-anak dapat berimajinasi sehingga dapat mengasah daya kreativitas anak-anak. Adanya kesempatan untuk berpikir lepas dari batas-batas dunia nyata menjadikan anak-anak dapat mengembangkan proses berpikir yang lebih kreatif yang akan sangat berguna untuk kehidupan nyata sehari-hari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;MANFAAT BERMAIN DALAM SEKOLAH MINGGU&lt;br /&gt;Setelah mengerti manfaat bermain secara umum di atas, marilah kita sekarang mengarahkan perhatian kita kepada manfaat bermain dalam program sekolah Minggu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Membantu perkembangan individu.&lt;br /&gt;Melihat begitu pentingnya permainan untuk kehidupan anak-anak, akankah kita masih terus berdebat tentang "perlu tidaknya" atau "baik tidaknya" memasukkan permainan ke dalam program sekolah Minggu? Dengan memasukkan permainan yang tepat ke dalam program sekolah Minggu, kita membantu anak-anak untuk hidup atau membantu mereka bersiap untuk menghadapi hari-hari depannya. Di sinilah sebetulnya gereja berkesempatan mengambil peran membangun pribadi seorang individu yang mempunyai dampak serius bagi gereja dan juga negara karena masa kanak-kanak ini mempunyai efek yang paling besar dalam kehidupan selanjutnya sebagai seorang individu manusia. Bila gereja tidak memberi kesempatan anak untuk bermain, anak-anak akan bermain di tempat yang mungkin tidak kita inginkan. Atau bila gereja tidak memberi kesempatan bagi anak- anak untuk bermain secara sehat, mereka akan melakukan permainan yang tidak sehat di tempat lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memang waktu penyelenggaraan sekolah Minggu teramat pendek dibandingkan dengan kegiatan yang lain. Akan tetapi jika dilaksanakan dengan baik, sekolah Minggu dapat berperan banyak. Untuk meningkatkan peran sekolah Minggu dalam pembentukan pribadi seseorang, perlu dipikirkan acara lain selain jam pelaksanaan sekolah Minggu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Membantu penyampaian firman Tuhan.&lt;br /&gt;Adanya program sekolah Minggu yang juga memasukkan unsur bermain ternyata membantu proses penyampaian firman Tuhan. Uji coba rekan satu tim kami menunjukkan bahwa setelah adanya permainan, anak- anak dapat tahan lebih lama dalam mendengarkan firman Tuhan. Ada beberapa hal yang membuat acara bermain cukup membantu proses belajar firman Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak menjadi senang dan puas.&lt;br /&gt;Dengan bermain, anak-anak merasa puas, senang, dan hatinya menjadi terbuka untuk dapat mendengar firman Tuhan. Jelas, inilah yang diharapkan dalam program sekolah Minggu. Betapa pun penting dan indahnya firman Tuhan disampaikan, tidak akan banyak memberikan efek apabila hati pendengarnya tertutup.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak melepaskan energi berlebihnya.&lt;br /&gt;Anak-anak masih memiliki energi yang besar dan perlu pelepasan. Dalam bermain, anak-anak dapat melepaskan kelebihan energinya dan karena hal ini, anak-anak bisa tahan cukup lama untuk berkonsentrasi dalam mengikuti firman Tuhan. Energi berlebih yang tidak disalurkan biasanya akan mendorong anak-anak untuk bermain sendiri, berlari-larian, atau mengganggu kawan lain saat firman Tuhan disampaikan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak lebih memahami arti firman Tuhan.&lt;br /&gt;Permainan dapat digunakan pula sebagai alat untuk menjelaskan firman Tuhan dan karena itu, melalui permainan anak-anak dapat lebih memahami arti firman yang disampaikan oleh guru sekolah Minggu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup ingin disampaikan, "Ajaklah anak-anak untuk bermain agar mereka lebih siap menghadapi dan menjalani kehidupan di dunia ini dan mereka siap pula menerima Yesus dan hidup sebagai murid Kristus."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Menciptakan Sekolah Minggu yang Menyenangkan, Sudi Ariyanto dan Helena Erika, , halaman 75 - 89, Gloria Graffa, Yogyakarta, 2003. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Mempersiapkan Acara Permainan di Sekolah Minggu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Acara sekolah Minggu ternyata bukan hanya bernyanyi, mendengar firman Tuhan, berdoa, atau kreativitas, tetapi bisa juga dalam bentuk permainan. Sekolah Minggu perlu melakukan permainan untuk memperlihatkan kasih dan kekudusan dari Allah. Dan kalau sekolah Minggu tidak memberikan permainan yang kudus dan rohani, akibatnya anak-anak lebih mengenal dan melakukan permainan yang hanya memiliki nilai duniawi dan tidak memberikan manfaat belajar yang tinggi. Oleh karena itu, mari kita mulai lebih serius lagi memikirkan permainan di sekolah Minggu yang selama ini cenderung hanya dijadikan selingan saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa petunjuk jika ingin mengadakan satu hari khusus untuk permainan di sekolah Minggu Anda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Siapkan ide dan para pelayan.&lt;br /&gt;Mungkin dalam pikiran Anda sudah ada ide dan bentuk acara permainan yang ingin diwujudkan dalam kegiatan kali ini. Jika belum ada ide, banyak sekali referensi yang bisa ditemukan di sekeliling Anda, misalnya dari buku, internet, majalah, bahkan pengalaman-pengalaman dari rekan sepelayanan. Jika sudah ada, bagikan ide ini dengan para pengurus sekolah Minggu atau para pelayan. Setelah itu, buatlah program acara dan tentukan para petugas yang bertanggung jawab akan jalannya acara permainan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mempersiapkan acara permainan.&lt;br /&gt;Untuk program acara, yang perlu disiapkan adalah daftar permainan yang akan dilaksanakan. Kemudian analisalah manfaat mental, fisik, dan rohani permainan-permainan tersebut bagi anak. Dari setiap permainan yang diadakan, hindari permainan yang bersifat individualistis, persaingan kasar, atau yang dapat mengakibatkan pihak yang kalah dipermalukan. Cari permainan yang bertujuan untuk lebih mengenal Allah, membangun, mengikat kasih, bekerja sama, dan tidak mengandung unsur kekerasan. Tidak perlu pusing untuk menciptakan sendiri permainan tersebut. Sudah banyak buku- buku permainan rohani Kristen yang dapat Anda pakai atau kembangkan sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat melakukan program khusus permainan, gunakanlah sedikit waktu saja untuk ibadah. Pelajaran firman Tuhan harus bisa disampaikan melalui permainan yang telah dipilih. Dalam persiapan program acara ini, harus sudah dipikirkan pula peralatan yang dibutuhkan dan jalannya acara permainan dari awal sampai akhir. Siapkan tema yang menarik untuk acara ini agar anak lebih antusias lagi untuk mengikutinya. Permainan harus dipilih berdasarkan kelompok kelas dalam sekolah Minggu Anda. Untuk ibadah bisa disatukan, tetapi jika tiba saatnya untuk bermain, tentu saja harus ada pembagian berdasarkan umur/kelas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Siapkan lembar evaluasi yang harus diisi anak di rumah untuk melihat dampak acara ini kepada anak-anak. Tekankan evaluasi yang bersifat rohani dalam form tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sarana dan prasarana.&lt;br /&gt;Daftarkan peralatan yang dibutuhkan untuk permainan dan segera penuhi pengadaan peralatan tersebut paling lambat seminggu sebelum hari H. Untuk tempat, jika tidak sedang musim hujan, akan bagus sekali jika diadakan di lapangan terbuka atau halaman gereja. Jika diadakan di dalam ruangan, anak-anak bisa kurang leluasa dan akibatnya dapat mengurangi antusias mereka dalam bermain. Untuk itu, adakanlah acara permainan ini bukan saat sedang musim hujan. Jika lapangan itu bukan lapangan yang teduh, mungkin bisa diusahakan pelindung dari kain/terpal agar anak-anak tidak kepanasan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Usahakan untuk menyediakan paling tidak air putih untuk mengembalikan cairan tubuh yang mungkin terkuras karena bergerak terus. Jika memungkinkan bisa menyediakan makanan ringan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan acara.&lt;br /&gt;Umumkan pelaksanaan acara ini kepada anak-anak dan orang tua agar mereka betul-betul siap mengikuti acara ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Periksa seluruh persiapan dua hari sebelum hari H. Semua sudah harus siap, baik para petugas yang sudah harus mengetahui tugas mereka, tempat penyelenggaraan acara, peralatan permainan, maupun pernak-pernik lain yang dibutuhkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Siapkan semua peralatan yang dibutuhkan di tempatnya oleh mereka yang bertugas menyiapkannya, tiga jam sebelum acara atau lebih baik lagi sehari sebelum hari H. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat waktunya tiba, atur anak-anak dengan tertib di tempat yang sudah ditentukan. Ruang terbuka sangat mudah menarik perhatian mereka untuk segera "beraktifitas sendiri".&lt;br /&gt;Buka acara dengan ibadah singkat (dua atau tiga lagu, doa, dan renungan lima menit.)&lt;br /&gt;Laksanakan acara permainan sesuai dengan persiapan Anda. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhiri acara dengan doa dan jangan lupa bagikan form evaluasi yang harus diisi anak atau orang tua, jika anak belum bisa menulis/membaca. Minta mereka mengumpulkannya saat ibadah sekolah Minggu berikutnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Rekreasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anak-anak memiliki waktu luang yang sangat banyak. Bahkan setelah mereka memasuki kelas 1 SD, sekolah hanya membutuhkan waktu kira- kira tiga puluh jam setiap minggunya. Pada saat siang dan sore juga hari Sabtu dan Minggu biasa digunakan anak-anak untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebagian besar waktu luang mereka mungkin berada di bawah pengaruh-pengaruh sekuler dari teman-temannya atau orang dewasa yang non-Kristen, televisi, klub, atau kelompok lainnya. Salah satu cara yang bisa dilakukan gereja untuk mengatasi pengaruh-pengaruh itu adalah dengan mengadakan sebuah program yang bermanfaat di waktu luang termasuk kegiatan-kegiatan rekreasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apakah Rekreasi Itu?&lt;br /&gt;Rekreasi biasanya dilakukan saat seseorang memiliki waktu luang, ketika dia bebas dari pekerjaan atau tugas, setelah kebutuhannya sehari-hari telah terpenuhi. Kamus Webster mendefinisikan rekreasi sebagai "sarana untuk menyegarkan kembali atau hiburan" (a means of refreshmnet or diversion). Rekreasi dapat dinikmati, menyenangkan, dan bisa pula tanpa membutuhkan biaya. Rekreasi memulihkan kondisi tubuh dan pikiran, serta mengembalikan kesegaran.&lt;br /&gt;Definisi yang lebih tepat lagi dari rekreasi adalah "kegiatan atau pengalaman sukarela yang dilakukan seseorang di waktu luangnya, yang memberikan kepuasan dan kenikmatan pribadi." Meyer, Brightbill, dan Sessoms memberikan sembilan ciri-ciri dasar dari rekreasi, yaitu:&lt;br /&gt;rekreasi merupakan kegiatan;&lt;br /&gt;bentuknya bisa beraneka ragam;&lt;br /&gt;rekreasi ditentukan oleh motivasi;&lt;br /&gt;rekreasi dilakukan secara rutin;&lt;br /&gt;rekreasi benar-benar sukarela;&lt;br /&gt;rekreasi dilakukan secara universal dan diperlukan;&lt;br /&gt;rekreasi adalah serius dan berguna;&lt;br /&gt;rekreasi itu fleksibel;&lt;br /&gt;rekreasi merupakan hasil sampingan.&lt;br /&gt;Seorang anak mengatakan bahwa rekreasi adalah "apa yang Anda lakukan ketika Anda tidak menginginkannya."&lt;br /&gt;Rekreasi untuk anak-anak sangat beraneka ragam sesuai dengan minat, kebutuhan, dan kemampuan masing-masing anak. Orang-orang yang memimpin kegiatan rekreasi untuk anak-anak harus mengenali keberagaman ini dan tidak memaksakan setiap anak untuk mengikuti program yang sama. Karena rekreasi bertujuan untuk menyegarkan kembali, membangun, dan membentuk pengalaman yang menyenangkan dan berharga, kepentingan setiap individu adalah penting.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;SEJARAH REKREASI&lt;br /&gt;Pandangan terhadap rekreasi telah banyak berubah. Sejak zaman dahulu, manusia sudah memiliki waktu luang. Namun, mereka terikat dalam pembuatan barang-barang tembikar, patung, lukisan, musik, drama, dan kegiatan atletik. Pada zaman Alkitab, kebanyakan manfaat dari rekreasi berasal dari berbagai pesta dan festival yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi. Pada zaman pertengahan, kontes- kontes dan turnamen-turnamen diadakan oleh para ksatria. Renaissance menciptakan minat baru dalam literatur dan karya-karya seni yang berasal dari kebudayaan Romawi dan Yunani. Di daerah koloni Amerika, rekreasi tidak mendapatkan penghargaan yang tinggi. Kenyataannya, kemalasan disamakan dengan kejahatan, moral yang longgar, dan kemunduran kepribadian. Adanya nilai kerja sama dalam rekreasi harus dikenali. Selain perasaan umum dalam era ini, orang-orang secara individu berpartisipasi dalam kereta luncur, skating, kegiatan di taman, sirkus, membuat gula-gula, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Abad ke-20 membawa perubahan yang sangat drastis dalam rekreasi. Revolusi industri, kemakmuran, urbanisasi, dan perkembangan transportasi memberikan waktu dan kesempatan yang lebih banyak untuk bersenang-senang dan berekreasi. Usaha wisata menjadi tujuan utama ekonomi. Sebagai akibat dalam nilai seni dan budaya, hubungan antara rekreasi dengan program-program pendidikan dan tujuan-tujuan spiritual menjadi beberapa elemen dasar pada perhatian yang berkembang tentang rekreasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;The National Recreation and Park Association (dulunya dikenal sebagai The National Recreation) didirikan pada tahun 1906. Gerakan kepramukaan, Campfire Girls, YMCA, YWCA, dan organisasi-organisasi pelayanan lainnya, semuanya memberikan kontribusi pada rekreasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagi anak-anak zaman sekarang, rekreasi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup. Jika kita melihat pada masa yang akan datang, masalah-masalah untuk menyediakan rekreasi yang bermanfaat bisa meningkat semakin banyak dan dalam. Para orang tua dan pemimpin di gereja memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan rekreasi anak-anak dan membimbing mereka supaya menggunakan waktu luangnya dengan bijaksana.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;NILAI-NILAI REKREASI&lt;br /&gt;Banyak nilai yang dapat diperoleh dari rekreasi dengan menggunakan dasar persekutuan. Ketegangan dapat dilepaskan dan energi yang ada dapat digunakan dengan cara-cara yang berguna. Anak-anak dapat diajari bagaimana berolah raga dalam berbagai kegiatan sehingga kemampuan individu dapat dibangun dan ditingkatkan melalui rekreasi. Anak-anak perlu belajar berelasi dengan orang lain di arena bermain sebagaimana di dalam kelas atau rumah. Kreativitas dapat ditingkatkan dan dibangun, dan cara-cara baru untuk melakukannya dapat diperkenalkan. Salah satu manfaat penting dari rekreasi adalah dalam pembentukan karakter/sifat. Telah dikatakan bahwa "anak-anak belajar melalui bermain". Melalui suatu program rekreasi yang telah disusun dan direncanakan dengan baik, anak-anak dapat belajar untuk menikmati penggunaan waktu sebaik-baiknya. Tantangan pada pengajaran yang efektif dengan menggunakan latar alami amat tidak terbatas bagi para pemimpin dan para guru.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;DASAR ALKITABIAH DARI REKREASI&lt;br /&gt;Kadang-kadang orang Kristen membuat daftar tentang apa yang boleh dan tidak boleh dikerjakan tetapi gagal untuk menerapkan prinsip Alkitab dalam memahami rekreasi sebagai bagian dari pembentukan keseluruhan kepribadian. &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Mazmur 122:1" onclick="return swebpop('Mazmur+122%3A1');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061157/#SABDAweb"&gt;Mazmur 122:1&lt;/a&gt; harus diterapkan dalam seluruh program gereja kita: "Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: `Mari kita pergi ke rumah Tuhan`". &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Amsal 17:22" onclick="return swebpop('Amsal+17%3A22');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061157/#SABDAweb"&gt;Amsal 17:22&lt;/a&gt; mengatakan kepada kita, "Hati yang gembira adalah obat yang manjur." Dalam &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Pengkhotbah 3:1-8" onclick="return swebpop('Pengkhotbah+3%3A1-8');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061157/#SABDAweb"&gt;Pengkhotbah 3:1-8&lt;/a&gt;, dikatakan bahwa untuk segala sesuatu ada saatnya. Kristus tumbuh sebagai pribadi yang total "makin bertambah ... manusia" (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Lukas 2:52" onclick="return swebpop('Lukas+2%3A52');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061157/#SABDAweb"&gt;Lukas 2:52&lt;/a&gt;). Ia mengatakan kepada murid-murid-Nya, "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Markus 6:31" onclick="return swebpop('Markus+6%3A31');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061157/#SABDAweb"&gt;Markus 6:31&lt;/a&gt;). Paulus menggunakan pertandingan atletik untuk menggambarkan kehidupan orang Kristen (1 Korintus 9:24-27). Timotius diutus, "Latihan badani terbatas gunanya" (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;1 Timotius 4:8" onclick="return swebpop('1+Timotius+4%3A8');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061157/#SABDAweb"&gt;1 Timotius 4:8&lt;/a&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Alkitab tidak secara spesifik menyatakan "harus berekreasi", kita harus waspada bahwa manusia adalah makhluk pribadi dan sosial, juga makhluk rohani. Anak-anak perlu membangun sikap yang berguna bagi hidup dan perspektif yang luas terhadap keseluruhan hidup.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;JENIS-JENIS REKREASI&lt;br /&gt;Rekreasi sangat beragam, sama seperti orang-orang yang berpartisipasi di dalamnya. Berikut ini beberapa kategori umum dengan kegiatan spesifik yang dapat digunakan dalam berekreasi bersama anak-anak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rekreasi sosial&lt;br /&gt;permainan di dalam ruangan (acara icebreaker, kursi musik, papan permainan, permainan dengan tulisan, permainan musikal)&lt;br /&gt;permainan di luar ruangan (lari estafet, balapan, kejar- kejaran)&lt;br /&gt;makan bersama (perjamuan, makanan pencuci mulut/makanan kecil, piknik, makanan seadanya, makan malam)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rekreasi di luar ruangan&lt;br /&gt;kegiatan di alam (melihat burung-burung, jalan-jalan di perkebunan, mendaki gunung)&lt;br /&gt;olah raga (badminton, sepakbola, basket, bersepeda, berenang, mendaki, memancing, berkuda, berburu, dll.)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rekreasi budaya dan kreatif&lt;br /&gt;drama (tebak kata, role play, cerita drama, dll.)&lt;br /&gt;bercerita (cerita lucu, cerita horor, cerita sesuai waktu, cerita sekuler)&lt;br /&gt;literatur (puisi, membaca Alkitab, membaca cerita)&lt;br /&gt;audiovisual (film, TV, Video)&lt;br /&gt;seni dan kerajinan (membuat gambar, kerajinan dari barang bekas, menempel, melukis, kerajinan dari kertas, dll.)&lt;br /&gt;membuat tulisan kreatif, drama, musik, dll.&lt;br /&gt;kegiatan permainan, olah raga, jalan-jalan.&lt;br /&gt;belajar (jalan-jalan di perkebunan, museum, dll.)&lt;br /&gt;Minat, kemampuan, dan kebutuhan anak-anak adalah faktor penting yang harus diperhatikan dalam memilih kegiatan untuk rekreasi. Fokus harus diberikan pada anak-anak sebagai individu. Kegiatan yang melebihi tingkat pemahaman anak-anak atau yang terlalu sulit untuk mereka lakukan harus dihindari karena dapat mengakibatkan frustasi, putus asa, dan gagal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;MERENCANAKAN REKREASI&lt;br /&gt;Untuk merencanakan rekreasi ada enam prinsip dasar dalam pertanyaan- pertanyaan di bawah ini yang harus dijawab terlebih dahulu.&lt;br /&gt;SIAPA&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan ini, bagaimana karakter mereka, kebutuhan mereka, minat mereka, dan kemampuannya.&lt;br /&gt;APA&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apa saja bentuk aktivitas, apa temanya, apa tujuan utama dari rekreasi tersebut.&lt;br /&gt;MENGAPA&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menjelaskan dengan spesifik makna kegiatan tersebut, menjelaskan sejelas-jelasnya tujuan dan manfaat dari setiap kegiatan dalam rekreasi.&lt;br /&gt;KAPAN&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bulannya, harinya, tahunnya, atau waktu yang digunakan dalam rekreasi.&lt;br /&gt;DI MANA&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lokasinya dan kemudahan untuk menemukan lokasi tersebut.&lt;br /&gt;BAGAIMANA&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Garis besar acara, rencana, pelaksanaan program, metode yang digunakan, bahan-bahan, rencana waktu, dan kebutuhan akan manajemen. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan anak di gereja akan meningkat dengan cepat melalui pelayanan kegiatan rekreasi. Ada daya tarik alami bagi anak-anak melalui kesenangan, permainan, dan aktivitas dengan latar belakang alam. Kegiatan-kegiatan ini dapat dihubungkan dengan berbagai divisi gereja untuk pelayanan anak-anak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hasil yang akan diperoleh oleh setiap mereka yang berpartisipasi adalah kesegaran dan pembaruan dalam pikiran, tubuh, dan jiwa. Sikap positif dan relasi juga dapat dibangun. Anak-anak akan senang dan mereka pun akan menikmati ibadah di rumah Tuhan. Anak-anak akan lebih mengingat guru-guru dan pemimpin yang "mengisi" mereka. Inilah kesempatan untuk memengaruhi kehidupan anak-anak dengan firman Tuhan! (t/Ratri)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Childhood Education in the Church, Robert E. Clark, Joanne Brubaker, &amp; Roy B. Zuck, , BabRecreation, halaman 308 - 312, Moody Press, Chicago, 1986. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Mempersiapkan Rekreasi yang Menyenangkan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sudah menjadi kewajiban bagi semua orang untuk menyegarkan semangat dan menguatkan tubuhnya dengan rekreasi yang sehat. Anak-anak sekolah Minggu kita pun memerlukan hal ini. Walaupun perjumpaan dan kegiatan di sekolah Minggu mungkin hanya satu kali dalam satu minggu, sekolah Minggu juga harus berperan untuk membangkitkan kembali semangat anak-anak yang sudah jenuh dengan rutinitas mereka sehari-hari melalui rekreasi. Mengajak anak untuk tamasya adalah suatu hal yang disarankan. Jadi, tak perlu ke tempat-tempat wisata yang mahal atau jauh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Harus diingat jika akan mengadakan rekreasi, segala sesuatu dalam acara itu akan lebih mudah jika persiapan-persiapan dilakukan sebaik mungkin. Rekreasi akan menjadi menyenangkan sejak awal apabila kita melibatkan anak-anak sebagai bagian dari rencana persiapan itu. Bagaimana kita dapat melibatkan anak-anak dalam persiapan tersebut?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berikan beberapa pilihan kepada anak-anak terkait dengan hal-hal yang tidak saja menyangkut dirinya sendiri, tetapi juga memengaruhi seluruh peserta rekreasi secara keseluruhan. Misalnya memberikan beberapa pilihan tempat atau acara rekreasi. Mintalah mereka membuat pilihan tanpa memikirkan diri sendiri tetapi memikirkan seluruh anggota. Misalnya, jika pergi ke tempat yang jauh berarti biaya akan lebih mahal, apakah seluruh anggota bisa membayar iuran yang besar? Dengan begitu, melalui rekreasi, dari awal kita sudah memberikan pendidikan rohani kepada mereka dengan tidak memikirkan diri sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memulai kegiatan, beritahukan kepada anak-anak apa yang diharapkan dari mereka dalam rekreasi ini dan apa harapan mereka dalam rekreasi ini. Jika ada timbal balik seperti ini, kita dapat membuat rekreasi menjadi lebih menyenangkan. Karena ini adakanlah rekreasi sekolah Minggu, tentunya kita mengharapkan pengenalan mereka akan Allah disegarkan kembali melalui hal-hal yang ditemuinya dalam acara rekreasi tersebut. Entah melalui alam, melalui percakapan dengan teman-teman, melalui acara, dll. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika memungkinkan siapkan tas piknik untuk setiap anak walaupun hanya terbuat dari kertas atau plastik. Minta setiap anak membawa daftar barang-barang apa saja yang akan mereka bawa ke rekreasi tersebut. Di sekolah Minggu, bersama-sama pilihkan barang yang perlu atau tidak perlu dibawa untuk dimasukkan dalam tas piknik mereka. Anak-anak pasti suka sekali dan semakin bersemangat mengikuti acara rekreasi ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Butir-Butir Mutiara Rumah Tangga, Alex Sobur, , BabRekreasi Keluarga, halaman 213 - 216, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1987. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Menyelenggarakan Kebaktian Padang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berikut beberapa tips mengenai hal-hal apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam penyelenggaraan kebaktian padang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lokasi&lt;br /&gt;Sesuai dengan namanya, kebaktian padang identik dengan kegiatan di alam terbuka. Suasana pegunungan atau perkebunan teh, misalnya, adalah tempat yang sangat cocok untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Dalam memilih tempat, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pilihlah lokasi yang tidak terlalu jauh. Selain menghindari lelah, juga agar waktu tidak terlalu banyak terbuang untuk perjalanan supaya setelah acara kebaktian padang masih ada cukup waktu untuk berekreasi dan mengadakan acara pengakraban. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pilih lokasi yang mudah dijangkau sarana transportasi. Akan lebih baik jika tempat itu dilalui oleh jalur transportasi umum seperti bus. Dengan begitu, kita bisa menghemat anggaran karena tidak perlu menyewa bus untuk satu hari. Lokasi yang mudah dijangkau juga akan memudahkan kita untuk mendapatkan pertolongan jika seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Walaupun berupa kebaktian padang, kita ingin acara itu bisa membuat semua orang mengetahui atau mengenal Yesus. Oleh karena itu, kebijaksanaan dalam mencari lokasi tetap diperlukan. Cari lokasi dengan lingkungan yang netral dan jangan lupa untuk mengurus izin mengadakan kegiatan jika diperlukan. Ini untuk mencegah terjadinya gesekan-gesekan dan sentimen yang tidak diinginkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Waktu&lt;br /&gt;Jangan mengadakan kebaktian padang sekitar bulan September - Maret karena biasanya sering turun hujan. Jika terpaksa mengadakan pada bulan itu, pilihlah tempat yang memiliki bangunan seperti pendopo atau bungalow yang bisa dijadikan tempat berteduh jika hujan turun.&lt;br /&gt;Buatlah perkiraan lama perjalanan. Jangan lupa menambahkan sedikit waktu untuk hal-hal tak terduga yang mungkin terjadi. Ini diperlukan agar kita bisa memperkirakan jam berapa kita akan sampai di lokasi kegiatan, kapan memulai acara, dan jam berapa kita bisa sampai kembali di rumah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bentuk acara&lt;br /&gt;Bentuk acara sebenarnya sangat fleksibel disesuaikan dengan medan/lingkungan yang telah kita pilih. Cobalah untuk mengamati lingkungan di sekitar tempat kegiatan, dan berfikirlah kreatif. Manfaatkan kondisi lingkungan sekitar untuk menghidupkan acara. Mungkin dengan mengadakan beberapa permainan unik seusai kebaktian.&lt;br /&gt;Jika ingin mengadakan acara permainan, hindari permainan yang bisa membuat anak-anak cedera. Pilihlah kegiatan yang lebih santai tapi sarat dengan unsur kebersamaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi&lt;br /&gt;Konsumsi bisa disiapkan dan dibawa dari rumah atau jika lokasi tujuan kita berupa daerah objek wisata, kita bisa memesan makanan dari sana.&lt;br /&gt;Jika kita memilih menyiapkan konsumsi dari rumah, keuntungannya adalah kita bisa menekan anggaran, pilihan makanan lebih fleksibel. Sedangkan kekurangannya adalah tidak praktis, mengingat semuanya harus kita bawa dari rumah, mulai dari makanan hingga perlengkapan makan. Hindari masakan yang mengandung banyak kuah atau masakan-masakan yang cara menghidangkannya tidak praktis.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika konsumsi kita pesan di tempat/lokasi kegiatan, keuntungannya adalah lebih praktis karena kita tidak perlu susah-susah membawa dan menyiapkan masakannya dari rumah. Cukup datang dan bayar, urusan pun selesai. Namun, usahakan melakukan survey terlebih dahulu untuk mendapatkan harga dan menu yang sesuai. Jangan lupa untuk memerhatikan kebersihan makanan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Kebaktian Padang: Pelayanan di Luar Tembok&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kebaktian padang telah menjadi satu program kegiatan yang wajib ada dalam kegiatan sekolah Minggu. Paling tidak, mungkin hampir semua sekolah Minggu yang ada di Indonesia ini sudah pernah mengadakan kebaktian padang. Mengapa acara ini selalu ada, bahkan jika memungkinkan harus selalu ada dalam satu periode program sekolah Minggu?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, anak-anak menyukai kegiatan di luar ruangan. Kegiatan sekolah Minggu yang selalu di dalam kelas suatu waktu akan menimbulkan kejenuhan, sehingga sesekali ibadah di luar perlu diadakan. Tetapi sebenarnya, bukan alasan-alasan tersebut saja yang menjadikan kebaktian padang harus dilakukan. Satu alasan utama adalah karena Yesus juga melakukan kebaktian/pengajaran di alam terbuka sebagai bagian pelayanan-Nya selama di dunia ini, pelayanan- Nya di luar tembok Bait Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;KEBAKTIAN PADANG YESUS&lt;br /&gt;Dalam Alkitab kita melihat bagaimana di sepanjang perjalanan pelayanan-Nya Yesus mengajar dan berkhotbah tidak hanya di ruangan tertutup, tapi seringkali juga di udara terbuka. Di sini ingin dinyatakan bahwa suasana yang khidmat dan dekat dengan Allah tidak harus di sebuah ruangan tertutup, yang sepi, tenang, dengan aturan- aturan tertentu. Justru di udara terbuka dengan suasana yang lebih santai itulah Yesus bisa dekat dengan mereka yang hadir dalam "kebaktian padang" yang diselenggarakan-Nya. Tidak ada aturan yang membatasi sehingga dengan perasaan tenang dan tanpa beban orang banyak yang mendengarkan khotbah-Nya bisa lebih menikmatinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di ruangan terbuka yang tanpa batasan itu siapa saja boleh dekat dengan Dia. Kisah anak-anak yang ingin mendekati-Nya menunjukkan bagaimana Yesus menyambut, memeluk, dan memangku mereka. Jika Yesus selalu melayani di bait Allah atau di rumah-rumah, kemungkinan besar anak-anak kecil itu tidak akan pernah merasakan sentuhan kasih-Nya (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Matius 19:13-15" onclick="return swebpop('Matius+19%3A13-15');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061164/#SABDAweb"&gt;Matius 19:13-15&lt;/a&gt;; &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Markus 10:13-16" onclick="return swebpop('Markus+10%3A13-16');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061164/#SABDAweb"&gt;Markus 10:13-16&lt;/a&gt;). Dengan mengajar di tempat terbuka, mujizat Yesus dapat dirasakan oleh lebih banyak orang. Jika Dia selalu berada dalam Bait Allah, hanya orang tertentu yang dapat merasakan mujizat-Nya. Hanya sedikit saja yang bisa mendengar kabar baik yang disampaikan-Nya. Dengan mengadakan pelayanan di alam terbuka, Yesus memberikan kesempatan yang tidak terbatas bagi setiap orang untuk mendapat jamahan dan kabar baik dari-Nya. Bahkan saat Dia berjalan pun orang yang hanya menjamah jubah-Nya bisa sembuh (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Matius 9:20" onclick="return swebpop('Matius+9%3A20');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061164/#SABDAweb"&gt;Matius 9:20&lt;/a&gt;; &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Matius 14:36" onclick="return swebpop('Matius+14%3A36');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061164/#SABDAweb"&gt;Matius 14:36&lt;/a&gt;.).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam Bait Allah Yesus banyak mengajar dari kitab-kitab, di luar ruangan Yesus banyak mengajar menggunakan perumpamaan dari alam sekitar. Yesus juga bisa mengambil banyak ilustrasi untuk setiap pengajaran atau khotbah yang Ia sampaikan di udara terbuka. Apa saja yang Yesus lihat dalam pelayanan di luar tembok Bait Allah bisa Dia gunakan sebagai perumpamaan. Orang yang mengikuti-Nya pun bisa melihat langsung apa yang Dia maksudkan. Dia memberikan perumpamaan mengenai penabur benih, biji sesawi, ikan-ikan yang dijaring, pokok anggur, kebun anggur, dll. Semua itu bukanlah hal yang sulit untuk dilihat orang yang sedang berada di luar ruangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas dapat ditarik tiga alasan mengapa Yesus juga melakukan pelayanan/mengajar di udara terbuka. Tanpa adanya batasan tembok dan aturan-aturan yang mengikat, akan lebih banyak orang yang bisa mendengarkan ajaran-Nya. Siapa saja dapat mendengarkan, termasuk orang Yahudi maupun non Yahudi. Kabar baik itu bisa dinyatakan untuk semua orang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mujizat-mujizat kesembuhan pun dapat dialami oleh banyak orang sehingga semakin banyaklah orang yang bisa percaya bahwa sungguh Dialah Mesias. Dia juga bisa menyatakan kepada lebih banyak orang bahwa dosa mereka sudah diampuni. Jika berada di dalam tembok Bait Allah atau suatu gedung, orang banyak yang merindukan jamahan kesembuhan dari Yesus akan sulit mendapatkan kesembuhan mereka. Seperti orang lumpuh yang terpaksa dimasukkan dari atap karena sesaknya tempat Yesus mengajar (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Markus 2:2-4" onclick="return swebpop('Markus+2%3A2-4');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061164/#SABDAweb"&gt;Markus 2:2-4&lt;/a&gt;). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di udara terbuka Yesus dapat mengambil banyak ilustrasi yang dengan mudah dimengerti oleh orang-orang yang mendengar pengajaran-Nya, bahkan untuk para murid-Nya sekalipun. Dengan perumpamaan tersebut, hal-hal seperti Kerajaan Allah, iman, ketaatan, dll. dapat lebih mudah dipahami oleh orang banyak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;KEBAKTIAN PADANG SEKOLAH MINGGU&lt;br /&gt;Mungkin masih ada banyak lagi alasan mengapa Yesus lebih banyak mengajar di luar tembok Bait Allah atau suatu gedung yang tidak tertuang dalam tulisan ini. Tetapi paling tidak kini kita bisa melihat pentingnya pelayanan di luar tembok gereja atau ruang kelas sekolah Minggu yang dapat kita wujudkan dengan kebaktian padang. Dengan melihat kebaktian padang yang sudah terlebih dahulu Yesus teladankan pada kita, mungkin kita bisa menambahkan pula hal yang paling penting dalam kebaktian padang selain alasan yang ada selama ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat mengadakan kebaktian padang, bukan tidak mungkin orang banyak yang ada di sekitar kita juga dapat melihat bagaimana anak-anak Tuhan memuji, menyembah, dan memuliakan Tuhan. Sukacita anak-anak sekolah Minggu dan para peserta kebaktian padang bisa menular pula kepada mereka yang melihatnya. Apalagi saat firman Tuhan disampaikan, karenanya pemberitaan firman Tuhan tidak boleh direncanakan hanya untuk didengar peserta saja. Bisa saja pemberitaan itu dipakai Tuhan untuk menjadi berkat bagi siapa saja yang mendengarnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alam menyimpan banyak kesaksian mengenai kebesaran Tuhan. Dengan mengadakan kebaktian di luar tembok kelas sekolah Minggu, secara langsung kita bisa memperkenalkan karya Allah, mewartakan kebesaran Allah kepada anak-anak. Melalui tanah, rumput, pasir, air, kupu- kupu, dan lain-lain yang hanya bisa disentuh langsung di luar ruang kelas, anak-anak bisa merasa lebih dekat lagi dengan Pencipta semesta ini. Mereka bisa mengungkapkan syukur mereka minimal untuk satu hal yang ada di alam ciptaan Tuhan ini. Sebagaimana Yesus menggunakan alam sebagai bahan perumpamaan saat Dia mengajar, guru sekolah Minggu pun bisa mengembangkan alat peraga yang ada di ruang terbuka, yang tidak mungkin dilakukan di ruang tertutup.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kebaktian padang yang dilaksanakan dalam keadaan santai dan penuh keakraban bisa menambah dekat hubungan antara guru dengan anak, maupun guru dengan orang tua. Kesempatan seperti itu bisa kita manfaatkan untuk berbincang-bincang tanpa beban dengan mereka. Kita juga bisa mengevaluasi kehidupan rohani dan sosial mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang harus diperhatikan ialah bahwa kita harus membedakan kegiatan kebaktian padang ini dengan kegiatan rekreasi. Jika kegiatan rekreasi lebih ditujukan untuk bersantai dan refreshing, kebaktian padang lebih banyak diisi dengan kegiatan ibadah. Oleh karena itu, aktivitas yang hendak dilakukan sebaiknya lebih banyak diarahkan pada kegiatan yang ditujukan untuk mengenal Allah dan kebenaran-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas-aktivitas yang bisa dilakukan antara lain puji-pujian, kesaksian dari para peserta, penyampaian firman Tuhan, pemahaman Alkitab, kuis Alkitab, permainan rohani, dan pengakraban. Kebaktian padang sekolah Minggu juga tidak harus diadakan di taman hiburan atau tempat rekreasi. Kebaktian ini bisa dilakukan di lapangan rumput, di halaman rumah seorang murid sekolah Minggu, di pinggir sungai suatu desa, di taman bunga kota, dll.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-622141926367483943?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/622141926367483943/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=622141926367483943' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/622141926367483943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/622141926367483943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/pentingnya-permainan.html' title='Pentingnya Permainan'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-8252968804373597964</id><published>2007-03-29T10:15:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:19:03.025-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Pembagian Kerja di Dalam Rumah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Pembagian Kerja di Dalam Rumah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau seorang anak kecil demikian asyiknya mencuci piring, jangan selalu Anda kira ia sedang membuat piring atau gelas benar-benar bersih. Anak itu lebih asyik dengan gelembung atau busa sabun serta gelas-gelasnya yang begitu saja tenggelam dan hilang dalam air. Sama halnya kalau si kecil bekerja dengan pipa selang air. Lebih banyak air yang tersembur-sembur keluar daripada yang menyiram ke tanaman. Si anak kemudian akan berpikir, bagaimana air itu bisa memancar sampai begitu jauh? Apa yang membuatnya demikian? Baginya, hal ini merupakan sesuatu yang perlu diselidiki lebih lanjut. Di lain pihak ia merasa bangga, dengan hanya memencet sebagian dari mulut selangnya, pancaran air jadi semakin deras dan jauh. Dengan kemampuan semacam ini, perasaan anak berkembang. Dan ini sebaiknya kita rangsang lagi dengan mengajaknya melakukan berbagai tugas kecil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak dapat disangkal lagi, bahwa pekerjaan rumah tangga yang biasa dilakukan sehari-hari, sangat banyak ragamnya. Dari mulai mencuci pakaian, menyetrika, membersihkan rumah, memasak serta menyediakan makanan sampai mencuci piring, semuanya menyita banyak waktu. Karena itu jika semua pekerjaan ini dikerjakan seorang diri, mungkin akan baru selesai larut malam. Walaupun sudah ditolong dengan adanya alat rumah tangga listrik, tetap saja tugas-tugas rutin ini baru dapat diselesaikan, paling tidak lebih dari delapan jam. Berdasarkan kenyataan ini, masuk akallah jika pekerjaan ini tidak mungkin dapat kita selesaikan sendiri. Tentu akan lain jadinya jika setiap anggota keluarga mau turun tangan untuk membantu meringankan beban Anda semua. Pekerjaan mungkin dapat selesai dalam waktu yang lebih singkat, dan Anda masih mempunyai waktu untuk beristirahat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya hampir semua jenis pekerjaan di dalam rumah dapat dilakukan anak, kecuali tentu saja yang berbahaya. Anda bisa menimbang sendiri pekerjaan apa saja yang boleh dikerjakannya. Kemudian perlu diperhatikan bahwa pemberian tugas ini sebaiknya dilakukan secara bertahap sesuai dengan usia anak. Semakin tua usia anak, semakin mampu ia mengerjakan pekerjaan yang lebih sukar. Hal ini berarti anak yang masih kecil sebaiknya jangan diberi tugas yang berbahaya baginya, misalnya untuk anak tiga tahun tugas mencuci piring tidaklah tepat, karena ada kemungkinan piring akan tergelincir dan pecah. Pecahannya bisa melukai, sehingga menjadi cidera. Tugas ini lebih cocok jika diberikan kepada anak yang lebih besar, misalnya 11-12 tahun. Anak sudah mampu lebih berhati-hati dan ia pun sudah lebih trampil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap permulaan, latihan-latihan yang bisa dilakukan anak adalah membereskan alat permainan sesudah mereka puas bermain. Setelah anak agak besar, ia bisa diajarkan jenis pekerjaan yang agak sulit seperti membantu ibu membereskan rumah, misalnya merapikan tempat tidur, menyapu lantai, melap kaca dan lain-lain. Juga ia bisa dibiasakan untuk selalu menyimpan baju kotor langsung ke keranjang cucian.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut para pendidik dan psikolog, banyak sekali keuntungan yang dapat diperoleh dengan memberikan tugas, berupa pekerjaan rumah- tangga kepada anak. Pertama-tama adalah latihan 'mengingat', misalnya saja setiap bangun tidur anak diwajibkan untuk melipat selimut dan membereskan tempat tidur. Atau bisa juga diberi tugas untuk memberi makan binatang peliharaan. Pada mulanya mungkin ia harus diingatkan setiap hari, tetapi lama-kelamaan ia dengan otomatis akan menyelesaikan tugasnya. Di samping itu pemberian tugas kepada anak di samping dapat meringankan beban Anda juga secara tidak langsung menolong anak untuk melatih diri dalam bertanggung jawab dan bergotong-royong.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya anak belum sepenuhnya mengerti bahwa setiap orang itu harus melakukan sesuatu yang ada manfaatnya. Tetapi satu hal yang dituntutnya dari diri sendiri, pekerjaan sekecil apa pun yang sudah dimulainya harus diselesaikannya sendiri. Hal ini hampir-hampir bisa disebut sebagai rasa tanggung jawab akan tugas yang mulai timbul pada seorang anak. Kebebasan seperti yang dialaminya dulu, yang bersifat main-main dan asal sibuk, lambat laun menghilang dan berganti dengan kesungguhan. Artinya anak telah siap untuk melaksanakan tugas-tugas kecilnya atau bekerja dengan bermacam-macam alat dan bahan sesuai dengan kemampuan yang ada pada dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dalam hal mengatur pembagian kerja, terkadang dijumpai kesulitan. Pekerjaan dalam rumah tangga memang beraneka ragam. Ada yang menarik untuk anak-anak; tetapi banyak juga yang membosankan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena ada pekerjaan yang agak menarik dan ada yang kurang disukai, pembagian tugas perlu dilakukan dengan hati-hati. Kalau pembagian kurang adil, bisa-bisa nanti ada yang menerima tugasnya dengan marah-marah. Agar pembagian tugas dirasa adil, ada orang tua yang memberi tugas secara bergilir. Misalnya minggu ini anak yang tertua tugasnya menyapu halaman. Minggu berikutnya ia bertukaran tugas dengan si adik yang biasanya menyirami tanaman di kebun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk merangsang anak bekerja, ada orang tua yang memberi upah berupa kue atau uang. Tetapi rasanya lebih baik bila Anda meniru beberapa orang tua lainnya yang berusaha untuk menciptakan suasana bermain. Misalnya dengan mengatakan "Ayo, siapa yang lebih dulu selesai membereskan kamar?" Cara ini kelihatannya lebih berhasil daripada bila orang tua memerintah anak-anak dengan cara yang kaku. Anak-anak yang masih kecil itu belum begitu merasakan "sakitnya" mata melihat ruangan yang tidak rapi, dan juga belum terbiasa dengan pekerjaan semacam itu. Karenanya, orang tua tidak perlu berharap terlalu banyak dari mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Suatu kenyataan, kebanyakan orang tua cenderung untuk melibatkan anak perempuan saja dalam pekerjaan rumah tangga sehari-hari. Bagaimana pun juga hal ini sangat disayangkan, karena pada kurun usia 2-4 tahun justru dasar rasa tanggung jawab dan penyesuaian diri sedang tumbuh. Bila anak sejak kecil terbiasa dilibatkan dalam pekerjaan rumah tangga, kelak dapat diharapkan ia akan tumbuh jadi orang yang bertanggung jawab dan mampu menyesuaikan diri dalam berbagai situasi. Karena itu, berikan pada anak, baik yang laki-laki maupun perempuan, tugas-tugas kecil yang menjadi tanggung jawabnya sendiri. Anak akan menerimanya dengan wajar dan senang, sedangkan orang tua akan merasa kagum tentang betapa banyaknya hal-hal yang dapat dipelajari anak-anak mereka. Dan yang paling penting dari semuanya adalah penghargaan orang tua atas itikad baik si anak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Butir-Butir Mutiara Rumah Tangga, Alex Sobur, , halaman 261 - 264, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1987. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Mengajarkan Anak untuk Membantu Orang Tua&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pekerjaan rumah tangga bukan hanya tanggung jawab orang tua. Hal ini perlu ditekankan oleh para guru SM kepada anak-anak didiknya. Bekerja di rumah merupakan salah satu kewajiban setiap anak. Satu hal yang perlu diingat oleh guru-guru bahwa ada anak-anak yang memang sudah dibiasakan untuk membantu orang tua mereka di rumah, tetapi ada juga anak-anak yang tidak dibiasakan karena sudah ada pembantu rumah tangga. Walaupun demikian, dalam diri setiap anak haruslah ditanamkan sikap mau menolong/membantu untuk melakukan -- paling tidak -- sebuah pekerjaan kecil di rumah. Misalnya merapikan tempat tidur sendiri, menjaga kebersihan kamar mereka sendiri, mengatur barang-barang pribadi mereka, dan lain-lain. Mengajarkan anak untuk membantu pekerjaan di rumah akan menolong anak untuk belajar bertanggung jawab dan mengerti kewajiban sebagai anggota keluarga. Kebiasaan baik ini akan menolong anak untuk juga memiliki tanggung jawab ketika mereka berada di luar rumah, misalnya ketika ada di Sekolah Minggu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tentunya tidak akan ada kesulitan untuk mengajarkan mengenai hal ini kepada anak-anak yang sudah terbiasa membantu orang tua mereka di rumah. Tapi bagaimana dengan mereka yang memang tidak dituntut orang tua mereka untuk membantu mengerjakan pekerjaan di rumah karena banyaknya fasilitas yang mereka miliki? Mereka tetap harus diajarkan mengenai hal tersebut. Tidak salah jika kita, sebagai seorang guru SM, untuk mengajarkan ha-hal ini kepada mereka, karena hal ini akan bermanfaat untuk membangun karakter yang baik dalam diri anak. Berikut ini cara-cara yang dapat Anda lakukan:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada masa liburan ini berikan satu pelajaran khusus mengenai bekerja di rumah dalam ibadah di SM. Nasehat yang disampaikan melalui cerita biasanya akan melekat dalam hati anak-anak karena lebih mudah didengar dan diingat oleh anak-anak daripada pidato panjang yang bertele-tele. [Dalam edisi ini kami selipkan satu Bahan Mengajar yang dapat Anda gunakan untuk menolong anak mengerti pentingnya melakukan pekerjaan rumah.] &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Buat satu program liburan SM yang dapat memberikan contoh kepada anak-anak tentang pekerjaan-pekerjaan apa saja yang dapat mereka lakukan di rumah. Salah satu program yang bisa dilakukan pada waktu liburan adalah dengan mengajak anak-anak (khusus untuk Kelas Besar) untuk menginap di ruangan kelas SM atau di tempat yang memungkinkan untuk ditinggali selama satu hari satu malam. Jadikan ruangan tersebut betul-betul seperti di rumah mereka dan Anda sebagai guru berperan sebagai orang tua mereka. Selain belajar Firman Tuhan dan memuji Tuhan, ajak mereka untuk menyapu, menyiram tanaman, merapikan tempat tidur/alas tidur mereka sendiri, membantu menyiapkan makanan, membantu memasak, dan lain sebagainya. Jangan lupa untuk menekankan maksud daripada program ini yaitu untuk menunjukkan pada mereka hal-hal kecil yang dapat mereka lakukan untuk membantu orang tua mereka dan untuk menanamkan dalam diri mereka bahwa sebenarnya membantu orang tua itu adalah tugas yang sangat menyenangkan. Program ini adalah kegiatan liburan yang sangat menyenangkan dan akan berkesan dalam hati mereka. Setelah program berakhir dorong mereka berkomitmen untuk membantu orang tua mereka dengan senang hati dalam mengerjakan pekerjaan rumah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Buat satu daftar pekerjaan ringan dan bagikan daftar itu kepada mereka. Minta mereka memilih pekerjaan yang paling menyenangkan bagi mereka. Daftar pekerjaan itu harus mereka bawa pulang untuk ditunjukkan kepada orang tua mereka sehingga orang tua juga tahu bahwa anak-anak mau membantu mereka. Daftar pekerjaan harus berisi pekerjaan yang ringan dan mampu dilakukan oleh anak-anak seusia mereka, misalnya merapikan tempat tidur, merapikan kamar, menjaga adik, menyapu halaman, menyiram bunga, memberi makan binatang peliharaan, dll. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Buat daftar piket untuk kelas SM. Yang mendapatkan tugas piket harus datang lebih awal setiap hari Minggu untuk membersihkan ruangan, misalnya membersihkan papan tulis, merapikan tempat duduk, menyapu, dll. Dengan membiasakan mereka melakukan pekerjaaan tersebut di SM, lambat laun mereka juga dapat menerapkannya di rumah. Jangan lupa bahwa harus ada juga seorang guru SM yang ikut melakukan piket bersama-sama dengan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa tips yang dapat Tim Redaksi bagikan. Jika anak-anak terlihat tidak terlalu bersemangat dengan hal-hal tersebut, tidak masalah! Jangan mudah menyerah, berdoalah dan tetap berikan teladan kepada mereka. Selamat mengajar!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Hal-hal yang perlu Diwaspadai ketika Membantu Pekerjaan di Rumah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Senang rasanya jika anak-anak didik kita menanggapi dengan antusias pelajaran mengenai membantu pekerjaan orang tua di rumah. Kita akan lebih bersukacita lagi apabila mereka betul-betul mempraktekkan hal tersebut di rumah mereka. Namun, dibalik rasa sukacita itu, kita tidak boleh lupa bahwa ada hal-hal penting yang harus diingatkan oleh guru kepada anak-anak yaitu kewaspadaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang harus kita waspadai adalah adanya resiko yang dapat membahayakan anak ketika mereka membantu pekerjaan rumah. Anak-anak cenderung meniru apa saja yang dilakukan orang tua mereka. Melihat ibu mereka sedang menyetrika, mengepel, atau memasak, maka anak-anak perempuan juga ingin melakukan hal tersebut. Melihat sang ayah sedang memakukan paku ke dinding, membetulkan mesin mobil, memperbaikan peralatan rumah tangga, maka seorang anak laki-laki pasti akan mencoba-coba hal yang sama. Keinginan yang timbul dari seorang anak untuk membantu orang tua mereka merupakan hal yang positif, tetapi waspadailah juga bahaya yang dapat ditimbulkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selain orang tua, kita sebagai guru dapat pula memperingatkan anak- anak akan bahaya-bahaya yang dapat mencederai mereka ketika melakukan pekerjaan di rumah. Ingatkan mereka untuk selalu berhati- hati dan sebaiknya menghindari pekerjaan berat yang memiliki resiko tinggi, seperti menyetrika baju, membakar sampah, dll. Jelaskan kepada mereka resiko-resiko apa saja yang dapat terjadi dan solusi untuk menghindari hal-hal tersebut. Berikut ini hal-hal berbahaya yang dapat terjadi pada anak-anak -- khususnya anak usia SD -- ketika membantu orang tua mereka, dan penjelasan yang dapat Anda berikan agar anak-anak dapat bekerja dengan lebih hati-hati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;JatuhResiko yang paling mungkin terjadi ketika anak-anak sedang membantu orang tua adalah terjatuh/terpleset. Misalnya ketika mereka ingin membantu mengepel lantai, nasehatilah agar jangan menggunakan air dan sabun yang terlalu banyak agar mereka tidak mudah terpeleset. Atau ketika sedang menggunakan peralatan- peralatan tertentu untuk membantu ayah mereka memperbaiki sesuatu, anjurkan mereka untuk langsung menyimpannya di tempat yang sudah ditentukan agar kaki mereka tidak tersandung atau terjatuh oleh alat-alat yang berserakan itu. Atau jika mereka membantu membersihkan rumah sehingga mengharuskan mereka untuk berdiri di atas kursi atau meja, ingatkan untuk berhati-hati dan tidak sembarangan berdiri agar tidak jatuh. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;TerlukaKetika bekerja, jangankan anak-anak, orang dewasa pun sering terluka. Entah itu teriris pisau, tertusuk paku, terpukul oleh palu, terjepit pintu, tertusuk pecahan gelas/piring dll. Anak- anak yang tingkat kehati-hatiannya masih rendah perlu diingatkan mengenai hal ini. Lebih baik Anda menjelaskan bahwa pekerjaan yang menggunakan benda-benda tajam bukanlah pekerjaan mereka. Mereka boleh belajar dengan memperhatikan bagaimana orang tua mereka bekerja dengan menggunakan alat-alat tersebut tetapi jangan menggunakannya sendiri tanpa pengawasan orang tua. Ajarkan mereka untuk selalu berhati-hati dalam bekerja, khususnya jika mereka memegang/membersihkan benda-benda yang dapat pecah, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Terbakar/KebakaranAnak-anak sangat suka bermain dan bekerja dengan hal-hal yang dianggapnya penuh dengan tantangan. Membantu orang tua memasak, membakar sampah, menyalakan lilin, menyulut korek api, menyalakan/mematikan barang-barang elektronik, dll. bisa jadi merupakan hal-hal yang mereka sukai. Namun resiko kebakaran/ terbakar sangat besar. Oleh karena itu anak-anak harus betul- betul waspada akan bahaya yang bisa menimpa mereka/rumah mereka. Sebagai guru lebih baik anjurkan agar murid-murid Anda tidak mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan api dan alat-alat listrik kecuali ada orang tua/dewasa yang mengawasinya atau mendampinginya. Jika mereka ingin mengunakan barang-barang elektronik, ingatkan mereka untuk menggunakan alas kaki yang terbuat dari karet untuk mencegah mereka tersengat oleh aliran listrik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;KeracunanTanpa disengaja anak-anak bisa saja mengalami keracunan saat membantu orang tua mereka. Obat nyamuk, cairan pembersih lantai, minyak tanah, sabun, dll. merupakan benda-benda yang dapat meracuni kita. Walaupun sebagai guru kita tidak dapat mengawasi secara langsung bagaimana tingkah anak-anak itu di rumah, namun paling tidak kita dapat memberi peringatan kepada mereka untuk selalu berhati-hati dengan cairan-cairan tersebut. Ingatkan untuk selalu mencuci tangan setelah mereka selesai bekerja, khususnya jika tangan mereka telah menyentuh cairan-cairan atau benda-benda yang dapat meracuni mereka. Lebih baik meminta petunjuk orang tua agar mereka bisa lebih waspada dalam menggunakannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Uraian yang Tim Redaksi tuliskan di atas, tidak dapat dijadikan alasan untuk malah melarang anak membantu pekerjaan orang tua mereka di rumah. Justru melalui tulisan ini kami harapkan para pendidik dapat memberitahukan kepada anak-anak tentang bahaya dan resiko yang dapat terjadi ketika bekerja membantu pekerjaan rumah, sekaligus mengajarkan kepada mereka bagaimana cara menghindari bahaya/resiko tersebut. Selain itu anak-anak juga perlu diingatkan bahwa semangat mereka untuk membantu orang tua tidak berarti bahwa mereka dapat mengerjakan semua pekerjaan yang mereka inginkan. Mereka masih perlu banyak belajar, mintalah mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan yang memiliki resiko kecil dan aman bagi mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-8252968804373597964?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/8252968804373597964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=8252968804373597964' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/8252968804373597964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/8252968804373597964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/pembagian-kerja-di-dalam-rumah.html' title='Pembagian Kerja di Dalam Rumah'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-1463195135211289067</id><published>2007-03-29T10:11:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:15:35.185-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Seputar Hal Bermain</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Seputar Hal Bermain&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bermain sangat penting bagi anak sebab bermain adalah bekerja bagi anak. Bermain juga merupakan cara belajar yang bersifat alami. Dunia anak adalah dunia bermain. Dengan melihat ibunya yang sedang memasak di dapur, anak dapat bermain dan belajar memasak dengan kompor kecilnya atau bermain meniru seperti dokter memeriksa pasien atau bermain membuka toko-toko dagangan, bahkan naik ke planet bulan pun bisa dijadikan permainan. Demikianlah anak belajar dalam bermain. Dengan bermain peran sebagai seorang dokter, mereka sebenarnya sedang belajar mengatasi ketegangan dan ketakutan terhadap dokter.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;FUNGSI DAN NILAI BERMAIN&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Melatih fisik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bermain merupakan latihan olahraga yang terbaik bagi tubuh. Karena bermain dapat membina kemampuan anak dalam berolahraga, kecerdasan, dan ketangkasan otak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Belajar hidup bersama/berkelompok.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bermain adalah kesempatan yang baik bagi anak untuk terjun ke dalam kelompok dan belajar menyesuaikan diri dalam kehidupan yang harmonis di masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menggali potensi diri sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan bermain, anak diberi kesempatan untuk menyelesaikan kesulitan dengan kemampuan dirinya sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menaati peraturan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang dewasa harus membantu anak bersikap sportif dalam bermain dan membimbing mereka untuk menaati peraturan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;PRINSIP MEMILIH PERMAINAN&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beri permainan yang dapat mengembangkan fisik.&lt;br /&gt;Perlu ada keseimbangan antara permainan yang bersifat tenang dan yang banyak bergerak dalam ruangan atau di luar ruangan.&lt;br /&gt;Berikan macam-macam permainan untuk memusatkan perhatian mereka.&lt;br /&gt;Sediakan permainan atau kegiatan yang bertujuan memberikan pengalaman belajar bagi mereka.&lt;br /&gt;Pilihlah permainan yang sesuai dengan usia mereka.&lt;br /&gt;Persiapkan seorang atau orang dewasa untuk memimpin mereka dalam bermain atau berekreasi.&lt;br /&gt;Berikan kesempatan untuk menggunakan daya imaginasi dan kreativitas mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;RENCANA BERMAIN DAN KEGIATAN&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam merencanakan permainan atau kegiatan ada enam hal dasar yang harus dipertanyakan:&lt;br /&gt;Siapa? -- Bagaimana sifat, kebutuhan, hobi, dan kemampuan peserta?&lt;br /&gt;Mengapa? -- Apa tujuan permainan itu?&lt;br /&gt;Apa? -- Apa inti dari permainan itu? Bagaimana jenis permainan itu?&lt;br /&gt;Di mana? -- Apakah tempatnya sesuai dengan sifat permainan itu? Di dalam atau di luar ruangan?&lt;br /&gt;Kapan? -- Setiap minggu atau setiap bulan? Berapa lama?&lt;br /&gt;Bagaimana? -- Bagaimana merencanakannya? Bagaimana aturan permainannya, caranya, dan materinya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;PERMAINAN YANG BERMAKNA PENDIDIKAN&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Permainan kekeluargaan.Permainan ini membuat anak belajar tentang keadaan di rumah. Bagaimana hidup saling mengasihi dengan saudara yang lain dan belajar melakukan pekerjaan rumah tangga. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Permainan berjualan.Permainan ini dapat membantu anak mengenal mata uang dan sopan santun sikap dalam berjualan, dapat mengenal perbedaan benda- benda dan bahan-bahan, serta belajar menghitung uang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Permainan pesta/mengundang tamu.Permainan ini dapat membantu anak mengenal sopan santun dalam pergaulan, menyiapkan makanan yang ringan, menata meja, piring dan lain-lain. Bagaimana menjadi tuan rumah yang menyambut tamu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Permainan lalu-lintas.Melalui permainan ini anak dapat belajar tentang banyak peraturan dan tanda lalu-lintas atau tanggung jawab seorang polisi. Ia dapat pula mengenal fungsi setiap kendaraan: mobil pemadam kebakaran, ambulans, mobil polisi, mobil/truk barang.&lt;br /&gt;Memang permainan yang cocok mendatangkan manfaat yang baik dalam segi fisik maupun dalam segi psikis. John Dewey berkata, "Di luar sekolah anak selalu bermain dan bekerja, dan hasil didikan yang diperoleh tidak lebih adalah hasil dari bermain dan bekerja."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jean-Jacques Rousseau berkata bahwa pelajaran yang diperoleh anak di lapangan bermain jauh lebih besar 100 kali lipat dibandingkan dengan pelajaran yang dipelajari di kelas. Seorang ahli pendidikan, Karl Gross, juga mengatakan bahwa bermain merupakan suatu persiapan peranan dalam proses pertumbuhan. Sedangkan Martinus Jan Langeveld berpendapat bahwa dasar etika agama dapat bertumbuh melalui permainan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Menerobos Dunia Anak, Dr. Mary Go Setiawani, , halaman 41 - 44, Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 2000. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;10 Prinsip Kegiatan Bermain&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak kebutuhan anak-anak yang dapat dipenuhi dalam kegiatan bermain jika kita mengadakan kegiatan bermain berdasarkan pada 10 prinsip berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam bermain berikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan kehidupan fisiknya secara normal dan alami. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tegaskan keseimbangan antara permainan yang memerlukan keaktivan dan ketenangan serta bermain di dalam dan di luar ruangan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Gunakan permainan yang bervariasi dengan durasi waktu yang singkat berdasarkan lamanya minat mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berikan kegiatan bermain yang bermanfaat dan ajarkan mereka untuk belajar serta mengambil manfaat dari pengalaman bermain mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pilihlah permainan yang sesuai dengan tingkat umur mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berikan pengawasan yang secukupnya dari orang dewasa dalam semua kegiatan bermain mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berikan contoh yang baik untuk ditiru. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berikan petunjuk yang jelas dalam sebuah permainan, hati-hati; jika perlu peragaan apa yang harus dilakukan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sediakan kesempatan untuk mengekspresikan imaginasi dan kreativitas mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pilihlah guru-guru yang berjiwa muda dan menyenangkan untuk mendampingi, membimbing, dan menghadapi anak-anak selama kegiatan bermain diadakan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Bermain di Luar Ruangan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bermain di luar ruangan, khususnya untuk anak-anak prasekolah, biasanya lebih banyak menimbulkan suara dan lebih banyak membutuhkan kekuatan serta lebih bersemangat, dalam arti fisik. Dalam mengadakan acara bermain yang diselenggarakan di luar ruangan, simaklah beberapa tips berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tatalah sedemikian rupa alat-alat atau sarana bermain untuk kegiatan yang mengutamakan perkembangan gerakan kasar, sehingga tidak membahayakan anak-anak. Misalnya tempat bermain sepeda, sebaiknya disediakan jalan yang dapat dilewati bila anak sedang mengendarai sepeda. Perlu disediakan daerah yang aman untuk bermain pasir atau bila anak ingin menggali tanah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Monitorlah keamanan anak. Guru harus menjadi penjaga untuk mengawasi masing-masing anak, jangan sampai ada yang terluka. Alat-alat yang akan dipergunakan di luar ruangan harus dicek setiap kali sehingga yakin bahwa keadaan alat-alat dalam kondisi yang baik. Singkirkan peralatan yang sudah rusak dan berbahaya bagi anak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Usahakan agar permukaan tanah tempat anak-anak bermain ditata sedemikian rupa, sehingga bila ada anak yang jatuh tidak akan mengalami luka yang berbahaya. Biasanya dicari permukaan tanah yang berumput. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika anak-anak boleh bermain pasir atau air sepuas mereka, buatlah peraturan. Misalnya anak tidak diperbolehkan melempari anak lain dengan pasir atau mengguyur air. Sepatu dan kaos kaki harus dilepaskan, dan setelah selesai bermain, anak perlu dibantu untuk membersihkan diri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Pendidikan Anak Prasekolah, DR. Soemiarti Patmonodewo, , halaman 112 - 114, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan PT Rineka Cipta, Jakarta, 2000. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-1463195135211289067?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/1463195135211289067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=1463195135211289067' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/1463195135211289067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/1463195135211289067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/seputar-hal-bermain.html' title='Seputar Hal Bermain'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-2380499630133974061</id><published>2007-03-29T10:10:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:11:06.807-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Bermain</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Bermain&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Berhenti bermain dan kerjakan tugasmu!" Itu adalah perintah yang sangat tidak baik untuk diberikan pada anak-anak. Bermain-main adalah tugas di masa kanak-kanak. Bermain-main adalah ekspresi dan hiburan, mencakup kesenangan dan tujuan, baik tubuh dan pikiran khususnya di masa-masa liburan. Bermain adalah suatu cara bagi anak- anak untuk belajar tentang benda-benda dan berhubungan dengan orang lain. Seorang psikologis dari Swiss, Piaget, mengatakan bahwa bermain adalah suatu cara bagi anak-anak dalam mengubah dunia untuk mendapatkan keinginannya.&lt;br /&gt;Dalam masa liburan, para guru bisa memberikan dukungan untuk bermain dengan menyediakan kesempatan, peralatan, dan ruangan bagi anak- anak. Mengapa guru harus memberikan dukungan dalam bermain? Bermain secara aktif melibatkan seluruh anak dan itulah yang harus dipelajari. Dengan merancang kesempatan untuk bermain dengan suatu tujuan -- biasanya dipadukan dengan satu atau dua kata penuntun -- guru dapat langsung memulai permainan dengan tujuan yang spesifik.&lt;br /&gt;Kesempatan untuk bermain dapat diterapkan dalam pelayanan anak. Dengan bermain "cilukba" bersama ibunya, seorang bayi belajar bahwa orang dewasa dapat dipercaya bahwa mereka akan muncul lagi meskipun untuk beberapa saat mereka menghilang. Seorang anak bisa belajar tentang kuasa Tuhan dengan kegiatan yang menggunakan pancaindera mereka, misalnya bermain dengan benda-benda yang mempunyai berbagai tekstur, warna, bentuk, dan suara. Meniru seekor bebek dan mendengar kotekannya/suaranya membuat anak merasa percaya diri terhadap kemampuannya.&lt;br /&gt;Untuk anak yang sudah besar, mereka dapat belajar dengan bermain drama berpura-pura menjadi orang dewasa.&lt;br /&gt;Untuk memberikan kesempatan bermain yang lebih menyenangkan lagi, suatu ruang kelas dapat disulap menjadi sebuah aula yang dilengkapi dengan perabot rumahtangga yang berukuran mini, sebuah boneka dan tempat tidur boneka, pakaian untuk "berdandan", dan sebuah meja kecil dengan beberapa kursi. Dengan beberapa tuntunan, para guru bisa membantu anak-anak untuk menerapkan ajaran Alkitab ke dalam kehidupan sehari-hari melalui permainan ini. Misalnya, selama dalam kegiatan berlangsung, berilah komentar: "Markus, dari caramu menggendong bayi, aku tahu bahwa kamu sudah tahu bagaimana cara menjaga bayi." Hal ini bisa dihubungkan dengan cerita dalam Alkitab: "Yusuf membantu Maria merawat Yesus. Markus, bisakah kamu tunjukkan pada kita bagaimana Yusuf akan menggendong bayi Yesus?"&lt;br /&gt;Jika ruangan kelas sempit, guru harus menyingkirkan meja guru, alat musik, atau lemari yang tidak digunakan dari dalam kelas. Ruangan ini harus dirancang agar bisa menjadi suatu aula atau diubah menjadi ruangan untuk kegiatan seni, bermain musik, bermain puzzle atau menyusun balok. Jika terdapat tempat di luar ruangan, hal itu tentu akan sangat menguntungkan.&lt;br /&gt;Program bermain membuat kemampuan untuk bersosialisasi akan lebih cepat terbentuk. Para guru bisa membantu anak yang minder untuk belajar bermain bersama-sama dengan anak yang lainnya. Di tahun- tahun berikutnya anak tersebut dapat dituntun untuk bermain dengan bekerjasama dalam suatu kelompok kecil. Anak yang sudah cukup dewasa untuk berinteraksi dengan teman-teman sekelasnya bisa mulai belajar kemampuan yang biasa dimiliki oleh orang yang lebih dewasa, misalnya "Tunggu giliranmu!"; "Bermainlah dengan jujur!"; "Patuhi aturan!"; atau "Mengalahlah!"&lt;br /&gt;Guru-guru bisa menggunakan pilihan yang lebih luas lagi dalam memberi permainan ketika anak-anak yang berada dalam pengawasannya mempunyai perhatian yang lebih panjang, kemampuan untuk membaca, dan bersosialisasi. Permainan lain yang melibatkan anak secara individu bisa digunakan untuk mengajarkan tentang ayat hafalan, tetapi arti dari ayat tsb. akan lebih mudah untuk dimengerti jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya selama kegiatan berlangsung, guru dapat memberikan dorongan seperti: "Maria, apa kau bisa menggunakan balok-balok alphabet ini untuk mengeja kata-kata yang ada di ayat kita: 'Berbuatlah baik.'" Pada waktu bercerita, katakan: "Dorkas itu baik hati -- dan kamu juga baik hati, Maria, jika kamu bermain balok bersama Jean."&lt;br /&gt;Hiasan-hiasan yang menunjukkan gambar Yesus yang sedang dikelilingi oleh anak-anak biasanya menggambarkan anak-anak yang sedang duduk atau berdiri di dekat kaki-Nya dengan penuh perhatian. Gambaran ini akan lebih dekat lagi dengan kenyataan jika ditunjukkan dengan beberapa anak yang sedang bermain kejar-kejaran di sekeliling Yesus, atau anak lainnya sedang meminta kembali celengannya dan seorang gadis kecil merayu Yesus agar berpura-pura menjadi ayah dalam keluarganya. Begitulah yang dilakukan oleh anak-anak karena demikianlah Tuhan membentuk anak-anak untuk belajar!&lt;br /&gt;Isilah masa liburan ini dengan kegiatan bermain yang menyenangkan bagi anak, dan tentu saja yang dapat membawa mereka semakin dekat dengan Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;The Complete Handbook for Children Ministry: How to Reach and Teach Next Generation, Dr. Robert J. Choun &amp;amp; Dr. Michael S. Lawson, , halaman 251 - 253, Thomas Nelson Publishers, Nashville, 1993. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-2380499630133974061?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/2380499630133974061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=2380499630133974061' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/2380499630133974061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/2380499630133974061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/bermain.html' title='Bermain'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-3313812156155065122</id><published>2007-03-29T10:09:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:10:03.682-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Rekreasi dan Kelahiran Baru</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Rekreasi dan Kelahiran Baru&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak kali suatu program rekreasi telah menghasilkan pengalaman "kelahiran baru" dalam hidup pelajar-pelajar Sekolah Minggu. Menaruh minat terhadap kebutuhan tubuh, maupun pikiran dan roh, akan membuka banyak kesempatan kepada gereja untuk mengabarkan Injil. Anak-anak dan kaum muda, bahkan orang dewasa, belajar bergaul satu sama lain melalui kegiatan-kegiatan permainan yang berarti. Dan hubungan- hubungan yang sejati ini menjadi alasan yang menghasilkan pertobatan dan perkembangan rohani. Kasih Kristus mengalir melalui satu saluran saja, yaitu hati manusia yang berserah. Banyak orang di gereja- gereja kita telah datang kepada Kristus, oleh sebab keramahan dan belas kasihan yang ditunjukkan kepada mereka melalui program-program yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohani.&lt;br /&gt;Pengajar yang didorong oleh kasih Kristus, yang dilengkapi dengan kuasa Roh Kudus, dan yang digerakkan untuk bertindak oleh hati yang menaruh belas kasihan, akan berwaspada dan menggunakan tiap kesempatan yang ada untuk memenangkan jiwa yang terhilang bagi Kristus. Dalam waktu yang singkat yang masih ada pada kita, tiap- tiap pengerja dan pengajar harus berusaha dengan tenaga yang telah dibaharui untuk mencapai orang sebanyak mungkin dengan Injil yang memberi pengharapan dan kehidupan. Untuk tugas inilah Roh Kudus memanggil kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Penginjilan di Sekolah Minggu, Richard L. Dresselhaus, , halaman 141 - 142, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-3313812156155065122?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/3313812156155065122/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=3313812156155065122' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/3313812156155065122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/3313812156155065122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/rekreasi-dan-kelahiran-baru.html' title='Rekreasi dan Kelahiran Baru'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-5219656154889801025</id><published>2007-03-29T10:08:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:09:10.698-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Rekreasi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Rekreasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengadakan kegiatan rekreasi untuk mengisi hari libur anak- anak, Anda dapat terlebih dahulu menimba pengetahuan dari artikel berikut ini. Selamat mempersiapkan rekreasi Anda :)&lt;br /&gt;REKREASI&lt;br /&gt;Rekreasi, yang merupakan pembaharuan kesejahteraan fisik dan mental, sangat perlu bagi perkembangan manusia seutuhnya. Cara yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan ini mempengaruhi sikap murid- murid terhadap hubungan-hubungan antar pribadi dalam kehidupan.&lt;br /&gt;NILAI REKREASI&lt;br /&gt;Rekreasi menyegarkan dan menyehatkan kembali tubuh dan jiwa. Jika direncanakan secara efektif, rekreasi merupakan bagian integral dari seluruh pengalaman belajar/mengajar dalam SM.&lt;br /&gt;Kesempatan untuk bersekutu.Interaksi yang hangat dan informal selama rekreasi dapat mempererat persekutuan. Kesempatan-kesempatan untuk mengikuti permainan bersama tidak hanya memberikan kesenangan dan kegembiraan, tetapi juga membantu mengajarkan norma-norma hidup Kristen serta perilaku sosial. Anak-anak yang lebih besar sering kali senang permainan yang bersifat persaingan seperti permainan beregu dan lomba estafet. Walaupun demikian, persaingan itu tidak sehat bila soal menang menjadi demikian penting sehingga terhadap anak-anak yang kurang terampil diadakan diskriminasi. Pemimpin rekreasi harus memilih kegiatan-kegiatan yang bersifat persaingan secara hati-hati untuk mengajarkan nilai-nilai kristiani dan untuk meningkatkan hubungan-hubungan yang positif.&lt;br /&gt;Mempraktekkan nilai-nilai kristiani.Berbagai kegiatan bermain memberikan pengalaman-pengalaman tentang cara hidup. Yang terutama harus diperhatikan oleh pemimpin rekreasi adalah perkembangan sifat kristiani. Melalui rekreasi murid-murid mulai mengerti dan mengalami beberapa konsep abstrak yang diajarkan di kelas. Meskipun orang-orang sering mengungkapkan secara lisan ide-ide mereka mengenai Allah dan mengenai hubungan-hubungan kristiani, mempraktekkan ide-ide tersebut ternyata lebih sukar. Peragaan prinsip-prinsip Kristen oleh para guru, baik di dalam maupun di luar ruangan kelas, akan membantu para murid untuk menerapkan prinsip-prinsip tersebut.&lt;br /&gt;Menghidupkan energi.Supaya murid-murid dapat belajar secara berhasil, maka perlu dipelihara keseimbangan antara studi dan bermain. Duduk dan berkonsentrasi untuk waktu lama akan mengakibatkan pikiran serta otot-otot letih, kecuali kalau ada istirahat untuk melakukan kegiatan dan untuk bergerak. Anak-anak teristimewa membutuhkan rekreasi karena otot-otot yang sedang bertumbuh perlu dibuat merentang, bergerak, dan berlari untuk meningkatkan koordinasi. Disamping itu, anak-anak hanya mampu menaruh perhatian selama waktu yang singkat sehingga perlu diadakan perubahan dan variasi dalam prosedur pelajaran yang rutin. Kaum muda dan orang dewasa pun menghargai kesempatan untuk bersantai selama waktu istirahat.&lt;br /&gt;PRINSIP-PRINSIP REKREASI&lt;br /&gt;PemimpinMereka yang memimpin rekreasi perlu mengerti tujuan rekreasi. Jika rekreasi dianggap sebagai waktu bagi murid untuk berlari- lari dan melelahkan diri atau sebagai waktu untuk bersaing keras, maka pengalaman belajar/mengajar yang berharga terbuang percuma. Sebaliknya, rekreasi hendaknya melibatkan baik murid-murid maupun para guru dalam suatu situasi yang memberi kesempatan untuk mempraktikkan prinsip-prinsip alkitabiah. Betapa hebat potensi yang disediakan oleh rekreasi untuk memperkuat perkembangan Kristen.&lt;br /&gt;Pemimpin juga perlu mengetahui cara membimbing murid-murid dalam permainan atau kegiatan yang dipilih supaya semua dapat menikmatinya. Peraturan-peraturan pokok dari permainan itu harus dipahami dan diberitahukan kepada para murid. Rincian teknik permainan perlu dijelaskan secukupnya supaya para peserta dapat sepenuhnya terlibat dalam permainan tanpa terhenti untuk meminta penjelasan tentang peraturan. Pengawasan yang baik sangat perlu untuk mendapatkan rekreasi yang efektif. Pemimpin yang terlatih baik dan yang mempersiapkan diri dengan baik membantu mengembangkan kerja sama, dan keadaan itu menambah kegembiraan kelompok.&lt;br /&gt;Para PesertaKarena kegiatan-kegiatan dipengaruhi oleh orang-orang yang terlibat maka pendahuluan tentang sifat, kebutuhan, minat, dan kemampuan peserta dapat membantu menentukan rekreasi apa yang paling cocok untuk tiap-tiap kelompok usia. Bila kegiatan- kegiatan tidak cocok dengan pengertian dan keterampilan suatu kelompok, para peserta bisa patah semangat dan frustasi. Oleh karena itu bahan-bahan kurikulum biasanya mengemukakan rekreasi yang sesuai untuk setiap tingkat usia. Aneka ragam sumber petunjuk juga tersedia di toko buku atau di perpustakaan umum. Jika memerlukan bantuan lebih banyak, seorang guru yang berpengalaman mungkin bisa menganjurkan bentuk-bentuk permainan yang sedang populer.&lt;br /&gt;Pemimpin rekreasi harus berusaha melibatkan semua peserta dalam kegiatan tanpa paksaan. Pilihlah kegiatan yang disukai oleh sebagian besar murid dari suatu tingkat usia. Jika seorang murid tidak mau ikut serta, coba cari alasannya. Tekanan persaingan mungkin demikian hebat sehingga murid-murid yang kurang berbakat menarik diri dari kegiatan fisik yang diperlukan. Apakah peraturan-peraturan permainannya jelas? Apakah pengelompokkan dalam permainan itu menjamin adanya teman-teman? Bagaimana sikap si murid?&lt;br /&gt;Doronglah setiap murid untuk mengambil bagian, tetapi siaplah untuk meladeni murid yang hanya ingin menonton itu dengan sikap positif dan penuh kasih. Orang Kristen hendaknya selalu siap untuk mengulurkan tangan dengan kasih dan perhatian yang sungguh- sungguh pada mereka yang tidak aktif dalam kelompok. Satu gerakan isyarat, senyuman, atau perkataan yang ramah dapat mendorong anak-anak itu untuk ikut terlibat.&lt;br /&gt;ProgramRekreasi dapat memenuhi kebutuhan banyak murid jika kegiatan- kegiatan dalam rekreasi berhubungan dengan tema pengajaran dengan cara yang sesuai untuk usia para peserta. Sebaiknya yang diutamakan adalah permainan-permainan yang memerlukan kerja sama tim dan bukan permainan yang sangat kompetitif. Kegiatan-kegiatan itu hendaknya bervariasi sepanjang minggu dan ada keseimbangan antara permainan yang aktif dengan permainan yang tenang supaya murid-murid tidak tergairahkan secara berlebihan baik fisik maupun emosi. Cuaca akan mempengaruhi piihan atas permainan. Rencanakan kegiatan-kegiatan alternatif untuk cuaca buruk dengan mengingat ruangan yang tersedia. Kadang-kadang, rekreasi yang dapat dilangsungkan di dalam gedung atau di dalam ruangan kelas merupakan suatu pergantian yang menyegarkan.&lt;br /&gt;JENIS-JENIS REKREASI&lt;br /&gt;Rekreasi mencakup lebih dari sekedar permainan-permainan. Meskipun peristiwa-peristiwa di udara terbuka seperti olahraga, berkemah, dan jalan lintas alam itu penting, pertemuan-pertemuan ramah-tamah seperti pesta dan piknik juga harus dipertimbangkan. Rekreasi juga termasuk beberapa kegiatan ekspresif yang berlangsung dalam lingkungan departemen dan yang langsung bertalian dengan tema pelajaran seperti drama, sastra, bercerita, kesenian,dan pekerjaan tangan serta bermacam-macam hobi.&lt;br /&gt;Kegiatan-kegiatan yang sangat perlu.Bilamana mungkin, kegiatan-kegiatan bermain hendaknya berlangsung di udara terbuka. Anak-anak kecil senang kegiatan mengendarai suatu kendaraan untuk menghabiskan sebagian energi mereka. Jika para ibu bersedia membawa sepeda roda tiga atau kereta ke SM untuk anak-anak mereka, suatu tempat atau ruangan khusus perlu disediakan untuk barang-barang tersebut. Permainan dengan kegiatan yang berulang-ulang, menyanyi, kegiatan yang diadakan dalam lingkaran, dan permainan pura-pura sangat disenangi anak- anak kecil. Anak-anak yang lebih besar sebaliknya menyukai persaingan terkendali, kegiatan beregu, dan permainan-permainan yang lebih sulit. Kegiatan-kegiatan itu dapat diubah untuk diadakan di dalam ruangan.&lt;br /&gt;Untuk menambah variasi gunakan permainan kereta-keretaan; permainan rebutan kursi dengan diiringi musik; tebak-tebakan; permainan tertulis. Anak-anak kecil suka memainkan alat musik pembuat irama, berbaris dan menyanyi mengikuti musik, dan bernyanyi disertai gerakan.&lt;br /&gt;Anak-anak balita dan tingkat kanak-kanak perlu sering berganti tempo dari giat ke tenang. Sesudah kembali dari rekreasi, ajak mereka untuk berbaring di atas karpet atau tikar. Dengan musik yang tenang, bacakan suatu cerita pendek yang sederhana yang berhubungan dengan pelajaran sementara mereka bersantai. Hal ini akan menenangkan anak-anak yang bergairah dan terlalu aktif, di samping juga membangun suasana yang lebih khidmat. Anak-anak yang lebih besar dapat duduk diam atau istirahat dengan kepala dan lengan di atas meja sementara musik lembut dimainkan atau suatu cerita dibawakan.&lt;br /&gt;Makanan kecil merupakan suguhan yang menggembirakan bagi murid- murid SM. Sediakanlah minuman dan makanan kecil yang sederhana dan tidak mahal. Jika memungkinkan, suguhan istimewa seperti es krim dapat disajikan. Untuk anak-anak kecil sering kali lebih enak kalau menyajikan makanan kecil dan minuman di dalam ruangan sambil mereka duduk menghadap meja. Kalau cara ini yang digunakan, mereka dapat menunggu sampai semua sudah dilayani lalu bersama-sama mengucap syukur kepada Tuhan atas makanan itu. Anak- anak yang lebih besar mungkin lebih suka makan dan minum di udara terbuka. Ucapan syukur dapat dinaikkan sebelum mereka meninggalkan kelas atau kegiatan kelompok mereka.&lt;br /&gt;Acara-acara ekstra.Kegiatan-kegiatan khusus merupakan peristiwa yang disambut gembira selama kegiatan liburan berlangsung. Program liburan yang berlangsung selama dua minggu dapat menonjolkan suatu peristiwa seperti piknik atau pesta pada akhir minggu pertama untuk membangkitkan antusiasme dalam menghadapi minggu berikutnya. Atau sebagai klimaks dari persekutuan yang dialami selama kegiatan liburan, dapat diadakan pesta atau piknik penutupan.&lt;br /&gt;Untuk kegiatan yang ditetapkan, setiap rinciannya harus direncanakan secara teliti. Siapa-siapa yang akan ikut serta, pengaturan makanan, lokasi dan transportasi, rencana-rencana bagi rekreasi dan pembersihan, serta tanggung jawab setiap guru dan pekerja harus dipikirkan sesara cermat.&lt;br /&gt;Agar piknik berhasil, doronglah seluruh murid dan staf pengajar untuk ikut serta. Suatu taman atau daerah pertanian yang tidak terlalu jauh letaknya akan menarik bagi murid-murid dan mempermudah transportasi. Kegiatan-kegiatan untuk semua umur hendaknya dilakukan dengan cepat begitu kegiatan-kegiatan tersebut dimulai supaya piknik tidak berlangsung terlalu lama. Suatu cara yang bermanfaat untuk mengakhiri piknik adalah dengan menyediakan waktu untuk menyanyi, untuk berbagi pengalaman, dan untuk memberikan kesaksian.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Pekan Pendidikan Anak-anak, Doris A. Freese, Ph.D., , halaman 116 - 124, Gandum Mas, Malang, 1993. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-5219656154889801025?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/5219656154889801025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=5219656154889801025' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/5219656154889801025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/5219656154889801025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/rekreasi.html' title='Rekreasi'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-5315301003013021378</id><published>2007-03-29T10:06:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:07:55.216-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Acara Hari Ibu</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Acara Hari Ibu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Acara Hari Ibu diselenggarakan pada bulan Desember minggu ke-3 atau ke-4. Untuk acara Hari Ibu ini, Sekolah Minggu mengedarkan undangan kepada semua Ibu dari murid SM ataupun ibu-ibu yang belum ke gereja. Acara Hari Ibu juga dapat diadakan pada saat ibadah SM. Saran-saran:&lt;br /&gt;Dalam acara Hari Ibu, Sekolah Minggu atau murid-murid SM menyiapkan hadiah yang sederhana untuk ibu mereka. Hadiah ini bisa berupa kembang, sapu tangan, atau gambar dari anak-anak SM yang akan dihadiahkan kepada ibunya.&lt;br /&gt;Ibu-ibu diundang ke depan untuk foto bersama.&lt;br /&gt;Tanyakan kesan-kesan para ibu tentang acara Hari Ibu.&lt;br /&gt;Doa khusus untuk ibu-ibu yang dipimpin oleh gembala sidang atau pemimpin Sekolah Minggu.&lt;br /&gt;Mintalah salah seorang anak SM untuk membacakan puisi tentang "Ibu".&lt;br /&gt;Berilah penghargaan kepada ibu yang usianya paling tua atau yang anaknya paling banyak.&lt;br /&gt;Bagi ibu-ibu yang baru pertama kali ke gereja, dapat diminta untuk mengisi formulir data agar Sekolah Minggu atau gereja dapat membuat tindak lanjut dengan cara mengundang ibu tersebut untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan di gereja. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-5315301003013021378?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/5315301003013021378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=5315301003013021378' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/5315301003013021378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/5315301003013021378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/acara-hari-ibu.html' title='Acara Hari Ibu'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-4611072859564075136</id><published>2007-03-29T10:03:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T10:06:38.876-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Acara Khusus "Penarik Jiwa Baru"</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Acara Khusus "Penarik Jiwa Baru"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Isi undangan tidak harus berisi undangan ke Sekolah Minggu, namun juga bisa berisi undangan ke acara "khusus", yaitu acara yang diadakan khusus untuk mengumpulkan anak-anak baru. Boleh acara yang tanpa berkesan "ibadah" yang sering kurang diminati anak. Apalagi jika diadakan di gereja, anak-anak yang non-Kristen akan takut hadir. Karena itu, sebaiknya adakan di rumah-rumah saja. Misalnya dengan mengadakan: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Rabu Gembira &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adakanlah acara permainan (benar-benar hanya bermain-main bersama) di luar acara hari Minggu. Yang diundang adalah semua teman bermain anak-anak. Akan lebih efektif jika Rabu Gembira diadakan di rumah-rumah anak Sekolah Minggu. Mereka boleh mengundang teman-teman sekampungnya, atau teman sekolahnya. Tentu saja, pilih rumah anak yang banyak anaknya, seperti di perumahan, perkampungan dan lain-lain. Dalam acara tersebut, meskipun bukan ibadah, dan hanya permainan, pilihlah permainan yang dapat "dimuati" pesan rohani. Kita bisa "menyisipkan" beberapa kalimat pesan Kristen di dalamnya. Acara di "pos" tersebut perlu diadakan beberapa kali (beberapa minggu). Setelah 2-3 kali undang mereka ke Sekolah Minggu dengan dijemput dan berangkat bersama. Jika mereka sudah hadir secara "mapan" di Sekolah Minggu, "pos" tersebut boleh di"bubar"kan dan buatlah "pos" baru di tempat lain lagi. Mirip seorang "penambang" emas, guru harus pandai-pandai memilih "daerah yang akan ditambang". Segera tinggalkan daerah-daerah tersebut jika memang tidak memungkinkan". Sebaliknya lanjutkan terus "pos" tersebut jika memang masih banyak "emas" yang bisa ditambang. Awaslah jangan "terjebak" mempertahankan "pos" yang tidak efektif, selain membuang waktu dan tenaga guru, juga menghilangkan kesempatan, karena guru mungkin lebih berhasil jika membuka "pos" di tempat lain. Perhatikan. Ini hanya "pos" sementara, kecuali memang sangat potensial boleh ditindaklanjuti dengan menjadikannya sebuah cabang baru. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Anjangsana ke Sekolah &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Teknik ini sangat efektif. Mintalah izin ke sekolah tertentu agar guru dan rombongannya (terdiri guru dan anak jika mungkin) diizinkan hadir pada hari tertentu. Penulis dan rombongan pernah memberikan: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. Cerita di depan suatu kelas (pilih topik umum).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; b. Drama singkat di kelas (pilih topik umum). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c. Sajian musik dan nyanyian. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d. Pembagian kenang-kenangan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada saat itu kami memperoleh sambutan yang sangat hangat, baik dari sekolah maupun dari murid. Akhirnya, kami justru diberi "jadwal rutin 1-2 bulan satu kali. Di sekolah ini akhirnya kami diizinkan membuka cabang Sekolah Minggu baru. Tentu saja, kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, hanya tim yang "terbaik" yang boleh ikut dalam beranjangsana ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Jasa Pelayanan Gratis &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adakanlah sewaktu-waktu kursus gratis, misalnya: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. Kursus merangkai bunga. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. Kursus masak-memasak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c. Kursus melukis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d. Kursus/les mata pelajaran sekolah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;e. Kursus belajar bersepeda. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Satu kursus yang paling BERHASIL untuk menjaring anak baru, adalah: KURSUS BELAJAR BERSEPEDA GRATIS. Orangtua sekarang sangat sibuk dan tidak dapat menemani anaknya belajar bersepeda, terutama untuk anak kelas 1 - 4 SD. Carilah lapangan yang agak luas dan cukup aman (sepi dari lalu lintas). Beberapa guru menjadi pelatihnya. Untuk anak yang tidak mampu, sepeda dapat dipinjami, tetapi untuk anak mampu mereka boleh bawa sendiri. Kursus ini jangka pendek karena sesudah mereka "bisa bersepeda" kurang lebih 2 bulan kursusnya dapat dihentikan dan jika guru ada waktu luang, kursus baru dapat diadakan lagi, terutama untuk anak-anak non kristen. Tentu saja, dibutuhkan guru-guru yang setia dan memang mampu dalam bidang yang dikursuskan. Bukalah pendaftaran kursus seluas- luasnya, terutama untuk anak yang belum pernah mengikuti ibadah Sekolah Minggu. Kursus sebaiknya diadakan di rumah-rumah yang banyak anak-anaknya. Perhatikan teknik nomor 1, yaitu "pos" akan efektif jika dekat dengan anak-anak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Mengajar Sekolah Minggu yang Kreatif, Paulus Lie, , halaman 72 - 74, Yayasan Andi, Yogyakarta, 1997. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-4611072859564075136?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/4611072859564075136/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=4611072859564075136' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/4611072859564075136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/4611072859564075136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/acara-khusus-penarik-jiwa-baru.html' title='Acara Khusus &quot;Penarik Jiwa Baru&quot;'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-4471637497478313527</id><published>2007-03-29T09:05:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T09:16:30.666-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Anak yang Kesulitan Belajar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Anak yang Kesulitan Belajar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;PENGERTIAN MASALAH&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena masalah anak yang lamban belajar berbeda-beda, maka sulit untuk menetapkan secara akurat masalah mereka yang sebenarnya, bahkan juga belum ada data angka yang tepat dari hasil terapi bagi anak yang lamban belajar. Sebenarnya, masalah ini sangat menarik perhatian para ahli dari berbagai bidang, misalnya para pendidik, psikiater, ahli saraf, dokter anak, dokter spesialis mata dan telinga, juga ahli bahasa. Mereka setelah melihat masalah ini dari sudut pandang yang berbeda-beda, akhirnya secara umum dapat disimpulkan ada dua faktor penyebab anak mengalami kesulitan belajar, yaitu faktor penyakit dan faktor perilaku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut pandang kedokteran, kelambanan anak dalam belajar dianggap berhubungan erat dengan ketidaknormalan dalam otak. Oleh sebab itu, mereka menjelaskan adanya luka pada otak, kurang darah, dan ketidaknormalan dalam saraf sebagai unsur penyebab kelambanan belajar. Dari sudut pandang ahli psikologi, mereka berusaha menyelidiki masalah dari perilaku dan kejiwaan anak yang lamban. Mereka menjelaskan adanya gangguan dalam masalah kognitif, yaitu membaca, menghitung, dan berbahasa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;PERNYATAAN MASALAH&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Departemen Pendidikan Amerika Serikat bagian anak cacat telah menjelaskan standar penentuan bagi anak yang lamban belajar dalam hal penyampaian secara lisan, pengertian secara lisan, penyampaian tertulis, teknik membaca, pengertian membaca, penghitungan matematika, serta kemampuan berpikir logis. Dengan angka IQ, dibedakanlah derajat kelambanan belajar. Bila tidak mencapai nilai standar normal, seorang anak akan dipandang mengalami kelambanan dalam belajar. Tes IQ sendiri telah digunakan secara luas sejak dulu. Meski akhir-akhir ini para ahli mulai meragukan apakah cara penilaian ini dapat dipercaya, namun pada umumnya tingkat kelambanan dalam belajar seorang anak sesuai dengan hasil tes IQ. Dari sisi pelajaran dan pertumbuhan jasmani hambatan belajar dapat diselidiki.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Segi pelajaran&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam segi pelajaran, hambatan bagi anak dapat dilihat dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Pada umumnya bila terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan belajar dengan hasil pelajaran, dapat disimpulkan anak tersebut mengalami kelambanan belajar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Segi pertumbuhan fisik&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal ini meliputi beberapa hal: berbicara, berpikir, mengingat, dan hambatan fungsi indra. Hambatan berbicara merupakan hambatan belajar yang sering terdapat pada tingkat anak prasekolah, dan umumnya mengakibatkan anak terlambat bicara. Sedangkan masalah hambatan dalam berpikir terlihat dari anak yang mengalami kesulitan dalam membentuk konsep, mengaitkan apa yang dipikirkan, dan memecahkan masalahnya. Seorang anak yang memiliki hambatan dalam mengingat akan kesulitan mengingat apa yang telah ia lihat dan ia dengar, padahal daya ingat merupakan syarat utama untuk belajar. Anak juga tidak mampu memusatkan pikiran pada sesuatu yang harus dipilihnya, ia hanya berlari terus ke sana ke mari, dan tidak memiliki konsentrasi belajar dalam jangka waktu yang lama. Sedangkan hambatan fungsi indra termasuk hambatan dalam penglihatan dan pendengaran.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;PENYEBAB MASALAH&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Faktor keturunan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di Swedia, Hallgren (1950) melakukan penelitian dengan objek keluarga dan menemukan rata-rata anggota keluarga tersebut mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, dan mengeja. Kesimpulannya, hal tersebut dipengaruhi oleh faktor keturunan. Ahli lainnya, Hermann (1959), mempelajari dan membandingkan anak-anak kembar yang berasal dari satu sel telur. Ia memperoleh kesimpulan bahwa anak kembar dari satu sel itu lebih mempunyai kesamaan dalam hal kesulitan membaca daripada anak kembar dari dua sel telur. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fungsi otak kurang normal&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada pendapat yang menyatakan bahwa anak yang lamban belajar mengalami masalah pada saraf otaknya. Pendapat ini telah menjadi perdebatan yang cukup sengit. Beberapa peneliti menganggap bahwa terdapat kesamaan ciri pada perilaku anak yang lamban belajar dengan anak yang abnormal. Hanya saja, anak yang lamban belajar memiliki adanya sedikit tanda cedera pada otak. Oleh sebab itu, para ahli tidak terlalu menganggap cedera otak sebagai penyebabnya, kecuali ahli saraf membuktikan masalah ini. Mereka menyebutnya sebagai "disfungsi otak" ketimbang "cedera otak". Sebenarnya, sangatlah sulit untuk memastikan bahwa keadaan itu disebabkan oleh cedera otak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Masalah organisasi berpikirAnak yang lamban belajar akan mengalami kesulitan dalam menerima penjelasan tentang dunia luas. Mereka tidak mampu berpikir secara normal. Misalnya, anak yang sulit membaca akan sulit pula merasakan atau menyimpulkan apa yang dilihatnya. Para ahli berpendapat bahwa mereka perlu dilatih berulang-ulang, dengan tujuan meningkatkan daya belajarnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan gizi&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berdasarkan penelitian terhadap anak dan binatang, ditarik suatu kesimpulan bahwa ada kaitan yang erat antara kelambanan belajar dengan kekurangan gizi. Walau pendapat tersebut tidak seluruhnya benar, tetapi banyak bukti menyatakan bila pada awal pertumbuhan seorang anak sangat kekurangan gizi, keadaan itu akan memengaruhi perkembangan saraf utamanya, dan tentunya membawa dampak yang kurang baik dalam proses belajar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Faktor lingkungan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengaruh lingkungan, gangguan nalar, dan emosi, ketiganya mempunyai ciri khas yang sama, yaitu dapat mengakibatkan kesulitan belajar. Yang dimaksud dengan faktor lingkungan ialah hal-hal yang tidak menguntungkan yang dapat mengganggu perkembangan mental anak, misalnya keluarga, sekolah, masyarakat, dan lain-lain. Gangguan tersebut mungkin berupa kepedihan hati, tekanan keluarga, dan kesalahan dalam menangani anak. Meskipun faktor ini dapat memengaruhi, tetapi bukan merupakan satu-satunya faktor penyebab terjadinya hambatan. Yang pasti, faktor tersebut bisa mengganggu ingatan dan daya konsentrasinya. Dan dari pengalaman dapat dipetik pelajaran bahwa lingkungan yang tidak menguntungkan sedikit banyak bisa memengaruhi kecepatan belajar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;PENYELESAIAN MASALAH&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharaan sejak diniBila faktor lingkungan merupakan penyebab utama mundurnya daya ingat dalam berpikir, pencegahan awalnya mungkin dengan mengubah lingkungan masyarakat dan lingkungan belajarnya. Perawatan sejak dini juga akan bermanfaat untuk pencegahan. Dalam suatu penelitian, setiap anak tinggal di dalam kamar yang berbeda dan hidup bersama dengan orang dewasa. Mereka mendapat perawatan yang khusus serta cermat dari para perawat wanita yang berpendidikan rendah. Dari hasil tes IQ terlihat adanya kemajuan. Dari sini dapat disimpulkan perawatan dini dan pemeliharaan secara khusus dapat menolong mengurangi tingkat kelambanan belajar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan secara keseluruhanUsahakan agar anak mau mengembangkan bakatnya sebagai upaya mengalihkan perhatiannya dari kelemahan pribadi yang telah membuat mereka kecewa dan apatis. Pengalaman dalam pelbagai hal akan membuat anak mengembangkan kemampuannya, dan pengalaman yang sukses akan membangun konsep harga diri yang sehat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lembaga pendidikan khusus atau umum&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu penelitian dilakukan untuk membuktikan apakah dalam upaya untuk menolong, anak yang lamban belajar sebaiknya bergabung dalam lembaga pendidikan khusus atau lembaga pendidikan umum. Hasilnya, tidak diperoleh suatu kepastian karena adanya perbedaan pendapat. Kesimpulannya, dari segi nalar tidak ditemukan adanya peningkatan ketika anak berada di lembaga pendidikan khusus. Hasil belajarnya pun tidak lebih baik dibandingkan dengan mereka yang bergabung di lembaga pendidikan umum. Dalam hal pergaulan, mereka yang ada di lembaga pendidikan umum mungkin mengalami perasaan seperti diasingkan oleh teman-temannya, tetapi di sana mereka dapat memiliki harga diri yang lebih tinggi daripada yang mengikuti pendidikan di lembaga khusus. Bagi anak yang lamban belajar, yang terpenting bukanlah di mana mereka disekolahkan, tetapi bagaimana mereka mendapatkan pengaturan lingkungan belajar yang ideal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memberikan pelajaran tambahanSekolah dapat mengatur atau menambah guru khusus untuk menolong kebutuhan belajar anak. Dapat juga dengan menyediakan program belajar melalui komputer. Dengan demikian, mereka dapat belajar tanpa tekanan dan memperoleh kemajuan yang sesuai dengan kemampuan diri sendiri. B.F. Skinner mengatakan bahwa penggunaan mesin mengajar akan sangat bermanfaat bagi mereka. Dewasa ini komputer telah menjadi alat pendidikan yang populer. Gereja atau sekolah dapat menggunakannya untuk mendidik anak yang lamban belajar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Latihan indraKesulitan belajar bagi anak yang lamban berhubungan erat dengan intelektualitasnya. Jadi, penting juga untuk memberikan beberapa teknik latihan indra kepada mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Latihan indraDengan latihan ini anak dilatih untuk mengenal lingkungan melalui penglihatan, pendengaran, atau perabaan. Misalnya, mengenal benda melalui perbedaan bentuk atau suara. Dengan mata tertutup anak diajak untuk mengenal bentuk, kasar, atau halus suatu benda. Semua latihan tersebut dapat mempertajam indra anak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Latihan koordinasi&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal-hal yang termasuk dalam latihan koordinasi ialah menggunting, mewarnai, meronce, mengikat, melakukan estafet, atau gerakan lainnya. Latihan tersebut kemudian disatukan dengan gerakan dalam kehidupan sehari-hari seperti: memakai atau menanggalkan sepatu, menyikat gigi, menyisir rambut, menuang air, dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Latihan konsentrasi&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Melalui latihan ini anak dilatih untuk memerhatikan rangsangan-rangsangan yang ada di luar, melalui permainan, nyanyian, meniru gerakan guru, bermain kartu, atau berkejar-kejaran untuk melatih konsentrasinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Latihan keseimbangan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasa keseimbangan akan menenteramkan emosi anak dan menolong melatih gerak-gerik tubuh mereka. Misalnya, belajar berbaris, menari, menaiki papan titian, senam irama, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Prinsip belajar&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semua usaha yang melatih anak untuk meningkatkan daya belajarnya, sebaiknya memerhatikan prinsip dan keterampilan belajar.&lt;br /&gt;Usahakan agar anak lebih banyak mengalami sukacita karena keberhasilannya. Hindarkan kegagalan yang berulang-ulang.&lt;br /&gt;Dorong anak untuk mencari tahu jawaban yang benar atau salah dengan usahanya sendiri. Dengan demikian, anak dapat dipacu semangatnya untuk belajar.&lt;br /&gt;Beri dukungan moril atas setiap perubahan sikap anak agar mereka puas. Kadang-kadang berilah hadiah kepada anak.&lt;br /&gt;Perhatikan taraf kemajuan belajar anak, jangan sampai kurang tantangan dan terlalu banyak mengalami kegagalan.&lt;br /&gt;Lakukan latihan secara sistematis dan bertahap sehingga mencapai kemajuan belajar.&lt;br /&gt;Boleh memberikan pengalaman berulang yang cukup, tetapi jangan diberikan dalam jangka pendek.&lt;br /&gt;Jangan merencanakan pelajaran yang terlampau banyak bagi murid.&lt;br /&gt;Gunakan teknik bahasa yang melibatkan lebih banyak penggunaan indra.&lt;br /&gt;Lingkungan belajar yang sederhana akan mengurangi rangsangan yang tidak diinginkan. Aturlah tempat duduk sedemikian rupa agar mereka tidak merasa terganggu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dukungan orang tua&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dorongan dan bantuan orang tua erat hubungannya dengan hasil belajar anak yang lamban. Bila dalam mengulangi apa yang dipelajari di sekolah, orang tua bekerja sama dengan guru dalam memberikan metode dan pengarahan yang sama, tentu akan diperoleh hasil yang lebih baik. Bila memungkinkan, ibu boleh meminta izin untuk mengamati proses belajar mengajar di sekolah. Ikutilah seminar-seminar mengenai anak yang lamban belajar untuk menambah wawasan Anda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Menerobos Dunia Anak, Dr. Mary Go Setiawani, , halaman 99 - 104, Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 2000. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Melayani Anak yang Mengalami Kesulitan dalam Belajar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal-hal berikut ini penting untuk diingat ketika melayani anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar memiliki beberapa tingkat intelektual. Ada yang inteligensinya berada di bawah rata-rata, namun sebaliknya ada juga yang berbakat. Keadaan ini berbeda antara anak yang satu dan anak yang lainnya. Sulit pula untuk mengenali karakteristik yang mirip pada semua anak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketidaksesuaian akan ada dalam level kemampuan dan fungsi mereka. Mungkin mereka dapat menyelesaikan suatu tugas dalam bidang tertentu. Namun, bisa juga tugas yang lebih sederhana menuntut proses yang akan menimbulkan kesulitan bagi mereka untuk menyelesaikannya. Misalnya, seorang anak mungkin memiliki kesulitan dalam membaca bahan yang paling sederhana, tetapi memiliki kelebihan dalam seni. Anak-anak lainnya dapat membaca dengan baik, tetapi sulit berkoordinasi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tingkah laku mungkin menjadi masalah di kelas ketika kegiatan-kegiatan yang harus diselesaikan anak-anak ini terlalu sulit untuk tingkat kemampuan mereka. Guru harus berhati-hati dalam memberikan perintah kepada anak untuk melakukan sesuatu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar sering memiliki penghargaan diri yang rendah. Mereka sadar akan kesulitan mereka dan bahwa mereka telah gagal memenuhi harapan orang tua dan guru mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berikan kesempatan kepada anak-anak ini untuk merasakan keberhasilan. Menyelesaikan tugas dengan baik akan menolong meningkatkan penghargaan diri anak.&lt;br /&gt;Berikan pujian yang tulus kepada anak untuk tugas-tugas yang telah diselesaikan dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;PERUBAHAN&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Frustasi dapat menyerang anak yang mengalami kesulitan dalam belajar. Guru yang peka akan menyesuaikan pelajaran yang ia sampaikan dengan kualitas pelajaran Alkitab. Dengan demikian, anak-anak yang mengalami kesulitan belajar juga mendapatkan pengalaman keberhasilan dalam belajar. Tujuannya adalah menyampaikan pelajaran yang menantang bagi anak yang mengalami kesulitan dalam belajar, dan bukan pelajaran yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi sehingga anak menjadi frustasi dan kehilangan minat dalam program ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berikan perintah yang terperinci. Karena anak-anak ini memiliki kesulitan dalam merangkai, Anda perlu mengulang atau memberikan perintah baru ketika tahap pelajaran berikutnya dimulai. Contohnya, daripada membacakan serangkaian perintah yang harus ditaati, berikan satu atau dua perintah pada saat yang sama. Pada saat anak sudah menyelesaikannya, berikan perintah tambahan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Gunakan semua indra Anda pada saat mengajar. Jika memungkinkan, tanyakan kepada orang tua atau guru lainnya, indra mana yang potensial bagi anak untuk dapat belajar dengan maksimal. Jika anak dapat belajar dengan maksimal melalui penglihatan mereka, berikan kesempatan besar bagi anak untuk mengalaminya melalui media penglihatan. Tekankan perintah Anda dengan menggunakan indra lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pastikan bahwa Anda mengajarkan ide pokok dari pelajaran Anda. Murid yang mengalami kesulitan belajar ini bisa memberi rincian dari pelajaran Anda, meskipun mungkin mereka tidak tahu apa inti dari pelajaran itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebisa mungkin jangan ada gangguan di dalam kelas karena anak-anak ini mudah terganggu. Gambar-gambar, mainan, atau barang-barang yang tidak diperlukan sangat berpeluang untuk mengganggu mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sampaikan pelajaran dengan menggunakan contoh-contoh konkret. Anak yang mengalami kesulitan dalam belajar akan memahami maknanya jika dia dapat melihat dan merasakan apa yang Anda jelaskan. Contohnya, pada saat sesi cerita Alkitab, berceritalah sambil menunjukkan benda-benda yang berhubungan dengan cerita tersebut. Doronglah anak-anak untuk membayangkan bagaimana mereka melakukannya dalam kegiatan mereka sehari-hari. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan jika mungkin beberapa anak yang mengalami kesulitan dalam belajar ini terlihat sangat aktif atau bahkan terlalu aktif. Mereka memiliki rentang perhatian yang rendah untuk melakukan hal yang sama terus-menerus. Berusahalah supaya anak ini terus berada di dekat Anda. Kontak fisik seperti merangkul atau memegang pundak bisa meningkatkan perhatian mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di balik kesulitan belajar yang dialami anak-anak ini, mereka tetap dapat berhasil mengikuti program-program belajar. Hal yang perlu dilakukan saat Anda mengajar ialah menciptakan suasana kelas sebagai satu-satunya pendukung penerimaan dan penghargaan diri mereka, agar mereka mengerti bahwa kasih Allah yang besar adalah untuk semua anak-anak-Nya. (t/Ratri)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Childhood Education in the Church, Robert E. Clark, Joanne Brubaker, &amp; Roy B. Zuck, , halaman 176 - 178, Moody Press, Chicago, 1986. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Pengaruh Komputer Bagi Anak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Komputer telah menjadi bagian hidup dari masyarakat saat ini, tidak hanya orang dewasa, tetapi juga bagi anak-anak. Selain memiliki manfaat, komputer juga dapat memberi dampak negatif. Tentu saja amat dibutuhkan kepedulian orang tua dan juga para pendidik untuk mencegah anak terkena dampak negatif dari kotak canggih ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang tua saat ini merasa serba salah jika anak mereka bersahabat dengan komputer. Keinginan kuat agar anak mereka tidak gagap teknologi dan bisa lebih banyak belajar melalui komputer terkadang kendur ketika melihat dampak negatif yang sering ditimbulkan dari penggunaan komputer yang tidak tepat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nina Arman, seorang staf pengajar Jurusan Komunikasi FISIP UI, sebagaimana dikutip Hari dalam BalitaCerdas.com, mengemukakan bahwa kemunculan teknologi komputer sendiri sesungguhnya bersifat netral. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari alat ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila anak-anak dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik anak.[1]&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mangoenprasodjo dalam bukunya, "Pengasuhan Anak di Era Internet", menulis banyak manfaat yang bisa diperoleh jika anak dikenalkan pada komputer sedini mungkin. Jika cara Anda benar, Anda tidak hanya membuatnya "melek" teknologi, namun komputer juga bisa mejadi media untuk mengembangkan cara berpikir dan memecahkan masalah serta kreativitas si kecil.[2]&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, ketakutan akan dampak negatif yang ditimbulkan komputer tidak perlu terlalu menghantui para orang tua. Asal Anda dapat memberikan arahan dan bimbingan mengenai penggunaan komputer yang tepat kepada anak Anda, dampak tersebut dapat diminimalisasi.&lt;br /&gt;Mari kita melihat beberapa manfaat yang dapat ditimba dari penggunaan komputer.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan komputer, anak menjadi lebih senang belajar karena adanya perangkat lunak pendidikan yang diprogram sedemikian menariknya. Semakin anak tertarik akan program tersebut, semakin tertarik pula dia untuk belajar. Misalnya, perangkat lunak program pengetahuan dasar membaca. Anak akan lebih suka belajar membaca melalui program yang disertai gambar yang dapat bergerak dan bersuara, tulisan yang dapat membuka halaman lain, atau huruf-huruf yang dapat berubah-ubah warna daripada belajar membaca melalui buku yang itu-itu saja. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selain program pendidikan, komputer juga menawarkan program aplikasi berbentuk permainan elektronik yang pada umumnya tidak secara khusus diberi muatan pendidikan formal tertentu. Permainan elektronik tersebut membantu anak untuk belajar bagaimana bertahan, membuat strategi, membangkitkan semangat kepemimpinan, dan bermain peran (role play).[3] &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena biasa menggunakan komputer, anak dapat mengoperasikan berbagai program olah kata dan angka. Para balita juga dapat belajar mengenal warna dan bentuk-bentuk melalui program pendidikan yang dioperasikan dengan komputer. Anak-anak dapat menjadi pandai dalam matematika lantaran sering berlatih dengan menggunakan bantuan komputer dan dapat memiliki banyak kosa kata dalam bahasa Inggris. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Secara tidak langsung, anak yang sejak kecil dibiasakan menggunakan komputer sedang dilatih suatu keterampilan yang amat penting bagi mereka saat mereka menginjak dewasa dan masuk dalam dunia kerja.[4] &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selain manfaat umum, manfaat rohani juga bisa mereka dapatkan. Melalui komputer, anak Anda dapat belajar firman Tuhan dengan lebih kreatif. Perangkat-perangkat lunak pelajaran Alkitab untuk anak sudah banyak beredar di pasaran. Anda juga dapat mengunduhnya (download) dari internet. Biasanya, anak senang belajar Alkitab dengan berbagai macam alat peraga dan aktivitas di sekolah minggu. Karena sekolah minggu hanya ada satu kali dalam satu minggu, kita dapat menambah waktu mereka untuk belajar firman Tuhan dengan kreatif dan menarik melalui komputer. Dengan dukungan komputer sebagai alat peraga, anak akan lebih dalam lagi mengingat pelajaran yang mereka dapatkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui manfaatnya, tentu penting juga bagi kita untuk melihat dampak negatif apa saja yang dapat timbul dari penggunaan komputer. Tujuannya tentu saja bukan untuk melarang anak memakai komputer, melainkan sebagai acuan bagi para pendidik untuk lebih terlibat untuk membimbing dan mengawasi anak menggunakan komputer.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dampak negatif yang diungkapkan Hari adalah kemungkinan besar anak mengonsumsi permainan elektronik yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas tanpa sepengetahuan orang tua. Permainan beraroma kekerasan dan agresif banyak disinyalir oleh para pakar pendidikan sebagai pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak.[5] &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena terlalu sering bermain komputer, anak-anak dapat kehilangan waktu untuk bermain dengan teman-temannya dan kehidupan sosialnya menjadi kurang seimbang.&lt;br /&gt;Anak juga dapat menjadi malas membaca buku dan menulis karena banyak waktu yang dihabiskan di depan komputer. Prestasi di sekolah bisa menurun karena tugas-tugas yang tidak diselesaikan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akses negatif juga bisa didapatkan melalui internet. Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet. Karena melalui internet berbagai materi bermuatan seks, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang.[6] &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengingat penggunaan komputer adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari pada saat ini dan masa yang akan datang, anak tetap harus dikenalkan dengan komputer walaupun ada pengaruh yang tidak baik yang dapat ditimbulkan. Yang terpenting adalah bagaimana para pendidik dan orang tua dapat menjadikan komputer aman dan bermanfaat bagi anak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kenalkan komputer pada anak sesuai dengan usia mereka. Pengenalan bagi anak balita dapat dimulai dengan membimbingnya menyentuh komputer, memegang tetikus (mouse), mengetik huruf-huruf di kibor (keyboard). Anak-anak di atas usia balita dapat mulai diperkenalkan pada berbagai program komputer yang menarik bagi mereka, khususnya program yang bersifat edukatif. Pilihkan program aplikasi yang tepat bagi mereka. Jangan biarkan mereka membeli atau meminjam program tanpa sepengetahuan Anda. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Temani anak saat mereka menggunakan komputer. Arahkan dan bimbing mereka dalam komunikasi yang hangat. Ada baiknya menggunakan kata kunci (password) agar anak tidak menggunakan komputer tanpa pengawasan orang dewasa.[7] &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Buatlah kurikulum sendiri di rumah. Jangan perlihatkan semua program komputer yang akan Anda berikan kepada anak. Berikan satu per satu, tahap demi tahap. Jika memungkinkan, buat tes kecil untuk mereka. Jika lulus, barulah mereka boleh mencoba program yang baru. Dengan menyusun kurikulum sendiri, Anda dapat lebih selektif memilih program komputer yang tepat, aman, dan memenuhi kebutuhan anak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pendidik dan orang tua hendaknya terus mengembangkan pula kemampuan dan keterampilan dalam menggunakan komputer. Terkadang yang terjadi malah sebaliknya, anak sudah menjadi lebih "canggih" dari pendidik dan orang tua mereka. Hal tersebut dapat mengakibatkan pengawasan dan bimbingan menjadi terbatas pada kemampuan pendidik atau orang tua saja. Ikuti terus perkembangan di dunia komputer, bahkan sebelum anak tahu dari sumber-sumber lain, jadilah sumber pertama bagi mereka mengenai perkembangan-perkembangan tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Buatlah kesepakatan bersama anak mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya dengan komputer. Jangan membuat peraturan Anda sendiri. Libatkan anak agar dia juga dapat merasa bertanggung jawab untuk melaksanakan setiap peraturan yang sudah dibuat bersama. Beberapa contoh peraturan yang dapat dimasukkan dalam daftar misalnya, tidak boleh menggunakan komputer apabila tugas-tugas sekolah belum diselesaikan atau jika anak sedang dalam masa ulangan; jika masa sekolah, waktu untuk menggunakan komputer maksimal satu jam setelah semua kegiatan selesai, waktu yang lebih longgar dapat diberikan pada hari libur. Pengaturan waktu ini perlu dilakukan agar anak tidak berpikir bahwa bermain komputer adalah satu-satunya kegiatan yang menarik baginya. Pengaturan ini perlu diperhatikan secara ketat oleh pendidik, setidaknya sampai anak berusia dua belas tahun. Pada usia yang lebih besar, diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik.[8] &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya, komputer tidak diletakkan di kamar pribadi anak. Tempat yang baik adalah di ruang keluarga. Pengawasan akan sulit dilakukan jika komputer berada di area privasi anak.&lt;br /&gt;Bagi keluarga Kristen, amat penting untuk menanamkan nilai pada anak bahwa komputer adalah alat yang dapat mereka pakai untuk belajar firman Tuhan. Usahakan untuk mendapatkan banyak perangkat lunak yang akan membantu anak untuk mempelajari firman Tuhan. Anda bisa membeli atau mengunduhnya (download) melalui internet. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Komputer juga memunyai efek-efek tertentu bagi fisik seseorang. Perhatikan masalah tata ruang, cahaya, bahaya listrik, posisi duduk, tinggi meja dan kursi, dll. agar anak berada dalam keadaan yang betul-betul nyaman, aman, dan sehat saat menggunakan komputer.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sudah siapkah Anda menjadi pembimbing teknologi bagi anak-anak yang Tuhan percayakan untuk Anda didik?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;BalitaCerdas.com. 2005. "Komputer Bagi Anak". Dalam &lt;a href="http://info.balitacerdas.com/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;amp;artid=33"&gt;http://info.balitacerdas.com/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;amp;artid=33&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mangoenprasodjo, A. Setiono . 2004. "Pengasuhan Anak di EraInternet: Mitos TV, Komputer, Spiritual Parenting, hingga SexEducation". Yogyakarta: ThinkFresh. Hlm. 102.&lt;br /&gt;BalitaCerdas.com. 2005. loc.cit.&lt;br /&gt;Clark, Robert E., Joanne Brubaker, dan Roy B. Zuck. 1986."Childhood Education in the Church". Chicago: Moody Press. Hlm. 513.&lt;br /&gt;BalitaCerdas.com. 2005. loc.cit.&lt;br /&gt;Ibid.&lt;br /&gt;Mangoenprasodjo, A. Setiono. 2004. loc.cit. Hlm. 103&lt;br /&gt;BalitaCerdas.com. 2005. loc.cit.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Jika Anak Telah Kecanduan Video Game&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Panas terik tidak dirasakan oleh Wahid dan Budi. Tanpa pulang terlebih dulu, langkah mereka segera bergegas menuju tempat penyewaan play station 2 (PS 2) dan video game. Lapar sepertinya tidak menjadi alasan mereka untuk menyelesaikan game konsol (video game console) terbaru, yang keluaran terbarunya selalu diburu oleh para pencandu video game. Jari mereka memencet-mencet tombol konsol yang ada di tangannya. Sementara matanya tak lepas dari layar monitor yang tengah menayangkan gerak akrobatis tokoh yang dikendalikannya. Mengatasi rintangan sambil menghadapi musuh-musuhnya. Begitu tokohnya mati dan permainan berakhir, dia segera mengulang dari awal dengan rasa penasaran. Tidak cukup satu atau dua jam, Wahid dan Budi bisa sampai berjam-jam sebelum dia benar-benar bisa memecahkan rasa penasaran akan permainan itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi di atas adalah kejadian nyata yang mungkin juga pernah Anda temui pada saudara, teman, atau bahkan anak didik Anda di sekolah minggu. Disadari atau tidak, dewasa ini video game bak candu bagi anak-anak kita. Masalah ini bisa menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan jika tidak ada kontrol atau perhatian yang serius dari orang tua, sekolah, atau pihak lain seperti sekolah minggu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kata candu diasumsikan sebagai sesuatu yang menjadi kegemaran (KBBI 2001: 191). Candu video game ibarat sesuatu kegiatan yang amat disukai oleh seseorang dan menyebabkan seseorang menjadi ketagihan sehingga melakukannya secara terus-menerus. Kecanggihan game di abad 21 ini dirasa berkembang pesat dan semakin banyak dibuat. Anda bisa membuktikannya manakala Anda sedang berkunjung di sebuah pusat perbelanjaan dan melewati sebuah toko yang menyediakan peranti-piranti video game dan play station. Para konsumen berjubel mulai dari orang dewasa sampai anak-anak mengantri hanya untuk membeli game-game terbaru.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mark Griffiths, seorang pakar video game, mengungkapkan bahwa game bisa membuat orang lebih bermotivasi. "Video game abad ke-21 dalam beberapa segi lebih memberi kepuasan psikologis daripada game tahun 1980-an." Untuk memainkannya perlu ketrampilan lebih kompleks, kecekatan lebih tinggi, serta menampilkan masalah yang lebih relevan secara sosial dan gambar yang lebih realistis. Kata kunci dari pernyataan tersebut adalah "kepuasan psikologis", di mana anak terdorong untuk menuntaskan dan memenangkan permainan yang berada di video game tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mari bersama-sama melihat sejauh mana dampak negatif video game yang bisa sampai menjadi candu bagi anak-anak kita. Dampak di sini tidak bersifat sementara, namun dapat bersifat jangka panjang. Dalam jangka panjang, salah satu dampaknya adalah banyaknya waktu yang sedikit banyak berpengaruh pada perkembangan aspek pendidikan, kesehatan, keadaan psikis anak, dan kehidupan sosial anak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aspek Pendidikan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mohammad Fauzil Adhim, dalam artikelnya, berpendapat bahwa anak yang gemar bermain video game adalah anak yang sangat menyukai tantangan. Anak-anak ini cenderung tidak menyukai rangsangan yang daya tariknya lemah, monoton, tidak menantang, dan lamban. Hal ini setidaknya berakibat pada proses belajar akademis. Suasana kelas seolah-olah merupakan penjara bagi jiwanya. Tubuhnya ada di kelas tetapi pikiran, rasa penasaran, dan keinginannya ada di video game. Sepertinya sedang belajar, tetapi pikirannya sibuk mengolah bayang-bayang game yang mendebarkan. Kadangkala anak juga jadi malas belajar atau sering membolos sekolah hanya untuk bermain game. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, beberapa penelitian mengatakan bahwa anak yang fanatik bermain game biasanya merupakan individu yang berintelijensi tinggi, bermotivasi, dan berorientasi pada prestasi. Namun, kecanggihan game yang terus berkembang dan makin bertambah banyak pada abad 21 ini, masih menimbulkan tanda tanya apakah game berpengaruh pada orientasi prestasi seseorang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aspek Kesehatan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari sisi kesehatan, pengaruh kecanduan video game bagi anak jelas banyak sekali dampaknya. Untuk menghabiskan waktu bermain game, anak yang telah kecanduan ini tidak hanya membutuhkan waktu yang sedikit. Penelitian Griffiths pada anak usia awal belasan tahun menunjukkan bahwa hampir sepertiga waktu digunakan anak untuk bermain video game setiap hari. "Yang lebih mengkhawatirkan, sekitar 7%-nya bermain paling sedikit selama 30 jam per minggu." Selama itu anak kita hanya duduk sehingga memberi dampak pada sendi-sendi tulangnya. Seperti dikemukakan Rab A.B., di London terdapat fenomena "Repetitive Strain Injury" (RSI) yang melanda anak berusia tujuh tahun. Penyakit ini semacam nyeri sendi yang menyerang anak-anak pecandu video game. Jika tidak ditangani secara serius dampak yang terparah adalah menyebabkan kecacatan pada anak. Hal semacam inilah yang seharusnya patut kita perhatikan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aspek Psikologis&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berjam-jam duduk untuk bermain video game berdampak juga pada keadaan psikis anak. Anak dapat berperilaku pasif atau sebaliknya anak akan bertindak sangat aktif atau agresif. Perilaku pasif yang biasa muncul adalah anak jadi apatis dengan lingkungan sekitar, kehidupan sosialisasi anak agak sedikit terganggu karena anak jauh lebih senang bermain dengan game-gamenya daripada bergaul dengan teman-temannya. Video game dapat juga menyebabkan anak dapat berperilaku aktif bahkan bisa agresif. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh game-game yang dewasa ini banyak menghadirkan adegan kekerasan. Dalam waktu selama itu anak hanya berinteraksi dengan kekerasan, gambar yang bergerak cepat, ancaman yang setiap detik selalu bertambah besar, serta dorongan untuk membunuh secepat-cepatnya. "Anak mengembangkan naluri membunuh yang impulsif, sadis dan ngawur," tambah Fauzil Adhim. Sangat mengerikan sekali jika tidak ada kontrol dari orang tua untuk menyikapi hal tersebut.&lt;br /&gt;Adalah tugas semua pihak, baik dari institusi sekolah, orang tua maupun guru sekolah minggu untuk lebih memerhatikan fenomena video game yang terlalu dalam mempengaruhi anak. Jika anak kita belum terlanjur kecanduan video game ambillah langkah yang bijak dalam menangani masalah ini. Berikut langkah yang bisa diambil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berikan waktu luang dan perhatian yang banyak kepada anak-anak Anda. Ada kesan bahwa orang tua yang sibuk bekerja dengan mudah menyediakan perangkat video game hanya karena alasan tidak mau repot dengan anak. Mereka mau membelikan apa pun asalkan dapat membuat anak diam. Seharusnya, orang tua boleh memberikan mainan yang anak minta asalkan ada kendali juga dari orang tua. Padahal cara ini bisa berdampak pada lemahnya ketrampilan emosi anak. Mereka tidak belajar bagaimana mengelola keinginan atau mengambil pertimbangan, tegas Fauzil Adhim. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang tua harus lebih selektif dalam mencarikan mainan buat anak-anaknya. Sebisa mungkin permainan yang mempunyai unsur edukatif bukan permainan yang mempertontonkan adegan kekerasan.&lt;br /&gt;Buatlah sebuah peraturan yang dibuat oleh Anda dengan anak Anda secara bersama-sama. Di antaranya perihal batasan waktu antara anak bermain game, belajar, dan kegiatan sosialisasi anak dengan teman-temannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang tua harus menanamkan pemahaman keagamaan kepada anak dengan baik. Dari segi kerohanian, orang tua dapat melibatkan anak secara aktif dalam kegiatan sekolah minggu, mengadakan doa atau saat teduh bersama anak di rumah. Sebab hal ini akan berpengaruh kepada moral anak. Singgih D. Gunarsa menegaskan bahwa moral anak dipengaruhi dan dibentuk oleh lingkungan rumah, lingkungan sekolah, lingkungan teman-teman sebaya, segi keagamaan, juga aktivitas-aktivitas rekreasi (2003: 40-45). Aktivitas rekreasi di dalamnya meliputi film, radio, televisi, video game, dan buku-buku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika Anda saat ini sedang menghadapi anak yang telah terlanjur kecanduan dan sulit sekali mengubah kebiasaan bermain gamenya? Bahwa anak jadi mengorbankan kegiatan sosialnya, enggan mengerjakan PR, dan ingin mengurangi ketergantungannya tapi tak bisa adalah beberapa indikasi anak kecanduan video game. Memang perlu usaha yang keras untuk dapat mengembalikan keadaan anak seperti semula. Apakah anak perlu diterapi? Mungkin saja jika tarafnya sudah sedemikian parahnya. Orang tua harus melibatkan ahli-ahli lain untuk mengembalikan anak pada kondisi normal, bisa belajar berpikir dengan baik, mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial dan sekolah, serta dapat mengikuti proses belajar-mengajar di sekolah dengan wajar. Menurut Fauzil Adhim, terapi juga diarahkan agar anak bisa belajar mengelola emosinya, mampu menghidupkan perasaannya dengan baik dan sehat, serta belajar menumbuhkan inisiatif positif.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya kita sebagai pembimbing anak untuk mengambil bagian dari usaha meminimalisir serangan teknologi yang semakin berkembang ini. Selamat melayani anak-anak Anda dan selamat membentengi mereka dengan norma-norma yang sesuai dengan perintah Tuhan kita Yesus Kristus.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sumber bacaan:&lt;br /&gt;Gunarsa, D. Singgih. 2003. "Psikologi Perkembangan". Jakarta: BPKGunung Mulia.Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2002. Jakarta: Balai Pustaka.Adhim, Mohammad Fauzil. 2006. "Memenjarakan Anak dengan Kebebasan".Dalam &lt;a href="http://www.mail-archive.com/daarut-tauhiid(at)yahoogroups.com/msg01826.html"&gt;http://www.mail-archive.com/daarut-tauhiid(at)yahoogroups.com/msg01826.html&lt;/a&gt;A.B., Rab. 2006. "Dampak Video Games Pada Anak Perlu Diwaspadai".Dalam &lt;a href="http://www.pembelajar.com/wmview.php?ArtID=491&amp;page=2"&gt;http://www.pembelajar.com/wmview.php?ArtID=491&amp;amp;page=2&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Apakah yang Dapat Membuat Anak-Anak Kreatif?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap anak itu kreatif -- setidak-tidaknya kreatif untuk menciptakan kenakalan yang sedang dilakukannya. Tetapi ketika anak itu menjadi besar, tampaknya ada sesuatu yang terjadi. Sifat spontan yang sering dipuji itu memudar, dan hanya sedikit sekali orang yang sanggup tetap hidup secara kreatif di dalam era industrialisasi, birokrasi yang sudah tak manusiawi lagi, berbagai bentuk standardisasi, dan sistem komunikasi elektronik yang semakin canggih sekarang ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah Yang Mahakreatif, dan Roh-Nya ada di dalam kita untuk menolong kita menjadi kreatif di dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Dan walaupun derajat kreativitas yang ada pada diri kita masing-masing mungkin merupakan sifat bawaan, sebagai orang tua ada banyak yang dapat kita lakukan untuk mengembangkan bakat-bakat kreatif yang ada pada anak-anak kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di atas segalanya, baik sekali jika Anda menyadari bahwa kreativitas dapat berkembang dengan baik sekali di dalam suatu suasana saling menghargai. Di dalam suasana demikian setiap anak dapat memperoleh rasa harga diri yang sejati. Pernyataan kasih sayang dan pujian yang konsisten dan suasana yang penuh pelukan dan belaian kasih sayang mempunyai kaitan yang erat dengan suburnya pertumbuhan jiwa dan semangat kreativitas anak. Jadi, marilah kita memerhatikan beberapa prinsip dan kegiatan kunci sehubungan dengan hal ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkanlah bahwa Anda menaruh kepercayaan pada kesanggupan anak Anda; hindarilah kecenderungan orang dewasa yang suka terlalu cepat menyediakan jawab atas segala masalah.&lt;br /&gt;Biarkan anak Anda menempuh beberapa risiko. Hal itu akan memberi keleluasaan bagi Anda maupun anak Anda untuk menikmati dan menjelajahi hubungan Anda. Kebebasan yang kreatif ialah suatu keseimbangan antara memegang aturan secara bertanggung jawab dan suatu rasa gemar bertualang yang sesuai ke alam yang belum dikenalnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tolonglah anak Anda agar bereksperimen secara teratur dengan perkakas dan bahan-bahan baru. Janganlah berpegang teguh pada prinsip bahwa setiap tindakan atau hasil harus hebat. Kreativitas yang sejati sering terjadi sesudah banyak kegagalan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dorong anak Anda agar berani menyatakan dirinya dengan memerankan suatu tokoh dalam sebuah sandiwara kecil. Tidaklah mengherankan jika anak laki-laki yang masih kecil bermain boneka dan anak perempuan yang masih kecil bermain mobil-mobilan, selama orang tua anak itu tetap memberi contoh mengenai peranan laki-laki dan wanita yang baik. Membiarkan anak laki-laki Anda bebas untuk bersikap emosional dan berperasaan tajam, serta membiarkan anak perempuan Anda untuk bersikap tegas dan suka mengambil inisiatif merupakan suatu suasana yang sehat bagi mereka untuk mengungkapkan kreativitas mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bangkitkan minat anak Anda dengan secara teratur membaca buku-buku yang baik, belajar menikmati musik dan kesenian. Jelajahi bersama-sama buku-buku di perpustakaan umum, carilah stasiun-stasiun pemancar radio baru, dan kunjungilah museum dan toko-toko kesenian di daerah Anda. Kreativitas seseorang dapat bertumbuh dengan subur jika ia dapat melihat banyak karena biasanya tindakan kreatif itu menyangkut soal merangkaikan objek-objek dan gagasan-gagasan yang sudah ada menjadi suatu kombinasi yang baru. Jadi, seseorang makin terbuka untuk menerima berbagai gagasan dan objek, makin besar juga potensi orang itu untuk berpikir kreatif. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Janganlah terlalu cepat berprasangka terhadap gagasan anak Anda yang tampaknya kurang praktis dengan cepat-cepat memutuskan, "Wah, cara demikian itu tidak akan jalan."&lt;br /&gt;Anjurkanlah untuk bertanya. Walaupun anak Anda yang belum bersekolah mungkin akan mengajukan lebih banyak pertanyaan daripada yang bersedia Anda jawab, ingatlah bahwa pikiran yang suka bertanya adalah pikiran yang kreatif. Tolonglah anak Anda untuk belajar mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang lebih baik dan lebih tajam. Kemudian carilah jawabnya bersama-sama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Binalah suatu pendekatan yang positif terhadap kekeliruan-kekeliruan yang dibuat oleh anak Anda. Walaupun suatu kesalahan yang berat memerlukan tindakan disiplin yang sesuai, waspadalah agar yang Anda hukum ialah kelakuannya yang salah dan bukan orangnya. Janganlah Anda menghukum sambil melontarkan penghinaan yang dapat merusak harga diri anak Anda, seperti "Hanya orang yang bodoh sekali yang melakukan hal seperti itu!" atau "Kamu memang tidak pernah melakukan sesuatu dengan benar!" &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hargailah kreasi-kreasi, hasil kerja, dan percobaan-percobaan anak Anda. Tidak ada sesuatu hal lain yang dapat dengan lebih cepat membunuh semangat kreatif anak Anda selain daripada pernyataan-pernyataan seperti, "Mengapa kamu melakukan hal yang seperti itu?" atau "Jangan main dengan lumpur kotor itu!" Pajanglah hasil karya seni anak Anda pada tempat-tempat yang menonjol dan berilah komentar yang sifatnya memuji hasil karyanya di hadapan para sahabat.&lt;br /&gt;Anjurkanlah untuk berperan menjadi sesuatu atau seseorang. Pertunjukan boneka, kostum-kostum buatan sendiri, deklamasi, dan drama-drama mendadak merupakan kegiatan-kegiatan yang akan memunculkan naluri dan gagasan-gagasan kreatif yang terbaik. Sama seperti hal lainnya, seorang anak akan menjadi makin baik sesuai dengan banyaknya latihan yang dilakukannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadilah seorang pengamat yang kreatif bersama anak Anda. Sediakanlah waktu untuk mengamati burung-burung, cuaca, manusia, bunga-bunga, dan binatang. Amatilah berbagai proses dan berbagai objek. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ikut sertakan anak remaja Anda atau pimpinlah anak muda Anda dalam menulis sebuah karangan, mengisi buku harian, menggambarkan ilustrasi, atau membangun sesuatu dengan tangan Anda. Janganlah cerewet mengenai mutu sesuatu kreasi. Pimpin saja dengan bersemangat! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pilihlah mainan dan kegiatan yang akan melibatkan inisiatif pribadi. Sebagai contoh, suatu model pesawat terbang dari kayu balsa mungkin merupakan pilihan yang lebih baik daripada model pesawat yang tinggal dirakit dengan hanya menekan-nekannya saja. Harmonika, kaca pembesar, magnet, dan kotak-kotak yang dapat disusun dapat lebih merangsang kreativitas daripada kebanyakan mainan jadi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Doronglah anak Anda untuk mengumpulkan barang-barang sebagai koleksi, seperti bulu unggas, kancing, biji-bijian, perangko, atau hal-hal lainnya yang mempunyai daya tarik khusus. Kegiatan membuat koleksi itu dapat merangsang pikiran sehingga selalu merasa ingin tahu dan kreatif. Sediakanlah sekumpulan bahan yang dapat merangsang kreativitas anak-anak, biarkan mereka membuat bermacam-macam eksperimen dengan bahan-bahan itu. Bermain-main secara bebas dengan tanah liat, kapur tulis, cat, kertas, spidol, perekat, pita rekat, majalah-majalah bekas, kaleng dan botol, benang, dan tali-temali hendaknya menjadi bagian dari kenang-kenangan manis anak-anak. Kemudian, tambahkan lagi dengan persediaan pakaian aneka ragam untuk bermain, paku-memaku, potret-memotret, dan penggunaan sarana-sarana lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perkenankan anak-anak yang sudah agak besar untuk menghias kamarnya sendiri, untuk menciptakan suasana yang sesuai dengan kegiatan dan kegemaran pribadinya. Doronglah anak Anda agar ia meningkatkan kemampuan berbahasa dengan mengadakan permainan kata-kata, misalnya mencari kata yang bersajak, mengarang cerita-cerita asli buatan sendiri, membuat teka-teki, membuat syair nyanyian, dan membuat puisi. Perkenankan dia sewaktu-waktu untuk hadir bila orang dewasa sedang berdiskusi, hal ini akan menambah perbendaharaan kata-katanya. Bacalah koran dan artikel-artikel majalah bersama-sama dan diskusikan pokok-pokoknya. Anjurkanlah mereka untuk rajin menulis surat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kreativitas yang sejati menyangkut kebebasan, kepekaan, dan fleksibilitas. Sama seperti kebanyakan tata nilai dan sifat-sifat bawaan lainnya, kreativitas itu mula-mula sekali dibentuk oleh Anda. Dengan sekadar perhatian dan perencanaan sederhana Anda dapat memberikan kepada anak Anda hadiah yang berguna seumur hidupnya, yaitu kreativitas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;40 Cara Mengarahkan Anak, Paul Lewis, , halaman 109 -- 113, Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1993. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-4471637497478313527?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/4471637497478313527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=4471637497478313527' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/4471637497478313527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/4471637497478313527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/anak-yang-kesulitan-belajar.html' title='Anak yang Kesulitan Belajar'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-7330417836964168581</id><published>2007-03-29T07:59:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T08:58:53.907-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Pendidikan Bagi Generasi Penerus Gereja</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Pendidikan Bagi Generasi Penerus Gereja&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu" (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Amsal 22:6" onclick="return swebpop('Amsal+22%3A6');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061241/#SABDAweb"&gt;Amsal 22:6&lt;/a&gt;). "Orang muda" yang disebut dalam ayat tersebut bisa mencakup baik anak-anak maupun remaja/pemuda dan ini merupakan nasihat dan janji yang amat penting!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak adalah harapan bagi masa yang akan datang dan pemuda adalah secercah sinar bagi hari esok. Bila gereja melalaikan pelayanan pendidikan bagi anak-anak, remaja/pemuda, gereja pasti akan kekurangan generasi penerus.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, gereja-gereja injili memiliki kelas-kelas sekolah minggu bagi anak-anak, juga persekutuan remaja/pemuda. Namun sayang, tidak semua pemimpin gereja ataupun guru-guru sekolah minggu menyadari akan nilai pendidikan bagi generasi penerus.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;DITINJAU DARI SEGI KEJIWAAN&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dialami seorang anak akan berpengaruh seumur hidupnya. Golongan "Psikoanalisis" berpendapat bahwa pukulan berat yang dialami seseorang pada masa kecilnya dapat memengaruhi kejiwaan dan hidupnya pada masa dewasa. Golongan "Behavioris" juga menegaskan bahwa lingkungan hidup seseorang pada masa kecilnya mempunyai pengaruh yang amat besar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kepribadian seorang anak akan mudah dibentuk pada usia dini. Masa kanak-kanak memang bersifat lentur, mudah dibentuk. Lingkungan, masyarakat, kebudayaan, pendidikan, dan sebagainya dapat memberikan pengaruh secara langsung atau mengubah kepribadian dan tingkah laku seseorang. Sebab itu, amatlah penting bagi seorang guru untuk sedini mungkin membentuk muridnya dengan kebenaran, supaya sejak kecil teladan hidup Kristus sudah bertunas dan bertumbuh dalam hatinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semua segi perkembangan seorang anak perlu mendapatkan pembinaan. Masa kanak-kanak sampai masa remaja merupakan masa perkembangan yang paling penting dalam hidup seseorang. Apabila keluarga dan gereja dapat mendidik mereka dengan baik, mereka pasti dapat bertumbuh dengan wajar dan baik secara jasmani, mental, kepribadian, emosi, pergaulan maupun kerohanian. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kanak-kanak bagaikan selembar kertas putih, yang menunggu orang dewasa untuk mengisinya. Itulah sepatah kata yang termasyhur dari John Locke, pencetus teori "Tabularasa". Ia berpendapat ketika manusia dilahirkan pikirannya seperti selembar kertas yang putih bersih, segala kesan yang diperoleh kemudian melalui sentuhan pancaindera, akan secara bertahap mengisi rasa ingin tahunya, khususnya mengenai inti kehidupan manusia yang harus ia ketahui.&lt;br /&gt;Gereja harus dapat melengkapi bimbingan yang tidak diperoleh dalam keluarga. Sebenarnya pendidikan generasi penerus adalah kewajiban orang tua, akan tetapi pada masa kini banyak keluarga yang telah kehilangan fungsi pendidikannya sehingga pelayanan pendidikan di gereja diharapkan dapat menolong dan memenuhi kekurangan yang terjadi dalam pendidikan keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;DITINJAU DARI SEGI KEROHANIAN&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hati seorang anak di hadapan Tuhan adalah murni dan terbuka. Pada umumnya, seorang anak tidak memerlukan perdebatan untuk membuktikan keberadaan Allah; mereka mudah percaya. Pemikiran apa pun yang disalurkan orang dewasa semuanya dapat memengaruhi mereka. Oleh sebab itu, baik anak-anak maupun remaja/pemuda adalah objek penginjilan yang paling baik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menerima Tuhan pada masa kanak-kanak, berarti sepanjang hidupnya bisa dipakai oleh Tuhan. Pendidikan kanak-kanak dan remaja/pemuda merupakan hal yang berharga karena mereka memiliki jangka waktu yang lebih panjang dalam hidupnya untuk dipakai Tuhan, dibandingkan dengan mereka yang setelah dewasa baru percaya Tuhan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Daya ingat anak-anak yang sangat kuat merupakan masa terbaik untuk menghafal ayat Alkitab. Meskipun daya pikir dan pengalaman hidup orang dewasa lebih kuat dan dapat menolong mereka untuk menghafal ayat Alkitab, namun ayat yang dihafalkan pada masa anak-anak dan remaja dapat diingat dalam jangka waktu yang lama bahkan lebih efisien sehingga ayat-ayat tersebut dapat berfungsi pada saat-saat penting dalam hidupnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pembinaan karakter orang Kristen dapat berakar semakin mendalam pada usia dini. Karakter dan tingkah laku yang baik harus dimiliki oleh orang Kristen, dengan membinanya sejak dini, hal itu dapat berakar semakin dalam dan tidak mudah berubah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Iman anak-anak itu murni, mereka merupakan utusan Injil yang baik. Jangan meremehkan potensi anak-anak dan remaja/pemuda; mereka dapat membawa orang tua dan teman untuk mendengarkan Injil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;DITINJAU DARI SEGI PERTUMBUHAN GEREJA&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mendidik generasi penerus merupakan cara pertumbuhan gereja yang terbaik. Ada tiga macam pertumbuhan gereja:&lt;br /&gt;pertumbuhan secara transmigrasi, yaitu anggota gereja mutasi;&lt;br /&gt;pertumbuhan melalui penginjilan, yaitu pertambahan anggota gereja yang baru percaya dan bertobat;&lt;br /&gt;pertumbuhan secara alamiah, yaitu anak-anak anggota gereja yang dididik sejak kecil dan kemudian menjadi umat percaya.Mendidik anak-anak dan remaja/pemuda sebagai generasi penerus akan dapat menjamin pertumbuhan gereja secara alamiah. Demikian juga orang tua Kristen hendaknya memberikan kesempatan bagi generasi penerus untuk dapat bertumbuh dalam keluarga Kristen yang baik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dapat memenangkan anak juga berarti memiliki kesempatan besar untuk memenangkan orang tuanya. Banyak kesaksian membuktikan bagaimana anak-anak dan remaja/pemuda memengaruhi orang tuanya untuk percaya kepada Tuhan. Ron Boldman adalah seorang pendeta dari "Calvary Chapel", salah satu gereja yang berkembang pesat di Amerika. Setelah menyelesaikan pendidikan teologi, Ron pergi memberitakan Injil dan mendirikan gereja; dalam beberapa tahun yang singkat, jumlah orang yang menghadiri kebaktian meningkat dengan pesat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan statistik, pada tahun 1973 jumlah orang yang menghadiri kebaktian rata-rata adalah 135 orang, sampai tahun 1977 jumlahnya telah meningkat mencapai rata-rata 1.325 orang. Pendeta yang dipakai secara besar-besaran oleh Tuhan itu adalah hasil usaha dari Erick Boldman, yaitu anaknya yang berusia empat tahun, yang telah membawanya mengikuti sekolah minggu orang dewasa. Masih banyak contoh lainnya. Banyak anak juga telah berhasil memengaruhi orang tua mereka yang mundur dan tawar hati untuk kembali mengasihi Tuhan.&lt;br /&gt;Membina generasi penerus berarti juga membina pemimpin-pemimpin gereja di masa yang akan datang. Jikalau sekolah minggu berhasil membina kerohanian generasi penerus dengan baik, itu berarti sekolah minggu telah melatih dan mempersiapkan para pemimpin gereja untuk masa yang akan datang; jadi, ini merupakan suatu pekerjaan yang amat besar dan bernilai!&lt;br /&gt;Kualitas pemimpin gereja di masa mendatang tergantung bagaimana kita mendidik mereka sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan gereja dalam kualitas dan kuantitas tergantung pada pendidikan terhadap generasi penerus. Bila pendidikan terhadap generasi penerus diutamakan, gereja dapat mendirikan dasar yang baik bagi hakekat kerohanian jemaat. Mereka tidak mudah terbawa arus, selain itu juga dapat memengaruhi pertumbuhan dalam kuantitas. Bukankah kita harus menanggung pekerjaan yang sedemikian berharga ini dengan segala kerelaan hati? Ya! Kita harus mencurahkan seluruh tenaga dan kemampuan, berani berkorban dan membayar harga demi mendidik generasi penerus yang setia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Pembaruan Mengajar, Dr. Mary Go Setiawani, , halaman 13--15, Yayasan Kalam Hidup, Bandung. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Bimbingan Pastoral untuk Anak Sekolah Minggu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mungkin kebanyakan gereja di Indonesia tidak memunyai pelayanan pastoral untuk anak-anak. Barangkali karena gereja memandang belum perlu, tidak pernah terpikir, tidak peduli, atau tidak tahu apa yang harus dilakukan. Mungkin semua asumsi ini benar. Padahal, sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak pun perlu mendapatkan bimbingan dan pelayanan pastoral. Pelayanan ini bisa dilakukan bekerja sama dengan sekolah minggu yang adalah bagian dari pelayanan gereja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;KRISIS MASA ANAK-ANAK&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana orang dewasa, anak-anak pun dapat mengalami krisis ketika terjadi suatu peristiwa dalam hidupnya seperti: perceraian orang tua, kematian orang penting dalam hidupnya (misalnya, orang tua, saudara kandung, kakek, nenek, teman), sakit keras, masuk rumah sakit, terjadi kekerasan (seperti fisik, seksual, emosi), kecelakaan, dan trauma.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak-anak berada dalam krisis, kemampuan mereka ditantang. Seperti kebanyakan orang dewasa, anak-anak yang sedang menghadapi krisis, mungkin merasa tidak dapat mengendalikan diri, menjadi korban situasi, tidak siap, dan bingung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyak anak yang terlantar dan tidak pernah mendapatkan bimbingan/ konseling bukan karena ketidakmampuan atau keterbatasan waktu pendeta dan para pelayan anak, melainkan karena ketidakpedulian dan ketidaksadaran mereka akan masalah yang dihadapi anak-anak. Program konseling dalam gereja dibuat untuk jemaat dewasa, tetapi tidak menyadari akan kebutuhan rohani anak-anak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yesus merupakan teladan dalam hal memperlakukan anak-anak, terutama dalam tindakan pelayanan yang setia dan efektif. Gereja dapat belajar dari Yesus tentang bagaimana memperlakukan anak-anak. Dia menempatkan pelayanan anak-anak dalam prioritas pelayanan-Nya. Yesus begitu memihak kepada anak-anak sehingga Ia berkata bahwa orang yang memerhatikan anak-anak sebenarnya mengindahkan-Nya, sebagaimana dicatat oleh Markus: "Lalu Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka, `Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku` (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Markus 9:36-37" onclick="return swebpop('Markus+9%3A36-37');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061253/#SABDAweb"&gt;Markus 9:36-37&lt;/a&gt;)."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang sedang berada dalam krisis/masalah sangat membutuhkan intervensi karena cara mereka mengalami dan menafsirkan krisis akan memengaruhi setiap segi perkembangan dirinya kelak. Bila anak-anak yang sedang menghadapi krisis diintervensi, diharapkan mereka dapat mengatasi kekacauan di dalam dan di luar diri mereka dengan efektif. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap harga diri, kepercayaan, dan kemampuan mereka untuk mengatasi krisis di kemudian hari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;BIMBINGAN DAN PELAYANAN PASTORAL&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak-anak tidak mendapat bimbingan yang tepat, maka makna krisis mereka mungkin berubah. Emosi mereka tertekan dan dampaknya sangat serius terhadap perkembangan mental mereka. Bisa jadi mereka akan membuat kesimpulan yang salah tentang sifat dan cara Allah berhubungan dengan dunia. Mereka mungkin beranggapan bahwa Allah itu pemarah, jahat, atau tidak punya perhatian terhadap mereka. Hal ini akan terus mengganggu masa kanak-kanaknya hingga remaja, bahkan mungkin sampai dewasa. Banyak masalah emosi, relasi, dan rohani yang diderita orang dewasa diakibatkan oleh krisis masa kanak-kanak yang tidak terselesaikan dengan tuntas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak sebagai warga kelompoknya sering kali terhambat dalam krisis. Kebutuhan anak mungkin tidak pernah terpenuhi karena orang dewasa sibuk dengan kekhawatiran mereka sendiri sehingga anak-anak dikesampingkan. Dalam situasi seperti ini, gereja dan sekolah minggu dapat berperan dalam hal seperti:&lt;br /&gt;membantu mereka memeroleh informasi yang benar;&lt;br /&gt;berpartisipasi dengan mereka pada waktu mereka menginterpretasikan suatu masalah;&lt;br /&gt;memberi penjelasan yang benar tentang suatu hal yang belum mereka ketahui;&lt;br /&gt;membantu anak-anak mengembangkan rasa mampu mereka melalui berbagai program, misalnya keterampilan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk melayani anak-anak dengan efektif, langkah yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah mengasihi mereka, ikut merasakan perasaan mereka seperti sakit hati, takut, marah, cemas, khawatir, dan rasa kehilangan. Kita dapat berempati dengan mereka, tetap mendampingi mereka pada waktu mereka menghadapi krisis.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa prinsip dasar pelayanan pastoral terhadap anak- anak yang dapat dilakukan.&lt;br /&gt;Pendeta secara rutin mengunjungi kelas-kelas sekolah minggu dan guru diharapkan selalu membuka kesempatan berdialog langsung dengan anak.&lt;br /&gt;Mengadakan retret.&lt;br /&gt;Berkunjung ke rumah murid-murid.&lt;br /&gt;Menelepon.&lt;br /&gt;Mengadakan pertemuan informal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semua metode ini atau metode apa pun yang digunakan, tujuannya adalah untuk membangun relasi dan komunikasi dengan anak-anak sehingga mereka merasa dikasihi, memiliki teman serta tidak dikesampingkan. Dampaknya, mereka akan terbuka untuk diajak berdialog dan tidak merasa takut untuk mengemukakan masalahnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;BERMAIN, SENI, DAN BERCERITA&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kegiatan dalam sekolah minggu dapat dipakai sebagai sarana untuk memberikan konseling bagi anak-anak yang membutuhkannya. Di antaranya adalah melalui kegiatan bermain, kegiatan seni, dan cerita-cerita yang disampaikan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tempat paling wajar untuk berbicara dengan anak-anak adalah saat bermain. Ajaklah mereka bermain karena anak-anak paling suka bermain. Jika memungkinkan, siapkan satu ruang khusus untuk bermain di gereja. Ruangan bermain dapat menjadi tempat yang paling aman dan nyaman bagi mereka apalagi jika mereka sudah sangat akrab dengan ruangan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagi anak-anak, bermain sama seperti berbicara dan bekerja bagi orang dewasa. Oleh karena itu, untuk mendapatkan jalan pikiran dan perasaan anak yang paling komplit, seseorang harus masuk ke dalam dunia anak. Melalui bermain, banyak hal tentang diri mereka sendiri ditampakkan tanpa mereka sadari dan dapat memberikan pelayanan pastoral yang mereka butuhkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bermain adalah jalan terbaik menuju pengertian. Melalui bermain, tingkat spontanitas anak-anak dapat tercapai. Tidak semua anak dapat diajak berbicara secara normal. Banyak anak yang dalam situasi normal pun sulit diajak berbicara langsung dengan orang dewasa. Apalagi kalau mereka dalam keadaan cemas, takut, atau stres. Masalahnya akan menjadi lebih sulit. Selain itu, tidak mudah juga untuk mendekati anak-anak untuk diminta menceritakan persoalan mereka. Hambatan datang bukan saja dari anak tersebut yang tertutup atau sulit mengemukakan persoalannya, tetapi hambatan terbesar justru datang dari orang tua anak yang merasa diintervensi urusan keluarganya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bimbingan pastoral terhadap anak-anak dapat juga dilakukan melalui kegiatan seni. Seni adalah pernyataan keinginan hati, harapan, ketakutan, ide, atau pengomunikasian kebutuhan emosi. Seni merupakan alat pernyataan diri yang sangat baik. Seni visual adalah alat yang paling banyak digunakan untuk melambangkan pengalaman manusia yang terdalam. Seni tidak tergantung pada kala-kata dan keterampilan verbal. Anak-anak akan merasa lebih bebas mengekspresikan diri mereka melalui karya seni, tanpa menyadari bahwa pikiran dan perasaan mereka dapat dimengerti dari karya seni yang mereka buat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan warna sering kali menggambarkan situasi yang sedang mereka alami. Dengan demikian, mereka akan mengungkapkan hal-hal penting tentang diri mereka sendiri melalui apa yang mereka gambar atau lukis, ini akan memudahkan gereja dalam melakukan pelayanan pastoral terhadap mereka. Pendeta pun dapat mengomunikasikan fakta kepada anak-anak melalui seni. Seni juga dapat berfungsi sebagai alat untuk menyusun interviu atau alat evaluasi. Ketika seorang anak menolak untuk berbicara pada garis pikiran tertentu, seni dapat membantu memecahkan kebuntuan komunikasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Metode lain yang dapat digunakan dalam membimbing anak-anak adalah bercerita. Cara utama yang digunakan umat manusia untuk menyatakan imajinasi mereka adalah cerita. Cerita selalu digunakan umat manusia untuk mempertahankan dan mengomunikasikan hal-hal dasar tentang norma-norma atau iman kepercayaannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mitos, dongeng, peribahasa, legenda adalah alat utama yang digunakan kelompok agama untuk meneruskan pusat kebenaran pengalaman rohani mereka kepada anak-anaknya. Contoh yang paling penting adalah makna pokok Injil yang terdapat dalam narasi Injil itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang sedang dalam krisis umumnya terbuka terhadap ajaran baru. Sering kali mereka memberi tafsiran religius terhadap kejadian dan peristiwa yang membuat krisis. Penyampaian cerita kepada anak- anak adalah metode yang memberi pandangan hidup baru kepada anak- anak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tujuan ini dapat tercapai dengan menceritakan kisah Alkitab kepada mereka. Melalui cerita Alkitab tertentu, anak-anak memiliki kesempatan memikirkan krisis tertentu yang mereka alami. Misalnya, setelah anak-anak mendengar cerita tentang kesedihan Tuhan Yesus karena kematian Lazarus (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yohanes ll:1-44" onclick="return swebpop('Yohanes+ll%3A1-44');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061253/#SABDAweb"&gt;Yohanes ll:1-44&lt;/a&gt;), mereka dapat berbicara tentang dukacita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, anak-anak senang mendengarkan cerita dan juga bercerita. Pada waktu anak-anak bercerita, mereka mengungkapkan informasi penting tentang pikiran dan perasaan dalam hati mereka. Dunia emosi menurut pandangan anak-anak, seperti takut, marah, harapan, cemas, atau rasa bersalah terungkap melalui cerita. Misalnya, ketika anak-anak berusia antara lima sampai sembilan tahun bercerita, maka begitu banyak dari diri mereka sendiri yang masuk ke dalam cerita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, teknik bercerita merupakan salah satu cara bimbingan pastoral yang sangat baik untuk kalangan anak-anak. Memang untuk anak-anak di atas usia sembilan tahun, kadang-kadang mereka malu bercerita, atau kalau pun mereka bercerita, ceritanya sudah mereka sensor terlebih dahulu. Mereka malu menceritakan diri mereka sendiri, oleh karena itu bisa juga dipakai cara menulis. Karenanya, banyak anak yang senang menulis puisi atau buku harian.&lt;br /&gt;Kerja sama sekolah minggu dengan gereja diharapkan dapat menjadikan bimbingan maupun pelayanan pastoral kepada anak dengan dasar kasih yang juga dimiliki Yesus kepada anak-anak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Sahabat Gembala, Pebruari 2006, Elisa, , halaman 36--40, Kalam Hidup, Bandung, 2006. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Membimbing Murid yang Mengalami Stres&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berikut ini salah satu konseling yang bisa dilakukan dalam pelayanan sekolah minggu untuk membimbing murid yang mengalami stres. Bagaimana stres bisa memengaruhi keadaan anak dan bagaimana guru sekolah minggu bisa membimbing mereka? Silakan simak tips berikut ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tua yang mengatur jadwal anak-anak mereka dalam satu minggu dengan pertemuan-pertemuan, pelajaran-pelajaran, kegiatan kelompok, dan klub. Dengan kegiatan yang padat ini, mereka berharap akan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar dan bertumbuh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa anak ada yang mengalami pekembangan pesat melalui kegiatan- kegiatan seperti ini. Namun, anak-anak lain justru menjadi kewalahan dan jenuh. Jika para orang tua, pelatih, dan guru menilai harga seorang anak hanya dari kemampuan/prestasi yang dicapainya, kegiatan-kegiatan yang seharusnya memberikan manfaat itu dapat menghilangkan semangat anak yang dianggap "biasa-biasa saja".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadwal yang terlalu padat hanya merupakan satu dari berbagai sumber stres pada anak. Salah satu penyebab stres pada anak yang paling umum adalah anak yang berada dalam keluarga yang berantakan. Kehilangan orang tua karena kematian atau perceraian dapat menyebabkan anak suka merengek dan mengompol kembali. Bahkan dalam keluarga yang paling baik sekalipun, pindah ke suatu lingkungan tempat tinggal yang baru dapat mengakibatkan kemunduran emosional pada anak. Lahirnya saudara kandung atau saudara tiri sangat membutuhkan penyesuaian dalam emosi dan kestabilan sosial anak. Hidup dalam lingkungan atau sekolah yang rawan akan menimbulkan kecemasan, sementara stres pada anak dapat menjadi pertanda keluarga yang salah satu atau kedua orang tuanya adalah pecandu, peminum, atau berperilaku kejam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana seorang guru dapat mengetahui bahwa stres menimbulkan berbagai masalah pada anak?&lt;br /&gt;Bicarakan secara informal dengan anak. Tanyakan, namun jangan dengan nada menginterogasi. "Apa yang ingin kamu lakukan untuk bersenang-senang?"; "Permainan apa yang kamu mainkan dengan keluargamu?" Berikan perhatian pada gerak tubuh, ekspresi, dan suasana hati. Anak-anak yang masih kecil sangat cepat berubah suasana hatinya, namun seorang anak yang bermasalah akan terus- menerus sedih atau bersikap memusuhi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Waspadailah kondisi kehidupan anak di rumah. Apakah dia anak tunggal? Apakah hanya ada satu orang tua di rumah? Apakah orang tua memaksa anak untuk berprestasi? Pada saat orang tua bertanya, "Apakah Jack memenangkan lomba ayat? Kakaknya selalu menang pada saat seusia Jack"--guru dapat memahami bahwa Jack berada di bawah tekanan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan anak yang tidak mau berpartisipasi pada kegiatan karena takut gagal. Anak yang seperti ini memiliki masalah gambar diri yang serius. Seorang anak yang tidak pernah puas dengan penampilannya sendiri telah dituntut oleh orang tuanya supaya selalu sempurna. Perhatikan gundukan kertas yang diremas-remas dan banyaknya hapusan. Perhatikan juga perilaku yang terlalu agresif atau keras kepala. Anak-anak mungkin melepaskan kecemasan mereka dengan menjadi dominan, berkelahi, atau menggunakan kata-kata kemarahan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana seorang guru dapat membimbing anak yang berada dalam tekanan?&lt;br /&gt;Kuatkan anak yang memiliki gambar diri yang rendah. Yakinkan anak tersebut bahwa setiap orang dapat melakukan kesalahan. Guru yang dapat mengakui dan menertawakan kesalahannya sendiri akan menjadi contoh yang sehat. Ingatkan anak bahwa Bapa di surga mengasihi mereka apa adanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kurangi ketegangan di dalam kelas. Seorang pendisiplin yang baik dapat memberlakukan peraturan dalam suasana yang rileks/ santai. Jangan terburu-buru hanya karena ingin menyelesaikan rencana pelajaran Anda--bersikaplah fleksibel. Tetapkan standar perilaku sesuai dengan kelompok usia mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tanyakan pertanyaan terbuka yang dapat dijawab secara subjektif. Hindari untuk selalu memberikan pertanyaan yang jawabannya hanya ada satu yang benar. Anak-anak yang takut gagal akan memberikan respons negatif terhadap pertanyaan atau hafalan yang menjadikan mereka sebagai sasaran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Batasilah kompetisi dan persaingan. Anak-anak senang menjadi menang, namun mereka akan kecewa pada saat mereka kalah. Kompetisi biasanya menimbulkan satu pemenang dan yang lainnya kalah. Bagi anak yang sudah terlanjur merasa dirinya sebagai orang yang kalah, hal ini dapat berakibat serius. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah membandingkan penampilan seorang anak dengan anak yang lain. Hal ini akan menimbulkan kekesalan dan perasaan pada anak bahwa dia diharuskan diukur sesuai standar orang lain. Berikan pujian untuk usaha-usaha yang dilakukan anak guna meningkatkan penampilannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah tanda-tanda penting dari penganiayaan. Kecemasan dan depresi dapat disebabkan karena obat atau alkohol, dan anak-anak sekolah dasar bukannya tidak mungkin mengalami kecanduan. Penyebab utama kecanduan bisa saja berasal dari anggota keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Para psikolog mengatakan bahwa 3/4 dari kira-kira delapan juta anak dan remaja yang mengalami masalah emosi tidak mendapatkan pertolongan. Kira-kira satu dari empat anak memerlukan konseling psikologis sebelum masuk ke kelas enam. Para guru harus menyediakan waktu untuk menjadi teman dan konselor bagi murid-murid mereka. Ketika suatu masalah serius muncul, bicarakanlah dengan anggota gereja yang dapat memberikan pendampingan atau tunjukkan keluarga- keluarga yang dapat memberikan bantuan. (t/ratri)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;The Complete Handbook for Children Ministry: How to Reach and Teach Next Generation, Dr. Robert J. Choun &amp; Dr. Michael S. Lawson, , BabStres in Children: Helping Youngsters Cope with It, halaman 311--313, Thomas Nelson Publishers, Nashville, 1993. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Sekolah Minggu dan Tayangan Televisi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang guru sekolah minggu pastinya tidak selalu dapat mengontrol dan mengawasi apa saja yang ditonton setiap muridnya di rumah mereka masing-masing. Padahal, membimbing anak untuk menyaring setiap informasi yang mereka dapatkan dari tayangan televisi bukan hanya tanggung jawab orang tua saja, tetapi juga membutuhkan kerja sama dari guru sekolah minggu. Apa yang dapat dilakukan guru sekolah minggu untuk mengarahkan anak-anak layannya dalam menonton tayangan televisi? Berikut ini beberapa saran yang dapat dijadikan masukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tanyakan tayangan-tayangan favorit anak-anak. Buatlah daftarnya dan amati tayangan tersebut secara pribadi di rumah Anda. Buatlah analisa mengenai hal-hal positif dan negatif dari tayangan-tayangan tersebut. Di pertemuan-pertemuan berikutnya, Anda dapat menyisipkan acara "siaran televisi" bagi anak-anak. Dalam acara tersebut, ambil satu tayangan yang paling banyak disukai anak-anak. Minta salah satu anak membacakan hal-hal baik dan tidak baik dari acara tersebut. Setelah itu, jelaskan secara singkat mengapa acara favorit mereka itu baik; bila tidak baik, jelaskan pula alasannya. Jangan lupa, sertakan ayat pendukung dari firman Tuhan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Buatlah daftar acara yang baik dan berdampak positif bagi wawasan, pertumbuhan mental, maupun rohani anak. Berikan daftar tersebut lengkap dengan stasiun dan jam tayangnya. Tentu saja Anda harus terlebih dahulu menyempatkan waktu untuk memilih dan menyeleksi acara yang baik dan memilih acara pada jam tayang yang tepat untuk anak. Berikan alasan mengapa acara tersebut lebih baik daripada tayangan-tanyangan yang lain. Adapun anak-anak kelas besar dapat diberi tugas untuk membuat laporan dan daftar pelajaran yang mereka peroleh dari tayangan tersebut, yang berkenaan dengan iman Kristen. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika dari daftar acara favorit yang dibuat anak ada tayangan yang sama sekali bukan tayangan yang baik untuk mereka, secara pribadi panggil anak tersebut dan jelaskan mengapa acara tersebut amat tidak baik untuk dia tonton. Ajak dia berdoa dan membaca firman Tuhan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam program kunjungan ke rumah, berkomunikasilah dengan orang tua. Cari tahu kebiasaan anak dalam menonton televisi melalui orang tua mereka. Secara tidak langsung, Anda dapat bertanya bagaimana orang tua membimbing anak dalam memilih tayangan televisi. Ada orang tua yang tidak terlalu peduli dengan apa yang ditonton anak mereka. Kesempatan ini dapat Anda gunakan untuk mendiskusikan pengaruh orang tua dalam mengontrol tontonan televisi anak mereka dan juga dampak negatifnya jika anak tidak dibimbing saat menonton televisi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sediakan tontonan yang sehat bagi mental dan rohani anak. Jika memungkinkan, sediakan film-film Kristen atau yang sarat muatan ajaran Kristen (VCD, DVD, VHS, dll.) di perpustakaan sekolah minggu atau gereja. Anjurkan kepada anak-anak untuk meminjam film-film tersebut sebagai ganti waktu menonton televisi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Guru harus memiliki kehidupan rohani yang baik dan berakar kuat di dalam Kristus sehingga dapat memberikan pendidikan Kristen yang baik pula kepada murid-muridnya. Pendidikan Kristen merupakan pijakan kuat bagi anak dalam menyaring berbagai informasi yang mereka dapatkan melalui tayangan televisi yang mereka tonton. Guru-guru yang memiliki kedewasaan rohani dapat membimbing murid-muridnya dengan baik dalam menyiasati dampak televisi yang tidak sesuai dengan iman Kristen.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perhatian kita pada anak-anak sekolah minggu tidak hanya kita berikan saat mereka berada di dalam kelas. Justru saat mereka berada di luar kelas, kembali ke lingkungannya masing-masing, seorang guru sekolah minggu harus menaruh perhatian yang lebih lagi. Termasuk perhatian dan kepedulian terhadap tayangan televisi yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Doakan dan bimbinglah mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Penggunaan Komputer di Rumah Keluarga Kristen&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tingginya persentase keluarga yang membeli perangkat komputer pribadi menyebabkan gereja perlu memikirkan cara-cara menolong para orang tua dalam menggunakan komputer untuk pendidikan Kristen anak-anak mereka. Banyak keluarga yang menganggap bahwa mereka akan membeli program-program yang akan membantu anak-anak dalam mengikuti pelajaran-pelajaran di sekolah. Komputer pribadi juga dapat digunakan secara efektif di rumah sebagai alat untuk meningkatkan pengetahuan tentang Alkitab.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun, penting juga untuk diketahui bahwa komputer tidak digunakan untuk menggantikan televisi sebagai penjaga anak. Komputer yang ada di rumah memberi kesempatan kepada anak dan orang tua untuk bekerja sama menyelesaikan masalah-masalah dan mempelajari hal-hal baru.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa cara yang dapat digunakan gereja untuk menolong keluarga Kristen dalam menggunakan komputer mereka untuk pendidikan yang alkitabiah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadwalkan pertemuan dengan para orang tua pada sore hari dan bagikan cara-cara menggunakan program komputer untuk pendidikan gereja kepada mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sediakan informasi atau lembar ide proyek bersama dan proyek-proyek lain yang masih berkaitan yang mungkin masih bisa dikerjakan bersama di rumah oleh anak dan orang tua.&lt;br /&gt;Koleksilah perangkat lunak (software) di perpustakaan gereja sehingga para keluarga dapat memeriksanya. Koleksi tersebut juga harus menyediakan program-program yang sudah dikembangkan secara lokal, umum, dan yang diperdagangkan. (Catatan: lindungilah hak cipta dan izin dari perangkat lunak yang diperdagangkan/komersil tersebut.) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Doronglah orang tua yang menggunakan komputer di rumah untuk menyelesaikan pekerjaan untuk melibatkan anak-anak mereka agar mendapatkan gambaran bahwa komputer bukan alat untuk bermain tetapi untuk membantu dan belajar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berikan bimbingan kepada para orang tua mengenai jenis-jenis perangkat lunak yang perlu dibeli, juga berita-berita moral dan etika yang perlu dipertimbangkan (misalnya, kekerasan yang berlebihan dan penekanan pada simbol-simbol atau benda-benda yang berhubungan dengan okultisme).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Komputer bisa menjadi sangat berguna bagi pendidikan keluarga Kristen. Komputer dapat memperkaya prosesnya, namun jangan sampai merebut peran orang tua dalam pendidikan Kristen anak-anaknya. (t/Ratri)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Childhood Education in the Church, Robert E. Clark, Joanne Brubaker, &amp;amp; Roy B. Zuck, , Artikel Using Computer With Children, halaman 519 -- 520, Moody Press, Chicago, 1986. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-7330417836964168581?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/7330417836964168581/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=7330417836964168581' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/7330417836964168581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/7330417836964168581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/pendidikan-bagi-generasi-penerus-gereja.html' title='Pendidikan Bagi Generasi Penerus Gereja'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-5594131424318524041</id><published>2007-03-29T07:46:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T07:58:51.147-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Mengajar Lewat Keteladanan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Mengajar Lewat Keteladanan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Baru-baru ini, seorang teman saya menceritakan percakapannya dengan anaknya yang sudah menginjak remaja. Teman saya ini merasa perlu mengaku dosa kepada anaknya dan meminta ampun kepadanya. Tentu saja, dia sangat ragu melakukan hal ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Akankah anakku mengerti?" tanyanya. "Akankah dia memaafkanku? Apa yang akan dilakukannya kepadaku di masa yang akan datang?" Di antara ketakutan dan kekuatirannya itu, akhirnya ia memberanikan diri dan meminta maaf pada anaknya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak itu mendengar pernyataan dan permohonan ayahnya, respon anaknya membuat ia sangat lega. "Ayah, apakah ayah masih ingat musim panas yang lalu ketika aku mengaku bahwa aku telah berbohong kepadamu? Ayah mengampuni aku dan memelukku. Bagaimana mungkin aku tidak melakukan hal yang sama kepadamu sekarang?"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya senang situasi itu bisa diselesaikan dengan cara demikian. Karena dalam situasi yang berbeda, akhir dari situasi semacam ini bisa sangat merusak. Semisal dulu ia menghukum anaknya dengan kejam karena berbohong. Bagaimana jika ia berlaku kasar, tidak mengasihi, dan tidak peka? Anaknya mungkin akan merespon dengan cara yang sama pula. Tetapi teman saya telah melakukan kasih dan pengampunan yang kristiani. Hasilnya, anaknya mempelajari hal yang sama dan kita semua memuliakan Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Guru sekolah Minggu juga mengajar dengan menjadi teladan. Itulah sebabnya Paulus menantang Timotius untuk hidup taat -- mengajar dengan menjadi teladan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu. Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu." (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;1Tim. 4:11-12" onclick="return swebpop('1Tim.+4%3A11-12');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061144/#SABDAweb"&gt;1Tim. 4:11-12&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru harus terlebih dulu menjadi seperti apa yang akan diajarkannya -- itulah sebabnya seorang guru yang tidak bisa menjadi murid yang baik juga tidak bisa menjadi guru yang baik. Hanya dengan mempelajari apa yang sudah Tuhan ajarkan kepada kita, barulah kita dapat melayani sebagai teladan bagi murid-murid kita. Para guru membimbing murid-muridnya dan menunjukkan kebenaran dalam tindakannya terhadap mereka. Singkatnya, mereka meneladani kehidupan Kristen.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan Yesus di dunia ini hanya berlangsung selama tiga tahun. Namun dalam waktu yang singkat itu, Dia menyiapkan sekelompok murid pilihan untuk melanjutkan pekerjaan-Nya setelah kenaikan-Nya. Dengan demikian, apa yang telah Kristus kerjakan dalam tiga tahun tersebut sangatlah penting. Dia harus membawa sekelompok kecil orang dengan berbagai latar belakang dan pengetahuan dan melengkapi mereka untuk menggenapi tugas terpenting yang pernah diberikan kepada dua belas orang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Teladan adalah bagian penting dari pengajaran pelayanan Kristus.&lt;br /&gt;"Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus- Nya memberitakan Injil." (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Markus 3:13-14" onclick="return swebpop('Markus+3%3A13-14');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061144/#SABDAweb"&gt;Markus 3:13-14&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan bahwa suatu bagian penting dari proses belajar para murid adalah bahwa mereka ada bersama-sama dengan Dia. Pada saat para rasul mempelajari perintah yang diucapkan Kristus, waktu yang mereka habiskan pada saat Kristus hadir juga merupakan hal penting. Karena dengan melihat pelayanan Yesus, mereka mendapat suatu pemahaman lebih daripada apa yang terkandung dalam kata-kata yang mereka dengarkan. Mereka mengasihi dan mengikuti Guru mereka. Dan karena itu yang terjadi, kemampuan pelayanan mereka juga terbangun. Kristus mengajar murid-murid-Nya melalui "siapa" dan "apa" Dia sebagaimana yang Dia sampaikan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pemuridan adalah suatu bentuk pengajaran dengan dampak yang lebih luas dari pengajaran. Dengan kata lain, pengajaran ini juga dilakukan dengan membangun hubungan pribadi dengan murid. Pada akhirnya, tujuan pemuridan adalah untuk memasukkan kualitas positif guru ke dalam hidup para murid. Ketika Kristus memuridkan para pengikut-Nya, Dia menjelaskan dampak pengajaran yang benar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya." (Lukas 6:40)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah yang terjadi dalam pelayanan Kristus. Murid-murid-Nya hidup bersama dengan Dia, belajar dari-Nya, dan menjadi seperti Dia. Sifat dan komitmen Yesus memiliki efek yang dapat ditularkan kepada sebelas dari kedua belas pengikut-Nya. Dan pada tahun-tahun berikut setelah kebangkitan-Nya, kelompok kecil ini mengubah dunia (Kis. 17:6). Sekarang ini kita hidup dan melayani Kristus karena dampak dari pelayanan mereka dan orang-orang yang mengikut Dia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasul Paulus juga memuridkan mereka yang diajarnya. Dia mengajar Timotius dengan penuh kasih, seperti seorang bapa mengajar anaknya:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"kepada Timotius, anakku yang sah di dalam iman: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau." (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;1Tim. 1:2" onclick="return swebpop('1Tim.+1%3A2');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061144/#SABDAweb"&gt;1Tim. 1:2&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Karena kata-katanya benar-benar menyentuh, jelaslah bahwa Paulus benar-benar memberikan perhatian penuh kepada mereka yang diajarnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi." (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;1Tes. 2:8" onclick="return swebpop('1Tes.+2%3A8');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061144/#SABDAweb"&gt;1Tes. 2:8&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat di atas, Paulus mendorong jemaat di Filipi dan Korintus untuk hidup meneladani dia dan guru-guru Kristen lain yang telah mereka kenal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu." (Filipi 3:17)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus." (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;1Korintus 11:1" onclick="return swebpop('1Korintus+11%3A1');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061144/#SABDAweb"&gt;1Korintus 11:1&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sangatlah penting untuk mengetahui bahwa pengajaran yang alkitabiah lebih dari sekadar memindahkan isi. Tentu saja, kita tidak boleh meremehkan pentingnya isi Alkitab, namun pesan kebenaran itu tidak dapat dipisahkan dari orang yang memberitakan kebenaran itu. Alkitab adalah kebenaran Allah dan wahyu yang akurat -- apakah itu diajarkan atau tidak, dipahami atau tidak, bahkan dibaca atau tidak. Namun untuk mengajarkan kebenaran ini dengan efektif, Alkitab harus ditunjukkan dan diterapkan dalam kehidupan guru. Demikian pula dalam pelayanan Yesus Kristus dan ajaran Paulus. Pelajaran ini harus dilanjutkan dalam pelayanan kita sekarang ini. (t/Ratri)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Make Your Teaching Count!, Wesley R. Willis, , BabTeaching through Example, halaman 34 - 37, Victor Books, Illinois, 1986. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Teladan Guru&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Roh Allah menerapkan kebenaran-kebenaran firman itu pada kehidupan murid-murid. Akan tetapi, seringkali Roh Kudus memakai guru untuk menjelaskan arti sebuah pelajaran, baik dengan teladan maupun dengan sikapnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;TINDAKAN&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak seorang guru pun yang bisa berhasil menyampaikan kebenaran kalau dia tidak menerapkannya pada dirinya sendiri. Murid-murid harus senantiasa melihat teladan hidup guru mereka yang mempraktikkan nilai-nilai Alkitab yang hendak diterapkan pada mereka. Hal ini penting sekali dalam pengajaran Kristen. Jika murid- murid akan belajar dari Kristus, guru-guru sendiri harus pasti bahwa mereka mengenal-Nya dan hidup seperti yang diinginkan-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pengajaran Tuhan Yesus selalu disertai oleh pernyataan kebenaran yang diajarkan-Nya. Dia memberikan contoh tentang kerendahan hati dengan mencuci kaki murid-murid-Nya (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yohanes 13:14" onclick="return swebpop('Yohanes+13%3A14');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061145/#SABDAweb"&gt;Yohanes 13:14&lt;/a&gt;). Dia sering mengajarkan tentang pengampunan (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Matius 6:15; 18:21, 22" onclick="return swebpop('Matius+6%3A15%3B+18%3A21%2C+22');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061145/#SABDAweb"&gt;Matius 6:15; 18:21, 22&lt;/a&gt;), dan dengan pandangan-Nya yang penuh pengampunan itulah, Petrus belajar arti pengampunan yang sesungguhnya setelah dia menyangkal Tuhannya (Lukas 22:61, 62).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kristus memperlihatkan pengampunan di atas kayu salib ketika Dia berdoa, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Lukas 23:34" onclick="return swebpop('Lukas+23%3A34');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061145/#SABDAweb"&gt;Lukas 23:34&lt;/a&gt;). Bahkan kepala pasukan yang kejam mengakui bahwa Yesus itu orang yang benar (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Lukas 23:47" onclick="return swebpop('Lukas+23%3A47');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061145/#SABDAweb"&gt;Lukas 23:47&lt;/a&gt;). Kristus mengajarkan tentang doa, tetapi murid-murid-Nya tidak memahaminya sampai "pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya" (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Lukas 11:1" onclick="return swebpop('Lukas+11%3A1');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061145/#SABDAweb"&gt;Lukas 11:1&lt;/a&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;SIKAP&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran diteruskan melalui hubungan maupun melalui kata-kata. Penyelidikan yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa sikap murid SMP terhadap Allah tidak bergantung kepada jumlah pengetahuan Alkitab mereka. Sikap mereka bergantung kepada sikap orang tua mereka terhadap Allah. Guru juga meneruskan sikap-sikap melalui hubungan yang sering dengan para murid. Seringkali guru lebih memengaruhi kehidupan muridnya lewat sikap perilakunya dari pada dengan perkataannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyak pemuda yang memberi kesaksian bahwa meskipun mereka sudah lupa akan pengajaran yang diterima pada masa mudanya, mereka tidak bisa melupakan teladan hidup seorang guru yang saleh. Kehidupan keseharian guru harus menunjukkan pengajarannya agar dapat berkesan dalam pikiran dan hati murid-muridnya. Kebenaran yang tidak menolong guru, tidak akan menolong murid-muridnya juga. Pelajaran itu harus memengaruhi guru terlebih dulu sebelum pelajaran tersebut dapat menjadi berkat bagi kelasnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Guru dapat memeriksa dirinya sendiri dengan menanyakan, "Apa yang telah diajarkan oleh pelajaran ini kepada saya? Apakah saya lebih memenuhi syarat untuk pekerjaan saya karena saya telah mempelajari pelajaran ini? Apakah saya memberi teladan dalam kebenaran yang saya ajarkan kepada murid-murid saya?" Inilah bagian yang sangat penting dari persiapan seorang guru.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Gandum Mas, Teknik Mengajar, , BabTeladan Guru, halaman 97 - 98, Malang, 1986. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Menjadi Teladan Rohani&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anak sekolah Minggu pasti akan merasa senang melihat guru mereka bersikap baik, murah senyum, dan sikap-sikap baik lainnya. Sikap- sikap yang tampak itu memang dapat menjadi awal yang baik untuk menjalankan peran kita sebagai seorang teladan bagi setiap murid. Namun, apakah ada hal yang lebih dalam lagi selain sikap lahiriah yang dapat kita tunjukkan kepada anak-anak sekolah Minggu? Bagaimana kita bisa menjadi teladan yang sejati untuk meletakkan dasar pertumbuhan rohani yang sesungguhnya bagi iman anak-anak yang kita layani?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Teladan rohani! Itulah yang harus dinyatakan kepada anak-anak layan agar hidup mereka pun menjadi hidup yang sesuai dengan firman Tuhan. Lalu bagaimana kita bisa menjadi teladan rohani bagi anak-anak tersebut?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memiliki perkataan dan kehidupan yang sesuai dengan firman dan cara Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Secara tidak langsung seorang guru sekolah Minggu bisa menjadi gambar yang menunjukkan kepada anak-anak tentang siapa Allah itu. Oleh karena itu, usahakanlah memiliki hidup yang benar-benar mewakili semua yang Yesus lakukan dengan meneladani semua yang sudah Dia lakukan. Bila guru sekolah Minggu suka mengkritik, anak bisa menangkap bahwa Allah juga suka mengkritik. Bila saya mengasihi, Allah tentu juga mengasihi. Biasakanlah untuk mengutip ayat-ayat Alkitab pada saat berbicara dengan anak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sudah berkomitmen untuk melayani Dia di sekolah Minggu, itu berarti kita juga harus berkomitmen penuh untuk hidup sesuai dengan teladan dari Sang Guru Agung. Mungkin sulit dan untuk itu kita sendiri butuh pergumulan rohani. Tetapi kuasa Roh Kudus pasti akan menguatkan kita untuk menjalani komitmen itu. Yesus telah memberikan teladan; itu berarti para pelayan anak pasti mampu meneladani-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memiliki kehidupan bergereja yang benar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekolah Minggu adalah dasar gereja masa depan. Oleh karena itu, sekolah Minggu harus menjadi kelas persiapan para pemimpin gereja di masa depan. Jika kita belum memiliki kehidupan bergereja yang benar, pasti kita tidak akan memberi teladan apa-apa kepada para penerus gereja tersebut. Pastikan mereka melihat arti bergereja itu dalam diri Anda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Teladan yang dapat kita berikan antara lain dengan sering membagikan berkat rohani yang Anda terima dalam gereja. Hubungan dengan sesama rekan pelayanan menunjukkan bagaimana seharusnya anggota keluarga Allah itu berhubungan. Karena gereja adalah komunitas keluarga Allah, mendoakan gereja Anda ketika berada dalam kelas akan membuat mereka ikut melakukannya juga. Melalui kunjungan, kita juga dapat menumbuhkan persahabatan antara anak dan keluarganya untuk kemudian mencari dan memenangkan keluarga- keluarga yang belum bergereja bagi Kristus dan gereja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menerapkan terlebih dahulu pelajaran yang akan kita sampaikan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tujuan kita mengajar tentunya agar anak-anak mengenal firman Allah dan melakukannya dalam hidup mereka sehari-hari. Kita tidak dapat menuntut anak-anak melakukan hal itu kalau kita sama sekali tidak menjadi teladan dalam melakukan apa yang kita sampaikan kepada mereka. Jika Anda mengajarkan tentang mengampuni, itu berarti anak-anak dapat melihat hal itu dalam diri Anda. Begitu juga jika Anda mengajarkan tentang memberikan persembahan, pastikan anak-anak tahu bahwa Anda memiliki disiplin rohani yang baik mengenai persembahan kepada Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menjadi teladan memang bukan hal yang mudah. Tetapi kita pasti mampu jika kita hidup di dalam pimpinan Roh Kudus yang memberikan kekuatan pada Anda. Terutama jika Anda ingin anak-anak melihat dan mengenal Yesus melalui Anda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Hukum Guru&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kata MENGETAHUI merupakan kata kunci dalam hukum guru. Pengetahuan adalah bahan baku bagi pekerjaan seorang guru dan alasan pertama bagi hukum ini menyangkut sifat pengetahuan itu sendiri. Apa yang oleh manusia disebut pengetahuan terdiri dari berbagai tingkatan. Mulai dari setitik sinar kebenaran yang mula-mula terlihat, sampai kepada tingkat pengertian yang matang. Tingkat pengalaman hidup umat manusia sementara diperolehnya tahap demi tahap, yaitu: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(1) pengenalan yang samar-samar; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(2) kemampuan untuk mengingat sendiri atau menguraikan apa yang telah kita pelajari itu kepada orang lain secara garis besar; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(3) kemampuan untuk langsung menerangkan, membuktikan, melukiskan, dan menerapkannya; dan &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(4) tahap di mana pengetahuan serta penghargaan mengenai kebenaran itu dalam arti yang sedalam dan seluas-luasnya sudah sedemikian rupa sehingga oleh karena kepentingannya kita bertindak -- sikap (kelakuan) kita berubah olehnya. Sejarah baru bernilai sejarah bagi orang yang telah membaca dan mengetahuinya. Tahap pengetahuan atau pengalaman terakhir inilah yang dimaksudkan dalam hukum yang berlaku untuk seorang guru yang sejati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak berarti bahwa orang yang belum lengkap pengetahuannya sama sekali tidak bisa mengajar. Juga tidak berarti bahwa orang yang dengan sempurnanya menguasai bahan pelajaran itu pasti akan berhasil sebagai seorang guru. Tetapi bila pengetahuan guru belum sempurna, jelas hal itu akan nampak dalam cara mengajar yang tidak sempurna. Apa yang tidak diketahui seseorang, tak mungkin dapat ia ajarkan dengan baik. Tetapi hukum keguruan ini baru satu di antara tujuh hukum mengajar itu. Maka kegagalan bisa juga terjadi karena ada hukum lain yang dilanggar, bukan hukum yang satu ini saja. Demikian pula, sampai batas tertentu sukses mungkin saja dicapai karena ketaatan terhadap hukum-hukum yang lainnya. Namun demikian, pengajaran pasti akan timpang dan penuh keragu-raguan, jika gurunya tidak cukup memahami apa yang harus diajarkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Suatu segi kebenaran dapat diketahui karena mirip dengan sesuatu yang sudah diketahui, karena itu lebih mudah untuk dilihat bila diperbandingkan dengan segi-segi kebenaran yang lain. Murid-murid hendaknya jangan melihat segi kebenaran itu sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, melainkan harus melihat kaitannya dengan kebenaran- kebenaran secara keseluruhan dan hubungan yang bermanfaat satu sama lain. Prinsip-prinsip besar biasanya ditemukan dalam kaitan dengan fakta-fakta dan konsep-konsep yang sudah diketahui. Kemampuan untuk melukiskan, yaitu salah satu segi yang paling penting dari seni mengajar, hanya akan timbul dari pengetahuan yang sudah jelas dan umum diketahui. Guru yang tidak cukup pengetahuannya sama seperti orang buta yang mencoba membimbing orang buta lain dengan penerangan lampu yang sudah padam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ambillah contoh, misalnya pengetahuan umum ilmu bumi (geografi) yang diajarkan di sekolah -- mengenai bentuk bumi yang bulat, samudera dan benua-benua yang luas, gunung, sungai, negara dan kota yang berpenduduk, dan sebagainya -- betapa dangkal dan menjemukannya hal- hal itu bagi seorang guru dan murid-muridnya yang kurang mendalaminya. Tetapi betapa mengasyikkan materi tersebut bagi tokoh- tokoh geografi. Di depan matanya seolah-olah terbentang sejarah bumi ini dari zaman ke zaman sampai mencapai bentuknya yang bulat sekarang ini. Bagi guru-guru seperti itu, ilmu bumi merupakan sebuah pasal yang tidak terlepas dari seluruh khazanah ilmu mengenai asal- usul sejarah alam semesta. Demikian pula halnya, apabila kita mengajar kebenaran dari Alkitab. Bagi pembaca yang acuh tak acuh atau guru yang tidak cukup mendalam mempelajarinya, semua itu hanya menjadi fakta-fakta yang kering tanpa ada artinya. Tetapi bagi orang yang benar-benar menyelidikinya, kebenaran tersebut menjadi hidup dan luas artinya karena disoroti dengan pengetahuan lain seperti sejarah, ilmu pengetahuan, dan berbagai pengalaman yang pernah tercatat oleh manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hukum mengajar yang bersangkutan dengan guru tentu lebih dalam lagi. Sebelum suatu kebenaran itu sungguh-sungguh dapat dihayati, terlebih dahulu ia harus dimengerti dengan jelas. Hanya orang yang benar- benar mempelajari suatu ilmu sajalah yang akan merasa bersemangat melakukannya. Keluwesan kata-kata yang menakjubkan dari seorang pujangga atau ahli pidato bersumber dari wawasan mereka yang begitu luas. Tidak heran bahwa merekalah yang jadi perintis jalan bagi umat manusia di zaman mereka. Sudah pasti, guru yang hanya setengah- setengah mengetahui bahan yang akan diajarkannya akan menimbulkan kesan yang dingin dan menjemukan. Sebaliknya, guru yang begitu menghayati apa yang diajarkannya, dengan semangatnya, akan membuat murid-murid ketularan minatnya yang besar itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rahasia dari semangat berapi-api yang begitu kita kagumi dan puji pada seorang guru dan pengkhotbah adalah bahwa di samping pengertian yang jelas tentang kebenaran yang diungkapkannya, mereka juga benar- benar menghayatinya dengan perasaan mereka. Bagi guru semacam itu, kebenaran yang biasa seolah-olah menjadi hidup. Sejarah berubah menjadi suatu panorama kehidupan yang amat menarik; ilmu bumi berkembang menjadi suatu perjalanan yang mengasyikkan melihat benua- benua dengan berbagai suku bangsa yang menghuninya; astronomi (ilmu perbintangan) berubah seakan menjadi suatu pameran raksasa yang memperkenalkan dunia-dunia yang lain dengan sistem-sistemnya sendiri. Bagaimana seorang guru tidak memukau jika dengan kesungguhannya, bahan pelajaran yang diberikannya itu begitu kaya dengan hal-hal yang memesonakan?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena pengetahuan yang begitu dikuasainya, semua kemampuan yang ada pada sang guru mulai hidup sendiri. Tetapi sebaliknya pula, pengetahuan itulah yang memungkinkan dia untuk mengembangkan dan menggunakan semua kemampuan tersebut. Seorang guru yang benar-benar memahami pelajarannya tidak akan terikat seperti seorang budak kepada buku teks, tetapi dengan mudah akan mengemukakan semua yang terdapat dalam buku pedomannya itu, sambil mengawasi murid-muridnya, dan dengan tangkas membimbing arah pemikiran mereka. Ia benar-benar siap untuk mengenali bagaimana dan sampai di mana mereka mulai mengerti kebenaran itu. Ia langsung dapat menyingkirkan hal-hal yang dapat merintangi kemajuan mereka serta membantu dan memberi semangat kepada mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan guru yang benar-benar matang dengan sendirinya akan membantu menambah kepercayaan para murid. Umumnya kita lebih senang dan dengan penuh perhatian mengikuti penjelasan seorang penunjuk jalan yang sudah hafal benar jalan yang akan kita tempuh. Tetapi sebaliknya, betapa segan dan jemunya kita mengikuti petunjuk seorang pemimpin yang tidak tahu apa-apa dan kurang kompeten. Anak-anak tidak senang diberi pelajaran oleh seorang guru yang kurang mereka percayai. Dan bukan itu saja. Sarjana-sarjana besar -- seperti Newton, Humboldt, dan Huxley -- membangkitkan minat orang lain untuk mempelajari ilmu mereka. Demikian pula seorang guru yang benar-benar telah mempersiapkan diri membangkitkan dalam murid-muridnya keinginan untuk memperdalam studi mereka. Sayang sekali, pernah terjadi bahwa pengetahuan yang begitu banyak tidak diimbangi dengan kemampuan untuk membangkitkan minat belajar pada murid-murid. Hal ini menyebabkan gagalnya pengajaran, terutama jika anak-anak itu masih muda. Lebih baik seorang guru yang berpengetahuan terbatas, tetapi punya kemampuan untuk membangkitkan semangat murid-murid, daripada seorang cendekiawan yang tidak punya kemampuan demikian.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah falsafah di balik hukum mengajar ini. Dilihat dari sudut ini, maka kita mulai mempunyai gambaran seorang guru yang ideal. Hanya Tuhan Yesus sebagai Guru Teladan yang sudah memenuhi harapan tersebut. Tetapi semua guru yang sejati harus berusaha mencapainya. Hukum ini dengan tepat menunjukkan semua sumber daya yang harus digunakan oleh seorang guru dalam pekerjaannya. Mulai dari seorang ibu yang mengajar anaknya yang kecil, sampai kepada mahaguru yang mengajarkan ilmu yang paling abstrak sekalipun, atau orator yang bicara di hadapan wakil-wakil rakyat, atau pengkhotbah yang bicara di depan jemaat di gereja yang besar, hukum ini berlaku tanpa terkecuali dan tak dapat dilanggar begitu saja tanpa konsekuensi tertentu. Dengan tegas hukum ini mengatakan bahwa di mana pun juga seorang guru harus mengetahui apa yang akan diajarnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Tujuh Hukum Mengajar, John Milton Gregory, , BabFalsafah di Balik Hukum Ini, halaman 21 - 29, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Pelatihan Bagi Guru: Proses yang Berkelanjutan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hanya sedikit saja guru yang dapat terus melanjutkan menceritakan sebuah kisah Alkitab terkenal tanpa merasa tertohok oleh seorang murid yang mengangkat tangan dan mengatakan bahwa cerita itu sudah didengarnya tahun lalu. Bagaimana seharusnya guru menanggapinya? "Saya akan menceritakan bagian yang berbeda dari cerita itu." "Sudah waktunya kamu mendengarkannya lagi." "Apakah kamu mau saya memanggil orang tuamu?" Seandainya murid hanya diam dan tidak mengatakan hal seperti di atas, tetap ada kemungkinan pendapat itu mampir di benak mereka, bahkan dalam banyak kesempatan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, mari kita mengganti tokoh yang ada di adegan ini. Orang yang berdiri di depan kelas itu kini adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam hal pendidikan pelayanan gereja dan dia sedang mengumpulkan para guru untuk mengikuti sebuah kegiatan pelatihan. Lalu ada seorang guru yang punya pengalaman mengikuti pelatihan, dan ia yakin bahwa sebelumnya ia sudah pernah mendengar semua yang dikatakan di situ. Bagaimana penanggung jawab tersebut menanggapi keberatan dari guru itu?&lt;br /&gt;"Pasti ada hal baru yang akan Anda dengarkan."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pelatihan bertujuan memperkenalkan materi, metode, dan program-program baru. Masyarakat berubah sedemikian cepat dan pembuat kurikulum menanggapinya dengan menyiapkan materi-materi yang disesuaikan dengan kebutuhan anak sekarang. Tentu saja, kalimat "firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya" (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yes. 40:8" onclick="return swebpop('Yes.+40%3A8');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061206/#SABDAweb"&gt;Yes. 40:8&lt;/a&gt;) adalah benar, namun cerita-cerita yang dipakai untuk mengilustrasikan penerapan Alkitab dalam hidup perlu terus berubah seperti halnya kehidupan si penerima.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Inovasi-inovasi teknologi telah membawa keuntungan bagi dunia pendidikan dan pendidik Kristen tidak boleh mengabaikan potensi luar biasa yang dimiliki oleh komputer, peralatan audio visual, dan sumber daya lainnya. Sebuah pelayanan pendidikan perlu tetap terbuka terhadap pemanfaatan sumber daya baru, meski sambil tetap melakukan evaluasi secara saksama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penelitian-penelitian baru tentang perkembangan anak memberi pemahaman tentang masalah tingkah laku, kesulitan belajar, dan keluarga yang tidak harmonis. Memahami karakter-karakter khas dan kebutuhan dari setiap kelompok usia sangatlah penting bagi semua guru yang ingin dapat mengajar dengan maksimal, membangun hubungan dengan anak, dan mengenali mereka sebagai satu pribadi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyak acara pelatihan besar, seperti konferensi atau seminar, yang menawarkan lokakarya-lokakarya di bidang khusus, misalnya membawakan cerita, berorganisasi, atau lokakarya panggung boneka. Guru-guru baru akan memperoleh banyak keuntungan dari pelatihan-pelatihan tersebut secara keseluruhan dan seorang guru yang membutuhkan informasi untuk bidang-bidang pelayanan tertentu, di situ dapat belajar dari seorang spesialis secara lebih mendalam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua pelatihan diadakan dalam skala besar seperti konferensi atau konvensi. Banyak gereja memberikan pelatihan berkala sebagai bagian dari agenda bulanan. Beberapa gereja, terutama yang kecil, bergabung dengan gereja-gereja lain untuk mensponsori acara dalam skala kota atau daerah. Teruslah ikuti pelatihan-pelatihan seperti itu, walaupun sebelumnya sudah pernah diikuti.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyak guru yang setia menghadiri pelatihan yang sama setiap tahunnya -- mencatat, bertanya, dan dari yang mereka dengar itu, mereka memeriksa apa saja yang bisa mereka pakai, dengan berdasarkan pengalaman mereka. Pemahaman dan anekdot-anekdot mereka dapat memberikan kredibilitas pada peraturan, terutama bagi para pemula. Guru yang berpengalaman secara naluriah tahu apa yang bisa dipakai di kelasnya sendiri untuk kemudian menemukan cara yang produktif dalam memanfaatkan pelajaran itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kadang seorang guru yang berpengalaman ingin mengembangkan talentanya dalam bidang pelayanan tertentu. Dalam situasi mengajar sebuah tim, misalnya, seorang guru yang istimewa dalam hal bercerita mungkin akan menginginkan pelatihan ekstra dalam bidang itu, sementara guru yang lain akan mengembangkan ketrampilan mereka dalam hal memimpin pujian, permainan, atau aktivitas kesenian. Seorang guru yang bekerja sendirian harus menguasai semua ketrampilan dan membutuhkan pelatihan untuk meningkatkan bidang yang masih menjadi kelemahannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yakobus mengatakan, "Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat." (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yak. 3:1" onclick="return swebpop('Yak.+3%3A1');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061206/#SABDAweb"&gt;Yak. 3:1&lt;/a&gt;). Dengan kata lain, satu hari nanti kita akan mempertanggungjawabkan apa yang telah Tuhan taruh dalam kita, yaitu kepercayaan untuk mengaruniai kita talenta mengajar. Karunia mengajar adalah seperti uang yang dititipkan oleh seorang tuan yang hendak bepergian kepada hambanya. Orang yang ingin mempergunakan karunia tersebut untuk kemuliaan Tuhan akan mencari pelatihan agar ia dapat memakai karunia tersebut dengan bijaksana dan produktif, tapi orang yang tak ingin meningkatkan ketrampilannya atau memperbaharui motivasinya lewat pelatihan berkelanjutan adalah seperti hamba yang tidak mau menjalankan uang yang dititipkan tuannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Panggilan mulia untuk mengajar adalah karunia sekaligus sebuah tanggung jawab. Dan ketika ada kesempatan untuk menghadiri sebuah pelatihan, guru yang bijaksana akan menggali talentanya itu, membersihkan debu-debu yang menempel dan memolesnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;PETUNJUK UNTUK PELATIH&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan harus diadakan secara berkelanjutan, baik sebelum maupun ketika acara berlangsung.&lt;br /&gt;Pelatihan harus diadakan di waktu yang tepat dan nyaman bagi tiap peserta.&lt;br /&gt;Pelatihan harus dapat memenuhi kebutuhan.&lt;br /&gt;Pelatihan harus berdasarkan Alkitab dan ilmu pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;PETUNJUK UNTUK GURU&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ikutilah pelatihan-pelatihan.&lt;br /&gt;Lakukan evaluasi tentang teknik-teknik dan materi baru yang terkait dengan kebutuhan anak didik Anda.&lt;br /&gt;Lakukan perubahan hanya sejauh dalam hal-hal yang berhubungan dengan pelayanan Anda.&lt;br /&gt;Untuk acara berskala luas, lakukan penilaian saksama dalam memilih lokakarya.&lt;br /&gt;Belajarlah dengan mengamati guru yang bisa dijadikan teladan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;PETUNJUK UNTUK GEREJA&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sponsori guru-guru yang mengikuti acara-acara pelatihan.&lt;br /&gt;Rekrutlah guru cadangan untuk memberikan waktu bagi para guru yang ada dalam mengamati guru yang lain.&lt;br /&gt;Sediakan bahan-bahan pelatihan.&lt;br /&gt;Carilah spesialis pendidikan yang dapat memandu sebuah lokakarya.&lt;br /&gt;Sensitiflah akan kebutuhan guru dan murid.&lt;br /&gt;Tanamkan hakikat pelatihan sebagai bagian dari komitmen guru dalam pelayanan. (t/Ary)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;The Complete Handbook for Children Ministry: How to Reach and Teach Next Generation, Dr. Robert J. Choun &amp; Dr. Michael S. Lawson, , BabTraining: The Continuous Process, halaman 343 - 346, Thomas Nelson Publishers, Nashville, 1993. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Langkah Dasar Persiapan Seorang Guru&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang guru sekolah minggu yang ideal dituntut untuk terus memupuk diri. Bagaimanakah seorang guru harus mempersiapkan pelajarannya? Bagian ini akan menyajikan langkah dasar bagi persiapan seorang guru sekolah minggu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdoa.Sebelum mempersiapkan bahan pelajaran, seorang guru harus terlebih dahulu memohon Roh Kudus untuk membuka dan menyucikan hatinya, agar ia dapat membuka hatinya dengan rela dan menerima kebenaran Allah tanpa mengalami rintangan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Membaca Alkitab dan menentukan pokok.Teliti membaca inti ayat-ayat Alkitab dan menentukan pokok pelajaran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menetapkan kembali tujuan belajar yang sesuai dengan kebutuban murid.Pada umumnya buku pedoman sekolah minggu yang baik pasti memiliki tujuan belajar yang sudah ditetapkan, tetapi tujuan tersebut belum tentu sesuai dengan kebutuhan murid. Sebab itu, guru harus belajar untuk menetapkan tujuan belajarnya sendiri. Pada saat menetapkan tujuan belajar harus diingat bahwa:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;titik tolak harus berasal dari pihak murid dan bukan dari pihak guru; bukan berdasarkan hal-hal yang diharapkan oleh guru, tapi yang harus dilaksanakan murid; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;harus mencakup hasil belajar yang dasar: belajar untuk memperoleh pengetahuan, belajar memperdalam pengertian, belajar dalam sikap dan tingkah laku atau belajar keterampilan;&lt;br /&gt;tema harus jelas dan mudah dicerna.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menyelidiki latar belakang yang berhubungan dengan ayat-ayat Alkitab.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagian buku pedoman telah melampirkan penjelasan mengenai latar belakang Alkitab. Kalau tidak ada, boleh juga menyelidikinya melalui Ensiklopedia Alkitab atau Ikhtisar Alkitab; atau bila perlu tafsiran Alkitab. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menyistematiskan bahan pelajaran dengan teratur.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika mempersiapkan pelajaran, bahan-bahan yang telah dikumpulkan harus disusun secara sistematis. Ketika menetapkan kembali tujuan belajar yang sesuai dengan murid, guru harus menyusun isi dan pelajaran Alkitab yang telah dipelajari secara sistematis berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menuliskan garis besar yang penting.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah guru menyusun secara sistematis bahan-bahan yang telah terkumpul untuk mempersiapkan pelajaran, maka haruslah ia menulis garis-garis besar yang penting, antara lain seperti berikut ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan - Bagian yang dapat menarik minat dan perhatian murid. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Inti sari Alkitab - Tuliskan hal-hal penting dan garis-garis besar yang mudah diingat, baik dalam bentuk cerita, diskusi ataupun PA; haruslah ada pembagian yang jelas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan ayat - Memperluas kebenaran sampai kepada penerapan kehidupan sehari-hari. Siapkanlah cerita perumpamaan yang sesuai dengan pengalaman murid.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menetapkan metode mengajar yang sesuai.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah ada pembagian yang jelas, perlu juga dipikirkan metode mengajar yang akan dipakai dalam setiap bagian. Usahakanlah memakai metode mengajar yang bervariasi, supaya suasana segar selalu dinikmati dalam proses penyampaian pelajaran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memilih bahan audio-visual yang sesuai.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jikalau dalam bahan pelajaran Sekolah Minggu tidak mencakup bahan audio-visual, guru perlu menyediakan waktu untuk mempersiapkan bahan audio-visual sendiri. Apakah murid yang diajar itu adalah anak-anak atau orang dewasa, guru tetap dapat menggunakan gambar-gambar, statistik atau benda-benda nyata, dan bahan-bahan lain-lain yang berbeda sesuai dengan tingkatan masing-masing sebagai pelengkap pengajaran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memilih aktivitas belajar yang sesuai dengan murid.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Proses mengajar harus meliputi aktivitas belajar untuk memberikan kesempatan bagi murid bereaksi terhadap kebenaran. Sebab itu, aktivitas belajar haruslah sesuai dengan tema agar dapat mencapai tujuan pelajaran yang telah ditetapkan semula. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Membuat rancangan rencana pengajaran.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bila guru membiasakan diri untuk membuat rancangan rencana pengajaran seperti contoh terlampir, tentu ia akan dapat mempersiapkan pelajaran dengan lebih matang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Pembaruan Mengajar, Dr. Mary Go Setiawani, , halaman 17 - 19, Yayasan Kalam Hidup, Bandung. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Karcis ke Surga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Persiapan:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sediakan sehelai kertas kecil untuk membuat karcis yang akan dibagikan kepada setiap anak yang hadir hari itu. Dalam kertas tersebut tulislah kalimat-kalimat berikut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karcis ini hanya berlaku apabila sipemegang memohon pengampunan dan menerima Yesus sebagai Juru Selamat&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;SATU ORANG&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari Bumi ke Surga satu perjalananTelah di bayar untuk barang siapa yang mau dengan kehidupanAnak Allah di Golgota Tak dapat digunakan orang lainBagasi tidak diizinkan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cerita:&lt;br /&gt;Kita tahu ada harga yang harus dibayar untuk segala sesuatu. Jika kalian naik bis, kereta api, atau pesawat terbang, kalian harus membeli karcis. Ada karcis yang puluhan ribu, bahkan sampai jutaan rupiah harganya. Bahkan untuk membawa seorang ke surga diperlukan biaya yang sangat banyak sehingga tidak seorang pun di antara kita yang dapat membayar harga itu sendiri. Biaya itu mahal sekali karena Allah sama sekali tidak mengizinkan dosa masuk di dalam surga. Sedangkan kita semua telah berbuat dosa dan tidak dapat ke surga kecuali kita membuang dosa-dosa kita. Melepaskan diri kita dari dosa menuntut harga yang lebih mahal daripada yang disadari manusia. Berusaha sekuat-kuatnya untuk menjadi orang yang baik, baptisan air, atau menjadi anggota gereja tidak akan membayar harga untuk masuk surga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitu tinggi harga untuk ke surga sehingga hanya anak Allah yang dapat membayar perjalanan kita. Beratus-ratus tahun yang lalu Dia telah membayar bagi dosa-dosa kita dengan memberikan hidup-Nya di atas salib Golgota (minta anak-anak membaca &lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yohanes 3:16" onclick="return swebpop('Yohanes+3%3A16');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061248/#SABDAweb"&gt;Yohanes 3:16&lt;/a&gt;). Jika Dia tidak berbuat itu, tak seorang pun di antara kita dapat berharap untuk pergi ke tempat yang indah itu setelah kehidupan kita di atas bumi ini berakhir (berikan kepada setiap anak karcis yang telah Saudara sediakan atau tunjuk gambar karcis di papan tulis). Karcis ini akan menolong kalian mengingat apa yang telah dilakukan Yesus bagi kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yesus telah membayar perjalanan kita ke surga dengan jalan mati di atas salib. Seperti yang dapat kalian lihat, karcis kita mengatakan, "Tidak dapat digunakan orang lain", ini berarti bahwa kita tidak dapat ke surga dengan karcis orang lain. Kadang-kadang kita berpikir, jika ibu atau ayah kita seorang Kristen dan berada dalam perjalanan ke surga, maka kita dapat ikut mereka. Tetapi tidak begitu. Kita sendiri harus menerima Yesus.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Pimpin anak-anak dalam doa pengucapan terima kasih kepada Yesus karena membayar harga untuk keselamatan kita dan membuka jalan ke surga bagi kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 1, , halaman 67, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1997. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-5594131424318524041?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/5594131424318524041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=5594131424318524041' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/5594131424318524041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/5594131424318524041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/mengajar-lewat-keteladanan.html' title='Mengajar Lewat Keteladanan'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-2408312209698104181</id><published>2007-03-29T07:19:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T07:46:16.374-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Guru sebagai Pelajar</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Guru sebagai Pelajar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak guru yang tidak menyadari bahwa ia juga memiliki peran sebagai pelajar, sebagai seorang murid. Ketidaksadaran ini disebabkan karena selama ini ia lebih bertindak sebagai orang yang berwibawa, yang "serba tahu", yang memiliki pengetahuan lebih daripada murid-muridnya. Pemikiran seperti ini seringkali menyebabkan seorang guru tidak bersedia dikategorikan sebagai seorang pelajar. Padahal tak dapat disangkal bahwa setiap kali membuat persiapan pelajaran, mau tidak mau dia juga harus belajar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Guru yang menyadari bahwa dirinya juga seorang pelajar akan sangat mendorong anak didiknya untuk lebih giat lagi belajar. Sikap guru yang tetap selalu giat mencari dan menambah pengetahuannya akan mudah dirasakan dan ditiru oleh anak didik. Usaha guru untuk mencari pengetahuan terus-menerus akan meyakinkan anak didiknya bahwa ketidaktahuan bisa digunakan sebagai alasan untuk berkembang daripada menjadi suatu halangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Peran guru sebagai pelajar sangat bermanfaat bagi dirinya, terlebih bagi anak didiknya. Dia mengambil banyak keuntungan dari mengajar. Ketika mengajar, guru banyak mendapat masukan, baik dari bahan- bahan mata pelajaran yang diajarkan maupun dari topik-topik yang berhubungan dengan itu. Sebagai pelajar, seorang guru jangan sampai mudah merasa puas. Salah satu faktor terpenting dalam mengajar ialah perasaan belum puas akan kecakapan dan pengetahuan yang sudah dimiliki secara terus-menerus. Seorang guru harus mempunyai keinginan untuk berusaha mencapai kemahiran yang lebih tinggi lagi. Dengan begitu, untuk meningkatkan profesionalitas guru Kristen, dia harus terus-menerus belajar. Dan sudah tentu sebagai pelajar, guru adalah seorang yang dinamis dan berkembang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada manfaat yang akan diterima anak didik dari guru yang dinamis dan berkembang karena senang belajar. Mereka akan senantiasa mendapat hal-hal baru yang segar karena gurunya juga selalu menyajikan hal- hal baru yang didapatkannya. Dengan demikian, anak didik secara otomatis juga akan lebih berkembang karena masukan yang didapatkan bukanlah barang lama, tetapi yang baru dan segar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Agar pengajaran menjadi sangat dinamis, seorang guru yang berkembang hendaknya selalu mencari saran-saran untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan kegairahan yang sedang dirasakannya. Cara yang terbaik untuk guru tersebut ialah dengan selalu belajar lagi dan menggabungkan pelajaran yang baru itu dengan pengetahuan lama yang telah ia ajarkan. Dengan begitu, pelajaran yang lama dapat tetap bersifat baru bagi anak didik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari manakah seorang guru mendapatkan sumber-sumber informasi? Tentu guru bisa memakai banyak sekali sumber informasi seperti literatur. Namun, sumber informasi yang paling vital adalah anak didik. Dengan demikian, kalau seorang guru Kristen berhenti belajar dari anak didik, mereka juga akan berhenti belajar dari guru.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari anak didik, guru Kristen akan mendapat banyak pelajaran. Tiap guru dapat belajar tentang perkembangan anak didik baik dari segi moral, mental, emosi, sosial, maupun dari segi kerohanian sesuai dengan tingkatan usia mereka. Guru Kristen yang sungguh-sungguh terpanggil untuk melayani, mendidik, dan membimbing akan memberikan perhatiannya untuk belajar dan memahami anak didik, serta berusaha untuk memahami mereka dengan segala gaya hidup mereka masing-masing. Anak didik adalah individu yang berbeda dari anak lainnya. Setiap mereka memiliki keunikan sendiri yang tidak dimiliki oleh yang lainnya. Masing-masing mempunyai kebutuhan, kemampuan, serta perasaannya sendiri. Hal-hal itulah yang dapat dan harus dipelajari oieh guru Kristen.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada penghambat bagi terlaksananya peran guru sebagai pelajar. Hambatannya datang dari diri guru itu sendiri. Ia beranggapan bahwa dirinya telah mengetahui semuanya sehingga ia tertutup untuk mendapatkan masukan-masukan baru. Ia tidak menyadari bahwa ilmu pengetahuan selalu berkembang sehingga ia perlu untuk terus memantau dan mengikuti perkembangan itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada juga guru yang beranggapan bahwa jawaban-jawaban terhadap pengetahuan yang diterimanya saat pertama kali belajar/persiapan dulu merupakan jawaban terbaik. Pengalaman-pengalaman lama guru itu adalah satu-satunya pengetahuan yang terbaik buat dirinya, juga bagi anak didiknya. Guru ini mengajar hal-hal lama yang betul-betul dikuasainya dengan cara-cara yang lama, yang sudah menjadi kebiasaannya sehingga terasa mudah bagi dirinya. Biasanya guru seperti ini tidak terlalu senang jika anak didik (khususnya kaum muda) bertanya-tanya tentang hal yang sedang "ramai dibicarakan", yang sedang populer, atau dengan memakai istilah sekarang yang sedang "trendi". Jika ia tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, hal itu akan mempersulit dan memojokkan posisinya sebagai guru dan akan menurunkan wibawanya. Oleh karena itu, guru semacam ini akan menutup diri untuk mencari dan melakukan penelitian.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa cara yang dapat menolong dan menunjang peran guru sebagai pelajar. Pertama adalah dengan melakukan penelitian tentang mata pelajaran yang sedang diajarkan. Penelitian ini dapat dilakukan pada saat melakukan persiapan pelajaran. Dalam persiapan itu, ia dapat mengumpulkan data-data dari buku-buku teks penunjang pedoman pengajaran. Penelitian juga dapat dilakukan dari buku-buku di luar buku penunjang. Dari penelitian terhadap sumber-sumber di luar pelajaran yang diajarkannya itu, ia dapat melihat hubungan antara mata pelajarannya dengan pengetahuan lain sehingga ia perlu mencari dan meneliti pengetahuan yang lain itu, ini tentunya akan sangat menunjang kemajuan profesinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pengamatan terhadap kejadian di sekeliling juga dapat menjadi sumber yang baru bagi mata pelajaran yang diajarkan seorang guru. Kejadian atau peristiwa yang ia amati dapat menjadi bahan ilustrasi yang dapat memperjelas pemahaman anak didik terhadap pelajaran sehingga menimbulkan minat mereka untuk belajar. Bahkan lebih jauh lagi, anak didik dapat menghubungkan kejadian atau peristiwa sehari-hari di sekelilingnya dengan pelajaran yang diterimanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada upaya lain yang dapat menolong dan menunjang peran guru sebagai pelajar, yaitu dengan cara mengikuti sekolah lagi. Untuk menambah pengetahuan, guru dapat mengikuti sekolah yang jenjangnya lebih tinggi. Dia juga dapat mengikuti seminar-seminar yang berkaitan dengan profesinya sebagai guru. Hal ini akan membuka cakrawala berpikirnya dan memperluas pemahamannya karena di tempat ini ia akan bertemu dengan orang-orang yang memiliki pengalaman dan permasalahan yang sama atau berbeda. Pengalaman yang berbeda itu yang akan memperkaya guru. Mungkin upaya yang satu ini agak sulit untuk dilaksanakan, namun cara ini akan sangat mendukung profesi guru.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengajar yang berhasil memerlukan penyelidikan yang tekun dan persiapan yang saksama dari tiap-tiap pelajaran. Dari situlah diketahui bahwa persiapan yang dipikirkan masak-masak merupakan kunci untuk mengajar dengan lebih baik. Maka dari itu, guru yang membuat persiapan sebaik-baiknya akan memperoleh hasil yang terbanyak. Demikianlah guru yang mau bekerja keras, menguasai baik- baik setiap pelajaran, akan menikmati kepuasan yang lebih besar dalam pekerjaannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Peran guru Kristen sebagai pelajar ini membantunya supaya lebih cakap dan lebih mahir dalam menggunakan keahliannya, juga memacu dirinya supaya mempunyai keinginan untuk berusaha mencapai kemahiran yang lebih tinggi lagi. Peran ini sangat menunjang seorang guru Kristen untuk lebih profesional dalam profesinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Sahabat Gembala Desember, Yoke Tode, S.Th., , BabQuovadis Guru Kristen?, halaman 14 - 17, Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1993. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Biarlah Murid-Murid Mengajar Saudara&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengajar anak-anak yang berusia 6-7 tahun pada Minggu pagi merupakan saat-saat yang paling memuaskan bagi saya. Mereka berdesak-desakan keluar dari ruang pertemuan dan masuk ke dalam kelas saya penuh dengan berita-berita yang ingin diceritakan dan keperluan-keperluan yang harus didoakan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kesukaan mereka di dalam Tuhan mudah menjalar. Mereka tidak malu untuk menyatakan kegembiraan mereka. Bahkan orang dewasa bisa belajar banyak dari anak-anak yang ada di sekelilingnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak biasanya suka berterus-terang. Mereka begitu berterus- terang dan jujur sehingga perlu bimbingan untuk menghilangkan segi- segi yang agak tajam dari ucapan mereka. Tetapi kejujuran mereka dapat menyegarkan dunia kita. Orang tua dapat juga belajar untuk lebih jujur terhadap sesamanya dengan mengakui kesalahan mereka dan saling menceritakan masalah mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pernah seorang anak laki-laki mengakui kepada kawannya bahwa kadang- kadang dia merasa sukar untuk selalu bertindak sebagai seorang Kristen dan minta kawan itu berdoa baginya. Berapa kalikah orang dewasa mau merendahkan dirinya dengan meminta sesama Kristen untuk berdoa bagi mereka supaya bisa mengatasi kesalahan mereka? Alangkah indahnya pelajaran ini bagi kita semua!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Doa anak-anak dapat merupakan pelajaran dalam kesungguhan, kerendahan hati, dan kasih. Saya tidak akan melupakan doa seorang anak kecil seperti berikut, "Allah, kami mengasihi Engkau. Kami berterima kasih untuk rumah kami, keluarga, dan segala-galanya. Tuhan, kadang-kadang kami marah kepada ibu kami, tetapi kami mencintainya. Tolonglah kami untuk bersikap lebih baik. Dan tolonglah ibu kami agar tidak marah kepada kami."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah membaca bahwa doa yang baik terdiri dari pemujaan, pengakuan, pengucapan syukur, dan permohonan. Setiap orang yang menganalisa doa di atas ini akan segera melihat bahwa tanpa mengetahui rumus itu seorang anak kecil berusia 6 tahun telah mencakup semua unsur tersebut dalam doanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita, orang dewasa, dapat belajar berdoa seperti anak-anak, yaitu dengan penuh kasih, dengan sungguh-sungguh, dengan berani, dengan rendah hati, tanpa merasa malu dan yang paling penting lagi, dengan iman bahwa Allah akan mendengarkan dan menjawab.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang kita melihat sikap orang tua tercermin dalam sikap dan tindakan anak-anak.&lt;br /&gt;Pada suatu hari, seorang anak perempuan merebahkan diri di sebuah kursi di samping saya dan tanpa pendahuluan berbisik kepada saya, "Saya ingin menceritakan sebuah rahasia kepadamu." Ketika saya membungkuk untuk mendengatnya, dia mengeluh, "Saya marah kepada Linda. Dia nakal kepada saya minggu yang lalu!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"O, benarkah?" tanyaku. "Sayang. Sudahkah engkau mengampuni dia? Ingatlah, Yesus ingin agar kita mengampuni."&lt;br /&gt;Pada wajahnya terpancar rasa heran. Penuh pemikiran dan dengan sedikit menantang jawabnya, "Sudah. Tetapi saya masih marah kepadanya."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengenangkan peristiwa yang menggelikan ini saya berpikir, "Tuhan, apakah saya juga sudah berkata telah mengampuni seseorang, tetapi masih marah terhadapnya? Jika demikian, tunjukkan kesalahan saya sehingga saya dapat meminta pengampunan dan pertolongan-Mu untuk sungguh-sungguh menghilangkan rasa dendam itu."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, anak-anak kecil dengan cepat mengampuni seperti orang dewasa, bahkan kadang-kadang lebih cepat lagi. Mereka terlalu sibuk untuk menyimpan rasa dendam. Alangkah baik seandainya semua orang dewasa terlalu sibuk mengurus kehidupan mereka sendiri dan menolong orang yang ada di sekelilingnya sehingga tidak membiarkan sifat mendendam itu berakar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyak pelajaran yang dapat dipelajari oleh para guru dari anak-anak didiknya. Asal saja kita mau waspada terhadap bimbingan Roh, seringkali kita akan mendengar suara-Nya berbicara kepada kita "dari mulut anak-anak kecil." "Dan seorang anak kecil akan mengiringnya" (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Yesaya 11:6" onclick="return swebpop('Yesaya+11%3A6');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061123/#SABDAweb"&gt;Yesaya 11:6&lt;/a&gt;). Semoga kita tidak terlalu angkuh untuk mengikutinya!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2, , BabBiarlah Murid-Murid Mengajar Saudara, halaman 210 - 211, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1996. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Guru sebagai Pembimbing&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Istilah "pembimbing" berasal dari kata "bimbing" yang berarti "pimpin", "asuh", "tuntun". Membimbing sama dengan menuntun, seperti seorang dewasa yang sedang menuntun anak kecil atau anak yang baru belajar berjalan. Orang dewasa itu dapat membawa anak itu ke mana saja dikehendakinya. Demikian juga seorang guru adalah seorang pembimbing sekaligus penunjuk jalan dalam proses belajar mengajar, mengingat kelebihan pengalaman dan pengetahuannya. Dalam hal ini guru bertugas membimbing anak didiknya kepada tujuan pendidikan. Dengan kata lain, bimbingan merupakan suatu upaya untuk membantu para siswa dalam mencapai tujuan pendidikan di sekolah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setidak-tidaknya ada tiga hal yang perlu diketahui oleh seorang guru Kristen berkaitan dengan perannya sebagai pembimbing di dalam proses belajar mengajar di kelas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, merencanakan program pelajaran sedemikian rupa sehingga menarik anak didik untuk mau belajar. Hal ini masih belum dilakukan oleh semua guru karena masih banyak keluhan dari murid-murid yang mengatakan tidak suka dengan suatu pelajaran karena guru tidak membawakannya dengan menarik. Oleh karena itu, kecakapan seorang guru dalam menyederhanakan pelajaran atau persoalan yang sukar mutlak diperlukan. Guru yang profesional harus dapat merumuskan hal- hal yang dipelajari dengan istilah yang sederhana sekaligus menyederhanakan suatu perkara sehingga dapat dipahami oleh anak didik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ia harus mengusahakan agar imajinasi anak didiknya turut aktif dalam proses belajar mengajar. Untuk mempelajari sesuatu, seseorang harus berpikir. Ada dua proses berpikir dasar, yaitu proses "meneruskan" dan "menghubungkan". Meneruskan, berarti melanjutkan, menuntut adanya sesuatu yang diteruskan. Sedangkan menghubungkan berarti memulai dengan dua gagasan yang terpisah dan berusaha menemukan jalan untuk menghubungkan keduanya. Kelancaran kedua proses ini sangat bergantung kepada imajinasi. Di dalam proses "meneruskan", kemudahan suatu gagasan untuk mengikuti gagasan yang lain bergantung kepada imajinasi. Demikian pula dalam proses "menghubungkan", imajinasi memberikan bentangan yang baik bagi titik tolak dan tujuan sehingga suatu hubungan dapat ditemukan dengan mudah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan tersebut, terlihat jelas bahwa imajinasi sangat berperan dalam proses belajar mengajar. Dengan imajinasi anak didik dapat membayangkan apa yang sedang diterangkan guru dengan sangat hidup sehingga apa yang dimaksud guru dapat cepat dimengerti dan dipahami.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, sebagai pembimbing, guru juga harus menyadari bahwa dia bertanggung jawab untuk membuat penilaian (evaluasi) terhadap proses belajar mengajar yang telah dilaksanakannya. Hal ini perlu dan sangat berarti, baik bagi siswa maupun bagi guru itu sendiri. Lewat evaluasi, seorang siswa dapat mengetahui sejauh mana ia berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. Jika hasilnya memuaskan dan menyenangkan, tentu ia ingin memperolehnya lagi pada kesempatan lain. Akibatnya, motivasi siswa untuk belajar akan semakin besar. Namun, keadaan sebaliknya juga dapat terjadi. Seorang siswa yang sudah merasa puas dengan hasil yang diterima bisa saja mengendurkan kegigihannya. Kemungkinan lainnya ialah jika hasil yang diperoleh belum memuaskan, siswa akan terdorong untuk mendapatkan hasil yang lebih memuaskan, meskipun penilaian ini bisa saja menimbulkan keputusasaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan evaluasi, guru dapat mengetahui siswa-siswa yang sudah berhasil maupun yang belum berhasil menguasai bahan. Dengan mengetahui hal itu, ia dapat memusatkan perhatian untuk menolong siswa yang belum berhasil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan evaluasi, guru juga dapat mengetahui apakah materi yang diajarkan dan metode yang digunakannya sudah tepat atau belum. Selain itu, evaluasi juga berguna untuk mengetahui sampai sejauh mana suatu program belajar mengajar berhasil diterapkan serta sampai sejauh mana tujuan sudah tercapai sehingga guru dapat merencanakan perbaikan-perbaikan yang dianggap perlu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Peran guru sebagai pembimbing ini tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas. Untuk dapat memerankannya guru Kristen harus memahami perkembangan anak didiknya secara umum.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ciri anak didik pada usia remaja adalah keadaan mereka yang labil dan mudah terombang-ambing. Mereka berada dalam masa pencarian identitas diri. Untuk mendapatkannya, mereka mencari orang yang dipandang layak untuk dijadikan "pahlawan/idola". Jika seseorang atau sekelompok orang yang dijadikan pahlawan itu berada pada sisi yang salah/tidak benar, remaja atau kelompok remaja itu pun akan terbawa-bawa dalam hal yang buruk.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi situasi seperti ini, guru Kristen tidak akan luput dari sorotan/pengamatan anak didik. Oleh karena itu, guru Kristen dituntut untuk hidup selaras/sepadan dengan apa yang diajarkan dan dinasihatkannya, terlebih dengan firman Tuhan. Sebagai pembimbing, guru Kristen juga harus berupaya untuk memberikan pengajaran yang benar dan jujur. Ia harus menyediakan dirinya untuk menjadi contoh, teladan, serta panutan bagi anak didiknya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu teladan apa yang patut diberikan pembimbing terhadap anak didiknya? J. Reginal Hill mengatakan jika guru Kristen benar-benar berhasrat untuk membawa anak didiknya kepada Kristus, baiklah ia mulai memberikan apa yang dimilikinya. Hal utama yang harus dimiliki oleh guru Kristen adalah keselamatan jiwanya. Namun, tidaklah cukup sampai di situ karena iman yang bertumbuh diwujudkan dalam seluruh aspek kehidupan, baik dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatan. Karena itu, seorang guru Kristen yang sedang bertumbuh imannya harus menampilkan kesucian dalam hidupnya. Tanpa kesucian ini sia- sialah pemberitaannya, nasihat-nasihatnya, teguran-teguran bahkan pengajarannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Guru Kristen adalah penuntun dan penunjuk jalan kepada tujuan yang belum diketahui anak didik. Agar tuntunan dan petunjuknya dapat dipercaya, anak didik harus lebih dahulu melihat kehidupan dan teladan guru tersebut; apakah guru dapat dijadikan contoh atau teladan. Setelah mereka melihat dan percaya, barulah guru dapat menjadi penunjuk jalan dan bukan hanya sebagai rambu lalu lintas. Rambu lalu lintas hanya menunjukkan jalan, tetapi tidak dapat pergi sendiri, sedangkan seorang penunjuk jalan berjalan di depan mereka yang hendak diantarnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Peran guru sebagai teladan ini sangat mendukung proses bimbingan. Sikap Rasul Paulus yang telah menjadi teladan bagi Timotius adalah contoh yang nyata. Timotius, anak didik sekaligus pendamping dalam perjalanan dan pelayanan Paulus, dapat melihat kehidupan gurunya dengan jelas. Ia melihat betapa selarasnya kehidupan Paulus dengan pengajaran yang diberikannya kepada Timotius. Paulus memberikan teladan yang baik kepada Timotius sehingga Timotius pun terbeban untuk melayani Tuhan bersama-sama dengan Paulus. Teladan Paulus sekaligus menjadi pelajaran yang hidup bagi Timotius. Hasilnya, bimbingan yang dilaksanakan oleh Paulus terhadap Timotius mencapai tujuan yang maksimal, yaitu menjadikan Timotius pelayan Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita telah mengetahui bahwa bimbingan merupakan suatu upaya untuk membantu para siswa dalam mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Di samping itu, bimbingan tersebut juga dimaksudkan untuk mencapai tujuan yang lebih luhur, yakni hidup baru dalam Kristus. Bahkan lebih jauh lagi, yaitu sampai pada perubahan hidup anak didik, yang terwujud dalam sikap dan mental yang menghormati Tuhan Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Upaya membantu anak didik dalam mencapai tujuan luhur itu tidak dapat diremehkan oleh guru Kristen mengingat anak didik pun memiliki serta mengalami masalah, baik di rumah maupun di sekolah. Masalah itu dapat berupa tekanan dari orang tua yang menuntut anaknya untuk bersikap baik dan sopan sementara pihak orang tua tidak mengajarkan atau memberi contoh bagaimana seharusnya bersikap baik dan sopan. Bahkan ada orang tua yang membiarkan begitu saja sehingga tidak ada perhatian dari pihak orang tua. Orang tua terlalu sibuk sehingga tidak tersisa waktu untuk membantu anaknya menyelesaikan pekerjaan rumahnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Masalah anak didik juga dapat muncul dari lingkungan sekolah. Ada anak didik yang tidak mampu menerima pelajaran secepat temannya. Bagi sebagian anak hal ini akan memengaruhi semangat belajarnya, juga harga dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, seorang guru harus peka dan bersikap terbuka untuk menolong dan membimbing penyelesaian masalah anak-anaknya. Pulias dan Young menegaskan bahwa seorang guru hendaklah mengenal murid- muridnya sedalam-dalamnya. Pengenalan yang dalam ini meliputi pengenalan akan kemampuan mereka, sampai sejauh mana tingkat kemampuan anak didik yang satu dengan anak didik lainnya. Hal lain yang perlu dikenal oleh guru Kristen sebagai pembimbing adalah tingkat perkembangan yang sesuai dengan tingkat usia murid, juga kelemahan-kelemahan serta minat khusus murid. Semakin dalam guru mengenal muridnya, semakin mampu pula ia membimbing mereka. Dengan demikian, ia akan mampu mengaitkan pengetahuan mata pelajaran yang diajarkannya dengan keperluan dan minat khusus murid-muridnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Sahabat Gembala Desember, Yoke Tode S.Th., , BabQuovadis Guru Kristen??, halaman 11 - 14, Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1993. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Membimbing di Luar Kelas&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak semua hubungan guru-murid digalang sewaktu pelajaran berlangsung di kelas. Seringkali guru mempunyai kesempatan untuk memberi bimbingan di luar kelas. Di bawah ini ada beberapa prinsip yang harus Saudara lakukan untuk menjadi pembimbing yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dapat dipercaya dan dapat menyimpan rahasia.Guru yang terlalu banyak bicara akan cepat sekali merusak hubungan. Ini berarti Saudara harus melawan godaan untuk menggunakan contoh situasi nyata yang didapat dalam konsultasi pribadi sebagai ilustrasi pelajaran, bahkan ketika Saudara menyatakan "nama-nama telah diubah untuk melindungi yang tidak bersalah". &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dapat dan mau meluangkan waktu untuk menolong.Tetapi hindarilah bahaya sebaliknya, yaitu pemaksaan diri Saudara sendiri kepada murid-murid. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadilah pendengar yang baik.Tak mungkin Saudara akan mendengarkan jika terus-menerus berbicara. Pusatkanlah perhatian pada apa yang dikatakan dan ajukanlah pertanyaan-pertanyaan yang bisa memperjelas persoalan. Usahakan agar Saudara jangan sampai kaget dengan hal-hal yang mungkin Saudara dengar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Waspadalah terhadap kebutuhan atau keinginan untuk mendapat pertolongan.Murid-murid yang butuh bimbingan tidak selalu mencari pertolongan itu. Sebab itu, Saudara harus memupuk "indera keenam" untuk menerka apa yang mereka butuhkan. Jika perlu, Saudaralah yang memulai percakapan itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudara harus menunjukkan rasa kasih atau belas kasihan secara tulus.Tunjukkanlah sikap yang penuh pengertian dan sabar. Murid-murid Saudara, baik tua maupun muda, akan mengenali keikhlasan Saudara. Biarlah mereka tahu bahwa Saudara mengerti perasaan mereka, tetapi usahakan jangan sampai perasaan Saudara terlalu terlibat dalam persoalan mereka. Usahakan jangan sampai memakai kondisi pribadi untuk masalah seseorang, atau membuat keputusan bagi murid yang seharusnya dibuatnya sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudara harus menyatakan kerohanian yang dalam dan matang sehingga menimbulkan kepercayaan pada murid-murid.Kehidupan Saudara sendiri harus berakar teguh dalam firman Allah. Saudara juga harus menunjukkan kestabilan serta kedewasaan emosi dalam kehidupan pribadi Saudara. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berhati-hatilah dalam mempergunakan Alkitab ketika memberi bimbingan.Saudara tidak perlu ragu untuk menyatakan apa yang dikatakan Alkitab sehubungan dengan masalah itu. Tetapi jangan membuat kesalahan yang biasa dengan menawarkan jawaban-jawaban yang terlampau dangkal untuk masalah pribadi yang pelik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Waspadalah terhadap kesempatan Saudara untuk memberi bimbingan.Saudara harus sudah berada di kelas paling sedikit empat belas menit sebelum kelas dimulai supaya bisa berbicara dengan murid- murid yang datang lebih pagi. Perhatikan juga murid-murid yang seakan-akan tidak mau pergi sewaktu pelajaran usai. Saat berdoa di depan merupakan kesempatan yang baik sekali untuk memberi bimbingan dan berdoa bersama murid-murid. Luangkanlah waktu untuk bercakap-cakap dengan murid Saudara setiap kali berjumpa dengan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2, , BabPembicara Ketika: Guru sebagai Pembimbing, halaman 384 - 385, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1996. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Guru sebagai Motivator&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang guru Kristen seringkali tidak bersemangat mengajar karena melihat anak didiknya tidak mau belajar. Ternyata masalahnya adalah anak didik tidak memiliki daya penggerak atau motivasi dalam belajar. Ini merupakan masalah yang cukup mendasar bagi guru Kristen dalam proses belajar bagi anak didik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Masalah motivasi ini kurang disadari oleh guru. Seringkali guru menganggap gairah dan semangat belajar ditentukan oleh anak didik itu sendiri. Kalau anak didik kurang bergairah dan tidak memiliki semangat belajar, hal itu disebabkan oleh mereka sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi situasi demikian, guru Kristen yang profesional harus menyadari bahwa dirinya juga harus dapat berperan sebagai motivator. Ia adalah seorang yang harus menolong anak didiknya supaya mempunyai hasrat untuk belajar. Sudah menjadi keharusan juga baginya untuk menyiapkan rangsangan yang kuat bagi anak didik untuk mau belajar. Seorang motivator bertugas memberikan inspirasi atau dorongan supaya proses belajar mengajar menyenangkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada dua cara yang dapat dipakai untuk membangkitkan motivasi belajar anak didik. Pertama, guru ikut terlibat dalam kehidupan anak didik. Salah satu bukti guru mengasihi anak didik adalah dengan melibatkan dirinya dalam kehidupan mereka. Kerelaan dan ketulusan guru untuk melayani mereka secara pribadi juga akan mendorong untuk memberikan waktu bagi anak didiknya dan mendengarkan keluh kesah mereka. Ia akan berusaha memahami permasalahan yang dihadapi termasuk juga melakukan kunjungan pribadi. Perbuatan kasih yang demikian akan dirasakan oleh anak didik. Mereka akan mampu membedakan mana perbuatan gurunya yang dilandasi kasih dan mana yang dilakukan dengan kepura-puraan. Dengan tindakan ini, guru sudah berhasil merebut hati anak didiknya sehingga memudahkannya untuk menanamkan motivasi kepada mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cara kedua menyangkut sikap guru di dalam kelas. Upaya seorang guru untuk membangun motivasi yang baik bagi anak didiknya di luar kelas akan rusak jikalau sikapnya di hadapan mereka salah. Mungkin ia memang mengasihi mereka dengan sungguh-sungguh. Namun, sebagian besar pemberian motivasi bergantung pada hubungan guru dengan murid dalam suasana belajar di dalam kelas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Richards, penunjang lain untuk membangkitkan motivasi anak didik adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;Guru harus mengetahui bahwa orang dapat belajar dengan baik sekali apabila pelajarannya disusun menurut pola tertentu sehingga anak didik mengetahui apa yang menjadi sasaran pelajarannya. Mereka pun dapat melihat kemajuan-kemajuan yang harus diperoleh untuk mencapai sasaran itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang dapat belajar dengan baik sekali apabila mereka dapat melihat hubungan antara pelajaran itu dan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Orang dapat belajar dengan baik sekali jikalau merasa dapat menguasai isi pelajarannya.&lt;br /&gt;Orang dapat belajar lebih baik jikalau melihat manfaatnya dalam kehidupan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi seorang motivator, seorang guru juga tidak terlepas dari perannya sebagai pengelola kelas. Dia harus memikirkan dan merancang kegiatan di dalam kelas supaya menarik perhatian dan merangsang anak didiknya untuk belajar. Untuk itu pula guru harus melihat diri dan anak didiknya sebagai tim dalam belajar juga sebagai teman sekerja dalam belajar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Sahabat Gembala Desember, Yoke Tode, S.Th, , BabQuovadis Guru Kristen?, halaman 17 - 18, Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1993. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Motivasi Kebutuhan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peran guru sekolah Minggu sebagai motivator sangat diperlukan karena anak-anak memiliki kebutuhan untuk mendapatkan motivasi. Kebutuhan anak akan motivasi bisa juga disebut dengan motivasi kebutuhan. Motivasi ini mudah ditindaklanjuti karena para murid yang datang kepada gurunya telah dalam keadaan siap untuk belajar. Para murid tahu bahwa dia memiliki kebutuhan tertentu dan sedang mencari pertolongan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Mereka ini lapar rohani dan mencari seseorang yang dapat menunjukkan bagaimana memuaskan rasa lapar mereka itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mari kita melihat contoh motivasi kebutuhan dalam bidang yang lain. Anggaplah Anda sedang mengajar sebuah kelas teknik pertolongan pertama. Pelajaran hari ini berhubungan dengan CPR (pertolongan pertama dengan memberikan nafas buatan). Ketika murid-murid Anda masuk ke kelas, salah satu dari mereka mendadak terkena serangan jantung. Dalam kepanikan, seorang anak disuruh untuk memanggil bantuan sedangkan anak-anak lain menunggu kedatangan para medis dengan ketakutan. Ketika petugas medis datang, mereka melakukan apa saja semampu mereka untuk menyelamatkan korban. Namun, sudah terlambat. Dalam kesedihan dan frustasi, petugas medis itu kembali kepada anak-anak yang sedang berkerumun. "Mengapa tak seorang pun di sini yang memberikan CPR?" tanya mereka. "Seandainya salah satu dari kalian tahu CPR dan menolong orang ini, mungkin dia masih hidup hingga sekarang."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang bayangkan murid-murid di kelas Anda masuk ke kelas dan menceritakan kepada Anda apa yang telah terjadi. Dengan pengalaman yang baru saja terjadi, Anda tahu bahwa lebih mudah untuk memotivasi mereka supaya belajar teknik CPR. Lewat pengalaman, mereka benar- benar termotivasi oleh perasaan membutuhkan. Anda hanya perlu meresponi kebutuhan itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan bahwa kebutuhan anggota kelas ini tidak berubah; mereka butuh terus belajar CPR. Hanya saja, sekarang mereka membangun kepedulian yang lebih tinggi atas kebutuhan mereka. Dalam istilah kependidikan, suatu kebutuhan nyata telah menjadi kebutuhan yang dirasakan. Oleh sebab itu, para murid itu sendiri tahu kebutuhan mereka dan mereka mencari pertolongan untuk mengatasinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika para guru sekolah Minggu selalu memiliki murid yang merasa membutuhkan, pengajaran akan menjadi sangat mudah. Tetapi kasus seperti ini jarang terjadi. Hasilnya, para guru sekolah Minggu harus mencari cara lain untuk membangkitkan motivasi dalam diri para murid. Hal ini akan membantu para murid untuk mengenali kebutuhan mereka dan membuat keinginan itu menjadi kebutuhan yang dirasakan. Lalu bagaimana itu bisa dilakukan?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa guru tidak memerhatikan pentingnya peranan pengantar pelajaran sekolah Minggu. Padahal tujuan utama pengantar pelajaran sebenarnya adalah untuk membantu para murid supaya menjadi peka terhadap kebutuhan mereka. Dalam memberikan pengantar pelajaran, Anda dapat menceritakan sebuah anekdot, ilustrasi yang Anda buat sendiri, atau suasana yang memerlukan kesimpulan yang dapat memotivasi sebuah kebutuhan. Dengan demikian, para murid akan lebih tertarik untuk berpartisipasi dalam proses belajar. Akhirnya mereka mulai merasakan kebutuhan yang telah Anda, sebagai guru, duga sebagai kebutuhan nyata dalam kehidupan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, ini tidak berarti bahwa kita tahu semua kebutuhan dari setiap murid. Hanya Tuhan yang tahu kebutuhan mereka. Tetapi para guru dapat memahami dan mengarahkan pengajarannya supaya bisa memenuhi kebutuhan murid yang telah Tuhan nyatakan. Sebagai contoh, semua orang perlu mengenal Kristus sebagai Juruselamat. Kita semua harus bertumbuh menjadi orang yang memiliki kedewasaan rohani. Dan kita perlu membangun hubungan dalam tubuh Kristus dan mencari cara untuk melayani orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan lain berhubungan dengan pertumbuhan pribadi atau situasi khusus yang dihadapi murid. Saat anak bertumbuh, mereka memiliki kebutuhan dasar yang berhubungan dengan rekan sebaya dan kedewasaan mereka. Tetapi kebutuhan dasar antara anak yang satu dengan yang lain berbeda-beda. Guru yang baik mengenal letak kedewasaan tiap anak dan konsekuensi atas kebutuhan mereka. Jadi, semakin seorang guru mengenali muridnya, ia akan semakin peka terhadap masalah khusus dan kebutuhan pribadi anak tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Make Your Teaching Count!, Wesley R. Willis, , BabNeed Motivation, halaman 48 - 49, Victor Books, Illinois, 1986. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Masalah Motivasi Belajar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peranan guru berikutnya ialah membangkitkan motivasi dalam diri peserta didiknya agar semakin aktif belajar. Ada dua jenis motivasi, yakni motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi pertama, ialah motivasi atau dorongan serta gairah yang timbul dari dalam peserta didik itu sendiri, misalnya ingin mendapat manfaat praktis dari pelajaran, ingin mendapat penghargaan dari teman terutama dari guru, ingin mendapat nilai yang baik sebagai bukti "mampu berbuat". Motivasi kedua mengacu kepada faktor-faktor luar yang turut mendorong munculnya gairah belajar, seperti lingkungan sosial yang membangun dalam kelompok, lingkungan fisik yang memberi suasana nyaman, tekanan, kompetisi, termasuk fasilitas belajar yang memadai dan membangkitkan minat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja timbul reaksi dalam diri guru yang bertanya, "Mengapa saya harus pusing dengan soal motivasi?" Jawabannya sederhana. Ada tiga alasan mendasar tentang pentingnya motivasi.&lt;br /&gt;Watak dan sifat manusia yang membutuhkan dorongan, desakan, dan rangsangan dari sesamanya. "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya" (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Ams. 27:17" onclick="return swebpop('Ams.+27%3A17');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061138/#SABDAweb"&gt;Ams. 27:17&lt;/a&gt;). "Bertolong-tolonganlah kamu menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus," begitu tegas Rasul Paulus (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Gal. 6:2" onclick="return swebpop('Gal.+6%3A2');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061138/#SABDAweb"&gt;Gal. 6:2&lt;/a&gt;). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai proses dan upaya apa adanya, sifat perbuatan belajar itu sendiri sangat membutuhkan "suntikan-suntikan" atau dorongan. Kita tahu bahwa dorongan dapat terjadi melalui tantangan ataupun hukuman, serta melalui pujian dan penghargaan. "Kita yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya" (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Rm. 15:1-2" onclick="return swebpop('Rm.+15%3A1-2');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/061138/#SABDAweb"&gt;Rm. 15:1-2&lt;/a&gt;). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada ukuran satu metode mengajar yang paling baik yang dapat dipakai dalam setiap kesempatan dan jenis kegiatan belajar. Jadi, kalau ada peserta didik yang kurang bergairah dalam mengikuti pelajaran, guru harus sadar bahwa barangkali metode atau pendekatan yang dipilihnya kurang relevan dan ia harus berusaha mencari metode alternatif.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Strategi utama dalam membangkitkan motivasi belajar pada dasarnya terletak pada guru atau pengajar itu sendiri. Menurut McKeachie (1986), kemampuan guru menjadikan dirinya model yang mampu membangkitkan rasa ingin tahu dan kesanggupan dalam diri peserta didik merupakan aset utama dalam membangkitkan motivasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, seorang guru sudah seharusnya mengembangkan beberapa jenis kualitas berikut agar dapat berperan aktif sebagai motivator.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Meningkatkan kemampuan yang dapat menampilkan penguasaan bahan atau pengetahuan. Untuk itu, ia harus banyak belajar dan terus belajar melalui berbagai media dan sumber yang terkait dengan bidangnya. Seorang guru yang ahli di bidangnya tidaklah berarti terbebas dari kesalahan, kekurangan, atau kekeliruan. Sama sekali tidak. Namun, janganlah sampai frekuensi kekhilafannya sangat menonjol dalam interaksi dengan peserta didiknya. Janganlah sering terdengar jawaban, "Maaf saya tidak tahu!" ketika berhadapan dengan pertanyaan yang diajukan oleh peserta didik. Hal demikian akan melemahkan kepercayaan mereka terhadap sang guru. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menunjukkan sikap memahami secara mendalam terhadap perasaan dan pengalaman peserta didik, khususnya yang menyangkut kelemahan maupun kekurangan dalam sikap dan kemampuan akademis. Sikap demikian bukan berarti bahwa guru menyetujui kekurangan atau penyimpangan sikap dan tingkah laku yang ditunjukkan peserta didik. Akan tetapi dengan sikap empati, guru mengharapkan perubahan dalam "kesempatan kedua" yang masih ia berikan kepada peserta didik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menunjukkan semangat mencintai bidang studi yang digelutinya. Guru-guru "cadangan" yang mengajar dengan kualitas "kurang menguasai" materi pengajaran cenderung melemahkan semangat belajar peserta didiknya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memberikan penjelasan terhadap hal-hal yang masih "kabur" atau kurang jelas, dengan bahasa dan sikap yang dapat dimengerti. Tugas ini menyangkut penjelasan yang baik tentang materi pelajaran dan mengenai strategi belajar untuk memperoleh angka yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari segi iman Kristen, konsep mengenai manusia sebagai pribadi ciptaan Allah, peserta didik berhak mendapatkan informasi dari gurunya tentang bagaimana mereka dapat memperoleh nilai yang memuaskan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Menjadi Guru Profesional Sebuah Perspektif Kristiani, B. Samuel Sidjabat, M.Th., Ed.D., , BabMasalah Motivasi Belajar, halaman 109 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8172020834953029600-2408312209698104181?l=sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/feeds/2408312209698104181/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8172020834953029600&amp;postID=2408312209698104181' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/2408312209698104181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8172020834953029600/posts/default/2408312209698104181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekolahmingguhkbptamanmini.blogspot.com/2007/03/guru-sebagai-pelajar.html' title='Guru sebagai Pelajar'/><author><name>HKBP Taman Mini Ressort Taman Mini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05698745868403518126</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://www.gracecares.net/images/Jesus%20On%20The%20Cross.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8172020834953029600.post-5667203375620753804</id><published>2007-03-29T07:12:00.000-07:00</published><updated>2007-03-29T07:16:31.198-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Daud Diserang Saul Lagi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Daud Diserang Saul Lagi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pokok Bahasan:Allah yang mahakuasa berada bersama manusia melalui Roh Kudus.&lt;br /&gt;Tujuan Umum:Anak mengenal dan memahami serta mengakui, bahwa Roh Kudus adalah Allah yang menuntun dan membimbing manusia pada jaman dulu, dan manusia jaman sekarang.&lt;br /&gt;Pelajaran:DAUD DISERANG SAUL LAGI&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bahan Alkitab:&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;1Samuel 19" onclick="return swebpop('1Samuel+19');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030233/#SABDAweb"&gt;1Samuel 19&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Khusus:Anak dapat:&lt;br /&gt;menceritakan kembali bahwa Roh Allah menyertai Daud terus sehingga Saul tetap gagal membunuh Daud;&lt;br /&gt;menjelaskan bahwa Roh Allah juga menyertai Saul, sehingga niatnya untuk membunuh Daud sempat lenyap;&lt;br /&gt;mengungkapkan keheranannya melihat Roh Allah bekerja dalam diri manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ayat Hafalan:"Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?" (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;Roma 8:31" onclick="return swebpop('Roma+8%3A31');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030233/#SABDAweb"&gt;Roma 8:31&lt;/a&gt;b)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Materi Pelajaran: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;A. Untuk Guru&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yonatan adalah putera mahkota. Yonatan tahu bahwa selama Daud hidup, ia tak dapat menjadi raja (&lt;a title="SABDAweb&amp;#10;1Samuel 20:31" onclick="return swebpop('1Samuel+20%3A31');" href="http://pepak.sabda.org/pustaka/030233/#SABDAweb"&gt;1Samuel 20:31&lt;/a&gt;). Tetapi ia yakin akan kebenaran pilihan Tuhan atas Daud. Ia tidak menuntut hak sebagai anak raja untuk memerintah Israel. Dengan tidak mementingkan diri sendiri, Yonatan selalu berusaha untuk menyelamatkan Daud. Dua sifat utama yang kita temukan dalam diri Yonatan, yaitu bahwa ia mengasihi sahabatnya dengan setulus hatinya, dan bahwa ia menghormati kedaulatan Allah untuk memilih orang yang disukai-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;B. Untuk Anak&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Pen
